Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
191 = KEDIAMAN KELUARGA WEI


__ADS_3

\=Chapter 191. KEDIAMAN KELUARGA WEI\=


\=


\=


4 Hari telah berlalu.


Pagi hari di kota kecil bagian selatan wilayah Kekaisaran Ming, pagi hari ini masih mengandung embun namun dua kereta kuda sudah meluncur dengan cepat di jalan raya kota kecil, setelah semalaman mereka berhenti di sebuah penginapan yang tersedia di kota itu.


Dua kereta kuda yang sedang bergerak adalah rombongan sekte anggrek putih, yang sedang mengantar kepulangan tuan muda Wei.


"Apa sudah cukup dekat letak kediaman keluarga Wei dari daerah sekitar sini, nak Wei Zue?" tanya Xu Wuzao kepala Wei Zue.


"Ya cukup dekat, beberapa puluh kilometer lagi akan sampai, setelah melewati hutan kecil di depan!" jawab Wei Zue dengan suara sangat enggan.


Lantaran Wei Zue sudah semakin marah dengan Xu Wuzao, karena dirinya tidak di satukan dengan pelayanannya, di saat perjalanan seperti ini.


Xu Wuzao tidak mengetahui letak pasti dari kediaman keluarga Wei, karena keluarga Wei termasuk keluarga tersembunyi! Hanya orang-orang yang memiliki hubungan dekat saja yang mengetahui letak pasti dari kediaman Keluarga Wei.


"Baiklah, jika seperti itu berarti kita akan tiba di sana saat tengah hari." jawab Xu Wuzao.


Lalu dia kembali terdiam di dalam kereta kuda karena ingin mencoba menyerap Energi Qi. Setelah mendalami apa yang di berikan oleh Li Yian, Xu Wuzao sudah sedikit mengerti cara menyerap Energi Qi tanpa harus meditasi secara mutlak.


Di samping Xu Wuzao dua murid elit sekte anggrek putih duduk, sambil terus memandangi Wei Zue.


Sedangkan Wei Zue, menyorot ketiganya dengan mata yang tajam! Dia ingin sekali membunuh kedua murid itu dan Xu Wuzao, namun lengan dirinya masih begitu sakit dan belum pulih sama sekali.


Sehingga memilih untuk diam sementara dan hanya bisa memendam perasaan yang ada di benaknya.


'Saat tengah hari tiba, kalian tidak akan bisa tenang lagi! Kediaman keluarga Wei bebas hukum dari Kekaisaran, setelah kalian masuk jangan harap keluar hidup-hidup jika sudah di targetkan oleh Keluarga Wei, bila kalian mati di kediaman keluarga Wei, Kekaisaran Ming juga akan memilih bungkam!' ucap Wei Zue di benaknya.


Dia sudah merencanakan ini semenjak hari pertama, sehingga dia sangat yakin bahwa Keluarga bangsawan Wei bisa membereskan Xu Wuzao dan empat murid elit lainnya, dengan sangat mudah.


Kedua kereta kuda itu terus meluncur dengan kecepatan tinggi, suasana di sana terlihat sangat damai dan aman.

__ADS_1


Namun di beberapa tempat sembunyi ada beberapa orang yang sedang mengawasi pergerakan mereka.


*


*


*


Matahari sedang berada di titik tertingginya.


Kini kereta kuda rombongan Xu Wuzao, sudah melewati hutan kecil namun pepohonan di sana cukup lebat, dengan di dominasi oleh pepohonan besar, nampaknya hutan kecil ini di jaga keasriannya sejak lama.


Xu Wuzao membuka jendela kereta kuda yang di tumpangi, karena merasakan bahwa kereta itu berhenti. Dia dapat melihat ada gerbang yang cukup tinggi di jaga dengan dua orang pendekar.


Dua penjaga gerbang itu langsung menghampiri kereta kuda yang datang.


"Berhenti kalian! Keluar semua dari kereta kuda!" ucap penjaga gerbang luar keluarga Wei.


Wei Zue membuka lebar jendela yang ada di kereta kuda, lalu Wei Zue langsung memunculkan kepalanya dari kereta kuda.


"Biarkan mereka semua masuk!" ucap Wei Zue dengan tegas.


Karena dia tahu, tuan muda Wei orangnya sangat mudah marah, sehingga dia langsung menunduk seperti ketakutan.


"Baiklah tidak mengapa, cepat buka gerbangnya!" jawab Wei Zue, dengan cepat memerintahkan penjaga gerbang.


"Baik, tuan muda Wei!" ucapnya dengan cepat.


Lalu memberikan isyarat kepada temannya yang masih setia menjaga gerbang di depan sana, dengan cepat temannya langsung paham akan isyarat itu.


Gerbang luar yang sangat besar kini terbuka perlahan, setelah gerbang itu sudah terbuka sepenuhnya! Dua kereta kuda langsung melesat masuk ke dalam ruang lingkup keluarga bangsawan tersembunyi.


Dengan segera gerbang besar itu tertutup kembali, setelah dua kereta kuda berlalu dari sana.


*

__ADS_1


*


*


Rombongan kereta kuda Xu Wuzao akhirnya sampai di kediaman keluarga Wei, salah satu keluarga bangsawan tersembunyi di Kekaisaran Ming.


Ada dua keluarga tersembunyi namun yang sering menampakkan dirinya yaitu keluarga Wei, sehingga terkenal dengan kehebatannya, di wilayah Kekaisaran Ming oleh masyarakat.


Kereta kuda itu berhenti di halaman depan bangunan yang besar, di plang rumah besar itu tertulis kediaman keluarga Wei.


Xu Wuzao keluar terlebih dahulu, lalu kedua murdi elit sekte anggrek putih segar sedikit membantu Wei Zue keluar dari kereta kuda.


"Jadi ini Kediaman Keluarga Wei? Salah satu keluarga bangsawan tersembunyi di Kekaisaran Ming!" gumam Xu Wuzao.


Xu Wuzao memperhatikan sekeliling, dia melihat bahwa di keluarkan tersembunyi benar-benar seperti terisolasi dari luar, karena letak rumahnya di kelilingi oleh hutan kecil namun begitu asri seperti hutan besar.


Dari dalam kediaman keluarga Wei, datang tiga orang pelayan! Melihat tuan muda mereka yang terluka, mereka langsung membantu tuan mudanya untuk di bawa masuk ke dalam kediaman.


Salah satu dari mereka mengantarkan Xu Wuzao, dan empat murid elit sekte anggrek putih ke sebuah gazebo di halaman depan kediaman besar keluarga Wei.


Karena mereka terbiasa menerima tamu yang belum terlalu dekat dengan keluarga tersembunyi, yaitu di gazebo halaman depan.


Xu Wuzao dan keempat muridnya menunggu dengan tenang di gazebo halaman depan, mereka di sediakan teh hijau oleh pelayan keluarga Wei.


"Kepala sekte Xu, apa kita tidak langsung pulang saja? Sepertinya mereka tidak terlalu ramah dengan kedatangan kita!" ucap salah satu murid elit sekte anggrek putih, karena dia merasa tidak nyaman.


"Tidak, kita tunggu tuan rumah datang! Itu tidak baik dalam beretika, sedangkan kita mengantar Wei Zue kembali, juga sekaligus untuk meminta maaf atas insiden kecil yang lalu, jika mereka menolak maka kita hanya perlu melawan!" ucap Xu Wuzao kepada ke empat murid elitnya.


Dia berbicara seperti itu dengan nada yang pelan, sangat tenang meskipun dia tahu kemungkinan terjadinya keributan cukup besar.


Sedangkan ke empat murid elit sekte anggrek putih, sudah terlihat begitu gelisah! Mereka berempat bersiap siaga untuk apapun yang terjadi kedepannya.


Mereka berani mengikuti kepala sekte Xu, juga dengan membulatkan tekad jika terjadi sesuatu di saat seperti ini.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2