
\=Chapter 204. KEPALA KELUARGA WEI MURKA\=
\=
\=
Wei Zue melihat keadaan ayahnya yang terlihat begitu mengenaskan dengan tubuh hanya memiliki satu lengan yang tersisa, yaitu hanya lengan kirinya saja. dia langsung kaget sekali melihat kenyataan itu.
"Ayah, apa yang terjadi dengan ayah?" ucap Wei Zue sedikit bergetar dalam ucapannya itu.
Dia memandang ayahnya, seperti dirinya saat ini hanya memiliki tangan sebelah kirinya saja.
Dia tidak bisa membayangkan siapa yang bisa mengalahkan ayahnya yang begitu hebat di matanya, bahkan Kekaisaran Ming saja jika ingin melawan keluarga Wei harus berpikir ulang dua kali.
"Dengar Zue'er, ayah seperti ini di kalahkan oleh Li Yian! Sebaiknya kau meminta maaf saja kepada Li Yian." ucap kepala keluarga Wei dengan sedikit engan.
"Ayah, bagaimana ayah bisa di kalahkan oleh Li Yian? Kenapa ayah sekarang terlihat begitu lemah?" Wei Zue bertanya saking tidak percayanya terhadap ayahnya sekarang.
Karena dia baru saja mendengar kata-kata ayahnya untuk segera dirinya meminta maaf terhadap Li Yian dan Xu Wuzao.
Sedangkan ayahnya dulu bukanlah orang seperti itu, selalu memandang rendah lawannya siapa pun mereka, inilah yang membuat Wei Zue sangat bangga dan sombong.
"Karena mereka benar-benar bukan lawan sepadan ayah!" ucapan kepala keluarga Wei begitu getir dan bergetar.
"Tidak, sampai mati aku tidak akan memohon ampun kepada Li Yian!" ucap Wei Zue, sangat enggan ini adalah harga dirinya.
Dia langsung mencabut pedangnya, menggunakan tangan kirinya! Lalu langsung berbalik arah dan memandang ke arah Li Yian.
Wooooosss..!
Wei Zue langsung bergerak cepat ke arah Li Yian, dia menebas dengan pedangnya! Karena Wei Zue sering berlatih menggunakan tangan kana sedangkan kali ini dia menebas menggunakan tangan kirinya, jadi tebasan itu sangat lamban dan tidak bertenaga.
Li Yian bergerak memotong pergerakan Wei Zue lalu menangkap pedang itu dengan tangan kosong yang sudah di lapisi Energi Qi, setelah itu Li Yian langsung mematahkan pedang milik Wei Zue menjadi beberapa bagian.
"Ayah kau sudah benar, memohon ampun lah kepada ku, namun kau memilih kematian!" ucap Li Yian menjedanya lalu menengok ke arah kepala keluarga Wei.
"Maka matilah!" lanjut Li Yian.
Dia langsung melambaikan tangan yang tadi memegang dan mematahkan pedang milik Wei Zue.
Suuutt..!
Bersamaan dengan lambaian tangan Li Yian, Wei Zue langsung mati seketika karena kepala dirinya langsung menggelinding di tanah.
__ADS_1
Wei Zue tidak sempat bereaksi takut maupun siap untuk mati, dia tidak bisa bereaksi karena gerakan Li Yian sangat cepat.
Wei Zue mati dengan tidak merasakan sakit karena Li Yian tidak ingin melakukan hal-hal seperti ini lebih lama, karena dia sedang melakukan meditasi untuk memperkuat dirinya.
Melihat anak satu-satunya yang sangat di sayang mati seperti itu, membuat kepala keluarga Wei murka.
Rasa takut dirinya langsung hilang entah kemana, seketika dia langsung membentak dengan sangat lantang.
"Li Yian, kau membunuh anak ku! Tidak akan ku maafkan kau bedebah."
Bentakan kepala keluarga Wei begitu tinggi, membuat orang-orang yang tadi sempat tercengang melihat kematian tuan muda Wei kini langsung beralih melihat ke arah kepala keluarga Wei.
Kepala keluarga Wei sudah mengumpulkan tenaga dalam ke tangan kirinya, dia sudah tidak lagi memikirkan ketakutan dirinya akan kematian.
Li Yian mendengar bentakan itu hanya melihat sekilas dan sambil tersenyum kecil di parasnya, dia merasakan bahwa tenaga dalam kepala keluarga Wei sungguh besar.
Karena kepala keluarga Wei hampir saja menembus tingkat pendekar suci tahap puncak.
Wooooosss..!
Setelah mengumpulkan semua tenaga dalam yang dirinya miliki, Wei Zan langsung bergerak dengan cepat mengincar Xu Wuzao.
Kecepatan gerakan, kepala keluarga Wei sangat tinggi karena dia sudah sangat murka dan begitu marah sehingga dia mengeluarkan semua kemampuan yang di milikinya.
Li Yian sangat geram melihat orang licik seperti itu, dia sengaja mengincar yang lemah terlebih dahulu untuk membuat mental lawan sangat terpuruk.
Plaaakk..!
Boooommmm..!
Ledakan besar langsung membumbung tinggi dan menyebar ke segala arah karena benturan antara tenaga dalam dengan Energi Qi langsung beradu satu sama lain.
Li Yian menggunakan teleportasi, karena analisis dirinya meskipun Li Yian bergerak dengan cepat jarak dirinya dengan Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih cukup jauh, di bandingkan dengan jarak Wei Zan dengan mereka.
Sedang kepala keluarga Wei bergerak lebih dulu! Sehingga Li Yian lebih memilih menggunakan teleportasi, karena Li Yian berpikir tidak akan sempat jika bergerak dengan gerakan biasa.
Tangan kana Li Yian menggunakan teknik cakar naga langit, sedangkan tangan kiri Li Yian menggunakan teknik pelindung jubah phoenix emas! Untuk melindungi Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih, agar tidak terkena dampak dari benturan serangan itu.
"Kau ternyata mempunyai pemikiran yang picik, orang-orang seperti kau pantas mati di alam ini maupun alam lain! Orang seperti kau adalah orang yang paling aku benci." ucap Li Yian dengan sangat geram.
Sapuan Energi yang sangat padat begitu besar, namun kepala keluarga Wei masih bisa sedikit bertahan meskipun tubuhnya terhempas jauh dan langsung tidak berdaya.
Anggota dari tetua kedua langsung mati seketika akibat serangan Li Yian yang berbenturan dengan serangan kepala keluarga Wei.
__ADS_1
Cakra naga langit sedikit berbeda dengan cakar naga mengamuk, karena cakar naga langit berguna untuk membendung sekaligus menyerang balik atas serangan yang datang.
Akan tetapi serangan itu tidak begitu dahsyat seperti teknik sebelumnya, sehingga kepala keluarga Wei masih bertahan.
"Uhukk..!" kepala keluarga Wei batuk memuntahkan darah segar.
Dia berlutut dan sudah tidak bisa bangun lagi, karena tubuhnya sudah terluka sangat parah di bagian dalam maupun luarnya.
"Sebenarnya, siapa Li Yian ini! Bahkan aku terluka sangat parah meskipun menggunakan artefak pelindung keluarga Wei?" ucap kepala keluarga Wei sangat lirih.
*
*
*
Sedangkan di sisi lain, Li Yian langsung bertanya ke Xu Wuzao dan yang lainya.
"Pak tua, apa anda tidak apa-apa?" ucap Li Yian setelah melihat ke arah Xu Wuzao.
"Tidak apa-apa nak Li Yian!" jawab Xu Wuzao singkat.
"Seharusnya anda di dalam pertempuran seperti ini harus selalu waspada, karena bahaya akan datang kapan saja tanpa peringatan!" Li Yian langsung mengingatkan.
Xu Wuzao sebenarnya waspada, hanya saja dia sangat terkejut dengan kehebatan Li Yian! Di tambah kepala keluarga Wei sangat tinggi kehebatannya, sehingga Xu Wuzao tidak sempat untuk bereaksi.
"Ya, aku tahu itu nak!" Xu Wuzao tidak membantah, namun dia lebih baik mengakui bahwa dirinya tidak waspada.
Lalu Li Yian kembali melihat ke arah kepala keluarga Wei yang terpental cukup jauh di sana, yang kini hanya tinggal sendirian saja karena anggota dari keluarga Wei sudah mati semuanya, akibat terhempas gelombang energi karena benturan serangan barusan.
Wooooosss..!
Li Yian langsung terbang menuju ke arah kepala keluarga Wei, dia berdiri di hadapan kepala keluarga Wei seperti dewa kematian yang siap membunuh Wei Zan kapan saja.
Saat Li Yian memandang dengan lekat ke arah kepala keluarga Wei dan ingin mengucapkan perkataan terakhir dirinya, terhadap kepala keluarga Wei. Dari arah kanan Li Yian cukup jauh datang beberapa orang.
"Kenapa para semut terus saja berdatangan, sampai kapan ini habisnya?" keluh Li Yian.
Dia melihat ke arah datangnya orang-orang, ingin melihat siapa mereka.
\=
\=
__ADS_1
...