Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
184 = MENDAPATKAN TANTANGAN


__ADS_3

\=Chapter 184. MENDAPATKAN TANTANGAN\=


\=


\=


Sambil menunggu Xu Wuzao selesai membersihkan dirinya, Li Yian menata rapi herbal yang menumpuk berantakan di lantai ruang bawah tanah itu.


Setelah selesai membersihkan itu, dia juga membentuk area pelindung dan area peningkatkan Energi Qi di ruangan bawah tanah itu, agar Energi Qi di sana meningkatkan setidaknya 5 kali lipat dari keadaan di luar. Setelah Li Yian cukup banyak memiliki Energi Qi! Li Yian semakin ahli menggunakan teknik miliknya dahulu saat berada di alam langit.


"Akhirnya selesai juga!" ucap Li Yian setelah mengerjakan semua tugas yang mempermudah pekerjaan Xu Wuzao nantinya.


Setelah Li Yian selesai, Xu Wuzao baru masuk kembali ke dalam ruang bawah tanah! Xu Wuzao sudah berganti pakaian karena pakaian yang tadi sudah begitu kotor karena terkena darah kering yang keluar dari tubuhnya sendiri.


Saat masuk, Xu Wuzao cukup kaget melihat tanaman herbal yang di bawa Li Yian sudah berjajar rapi di lantai maupun rak-rak yang tersedia di sana.


"Nak Li Yian, kau yang membereskan ini semua?" ucap Xu Wuzao karena ingin tahu.


Padahal sudah pasti kerjaan Li Yian, karena yang masuk di ruang bawah tanah ini hanya dirinya dan Li Yian saja, tapi itu untuk basa-basi Xu Wuzao saja.


"Ya, agar lebih mudah untuk membedakan jenisnya saja nanti! Sehingga nantinya anda tidak kerepotan untuk mengambil saat orang-orang dari Kekaisaran Tang datang." jawab Li Yian.


"Terimakasih nak, kau sudah tumbuh dewasa sekarang!" ucap Xu Wuzao dengan senyum cerah di wajahnya.


Dia tidak menyangka, anak yang selalu dirinya khawatirkan ternyata sudah melampaui dirinya begitu jauh.


"Tidak masalah pak tua! Aku masih seperti dulu. Baiklah saatnya anda untuk berkultivasi!" ucap Li Yian.


Xu Wuzao langsung mengangguk, karena dia juga cukup penasaran dengan metode kultivasi itu.


"Sebaiknya konsumsi ini dulu pak tua!" lajut Li Yian berucap.


Dia memberikan buah persik berlian kepada Xu Wuzao, dengan heran Xu Wuzao menerima buah itu dari Li Yian.


"Apa ini nak? Seperti buah persik!" tanya Xu Wuzao sambil terus melihat buah persik berlian di tangannya.


"Itu adalah buah persik berlian, kegunaan untuk membentuk dantian awal, setelah itu cobalah meditasi seperti biasa! Aku akan membatu membuka jalur maridian anda pak tua."


"Baiklah aku mengerti!" jawab Xu Wuzao langsung mengikuti saran dari Li Yian.

__ADS_1


Xu Wuzao saat ini tidak membantah dan banyak bertanya lagi, dia mengikuti instruksi dari Li Yian.


Setelah mengkonsumsi dengan susah payah buah persik berlian, karena buah itu sangat keras untuk di makan! Akhirnya Xu Wuzao langsung bermeditasi di lantai pojok tempat sebelumnya dirinya dan Li Yian bermeditasi, setelah Xu Wuzao masuk ke dalam pikirannya yang mulai jernih! Li Yian langsung duduk di depannya.


Li Yian langsung mengalirkan Energi Qi di tangannya dan membuka semua jalur maridian di seluruh sendi Xu Wuzao, aliran Energi Qi membungkus semua tubuh Xu Wuzao.


Karena Li Yian sudah sangat ahli menggunakan Energi Qi di tambah dirinya termasuk jenis tiada tara dari alam langit, sehingga membantu orang untuk berkultivasi sangat mudah bagi dirinya.


*


Beberapa jam terlewat, dantian milik Xu Wuzao mulai terbentuk meskipun sangat kecil, setelah terbentuk Li Yian langsung menyatukannya dengan beberapa ratusan jalur maridian yang dirinya bentuk itu.


Setelah proses penyatuan selesai Xu Wuzao langsung tersadarkan diri, dia langsung terengah-engah karena proses itu sangat melelahkan dan merasakan sekujur tubuhnya sangat sakit.


"Telan pil ini pak tua!" Li Yian menyerahkan sebutir pil penyembuh, karena membuka maridian sangatlah membebani tubuhnya.


Apalagi tubuh Xu Wuzao sudah sangat tua, sehingga untuk menerima beban itu cukup membuatnya terguncang.


"Baiklah nak!" ucap Xu Wuzao cukup lemas.


Setelah mengkonsumsi pil itu, tubuh Xu Wuzao berangsur-angsur membaik! Dia membuka matanya dan bernafas sedikit lebih lega.


"Tahap pertama sudah selesai, silahkan pelajari teknik manual kultivasi ini pak tua! Aku akan menunggu satu hari lagi, sebaiknya anda belajar dengan cepat!" ucap Li Yian.


"Aku akan berkeliling di sekte anggrek putih, sudah cukup lama tidak mengelilingi sekte ini!"


"Ya, berkeliling lah sesuka mu!" ucap Xu Wuzao sambil tersenyum.


"Ingat pak tua, anda harus mengetahui dan menguasai pengetahuan itu dengan satu hari! Karena aku akan kembali pergi dari sekte ini." ucap Li Yian sebelum melangkah mengingatkan kepada Xu Wuzao dengan tegas, setelah kata-katanya selesai dia langsung pergi dari ruang bawah tanah itu.


Xu Wuzao hanya tersenyum bangga. "Sepertinya kesombongan dia semakin meningkat, sebenarnya kau siapa nak Li Yian?" ucap Xu Wuzao di benaknya, bertambah penasaran.


Lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya, Xu Wuzao lalu segera membaca dan mencoba mempelajari lebih dalam teknik manula kultivasi yang di tulis tangan oleh Li Yian sendiri.


Xu Wuzao merasa konyol, pusaka dunia yang sudah di simpan begitu lama oleh keluarga leluhurnya. Malah di bilang teknik kultivasi yang cacat oleh Li Yian karena hanya separuh isi saja.


*


*

__ADS_1


*


Setelah keluar dari ruang bawah tanah, Li Yian kini ingin makan! Perutnya langsung keroncongan karena meditasi membatu Xu Wuzao cukup menguras tenaga, kini dirinya berjalan ke bangunan balai peristirahatan. Di sana tersedia tempat makan milik sekte anggrek putih yang di sediakan untuk para murid-muridnya.


Saat melewati lorong yang menghubungkan antar bangunan, Li Yian melawati halaman latihan untuk kelas yang sedang berlatih fisik.


Saat berjalan di lorong itu, anak baru yang saat itu mengintai Li Yian yang baru datang ke sekte anggrek putih, kini melihatnya! Karena selama dua hari dia terus mengawasi Li Yian tidak menemukan hasil, setelah melihat Li Yian di depan matanya dia tidak tinggal diam lagi.


"Hai kau yang bernama Li Yian kan?" seru anak baru itu dengan lantang.


Sontak pengajar dan murid-murid yang ada di sana kaget dengan ucapan yang tiba-tiba dan begitu kerasnya.


Li Yian menoleh ke sumber suara, dia sedikit menyipitkan matanya! Lalu berucap demikian tenang.


"Apa kau anak baru, karena bertanya seperti itu?" tanya Li Yian.


"Ya aku anak baru, kau sangat terkenal di kalangan pendekar-pendekar muda di seluruh Kekaisaran Ming, mereka mengenal dengan sebutan Li Yian anak muda hebat dari sekte anggrek putih! Dan aku masuk ke sekte ini, hanya untuk menantang kau bertarung Li Yian!" ucapnya dengan nada yang tegas.


Li Yian melongo saja mendengar dirinya mendapatkan tantangan, karena menurutnya meladeni anak kecil hanyalah membuang-buang waktu, Li Yian kembali jalan untuk segera ke tempat makan.


Melihat Li Yian mengabaikan ucapan dirinya, murid baru itu langsung membentak marah.


"Hai, pecundang! Apa seperti ini juara kompetisi generasi muda di kota Kekaisaran Ming, ternyata dia sangat pengecut."


Mendengar ejekan dan hinaan itu Li Yian yang tadinya tidak mau meladeni, akhirnya cukup terkejut dia memilih tersenyum.


"Hadeh, bocah ingusan jika tidak di beri pelajaran yang berharga akan terus sombong!" gumam Li Yian.


Dia berjalan sampai ke tengah lapangan, anak-anak kelas lainnya langsung minggir dari tengah-tengah lapangan pelatihan fisik.


Bahkan guru pengajar itu cukup tegang, karena dia tahu kehebatan Li Yian dari dulu, meskipun Li Yian jarang sekali mengikuti pelajaran kelas, tapi jika pelajaran kekuatan fisik Li Yian tidak absen sekalipun.


"Apa yang kau ingin kan dari ku?" ucap Li Yian kepada bocah ingusan itu.


Anak murid baru itu langsung menyeringai, karena provokasi dirinya berhasil.


"Bertarung lah dengan ku, tunjukkan semua kemampuan dirimu di sini!" ucapnya dengan nada ejekan.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2