Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
081 = HARI KEDUA KOMPETISI GENERASI MUDA


__ADS_3

\=Chapter 081. HARI KEDUA KOMPETISI GENERASI MUDA\=


\=


\=


Tempat kompetisi generasi muda sudah sangat ramai, bahkan sekarang penonton lebih banyak dari hari sebelumnya, hampir dua kali lipat! Lonjakan penonton karena adanya berita tentang peserta dari sekte kecil yang bisa lolos ke babak selanjutnya.


Setelah Li Yian berhasil mengalahkan jenius dari sekte besar, berita itu membuat orang-orang yang biasanya meremehkan peserta dari sekte kecil, menjadi cukup penasaran! Sehingga mereka berbondong-bondong mendatangi tempat kompetisi generasi muda di adakan.


Seperti biasa Kaisar Ming dan keluarganya melihat jalannya pertandingan kompetisi generasi muda, kini mereka di kawal lebih banyak pasukan Kekaisaran Ming.


Itu di karenakan membludaknya penonton, mereka menganggap semakin banyaknya penonton resiko akan semakin tinggi.


Li Yian duduk di bangku tempat peserta duduk, dia terus di pandangi oleh beberapa peserta jenius dari sekte-sekte besar.


Namun Li Yian tetap tenang dan memilih acuh tak acuh, dia sebenarnya enggan untuk bertarung lagi di kompetisi generasi muda ini, karena menurut Li Yian! Kompetisi seperti ini membuang-buang waktu saja.


Namun dia tetap ikut, karena menghormati Xu Wuzao yang di anggap sebagai pengganti orangtuanya.


"Apakah anak itu yang kau maksud sangat hebat?" ucap salah satu penonton yang baru menonton kompetisi ini karena tertarik dengan berita yang beredar.


"Ya dia, aku melihatnya sendiri dia menghindari serengan kuat dengan mudah dan hanya satu pukulan bisa mengalahkan lawannya!" ucap temannya yang ada di sebelahnya.


"Aku semakin penasaran, dia terlihat begitu sederhana!" jawabannya.


"Bodoh, jangan kau lihat orang dari sampulnya!" ucap orang lain yang tidak jauh dari mereka.


Kini para peserta yang sudah kalah hanya bisa menonton dari area penonton saja, termasuk tiga anak dari sekte anggrek putih lainnya.


"Kenapa Li Yian bisa masuk ke babak berikutnya? Sila." ucap Lan Zhuo sangat kesal.


Dia begitu kesal karena menganggap Li Yian lebih lemah darinya tapi kenapa bisa lolos ke tahap berikutnya sedangkan dirinya tidak bahkan tangannya di buat patah.


"Sudahlah Lan Zhuo terima saja, itu karena Li Yian sangat kuat!" ucap Ding Qiao dengan tenang.


Ding Qiao cukup terima, meskipun di kalahkan! Dan mengakui bahwa Li Yian sangat kuat.


Setelah di tegur demikian, Lan Zhuo hanya bisa terdiam di kursinya dan memandang ke bangku peserta yang masih bertahan! Lalu dia baru menyadari bahwa yang tersisa di sana hanya anak-anak jenius saja dari sekte besar.


"Hari Kedua Kompetisi Generasi Muda Di Mulai!" ucap pembawa acara dengan sangat lantang.

__ADS_1


Semua penonton bersorak gembira, hanya para peserta yang pernah kalah yang diam dengan pandangan serius ke arah arena pertarungan.


"Baiklah, pertarungan pertama Lue Xuan dari sekte pedang emas melawan Ling Badao dari sekte pedang api!" lanjut pembawa acara kompetisi generasi muda.


Lalu wasit pertandingan langsung menaiki arena pertarungan, dia langsung berdiri dengan tenang dan memandang peserta yang ada di sana.


Lue Xuan langsung berdiri lalu berjalan dengan tenang dan menaiki arena pertarungan berdiri di sana memandangi penonton yang bersorak mendukung dirinya dengan antusias.


Ling Badao juga langsung masuk, dia juga di kenal sebagai jenius dari sekte pedang api! Sekte yang di kuasai oleh keluarga Ling ini termasuk sekte besar.


Semasa muda Xu Wuzao pernah belajar di sekte ini, dia pernah memenangkan kompetisi generasi muda juga melalui sekte pedang api.


Ling Su memandang Xu Wuzao lalu tersenyum, dia ingin menunjukkan bahwa anak didiknya juga sangat hebat! Sehingga dia ingin memamerkan ke pada Xu Wuzao.


"Teman, lihatlah Ling Badao! Dia jenius dari sekte pedang api dan keluarga Ling!" ucap Ling Su kepada Xu Wuzao yang memang tempat duduk mereka cukup dekat.


"Ya, aku mengerti bahwa keluarga Ling memang hebat! Tapi jika dia berhadapan dengan nak Li Yian, jangan sesekali meremehkannya." jawab Xu Wuzao dengan tenang.


"Apa Li Yian sehebat itu?" ucap Ling Su cukup kaget.


Ling Su berpikir bahwa pertarungan kemarin hanya kebetulan belaka, bahwa Li Yian tidak terkena serangan lawannya, jika kena Li Yian akan kalah juga.


Dia lebih melihat sebagai teman saat diskusi semacam ini terhadap Xu Wuzao, karena bila berdiskusi membawa nama sekte takutnya terlihat bersaing.


Di dalam arena pertarungan Lue Xuan dan Ling Badao kini berhadapan, wasit pertandingan sudah mulai memberikan aba-aba untuk memulai.


Lue Xuan memandang Ling Badao dengan tatapan tajam, dia melihat Ling Badao sebagai jenius yang tidak bisa di remehkan sehingga dia ingin langsung serius di awal.


Setelah mereka memasang kuda-kuda dan memegang senjata masing-masing, Lue Xuan langsung menyerang lebih dulu.


Dia bergerak dengan kecepatan tinggi miliknya, langsung menebas ke arah dada dari Ling Badao! Karena bila mengarah di atas dada itu melanggar peraturan pertarungan.


Menurut orang-orang kecepatan Lue Xuan sangat tinggi sebagai jenius muda, namun bagi Li Yian itu sangat lamban! Bahkan Li Yian dapat melihat dengan jelas celah titik serangan sangat banyak di sana.


Ling Badao langsung menangkis serangan dari Lue Xuan dengan senjata pedang miliknya, mereka berdua sama-sama menggunakan pedang karena sekte meraka yang mengutamakan senjata pedang.


Setelah Ling Badao berhasil menangkis serangan Lue Xuan, dia langsung menyerang balik! Akhirnya mereka saling beradu serangan jurus berpedang masing-masing.


Mereka terlihat sangat lincah saling serang di segala penjuru sudut arena pertarungan, sorak penonton membuat pertarungan keduanya semakin meriah.


*

__ADS_1


*


*


Di gerbang utama kota Kekaisaran Ming.


Bao Huo dan dua orang tetua lainnya kini baru sampai di kota Kekaisaran Ming, mereka langsung masuk dengan mudah.


Mereka bertiga langsung mencari tempat kompetisi generasi muda di adakan, karena sudah mendapatkan informasi dimana tempatnya, mereka bertiga tidak kesulitan mencarinya meskipun kota Kekaisaran Ming sangat besar.


"Cepatlah, semoga saja kita tidak terlambat datang!" ucap Bao Huo kepada rekannya.


Karena kedua rekannya yang memiliki kekuatan di bawah dirinya, mereka lebih lambat! Sehingga Bao Huo seringkali tersulut emosi.


Namun karena Bao Huo adalah pemimpin tertinggi di cabang Kekaisaran Ming mereka hanya diam dan patuh, itu memang kesalahan mereka yang terlalu lemah.


"Sial kota Kekaisaran Ming kenapa begitu ramai?" ucap Bao Huo dalam benaknya.


Setelah masuk cukup dalam dan hendak menuju ke istana Kekaisaran Ming, mereka bertiga cukup kesulitan karena jalanan begitu ramai pengunjung yang berlalu-lalang.


Sedangkan mereka ingin mengejar waktu, takut orang yang di sebut rekannya sudah pergi dari tempat kompetisi generasi muda.


Jika saja di bolehkah dan tidak melanggar hukum kejahatan, Bao Huo lebih memilih melompat dari atap gedung ke atap gedung lainnya agar lebih cepat.


"Minggir kau, kami hendak lewat!" ucap Bao Huo dengan sedikit membentak.


"Hey, kau kenapa? Aku juga hendak lewat!" ucap pria yang terlihat acak-acakan.


Dari parasnya pria itu terlihat tampan, namun pakaian dirinya tidaklah rapi! Seperti baru bangun tidur dari mabuk semalam dan tidak sempat di bersihkan dan di rapikan.


Terlihat dari ujung pakaian pria itu, ada sedikit bekas muntahan namun dia tidak memperdulikan itu semua! Malah berjalan kembali dengan santai.


Bao Huo dan dua teman lainnya sebenarnya sangat marah, tapi mereka bertiga lebih memilih meredamnya dan berniat mencari urusan di lain waktu.


Akhirnya Bao Huo dan dua rekannya langsung menyenggol pria itu dan berjalan dengan cepat lalu menjauh dari pria itu.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2