Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
179 = MEMBERIKAN TUGAS


__ADS_3

\=Chapter 179. MEMBERIKAN TUGAS\=


\=


\=


Pagi hari sudah tiba di Kekaisaran Ming, Li Yian yang sedang bermeditasi selama semalaman langsung membuka matanya lebar-lebar, dia merasakan kondisi tubuhnya sudah pulih total setelah membuat tabir pelindung.


Dia langsung melihat ke atas dan merasakan bahwa formasi tabir pelindung miliknya terbentuk dengan sempurna.


"Ternyata meskipun menggunakan Energi Qi yang sangat tipis dan sedikit, dengan teknik yang sempurna mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan." ucap Li Yian.


Dia tidak ingin sembarangan orang memiliki sumber daya dari hutan kabut ilusi kedepannya, bukanya dia bersikap serakah namun bila hutan kabut ilusi di ketahui oleh pihak luar dan banyak orang, pasti akan terjadi kekacauan besar bahkan bisa terjadi pertempuran hebat, nantinya akan timbul bencana melanda Kekaisaran Ming terutama desa dan kota yang terdekat dengan hutan kabut ilusi ini.


"Baiklah, saatnya aku kembali untuk menemui pak tua!" gumam Li Yian.


Dia langsung tersenyum, karena akan kembali bertemu dengan orang yang pernah merawatnya sejak masih kecil saat menjadi manusia di alam ini, namun entah kenapa saat bertemu Xu Wuzao dirinya selalu di pandang anak kecil, membuat Li Yian tidak bisa terlihat akrab dengannya.


Memikirkan itu semua Li Yian cukup pusing, akhirnya Li Yian langsung melihat ke atas dan dengan sekali lompatan dirinya langsung terbang untuk menuju ke sekte anggrek putih.


Di sekte anggrek putih.


Karena sudah pagi hari, orang-orang di sana melakukan rutinitas seperti biasa! Anak murid sekte anggrek putih mulai belajar kembali seperti biasa.


Ada yang belajar di kelas, ada yang belajar di luar! Ada yang sedang menjalankan misi dari sekte anggrek putih, ada yang sedang mencuri pandang gadis-gadis cantik yang sedang berlatih dan masih banyak kegiatan lainnya, bahkan ada yang sedang ngerumpi ria.


Xu Wuzao sedang duduk tenang di meja kerjanya, dia selalu merasakan firasat buruk setelah kejadian fenomena alam beberapa waktu lalu, membuat pikiran dirinya semakin memikirkan Li Yian.


"Nak, sekarang kau ada di mana? Aku yakin kau pasti akan baik-baik saja. Karena kau saat ini semakin kuat!" gumam Xu Wuzao memikirkan Li Yian.


Saat sedang berpikir keras dan sedikit melamun pintu ruangan kerjanya ada yang mengetuk dari luar.


Tok..Tok..Tok..!


"Kepala sekte Xu, apa anda ada di dalam?" ucap orang itu dari luar.


Karena ada yang mengagetkan akhirnya Xu Wuzao langsung sadar dia langsung mengerjakan kelopak matanya.


"Ya, ada! Masuk saja." jawab Xu Wuzao setelah dirinya sadar dari lamunannya.

__ADS_1


Dengan cepat orang yang di luar langsung masuk setelah di izinkan, dia adalah salah satu murid inti sekte anggrek putih.


Setelah masuk dia langsung membungkuk hormat karena dia sangat menghormati Xu Wuzao.


"Ada keperluan apa?" ucap Xu Wuzao yang merasa dirinya terganggu.


"Maaf sebelumnya kepala sekte Xu, mengganggu waktunya! Aku ingin memberitahukan bahwa tuan muda Li Yian sudah kembali!" ucap murid inti sekte anggrek putih masih dalam keadaan membungkuk.


"Benarkah?" ucap Xu Wuzao cukup kaget.


Hingga dia langsung berdiri, lalu melangkah ingin langsung keluar dari ruangan itu dengan cepat.


"Kau lanjutkan tugas mu kembali!" sebelum dirinya keluar dari pintu itu, Xu Wuzao langsung berucap demikian kepada murid inti sektenya.


"Baik kepala sekte Xu!" ucap murid itu.


Akan tetapi Xu Wuzao sudah keluar dari ruangan itu dan pergi dengan cepat.


"Aku heran! Kenapa kepala sekte Xu, yang menemui tuan muda Li Yian, seharusnya kan beliau yang di datangi tuan muda Li Yian! Ahhh aku tidak tahu jalan pikiran mereka." keluh anak murid inti sekte anggrek putih.


Dia lalu berlalu dari ruangan itu, tidak lupa menutup pintu ruangan itu rapat-rapat!.


Li Yian sedang berjalan di lorong yang menghubungkan tiap bangunan sekte, dirinya hendak menuju ke kamar yang sudah di tinggalkan begitu lama.


Banyak pasang mata yang memperhatikan Li Yian sejak awal dirinya masuk ke dalam sekte anggrek putih, namun Li Yian tidak memperdulikan itu semua.


"Apa benar dia adalah Li Yian jenisu generasi muda yang menjadi pemenang kompetisi generasi muda tahun ini?" ucap salah satu murid baru.


Karena sudah beredarnya isu tentang Li Yian di sekte anggrek putih, membuat anak baru yang cukup penasaran dengan Li Yian memperhatikan Li Yian sejak awal di kabarkan Li Yian kembali.


"Ya sepertinya dia, aku mendengar dari murid lama di sekte ini!" jawab temanya sedikit yakin.


"Aku penasaran tapi tidak begitu percaya, sepertinya dia tidak sekuat itu! Coba lihat saja kulitnya begitu bersih dan terlihat lembut seperti wanita yang selalu bersolek dan manja, bagaimana bisa dia di sebut pendekar muda yang terkuat di Kekaisaran Ming?" ucap anak murid yang pertama bertanya.


"Entahlah, apa kau tidak percaya berita yang tersebar itu?" tanya temannya.


Dia heran dengan teman barunya itu, bagaimana tidak begitu percaya dengan isu yang beredar luas bahkan di sekte-sekte besar di Kekaisaran Ming.


"Aku tidak peduli dengan berita, mungkin itu hanya isu konyol. Sebelum merasakan sendiri kekuatan dia seperti apa!" geramnya.

__ADS_1


Dia percaya, bahwa pendekar terkuat adalah orang yang memiliki kawat tulang besi dan kulit tangan yang sangat kasar! Karena dia pernah belajar di sekte besar yang memiliki jenius muda, bahkan tangan jenius muda itu lebih kasar dari tangan dirinya yang berlatih cukup keras setiap hari menurutnya.


Saat dia hendak melangkah maju, dan ingin mengejar Li Yian. Dari arah kiri Li Yian datang Xu Wuzao menghampiri Li Yian sebelum Li Yian berbelok ke arah kanan. Sehingga dia langsung berhenti di sana.


"Pak tua ternyata anda terlihat semakin kuat!" ucap Li Yian, setelah melihat Xu Wuzao.


Anak-anak murid baru di sana langsung tercengang mendengar ucapan Li Yian barusan.


"Sial, dia memanggil kepala sekte Xu dengan sebutan pak tua! Apa hubungan dan pangkat dirinya di sini?" ucap mereka di benaknya.


"Nak Li Yian, kau masih saja seperti itu dari dulu! Apa kau tidak bisa bersikap seperti anak kecil di depan ku?" tanya Xu Wuzao.


"Lupakan saja pak tua, aku tidak bisa bersikap seperti itu!" jawab Li Yian sangat sedikit canggung.


"Baiklah terserah kau saja, aku ingin berbicara dengan mu nak Li Yian!" ucap Xu Wuzao.


"Ahh aku juga, karena sudah dekat dengan kamar ku, lebih baik kita ngobrol di sana saja pak tua! Silahkan anda jalan terlebih dahulu." jawab Li Yian.


Li Yian langsung memberikan jalan untuk Xu Wuzao, karena sudah di putuskan Xu Wuzao langsung melangkah lebih dulu.


Anak-anak murid baru di sana langsung tercengang dengan pemandangan yang di lihatnya kali ini, menurut mereka ini sangat tidak masuk akal.


Xu Wuzao dan Li Yian sudah duduk dengan tenang di kamar Li Yian yang masih tetap bersih dan rapi, meskipun sudah di tinggal cukup lama.


"Aku ingin menyampaikan sesuatu terlebih dahulu pak tua, ini sangat penting untuk berlangsungnya sekte ini dan pastinya kekuatan anda sendiri kedepannya!" ucap Li Yian langsung tanpa basa-basi, karena dirinya tidak terlalu suka berbicara yang tidak penting.


Jelas saja Xu Wuzao langsung kaget, karena dirinya tidak menyangka bahwa Li Yian yang seperti tidak peduli dengan sekte anggrek putih dan dirinya, tapi kini terlihat begitu peduli.


"Apa itu nak Li Yian? Silahkan katakan." tanya Xu Wuzao cukup penasaran.


"Aku ingin memberikan tugas penting kepada anda, untuk menjalin hubungan dengan kelompok informasi bayaran dari Kekaisaran Tang!" ucap Li Yian sangat terlihat serius.


Xu Wuzao cukup kaget, karena tidak menyangka Li Yian akan berbicara seperti itu! Xu Wuzao berpikir bahwa Li Yian masihlah anak-anak yang masih suka berpetualang seperti dirinya di saat masih muda.


Di tambah dia kaget dengan ucapan Li Yian yang menyuruh dirinya bekerja sama dengan organisasi dari Kekaisaran Tang.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2