Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
118 = BABA YAGA MENGAMUK


__ADS_3

\=Chapter 118. BABA YAGA MENGAMUK\=


\=


\=


Di tempat rombongan pedagang bermalam.


Setelah di peringatkan oleh Li Yian untuk tetap di tempat itu apapun yang terjadi, mereka yang masih terjaga langsung mematikan api unggun yang ada di sana.


Untuk mencegah orang-orang yang hendak menyerang mereka datang, agar bingung menemukan tempatnya, karena api unggun sudah di padamkan.


Pemimpin rombongan pedagang langsung waspada, mereka memegang senjata mereka masing-masing! Meskipun mereka cukup lemah namun untuk melindungi miliknya mereka tidak takut mati.


"Pemimpin, apa anda mendengar suara alunan musik?" ucap anggota inti dari rombongan itu.


"Ya aku dengar, bagaimana bisa di malam dingin seperti ini ada orang memainkan alat musik! Orang gila dari mana itu?" jawab pemimpin rombongan.


Semua orang yang masih tersadar langsung mengangguk setuju atas ucapan pemimpin rombongan, karena di larut malam seperti ini! Masih sempat bermain musik. Jika bukan orang gila maka apa lagi yang pantas di sematkan untuknya.


Mereka tidak tahu, bahwa suara musik yang di dengar di malam gelap itu adalah alunan nada kematian bagi kelompok rampok singa padang savana, karena mereka tidak dalam jangkauan kekuatan Li Yian. Mereka tidak terkena efek dari teknik suling kematian.


"Hai, keparat! Jangan kau ambil gadis ku."


Semau orang yang masih sadar sangat kaget dengan bentakan yang tiba-tiba mereka dengar.


Orang-orang itu langsung menengok ke arah Baba Yaga yang membentak! Setelah tahu yang membentak Baba Yaga, mereka langsung mengelus dadanya masing-masing karena cukup lega bahwa itu bukan serangan mendadak.


"Apa dia sedang berhalusinasi?" tanya salah satu dari mereka.


"Entahlah, coba saja kau bangunkan dia!" salah satu dari anggota inti lainnya memerintah.


Dia sedikit mendorong temannya yang tadi bertanya di awal, namun temannya yang di dorong tidak berani untuk membangunkan Baba Yaga.


Mereka saling dorong karena gelisah karena mendengar alunan musik di malam hari yang semakin tinggi alunan nadanya, lalu Baba Yaga kembali membentak.


"Cepat, turunkan gadis ku dari pelukan mu! Jika tidak akan ku pecahkan kepal kalian satu persatu!" Baba Yaga kembali mengancam.


Yang parahnya kali ini, dia bangkit dari tidurnya namun mata itu terbuka lebar namun berwarna putih semua.


Wooooosss..!


"Boooommmm..!"


Baba Yaga langsung menyerang tanah kosong dengan tenaga dalam yang tinggi, orang-orang yang mabuk langsung terpental jauh karena gelombang kejut itu sangat besar.


Termasuk orang yang sadar di sana sang sedang saling dorong! Mereka juga ikut terpental beberapa langkah lalu terjerembab ke rerumputan, lalu langsung bersembunyi di balik kereta barang.


"Dia orang yang sangat menyeramkan!" keluh orang yang kini bersembunyi di balik kereta barang yang cukup jauh.


Orang-orang yang mabuk akhirnya sadar dari mabuknya, karena serangan Baba Yaga itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi, kenapa kepala ku benjol?" ucap orang yang baru sadar dari mabuknya.


"Lebih mending kau hanya benjol, tangan ku seperti patah!" dia langsung menujukan lengannya yang terkilir karena tidak sengaja.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" salah satu dari mereka bertanya tidak tahu.


Boooommmm..!


Kali ini serangan ke dua tidak kalah dahsyatnya, Baba Yaga kembali memukul ke arah lain di tempat yang kosong.


"Gawat, apa tuan Baba Yaga sedang di kendalikan oleh seseorang?" ucap pemimpin pedagang itu dengan sangat gelisah.


"Entahlah..!" jawab seseorang lainnya.


Kini mereka semua langsung berlindung di balik kereta barang mereka masing-masing, karena takut terkena dampak amukan Baba Yaga yang tidak jelas.


Mereka yang benjol dan patah tangan, langsung tahu apa yang menimpa dirinya itu karena ulah Baba Yaga.


Baba Yaga semakin jauh dari sana, namun terus saja memukul ke segala arah, seperti sedang bertarung dengan orang lain tapi nyatanya dia sedang bertarung sendirian.


Di saat mereka semua gelisah, Baba Yaga yang siap menghantam kan tongkat panjang ke salah satu kereta barang.


Langsung ambruk tertidur kembali, bersama dengan hilangnya alunan musik di malam hari itu.


Semua orang hanya bisa melongo saling pandang satu sama lain, karena tidak tahu apa yang sedang terjadi! Orang-orang yang mabuk pun akhirnya tersadar karena rasa sakit yang mereka rasakan, lalu mulai mengeluh.


Meskipun Baba Yaga sudah berhenti mengamuk dan kembali tertidur, tidak ada satupun dari mereka yang berani mendekati Baba Yaga.


*


*


*


Di tempat Li Yian bertarung.


Kini Li Yian langsung mundur beberapa langkah jauhnya, hanya tersisa empat dari pemimpin lima bersaudara itu.


"Kau ingin membunuh ku kan, kenapa masih tetap di sana? Ayo maju lah!" Li Yian memprovokasi.


"Bocah ingusan..!" bentak kembali pemimpin pertama, dia tidak mengakui kehebatan Li Yian.


Karena dirinya sangat jarang di kalahkan oleh musuhnya, meskipun Li Yian berhasil membunuh semua bawahnya! Tapi di masih sangat sombong, karena memiliki jurus andalan.


Sebelum bergerak menyerang, dai mengeluarkan cincin roh beladiri merah, lalu menyalurkan bersama tenaga dalam ke golok panjang.


Golok itu langsung sedikit bercahaya merah pekat, seperti darah! Dengan bentakan keras dia langsung berlari ke arah Li Yian.


"jurus golok darah memburu mangsanya!"


Dia berlari ke arah Li Yian, sambil mengayun-ayunkan golok besar itu di depan dirinya.

__ADS_1


Suara menderu, sangat besar saat golok itu berputar di udara! Li Yian hanya tersenyum karena serangan itu.


"Cukup mengerikan serangan itu! Tapi tidak di hadapan ku." gumam Li Yian.


Wooss..!


Slaazz..!


Li Yian seperti menghilang di kegelapan malam, lalu tebasan tanpa cahaya dan suara menebas ke leher pemimpin pertama.


"Bruuukk..!"


Tubuh besar dan kepala pemimpin itu langsung jatuh ke tanah, kepala yang sudah terpisah dari badannya terus menggelinding ke tempat di mana Li Yian tadi berdiri.


Li Yian tiba-tiba muncul di belakang tiga pemimpin lainnya yang masih hidup, sedangkan mereka belum menyadari itu.


"Ap..Apa yang terjadi?" ucap pemimpin kedua kelompok rampok singa padang savana.


Mereka bertiga sangat kaget, karena jurus itu adalah jurus andalan dari pemimpin pertama yang belum pernah terkalahkan. Bahkan di barengi dengan aura dari cincin roh beladiri miliknya.


Namun pemimpin pertama tetap saja mati dengan kepala terpisah dari badannya.


"Hai, kau melihat apa! Kalian juga akan menyusulnya!" bisik Li Yian pada ketiganya.


Setelah mendengar bisikan itu, mereka baru saja tersadar!.


Slaazz..!


Slaazz..!


Tring..!


Li Yian menyerang dengan tebasan kecepatan yang tinggi, namun serangan ke tiga barhasil di tahan oleh pemimpin ke dua.


Sedangkan dua lainnya mati dengan kepala mereka yang terpisah dari badannya masing-masing.


"Siapa kau sebenarnya?" ucap pemimpin ke dua.


Dia sudah mundur beberapa langkah, karena dia yang paling memiliki kecepatan tinggi dari semua pemimpin kelompok rampok singa padang savana, sehingga bisa menangkis serangan Li Yian.


"Aku siapa? Aku adalah orang yang kalian targetkan untuk di rampok! Jadi wajar saja jika aku melawan." jawab Li Yian sambil mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah.


Pedang itu kini kembali bersih dari noda darah yang menempelnya.


Pemimpin ke dua rampok singa padang savana bergetar hebat, dia tidak menyangka bahwa salah satu dari tergetnya begitu hebat.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2