Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
117 = TEKNIK SULING KEMATIAN


__ADS_3

\=Chapter 117. TEKNIK SULING KEMATIAN\=


\=


\=


Semua anggota rampok singa padang savana langsung merinding mendengar ancaman dari pemimpin pertama, padahal bukan mereka yang di ancam melainkan Li Yian.


"Kau perampok kan, tidak perlu merampok ku! Aku berikan uang ku secara sukarela." ucap Li Yian masih dengan tenang.


Dia merogoh saku miliknya, di tangan kana dirinya kini menggenggam beberapa koin perunggu.


Kelompok perampok singa padang savana masih saja terus diam sambil terus melihat apa yang di lakukan Li Yian, termasuk lima pemimpin mereka tetap diam.


"Ambillah, ini uang ku yang aku punya!" ucap Li Yian sambil menyeringai tajam.


Setelah itu dia langsung melambaikan tangan kanannya yang memegang segenggam koin perunggu.


Wooss..!


Puluhan poin perunggu melesat dengan kecepatan tinggi, lima pemimpin yang melihat itu langsung menghindar dengan segera.


Traaak.. Traaak..!


"Aaakkkhh..!" jerit memilukan terdengar di kerumunan anggota rampok singa padang savana.


Mereka yang tidak bisa melihat datangnya serangan Li Yian, langsung mati di tempat! Terkena serangan begitu telak di kepala ada yang di bagian dada mereka.


Namun yang sanggup bereaksi, hanya mengalami luka patah tulang di bagian lengan mereka, akan tetapi mereka juga terkapar kesakitan.


"Keparat, serangan bocah itu bersama!" bentak pemimpin pertama kepada semuanya.


Karena mendapatkan perintah dari pemimpin pertama, ke empat pemimpin lainnya langsung mengepung membentuk formasi.


Di belakang mereka di bantu olah sisa anggota lainnya yang masih bisa bertarung, mereka langsung mencabut senjata mereka masing-masing.


"Bocah, meskipun kau sangat hebat! Tapi melawan sebanyak ini kau akan mati mengenaskan! Ha-ha-ha-ha." ucap pemimpin pertama, lalu dia tertawa terbahak-bahak.


"Siapa yang akan mati, itu belum tahu! Antara kau atau aku." ucap Li Yian dengan tenang sambil menunjuk.


Meskipun tenang namun di benak Li Yian, dia sedang mencari solusi untuk melawan orang sebanyak itu sendirian.


Kini Li Yian, memutar tubuhnya melihat sekeliling. Kerena dirinya sudah di kepung! Li Yian berusaha sedikit mencari akal.


"Apa aku harus menggunakan senjata itu? Sial aku belum terlalu menguasai senjata itu dengan kekuatan ku sekarang!" keluh Li Yian.


Di langsung merasakan suling giok hitam di dalam cincin samudra milik dengan tenaga dalam, setelah itu dia langsung mengeluarkan sulung itu.


Kini di tangan Li Yian sudah ada suling giok hitam yang memancarkan aura kegelapan di malam buta seperti ini! Yang tadinya ada cahaya bulan kini bulan itu langsung tertutup awal oleh hitam.

__ADS_1


Sehingga di malam seperti itu, orang-orang di sana kini seperti bayangan kematian saja.


Dengan cepat, Li Yian langsung menempelkan suling giok hitam ke depan mulutnya! Li Yian langsung bergumam.


"Teknik suling kematian!"


Li Yian menarik nafas dalam-dalam, di dalam nafas itu Li Yian salurkan tenaga dalam miliknya cukup besar.


Sayup-sayup di gelapnya malam! Terdengar lagu yang tidak menentu nadanya. Dari nada pelan di awal semakin lama semakin meninggi.


Setelah beberapa saat orang-orang di sana membeku karena getaran kematian merembes ke dalam jiwa masing-masing.


Kini jeritan kesakitan orang-orang itu langsung meledak ke seantero padang savana, Li Yian masih terus memainkan suling giok hitam dengan tenang! Dirinya seperti melebur dengan suling itu seutuhnya.


"Ahhhh.. Aaahhhkk..!"


Jerit kesaksian semakin lama semakin memilukan, semua orang yang ada di sana menekan teling mereka rapat-rapat! Darah mulai keluar dari telinga, mata, hidung bahkan di mulut mereka kini keluar daerah seger.


"Sial, ini senjata apa?" ucap pemimpin pertama.


"Kakak, apa suling itu yang mengeluarkan lagu menyakitkan ini? Yang membuat kepalaku hendak pecah?" ucap pemimpin ke dua.


Dia hendak melangkah namun kakinya seakan terpaku di tanah, sehingga tidak bisa bergerak untuk melangkah.


Dia bisa berucap dan masih bisa bertahan berdiri bersama 4 pemimpin botak lainnya, sedangkan semua anak buahnya yang memiliki tingkat pendekar lebih rendah dari pemimpin mereka sudah jatuh berlutut.


Bahkan sudah banyak yang terkapar mati, aura kematian mereka langsung terserap masuk ke dalam ujung suling giok hitam.


Li Yian batuk-batuk, setelah terpengaruh aura kematian yang cukup banyak terserap dan masuk ke dalam suling giok hitam, Li Yian langsung batuk dan menghentikan alunan lagu yang di mainkan.


"Sudah ku duga, aku belum terlalu kuat untuk menggunakan senjata suling giok hitam ini! Masih sangat berbahaya untuk tubuh ini!" gumam Li Yian.


Dia dengan cepat memasukkan kembali suling giok itu ke dalam cincin samudra, dia mengambil pedang hitam panjang, yang di dapatkan di rumah pelelangan.


Menurutnya sudah aman menggunakan pedang itu kembali, karena keluarga Bao sudah bergerak dan kali ini untuk menuntaskannya.


Li Yian memandang ke depan, kini yang tersisa dari mereka yang belum mati hanya tersisa 25 saja! Mereka semua, yang memiliki tingkat pendekar atas tahap menengah.


"Cukup banyak juga dari mereka yang tersisa!" keluh Li Yian.


Akan tetapi, keadaan mereka cukup menyedihkan! Selain lima pemimpin. Mereka sudah mengeluarkan darah cukup banyak dari telinganya.


"Bocah yang merepotkan! Tetap waspada, habisi bocah ini jangan biarkan dia berkembang lebih hebat lagi!" bentak pemimpin ke lima.


Dia paling emosi, karena kesenangan dirinya tergganggu! Bahkan hari ini akan mati membuat amarahnya langsung mendidih total.


Dia dengan senjata pedang lebar di tangannya langsung maju, bersama lima anak buah lainnya.


Wooss..!

__ADS_1


Wooss..!


Taring..


Li Yian langsung menangkis tebasan pedang itu menggunakan pedang hitam panjang miliknya.


Setelah itu dirinya langsung mundur beberapa langkah, menjauh dari semua lawannya.


"Sila gara-gara menggunakan suling giok hitam tenaga dalam ku sama-sama terkuras sangat banyak! Aku harus berhati-hati." gumam Li Yian.


Ketua pertama dan ketua kedua melihat ini langsung tersenyum, dia tidak menyangka bahwa bocah di hadapannya juga ikut terluka saat menggunakan jurus yang mematikan itu.


"Cepat semuanya, ikuti rencana adik ke lima!" bentak pemimpin pertama dengan sangat kuat.


Suaranya menggema begitu kuat di seantero padang rumput itu, karena malam hari suara itu mengalun lebih jauh.


Sisa dari yang lainnya langsung mengikuti ucapan pemimpin pertama, dengan sisa tenaga dalam masing-masing langsung mengejar pergerakan Li Yian.


Wooooosss..!


Semuanya langsung menyerang.


Li Yian melihat ini hanya bisa tersenyum kecut, karena dia berniat langsung menghabisi mereka dengan suling giok hitam, namun malah gagal.


"Baiklah akan ku gunakan ini, jurus pertama tebasan bayangan kegelapan!" ucap Li Yian.


Pedang yang hitam, kini bertambah hitam di kegelapan malam itu! Tebasan sangat kuat Li Yian lancarkan.


Slaazz..!!


Bayangan hitam yang tidak terlihat di kegelapan sangat menguntungkan Li Yian kali ini, banyak orang yang tidak menghindar saat serangan barusan itu.


"Aaahhhkk..!" jerit kesaksian hampir semua orang yang tersisa, mereka tubuhnya terpotong menjadi dua


Bahkan pemimpin ke lima juga ikut terpotong di bagian badannya, karena berdiri paling depan dekat dengan Li Yian.


"Tidak mungkin! Dia masih sangat kuat, sebenarnya dia siapa?" sebelum mati pemimpin ke lima menjerit.


"Adik ke lima..!" ucap pemimpin ke tiga dan ke empat.


Dia yang tidak perlu menghindar, karena berdiri paling belakang, serangan Li Yian sudah hancur sebelum mencapai mereka! Karena sudah berbenturan dengan tenaga dalam dan tangkisan pemimpin ke dua maupun pertama.


"Akan ku bunuh kau bedebah kecil!" bentak pemimpin pertama sangat marah.


Li Yian hanya bisa tersenyum, karena kemenangan ada di tangan dirinya kali ini! Melihat lawan yang tersisa hanya beberapa saja.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2