Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
334 = LENG PENG SANGAT MURKA


__ADS_3

\=Chapter 334. LENG PENG SANGAT MURKA \=


\=


\=


Hari sebelumnya.


Sisa-sisa dari kelompok Sabit Kematian yang sekarang sedang lari kalang kabut, akibat ulah dari Xu Wuzao dan Bai Li.


Mereka semua yang hanya tersisa puluhan orang berhasil kabur dari amukan dua orang yang di anggap monster.


"Cepat, kita harus sampai ke pelabuhan utara dengan cepat!" ucap pemimpin kelompok itu.


Wajahnya memucat, karena sudah kehilangan banyak darah dari muntahan di tambah beberapa luka luar dan juga di perparah dengan luka dalam yang sudah sangat parah.


Ternyata obat pemulihan yang di berikan bawahnya tidak begitu membantu, sehingga dia sekarang lari dengan susah payah akibat luka yang cukup parah.


"Pemimpin, aku merasakan ada tiga orang misterius yang mengikuti kita!" ucap salah satu dari mereka yang lari paling belakang.


"Ya, aku sedikit merasakannya! Sebaiknya kelompok kita bagian menjadi 5 kelompok, agar mereka tidak bisa mengikuti salah satu dari kelompok kita." ucap pemimpin itu sedikit susah payah.


"Pemimpin, jika mereka mengejar salah satu kelompok lalu kelompok yang lain tidak di kejar bagaimana?" tanya dia kembali karena belum mengerti.


"Jika seperti itu maka bagus, kelompok yang tidak terkejar akan kembali ke kota Wuhan dan menyusup di sana. Lalu buatlah keributan sebisa mungkin di pelelangan, agar orang-orang di sana terfokuskan dan lengah, setelah itu kalian tunggu ketua dan lainnya datang." ucap pemimpin kelompok menjelaskan detailnya.


Sisa orang yang ada di sana hanya bisa tertegun dan diam, mereka baru saja lolos dari lubang neraka. Namun di suruh kembali ke sana untuk membuat keributan, itu adalah hal gila.


Namun karena itu perintah mereka hanya bisa menjalankan rencana itu, namun dari setiap kelompok kecil berharap jika mereka di ikuti oleh sang penguntit, agar mereka tidak kembali ke kota Wuhan lagi.


Akhirnya mereka hanya bisa setuju, pemimpin kelompok Sabit Kematian membagi mereka secara cepat hanya dengan isyarat tangan saja.


Namun mereka langsung mengerti, padahal semua orang sedang berlari di dalam hutan yang ada di pinggiran kota di wilayah tengah.


Mereka tidak langsung masuk ke kota-kota, agar pergerakan mereka tidak mencolok dan mencari jalan pintas agar lebih singkat.


Wooooosss..!


Wooooosss..!


Lima kelompok terbentuk, setelah itu kelima kelompok bergerak dengan kecepatan tinggi! Orang yang menguntit hanya bisa tersenyum kecut, karena pergerakan dirinya di ketahui.


"Kita bagi tiga, ikut kelompok yang lebih besar saja!" ucap salah satu orang yang menguntit kelompok Sabit Kematian.


"Baik, kami mengerti!" jawab salah satu dari mereka.


Wooooosss..!


Lalu ketiga orang itu bergerak mengikuti kelompok yang lebih besar, sedangkan yang memiliki kelompok kecil tidak di ikuti.


Waktu berlalu dengan cepat, kini matahari mulai terbenam. Sehingga orang yang menguntit cukup kesulitan! Namun mereka yang menguntit tahu bahwa tiga kelompok yang di ikuti mereka menuju ke pelabuhan utara Kekaisaran Ming.


Setelah mendapatkan kepastian, akhirnya mereka langsung kembali ke kota Wuhan ingin mencari apakah ada sesuatu yang aneh.


*

__ADS_1


Di kapal layar yang besar.


"Ketua, kelompok yang ketua kirim sudah kembali, namun keadaan mereka sangat mengerikan!" ucap orang yang melaporkan kepada ketua kelompok Sabit Kematian.


"Apa kau bilang, di mana mereka sekarang?" ucap ketua itu.


"Ada di ruang pengobatan, mereka seperti orang yang sudah kehilangan cahaya kehidupannya!" jawab orang yang melaporkan dengan sedikit takut.


Akhirnya ketua kelompok Sabit Kematian langsung bergegas ke ruang pengobatan yang ada di kapal layar besar itu.


Ketua kelompok Sabit Kematian sampai di ruang pengobatan, setelah dia sampai di ruang pengobatan akhirnya dia menemukan orang yang di percaya untuk memimpin kelompok 100 orang.


Karena dia adalah tangan kanan dirinya, dia juga saudara jauhnya dari keluarga Leng.


*


*


*


Melihat orang kepercayaannya sudah terkapar seperti tidak berdaya, ketua kelompok Sabit Kematian Leng Peng sangat tertekan, dia belum pernah merasakan takut dan tertekan seperti sekarang.


Dia takut akan kehilangan saudaranya kembali, sehingga setelah melihat Leng Yao sangat mengenaskan dia langsung murka.


"Katakan padaku, apa yang terjadi dengan kau Leng Yao?" ucap ketua kelompok Sabit Kematian, Leng Peng.


"Ketua Leng Peng, ada salah satu orang di sana sangat kuat! Aku tidak bisa menghadapinya, maaf aku mengecewakan ketua!" ucap Leng Yao dengan susah payah.


Dia dari kota Wuhan berlari sendiri dan berakhir mengenaskan, hingga hampir sampai di pelabuhan akhirnya dia ambruk dan di gotong oleh rekannya.


"Tidak perlu di pikirkan, akan aku balas perbuatan ini dengan kesakitan dan penderitaan 100 kali lipat! Di mana rekan kau yang lainya, Leng Peng?" ucap ketua kelompok Sabit Kematian.


"Mereka sebagai besar di bantai oleh orang itu!" ucap Leng Yao dengan tidak berdaya, yang di maksud orang itu adalah Xu Wuzao.


Degg..!


'Apakah dia sehebat itu..?' ucap Leng Peng di benaknya.


"Baiklah, aku mengerti sekarang! Kau istirahatlah, aku akan menuntut balas yang setimpal." ucap Leng Peng lalu langsung pergi tanpa bicara lagi.


Mendengar ini dari orang yang sangat di percaya, Leng Peng sangat murka akhirnya dia langsung mengumpulkan semua anggota dan membantuk pasukan terkuat miliknya.


Jumlahnya hampir 300, sedangkan orang yang tersisa hanya orang-orang di bawah rata-rata yang kekuatannya tidak seberapa, sedangkan yang di bawa Leng Peng untuk menuntut balas adalah orang-orang terkuat.


Lalu melanjutkan rencana dirinya yang belum terselesaikan, sehingga Leng Peng turun tangan sendiri! Di tambah ada berita yang cukup mengerikan sehingga Leng Peng membawa orang-orang terbaik dari anggotanya.


Mereka berangkat malam itu juga, karena tidak ingin menunda waktu lagi.


...****************...


Kembali ke waktu sekarang.


Li Yian yang melihat banyaknya orang dengan hawa membunuh yang tinggi sedang menuju ke kota Wuhan, membuat dia tidak bisa tinggal diam.


Akhirnya Li Yian memutuskan untuk menghadang rombongan yang sudah dapat Li Yian lihat dari kejauhan.

__ADS_1


Wooooosss..!


Li Yian memilih untuk terbang agar lebih cepat sampai di hadapan mereka, itu di lakukan agar Li Yian bisa menghadang mereka semua, sedikit lebih jauh dari perbatasan kota.


Tap..!


Li Yian turun dengan anggun menggunakan kaki kirinya lebih dulu, tidak menimbulkan debu di sana bertebaran. Menandakan Li Yian turun dengan sempurna.


Setelah itu Li Yian melipat tangannya di depan dada, dia menunggu mereka yang sedang berlari sampai di hadapannya.


Tidak butuh waktu lama, ratusan orang banyaknya tiba di hadapan Li Yian.


"Berhenti..!" bentak Li Yian dengan cukup keras.


"Bedebah, bocah tengik! Apa yang kau lakukan di sana?" bentak ketua kelompok Sabit Kematian yang memang paling di depan sendiri, hanya di temani orang yang pernah menyerang lebih dulu.


Ketua kelompok Sabit Kematian mengangkat tangannya kepada seluruh pasukan yang di bawa untuk berhenti, akhirnya semua orang yang lari berhenti dengan suka cita.


Mereka langsung mengambil nafas dengan begitu tergesa-gesa, pundak mereka rata-rata naik turun karena merasa kelelahan.


"Apa yang ingin kalian lakukan, apakah tujuan kalian bener ke kota Wuhan?" ucap Li Yian.


Jika benar, maka dia wajib menghadang ratusan orang itu karena membawa aura membunuh yang sangat kuat.


Li Yian sekarang yakin, bahwa aura membunuh datang dari kelompok itu terutama orang yang tinggi besar yang berdiri paling depan.


"Apa urusanmu ingin mengetahui tujuan ku bocah?" ucap Leng Peng pemimpin kelompok Sabit Kematian, dia sudah sangat geram karena tidak memiliki waktu lagi.


Akhirnya dia menengok ke arah orang yang ada di belakangnya, di hanya menggunakan kata sangat sedikit.


"Bereskan..!" hanya itu yang terucap, namun orang itu tahu akan maksud dari Leng Peng.


"Baik ketua..!" jawab orang yang di tunjuk.


Wooooosss..!


Dia langsung bergegas ke depan dengan kecepatan tinggi, karena dia adalah pendekar suci tahap menengah yang baru saja naik tingkat.


Baaammm..!


Brak..Brak..!


Leng Peng dan beberapa dari mereka yang masih berdiri di sana, langsung mematung karena terkejut.


Karena rekan mereka yang memiliki tingkat pendekar suci tahap menengah langsung di pukul mundur hanya dengan sekali serangan, hingga menabrak beberapa rekan mereka yang ada di sana.


"Jangan asal menyerang, aku belum tahu tujuan kalian apa!" ucap Li Yian dengan suara berat, sambil mengkibas-kibaskan tangan kanan miliknya yang di gunakan untuk memukul orang yang berusaha menyerang.


Suara Li Yian seperti petir di siang bolong, mereka semua tidak ada yang berani berbicara. Bahkan ketua kelompok Sabit Kematian masih terbengong.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2