Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
295 = HARI PELELANGAN PERTAMA (2)


__ADS_3

\=Chapter 295. HARI PELELANGAN PERTAMA (2)\=


\=


\=


Semua orang yang ada di dalam ruang pelelangan langsung gempar, yang tadinya di barisan depan masih tenang kini mendengar herbal Lotus Es langsung terkejut dan saling bertanya, dari mana rumah pelelangan anggrek putih bisa memiliki barang yang sangat langka itu.


Begitu juga tamu yang datang, yang menempati ruang VIP! Mereka terkejut, pasalnya sekte mereka memiliki beberapa pendekar raja tahap puncak sehingga sangat membutuhkan herbal itu.


Menggunakan herbal lain bisa, namun prosesnya sangat lama dan harus telaten dalam bermeditasi tertutup! Sedangkan menggunakan herbal Lotus Es seperti menggunakan jalan pintas.


Tapi mereka rata-rata masih meragukan kebenaran dan keasliannya!.


Dua pembawa acara yang ada di atas panggung langsung mendekati meja yang ada di sana dan membuka penutup kain merah, yang sedari tadi menutup kotak kaca yang menyimpan herbal Lotus Es.


Setelah di buka tampak lah Lotus Es di dalam sana, orang-orang yang sangat dekat dengan panggung besar langsung menajamkan matanya!.


Lalu pembawa acara satunya membuka kotak kaca itu agar orang dapat melihat dengan jelas, setelah di buka sebentar para pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar raja puncak langsung menargetkan untuk memiliki herbal itu.


"Itu benar-benar herbal Lotus Es!" gumam salah seorang di dekat panggung besar.


"Aku harus mendapatkan itu semoga saja uang yang aku bawa cukup untuk mendapatkannya!" ucap orang lain yang ada di sana.


Melihat herbal Lotus Es, mata para pendekar raja tahap puncak langsung berbinar! Seperti menemukan harapan yang selama ini sirna di telan jaman.


"Untuk pelelangan herbal ini, rumah pelelangan anggrek putih membuka harga penawaran pertama, 100 ribu koin emas! Dengan penawar kenaikan tidak kurang dari 1000 koin emas." ucap pembawa acara yang anggun.


"Penawaran di mulai sekarang!" lanjut pembawa acara yang periang.


Orang-orang di barisan tempat duduk paling luar hanya bisa tercengang dengan harga pembuka dari herbal Lotus Es.


"Gila harga pembuka saja sangat mahal, itu adalah semua jumlah harta yang aku miliki!" ucap seseorang yang di pojok barisan belakang.


"Hai, kau masih mending! Aku tidak ada sebanyak itu meskipun satu keluarga ku di gabungkan asetnya." jawab orang yang di sebelahnya.


*


"102 ribu keping koin emas!" ucap seseorang di barisan depan, dengan mengangkat papan nomer 300.


"Tuan pemilik nomer 300, menawar 102 ribu keping koin emas! Apa ada yang lain lagi?" ucap pembawa acara yang ceria.


"110 ribu koin emas!" tamu pemilik nomer 208 mengangkat papan nomernya tinggi-tinggi.

__ADS_1


"Tuan pemilik nomer 208 menawar 110 koin emas, apa ada yang lebih tinggi?" ucap pembawa acara yang terlihat anggun.


"150..!"


"155..!"


"160..!"


"...!"


Semakin lama harganya semakin naik, meskipun penawaran berputar-putar hanya puluhan orang-orang itu saja.


"250 ribu koin emas..!" ucap seseorang di ruang VIP 2.


"Ruang VIP 2 menawar 250 ribu koin emas! Apa ada yang lebih tinggi?" ucap pembawa acara yang anggun.


Senyum manisnya membuat orang ingin menawar dia, namun sayangnya yang di lelang adalah herbal Lotus Es.


"Gila, siapa orang di balik ruang VIP 2? Dia sangat kaya raya, hingga menawar harga setinggi itu.!" ucap orang yang ada di belakang barisan.


Ruang VIP di siapkan untuk orang yang ingin menyembunyikan keberadaan mereka, ini di gunakan agar orang yang nantinya mendapatkan barang yang berharga tidak di incar oleh rampok maupun orang yang ingin mengambilnya secara paksa, karena mereka tidak memiliki uang yang lebih untuk mendapatkannya.


"300 ribu koin emas!" ucap seorang wanita di balik ruang VIP no 10.


*


*


*


Cukup lama tidak ada yang menawar lagi, hingga akhirnya yang mendapatkan herbal Lotus Es adalah ruang VIP no 10.


"Sial, jika saja aku lebih kaya! Uang ku tidak aku hambur-hamburkan untuk berpesta dengan banyak wanita sebelumya pasti aku sudah memiliki herbal itu!" ucap salah seorang yang ada di barisan paling depan.


Dia adalah seseorang tetua dari sekte aliran hitam, di wilayah barat! Namun karena sudah cukup berumur, dia seperti sudah putus harapan untuk naik tingkat yang lebih tinggi, namun setelah melihat ada herbal Lotus Es dia baru menyesal sekarang.


"Xu Wuzao, kau mendapatkan herbal selangka itu sebenarnya dari mana?" ucap kepala sekte pedang api, Ling sa.


Dia datang ke pelelangan kali ini hanya untuk melihat saja, tidak berniat untuk menawar maupun membeli sesuatu! Hanya menghilangkan rasa penasaran apa yang membuat pelelangan anggrek putih sangat di perbincangkan.


Namun setelah melihat siapa pemilik dan pendiri dari rumah pelelangan anggrek putih, Ling sa semakin tercengang! Karena Xu Wuzao adalah mantan murid di sekte pedang api sewaktu dirinya juga menjadi anak dari pemilik sekte tersebut.


"Entahlah kepala sekte Ling, saudara Xu Wuzao itu semakin misterius! Seperti bukan orang yang kita kenal lagi seperti dulu." jawab Ling Su, keponakan dari Ling Sa.

__ADS_1


*


Di ruangan belakang Li Yian dan Baba Yaga melihat jalannya pelelangan, di temani oleh Xu Wuzao dan Xu Zao Yi, lalu ada beberapa orang duduk tidak jauh dari mereka. Seperti Bai Li, Bai Chan dan Hau Lin.


"Sial hanya tanaman seperti itu di haraga sampai sebanyak itu? Mereka bodoh apa idiot?" gumam Baba Yaga.


"Teman, kau kan tahu! Apa harus aku pertegas lagi?" tanya Li Yian.


Menurut Li Yian Baba Yaga berbicara seperti itu karena dia tidak memandang tinggi herbal Lotus Es! Melainkan dia lebih memandang tinggi koin emas yang mereka keluarkan.


"Ya, aku paham! Apa boleh penghasilan dari penjualan itu aku ambil?" tanya Baba Yaga.


"Tidak perlu! Kau hanya ada urusan dengan ku saja di belakang!" ucap Li Yian sambil berbisik.


"Huff, baiklah aku paham!" jawab Baba Yaga.


Dia ingin sekali kembali bermain dengan para wanita di luar sana, karena Baba Yaga merasa sudah sangat lama tidak melakukannya.


Antara obrolan Li Yian dengan Baba Yaga tidak ada yang mendengarkan dengan serius! Di karenakan mereka berdua mengobrol cukup lirih.


Apa lagi mereka yang ada di sana masih sangat serius melihat jalannya pelelangan di ruang utama.


"Aku tidak pernah menyangka bahwa herbal itu banyak sekali yang ingin mendapatkannya!" ucap Hau Lin, seketika setelah herbal itu terjun dengan harga 300 ribu koin emas.


"Di tambah sangat mahal mereka membelinya!" lanjut Hau Lin.


"Itu sangat wajar tuan Hau Lin! Karena herbal itu sangat berguna bagi pendek raja tahap puncak untuk menerobos ke tingkat pendekar suci!" ucap Bai Li.


"Ya, aku tahu itu! Tapi herbal lain juga bisa untuk menerobos ke tahap pendekar suci!" jawab Hau Lin.


Dia tahu karena dia adalah seorang pembuat pil dan peramu herbal sejak lama, sehingga tahu apa gunanya Lotus Es! Namun dia tidak menduga akan semahal itu jika di lelang.


"Tapi taun Hau Lin, herbal lain sangat minim keberhasilan dan manfaatnya! Di tambah memerlukan waktu lebih lama, aku pun dahulu menerobos itu cukup lama hingga hampir frustrasi! Jika buka karena bantuan nak Li Yian pasti tidak akan berhasil." ucap Bai Li.


Dia berani berbicara seperti itu karena di ruangan kali ini sudah seperti orang sendiri sehingga dia berucap lebih blak-blakan.


Mereka akhirnya melanjutkan obrolan, sambil menunggu pelelangan brang yang berikutnya.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2