Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
346 = KEMBALI BERTARUNG


__ADS_3

\=Chapter 345. KEMBALI BERTARUNG\=


\=


\=


Di Alam Daulu.


Daratan paling barat di alam Daulu masih saja sepi, apa lagi setelah terjadinya pertarungan Baba Yaga dan Li Yian yang berujung pembantaian terhadap binatang siluman, kini daratan ini semakin sepi saja.


Namun hari ini ada sebuah portal dimensi yang terbuka, seketika itu muncul dua orang yang tidak lain adalah Li Yian dan Baba Yaga.


Mereka kembali ke daratan ini karena di alam Daulu hanya daratan ini yang tidak memiliki penghuni manusia, bahkan letaknya sangat jauh dengan di pisah oleh laut yang ganas sehingga bagi manusia normal tidak ada yang berminat untuk mengunjungi daratan itu.


Bisa di bilang daratan yang paling barat ini belum di ketahui oleh manusia yang ada di alam Daulu, itulah mengapa darat ini tidak di huni oleh manusia.


Dua orang kini berdiri di daratan yang sepertinya bekas pertempuran hebat.


"Saudara Li Yian, kenapa kita kembali ke daratan ini? Apakah kita akan bertarung kembali di sini?" ucap Baba Yaga.


Baba Yaga memandang sekeliling, dia baru melihat saja langsung mengenali bahwa daratan ini tempat yang terakhir kali mereka bertarung.


"Ya, menurut ku di sini tempatnya yang paling aman untuk kita mengeluarkan semua kemampuan yang sudah di miliki! Apa perlu tempat yang lebih mengerikan?" ucap Li Yian sambil memberikan saran terhadap Baba Yaga.


"Tidak perlu, sepertinya di sini saja sudah cukup!" jawab Baba Yaga dengan seringai tajam.


"Bagaimana apakah bisa di mulai sekarang, mau menggunakan senjata apa tangan kosong?" Li Yian kembali bertanya.


Karena dia ingin menunjukkan pertarungan yang adil, sehingga dia ingin sesuatu yang setara.


"Aku cukup tangan kosong! Jika saudara Li ingin menggunakan senjata aku tidak keberatan." jawab Baba Yaga ringan.


Ucapan itu seperti sebuah penghinaan yang di tunjukkan untuk Li Yian, namun Li Yian tetap tenang! Karena dia yakin tidak akan pernah kalah dengan Baba Yaga, meski bagaimana pun caranya mereka bertarung.


"Kau meremehkan ku teman, jika ingin menggunakan tangan kosong aku akan kabulkan!" jawab Li Yian.


"Baiklah, sekarang kita mulai..!" lanjut Li Yian berucap.


Wooooosss..!


Baaammm..!


Tangan Li Yian di alirkan Energi Qi yang tinggi, Li Yian mengalirkan Energi Qi ke tangan kanan lebih dari setengah kekuatan penuh miliknya, Baba Yaga terkena pulan dengan telak di tubuh bagaimana perutnya.


Lalu dia terpental sangat jauh, sambil menahan sakit yang amat sangat hampir saja dia menyemburkan darah segar di mulutnya, jika saja dia tidak menahannya.


Baba Yaga tidak percaya, dengan kejadian ini karena Li Yian menyerang dengan sangat mendadak.


Baba Yaga terpental sangat jauh, hingga beberapa kali memantul di tanah yang langsung membentuk cekungan sangat dalam.


Namun Li Yian langsung menghilang dari tempatnya sekarang, lalu dia muncul kembali di kejauhan di mana Baba Yaga terlempar dia sudah menghadang Baba Yaga di sana.


Setelah tubuh Baba Yaga terpental jauh, Li Yian langsung memblokir kembali dengan pukulan langsung.


Baaammm..!


kraakk..!

__ADS_1


"Aaakkkhh..!" keluh Baba Yaga, di sela bibirnya mengalir darah cukup deras.


Setelah itu tubuhnya serasa remuk semua!


Wooooosss..!


Li Yian bergerak mengimbangi terpentalnya Baba Yaga, dia hendak menendang Baba Yaga dengan sangat keras.


Kaki Li Yian di acungkan tinggi-tinggi, sudah di alirkan Energi Qi besar.


Wuutt..!


Baba Yaga melihat ini langsung membendung dengan Energi hitam yang bersarang di tubuhnya.


Buuuummmm..!


Li Yian menendang Baba Yaga dengan keras ke arah bawah! Energi Qi yang padat dan Energi Hitam yang tebal saling bentrokan, sehingga menimbulkan ledakan yang sangat mengerikan.


Di tambah ledakan tubuh Baba Yaga menghantam tanah sangat keras, sehingga langsung terbentuk kawah yang sangat luas.


"Uhukk..Uhukk..!"


Baba Yaga terbatuk-batuk, hingga tidak bisa bicara lagi, dia hanya bisa mengerang kesakitan! Padahal sudah percaya bahwa kekuatan miliknya saat ini sangat mumpuni, dengan daya tahan tubuhnya yang sangat keras dia yakin bisa membendung pukulan sekeras apapun, namun kalap itu sudah terjadi.


Baba Yaga tidak mengira pukulan Li Yian sangat kuat hingga menembus sampai ke organ dalamnya.


'Sial, ternyata saudara Li Yian sekuat ini! Berarti saat pertarungan yang lalu dia masih menahan kekuatan miliknya!' keluh Baba Yaga di benaknya.


"Uhukk..!" Baba Yaga terbatuk kembali saat ingin mengucapkan sesuatu.


"Bagiamana kawan, di mana kesombongan yang kau miliki tadi? Kenapa tidak kau gunakan dalam pertarungan." ucap Li Yian dengan lantang.


Dia tersenyum melihat Baba Yaga terkapar sementara, namun dia yakin Baba Yaga masih sanggup untuk bangkit kembali dan memberikan perlawanan nantinya.


"Kau curang saudara Li Yian, bagaimana bisa memulai dengan cara mendadak seperti itu!" keluh Baba Yaga.


Dia protes karena Li Yian menyerang dengan cara tiba-tiba dan begitu mendadak, di tambah jarak yang sangat dekat! Sehingga Baba Yaga beralasan itu adalah hal curang.


"Kau mudah mengatakan curang! Sedangkan di pertarungan sesungguhnya tidak ada kata kesepakatan, tidak peduli mereka lemah ataupun tidak berdaya! Mereka tetap menggunakan kekuatan penuhnya untuk membunuh musuh dengan bagaimana pun caranya. Karena tidak ada kata curang dalam pertarungan hidup dan mati!" Li Yian langsung meluruskan pikiran Baba Yaga.


"Baiklah, aku mengerti sekarang!" jawab Baba Yaga lalu dia bangkit.


Deesss..!


Aura hitam menyeruak dengan cepat dari tubuh Baba Yaga.


*


*


*


Gumpalan aura hitam langsung keluar dari tubuh Baba Yaga, seketika tubuhnya langsung berubah dalam bentuk siluman.


Taring tinggi mencuat, dengan badan di tumbuh bulu kasar yang berwarna kecoklatan, dengan seringai tajam, setelah itu Baba Yaga langsung menghilang dari dasar kawah.


Li Yian tidak terkejut sama sekali, dia langsung memperluas persepsi dan mempertajamnya, sehingga dia dapat tahu arah gerakan Baba Yaga, meskipun nantinya gerakan Baba Yaga sangat cepat sekalipun.

__ADS_1


Wooooosss..!


Baba Yaga muncul di belakang Li Yian dengan begitu tiba-tiba, namun Li Yian membalas bergerak ke belakang Baba Yaga untuk mengecoh Baba Yaga.


"Apa? Bagiamana bisa?" ucap Baba Yaga setelah pukulan dirinya mengenai udara kosong.


Plak..!


Kraakk..!


Li Yian langsung mengunci tangan kiri Baba Yaga hingga seperti tulangnya patah.


Baaammm..!


Li Yian memukul kembali Baba Yaga, namun kali ini pukulan itu di tangkis oleh Baba Yaga.


Seketika, Baba Yaga dan Li Yian saling adu pukulan dengan sangat brutal! Tubuh mereka saling menghilang dan muncul di sembarang tempat.


Hutan itu yang memang sudah rusak, kini tambah rusak parah akibat pertarungan Li Yian dan Baba Yaga kembali.


Setiap pukulkan dan serangan mereka berdua saling bertemu dan berbenturan, menimbulkan petir dan suara yang menggelegar tinggi di langit.


Binatang yang ada di sana tidak berani keluar dari sarangnya karena aura tekanan yang sangat kuat, hingga membuat mereka tertekan dan berkeringat dingin.


Bahkan banyak yang mati dari mereka, akibat serangan yang nyasar ke berbagai arah.


Beberapa jam berlalu dengan cepat, Li Yian dan Baba Yaga berdiri di kejauhan menghentikan sementara pertarungan mereka, dengan hasil daratan itu hancur total.


"Sial, kau ternyata sangat kuat saudara Li Yian! Aku tidak menyangka bisa bertarung sejauh ini!" ucap Baba Yaga.


Kini kaki dirinya sudah pincang dengan luka lebam yang sangat besar, tidak jauh beda dengan di wajahnya! Tidak terkena pukulan saja wajah babi buas itu begitu mengerikan, di tambah lebam yang di sana sini sehingga tambah sangat mengerikan untuk di pandang.


"Apa kau sekarang mengaku kalah?" ucap Li Yian masih sangat tenang.


Meskipun dia juga memiliki luka di beberapa bagian namun tidak terlalu parah, hanya beberapa pakaian yang rusak sobek di mana-mana.


"Haah, untuk sekarang aku tidak akan mengaku kalah dengan mudah!" jawab Baba Yaga dengan tegas.


Wuuuunng..!


Deegg..!


Baba Yaga langsung membulatkan matanya, karena dia merasa aura yang sama di tempat lain sehingga dia cukup terkejut.


"Saudara Li, apa kau merasa aura yang sama dengan aura milik ku?" tanya Baba Yaga.


"Ya, aku merasakan hal yang sama! Aku cukup curiga!" jawab Li Yian.


Akhirnya mereka berdua tidak melanjutkan pertarungan mereka, karena mereka berdua mengobrol tentang aura yang tiba-tiba muncul dengan kuat.


Baba Yaga juga kembali merubah ke bentuk manusianya, entah karena apa keduanya tidak berminat lagi untuk bertarung kembali.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2