Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
163 = KEADAAN ISTANA KAISAR DEWA KACAU


__ADS_3

\=Chapter 163. KEADAAN ISTANA KAISAR DEWA KACAU\=


\=


\=


Li Yian sampai di kamer VIP yang di huni oleh Baba Yaga, dia langsung menggedor-gedor pintu cukup keras.


"Temen, cepat bangun kita haru segera pergi dari sini!" ucap Li Yian sambil terus menggedor pintu itu.


Baba Yaga masih terus tidur, dia sebenarnya mendengar sura Li Yian tapi masih ingin tidur! Pikir Baba Yaga kenapa tidak lebih lama sedikit lagi.


Cukup lama Li Yian menggedor pintu itu, meskipun semakin lama pintu di gedor semakin keras, Baba Yaga tidak merespon. Membuat Li Yian cukup kesal.


"Sial, aku tahu kau dengar jika tidak keluar sekarang juga, aku seret dengan kasar kau Baba Yaga!" bentak Li Yian sudah sangat kesal.


Akan tetapi Baba Yaga tidak menghiraukan sama sekali, karena dia masih cukup ngantuk! Gara-gara kekenyangan semalam.


"Benar-benar bedebah kau teman!" gumam Li Yian.


Duaarr..!


Pintu itu di jebol oleh Li Yian, salah satu daun pintu itu hancur berkeping-keping, tapi Baba Yaga masih terus terlelap dengan dengkuran yang semakin keras.


Li Yian masuk dan berdiri di samping Baba Yaga terlentang, dia memasang wajah geram.


"Kau benar-benar minta di hajar teman! Lihat ini apa kau masih bisa bertahan untuk tidur." ucap Li Yian.


Baammm..!


"Uhuuukk..!" Baba Yaga langsung terbatuk karena perutnya di injak oleh Li Yian dengan sangat kuat.


Air liur yang tadinya masih belum keluar di mulut Baba Yaga, langsung menyembur ke atas.


"Aduuhh..Aduhh..!" keluh Baba Yaga.


Baba Yaga langsung meringkuk kesakitan, dia memegangi perutnya yang masih kekenyangan itu, dengan sangat kuat oleh dua tangannya.


"Saudara Li, kau sangat keterlaluan!" keluh Baba Yaga setelah duduk dan masih memegangi perutnya.


"Kau yang keterlaluan, aku sudah menggedor pintu cukup lama. Lihat dengan jelas sampai pintu itu hancur kau masih tidur!" ucap Li Yian, sambil menunjuk ke arah serpihan pintu kamar itu.


"Ya, aku dengar! Tapi berilah sedikit waktu lebih lama untuk aku tidur, aku belum tidur beberapa hari ini! Haaafff..!" ucap Baba Yaga, sambil menguap.


"Lanjut tidur nanti saja, untuk sekarang cepat! Kita sudah mendapatkan penunjuk jalan untuk menemukan kelompok Sabit Tunggal!" ucap Li Yian lalu menyerat Baba Yaga dengan kencang.

__ADS_1


"Iya-iya, tidak perlu menyeret ku seperti ini. Aku bisa berjalan sendiri saudara Li!" ucap Baba Yaga.


Li Yian melepaskan Baba Yaga dengan cepat, lalu berjalan menuju ke arah gudang belakang yang di jadikan tempat untuk mengurung kelompok Sabit Tunggal.


Setelah sampai di sana orang-orang langsung memberikan salam kepada Li Yian dan Baba Yaga.


Tanpa banyak bicara lagi, Li Yian langsung mengangkat tubuh kelompok Sabit Tunggal dan di bawa keluar.


"Tuan penjaga keamanan, mohon maaf tadi aku tidak sengaja memukul pintu kamar terlalu kuat! Sehingga jebol, ini kompensasi untuknya dan biaya menginap dan maka juga. Tolong sampaikan maaf kami kepada pemilik penginapan!" ucap Li Yian, lalu melemparkan sekantong cukup besar koin emas pada penjaga keamanan penginapan itu.


"Baik tuan Li Yian, terimakasih sebelumnya!" dia langsung membungkuk hormat.


Li Yian melambaikan tangan, lalu memberikan isyarat kepada Baba Yaga untuk segera pergi! Setelah Li Yian pergi Baba Yaga mengikuti dengan cepat.


Orang-orang di sana hanya bisa terdiam, melihat kehebatan Li Yian! Bahkan menggedor pintu saja sampai tidak sengaja menjebolnya karena terlalu kuat.


Menurut mereka itu mengerikan, lalu mereka bubar dengan cepat.


*


*


*


Kaisar dewa sedang melakukan meditasi seperti biasa sebelum mengadakan pertemuan besar dengan para dewa lainnya.


Saat sedang bermeditasi dia langsung merasakan sesuatu yang tidak normal.


"Ada apa di alam ini, perasaan aneh ini datang dari alam manusia?" gumam kaisar dewa.


Dia merasakan hal aneh, karena Energi Qi yang baru saja masuk ke alam Daulu yang berasal dari alam langit sudah di serap lebih dari setengah oleh sesuatu yang tidak dia ketahui asalnya.


Kaisar dewa langsung membuka matanya, seketika langsung berfikir cepat.


"Tidak mungkin anak setengah manusia dan setengah siluman itu kan?" gumam Kaisar Dewa, karena dia yakin sudah mengeksekusi dengan kutukan langit.


Setelah Kaisar Dewa bergumam seperti itu di atas Istana Kekaisaran Dewa yang sangat megah dan besar, langsung menggelar petir berwarna perak keemasan.


Petir itu menyambar pilar batu yang selama milyaran tahun koko berdiri di depan Istana Kekaisaran Dewa.


Pilar itu retak dan seketika bongkahan sedikit demi sedikit runtuh ke bahan, para dewa penjaga Istana Kekaisaran Dewa langsung panik! Karena menurut leluhur dewa pilar itu adalah pilar penghubung antara alam.


Adanya kejadian ini, membuat keadaan Istana Kekaisaran Dewa kacau!.


Penasehat kaisar dewa langsung menerima laporan ini, dia langsung bergegas menemui kaisar dewa.

__ADS_1


"Yang Mulia Kaisar Dewa, hampa mohon maaf mengganggu ketenangan Yang Mulia! Karena ada keadaan yang sangat penting." ucap penasehat Kaisar Dewa.


"Aku sudah merasakan ini dewa kebijaksanaan!" jawab Kaisar Dewa dengan tenang, sambil mengelus janggutnya yang sangat panjang.


"Apa Yang Mulia Kaisar Dewa sudah mengetahui pilar penghubung antar alam mengalami keretakan parah?" tanya penasaran Kaisar Dewa.


"Jadi seperti itu! Tapi aku merasakan yang lebih berbahaya lagi dewa kebijaksanaan." Kaisar Dewa tidak terlalu memperdulikan pilar itu meskipun sedikit retak maupun retak parah.


"Jika Yang Mulia berkenan, beritahu hamba Yang Mulia!" ucap penasehat Kaisar Dewa.


Dia kini masih dalam keadaan membungkuk, meskipun di ruangan ini hanya dia seorang yang bisa menemui Kaisar Dewa, tapi Dewa Kebijaksanaan sangat menghormati Kaisar Dewa.


"Firasat ku mengatakan, malapetaka besar di Istana Kekaisaran Dewa akan terjadi, oleh seorang anak lelaki yang entah muncul dari mana, karena dia keluar dari cahaya yang sangat terang!" ucap Kaisar Dewa dengan perkataan yang sungguh-sungguh dan sorot mata yang sedikit menahan ketakutan.


"Tidak mungkin itu terjadi Yang Mulia, ada puluhan ribu pasukan langit yang menjaga istana ini! Bagaimana ada orang yang begitu bodoh untuk melakukannya?" ucap penasehat Kaisar Dewa.


Dia di kenal dengan dewa kebijaksanaan karena tindak tanduknya yang paling tenang, dengan nasihat akan kebijaksanaanya melebihi dewa manapun.


"Aku pun berpikiran demikian!" Kaisar Dewa tidak berani menyebutkan ancaman terhadap dirinya, saat ratusan tahun yang lalu. Kepada Dewa Kebijaksanaan, saat Li Yian lahir di alam langit!.


Kaisar Dewa bermimpi akan di bunuh olehnya, sehingga setelah ada kesempatan untuk mengeksekusi Li Yian. Kaisar Dewa langsung mengeksekusi dia dengan kutukan langit, namun sayang. Karena kesalahan yang tidak Li Yian perbuat! Membuat kutukan langit tidak terjadi dengan sempurna sehingga jiwa Li Yian bangkit di alam Daulu.


"Ya, lalu bagaimana dengan pilar penghubung antar alam, Yang Mulia Kaisar Dewa?" tanya dewa kebijaksanaan.


"Segera perbaiki!" ucap Kaisar Dewa memberikan perintah.


"Hamba mengerti Yang Mulia!" ucap dewa kebijaksanaan, lalu dia segera pergi dengan cepat.


Sedangkan Kaisar Dewa masih memikirkan perasaan saat itu, yaitu mimpi dirinya yang seratus tahun yang lalu.


*


Di luar Istana Kekaisaran Dewa, masih sangat kacau karena kejadian petir yang menyambar sangat ganas.


Para dewa yang sedang berada di sekitar pilar itu, banyak yang membicarakan akhir-akhir ini keadaan Istana Kekaisaran Dewa sungguh membuatnya tidak nyaman.


\=


\=


Hari ini update 3 chapter, tolong dukung novel ini dengan vote, like, komentar dan hadiah yang para reader miliki.


Terimakasih sebelumnya, karena sudah baca novel ini.


...

__ADS_1


__ADS_2