Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
157 = MENUJU WILAYAH UTARA


__ADS_3

\=Chapter 157. MENUJU WILAYAH UTARA\=


\=


\=


Li Yian dan Baba Yaga kini sudah keluar dari kota Kekaisaran Tang! Dia hendak menuju ke wilayah Kekaisaran Tang bagian utara, di perjalanan kali ini Li Yian memilih membeli kuda karena menurutnya akan cukup meringankan tenaga dan mereka tidak terburu-buru. Dikarenakan sambil mengintai keberadaan musuh.


Li Yian sekarang berada di kota kecil dekat dengan kota Kekaisaran Tang, karena setelah kota ini untuk menemui kota kembali cukup jauh jaraknya, harus menempuh waktu selama 3 hari perjalanan menggunakan kereta kuda.


Li Yian dan Baba Yaga saat ini berada di rumah penjualan kuda, mereka berdua sedang memilih kuda yang akan di beli.


"Tuan, apa ada kuda yang lebih besar dan lebih kuat! Sepertinya kuda ini terlalu kecil!" ucap Li Yian, menunjuk kuda yang di bawa penjual kuda itu.


Saat masuk Li Yian merasakan dengan instingnya ada beberapa kuda yang cukup besar, entah kenapa pas dia minta di ambilkan kuda yang di jual, malah di tunjukkan kuda kecil dan kurus, seperti kuda hendak mati saja.


"Kuda besar dan kuat untuk sekarang harganya sangat mahal, apa anda sanggup membelinya?" ucap pemilik rumah penjual kuda itu.


Melihat Li Yian dan Baba Yaga yang berpakaian biasa saja, membuat pemilik rumah kuda sedikit ragu apakah mereka mempunyai uang atau tidak.


"Hai, pak tua! Jangankan kuda milik mu, kau saja jika di jual bisa aku beli! Sekalian dengan harga diri kau kami beli." ucap Baba Yaga yang sudah sangat kesal, semenjak datang dirinya dan Li Yian seperti di remehkan.


Li Yian hampir tertawa terbahak-bahak karena Baba Yaga akan membeli penjual kuda yang buntal itu, jika di jual pasti cepat laku di pasar daging!.


"Tuan jangan, bukan maksudku seperti itu!" ucap orang penjual kuda, sedikit ketakutan.


"Sudahlah, teman! Jika dia tak mau menjual kuda yang besar dan kuat, kita cari di tempat lain saja!" ucap Li Yian menenangkan Baba Yaga.


"Tunggu sebentar tuan, akan ku ambilkan! Tapi kuda itu harganya mencapai 300 keping koin emas, jika tuan membeli 2 berarti 600 keping koin emas!" ucap pemilik rumah penjual kuda itu cukup khawatir.


"Tuan, uang tak masalah bagi kami! Asal kuda itu kuat dan besar." jawab Li Yian masih tetap tenang.


"Baiklah tuan akan saya ambilkan." jawab pemilik rumah penjual kuda itu.


Akhirnya dia sedikit takut karena Baba Yaga terlihat begitu menyeramkan, dia merasa sangat terintimidasi oleh Baba Yaga saat ini.


Lalu dengan cepat dia kembali ke kandang kuda dan mengambilkan dua kuda terbaik milik tokonya, karena Li Yian sudah setuju dengan 600 keping koin emas, sehingga dia tidak ragu lagi.


Akhirnya dia keluar dengan terburu-buru, setelah memeriksa kudanya Li Yian sangat cocok dan segera membayarnya.


Setelah sudah di bayar, Li Yian dan Baba Yaga pamit segera pergi dengan cepat menuju ke wilayah utara.

__ADS_1


"Huf, tak menyangka terlihat miskin tapi begitu kaya! Di mana dia menyembunyikan koin emas ini yah?" ucap pemilik rumah penjual kuda itu cukup heran, sambil melihat kantong koin yang cukup besar.


Karena jika di simpan di balik pakaian pasti akan terlihat menonjol sedang yang tadi tidak sama sekali.


Dia berpikir sebentar, lalu memandang ke kepingan koin emas itu kembali setelah itu bergumam. "Perduli amat mau dia taruh di mana asal ada koin emas, penjualan selesai!"


Lalu dia duduk dengan tenang kembali ke meja kerjanya, sambil meminum arak yang di milikinya.


*


*


*


Dua hari setelah Li Yian dan Baba Yaga keluar dari kota Kekaisaran Tang.


Di wilayah Kekaisaran Tang bagian utara.


Kelompok Sabit Tunggal sudah berada di salah satu kota kecil, mereka sudah masuk ke kota itu beberapa waktu lalu dan mereka cukup ganas, tidak segan membunuh orang yang tidak memberikan informasi terhadap mereka, tapi mereka selalu bertindak di malam hari.


Waktu sudah malam hari di kediaman besar keluarga bangsawan bawah, mereka sudah berhasil di kuasai oleh kelompok Sabit Tunggal! Mereka menyandar para bangsawan bawah itu.


Dia yang memimpin langsung kelompok yang pergi keluar mencari informasi, karena kelompok mereka tahu bahwa adik seperguruannya beraliansi dengan keluarga Bao.


"Me-mereka adalah keluarga bangsawan kelas atas, mereka tinggal dan memiliki kekuasaan di kota Kekaisaran Tang!" jawab kepala keluarga bangsawan bawah itu.


Mereka di sebut keluarga bangsawan bawah karena masih memiliki silsilah kerabat dekat dengan empat keluarga besar di kota Kekaisaran Tang.


"Apa kau tahu, berapa besar kekuatan mereka di kota Kekaisaran Tang?" tanya pemimpin kelompok Sabit Tunggal kembali.


"Tidak tuan, kami tidak tahu secara pasti kekuatan mereka seperti apa! Yang pasti mereka sangat kuat, kami tidak bisa membayangkan itu." jawab pemimpin keluarga bangsawan bawah itu dengan ketakutan.


"Cih, informasi tidak berguna!" sebelum membentak pemimpin kelompok Sabit Tunggal meludahi dia terlebih dahulu, lalu dengan tanpa aba-aba! Sabit besar miliknya yang tergantung di pinggangnya langsung bergerak cepat mengarah ke leher kepala keluarga bangsawan bawah.


Slaazz..!


Takk.!


"Aaahhhhh..!" Saat kepal dari kepala keluarga bangsawan bawah itu terpisah dari tubuhnya, suara teriakan dari anggota keluarga langsung menggema.


Mereka ketakutan bukan main, karena melihat kematian di depan matanya! Di tambah itu adalah pelindung keluarga mereka yang terkuat.

__ADS_1


"Bunuh sampah itu semua!" ucap pemimpin kelompok Sabit Tunggal kepada anak buahnya.


"Baik, pemimpin!" jawab mereka serentak.


Setelah mendapatkan jawaban, pemimpin kelompok Sabit Tunggal langsung pergi keluar dari ruangan itu, dia sudah jauh-jauh datang kemari. Namun menemukan informasi yang buntu sehingga cukup marah.


Di dalam ruangan yang di tinggalkan oleh pemimpin kedua kelompok Sabit Tunggal suara jeritan satu persatu menghilang.


"Sial, apa aku harus langsung menuju ke kota Kekaisaran Tang?" gumam pemimpin kelompok Sabit Tunggal setelah berada di luar.


Dia sedikit kecewa karena saat dulu selalu menolak informasi tentang benua matahari terbit dari adik seperguruannya, jika dulu menerima dan mendengarkan pasti tidak akan sesulit ini mencari keberadaan adiknya yang sudah tidak memberikan kabar itu.


Setelah berpikir lama, akhirnya anak buah dirinya keluar dari kediaman keluarga bangsawan bawah itu, mereka langsung menghampiri pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


"pemimpin sudah selesai tugas yang anda berikan! Apa tugas selanjutnya?" tanya salah satu dari mereka.


"Bodoh, kuras semua harta mereka! Agar kejadian ini di kira oleh kelompok yang berkuasa itu perampokan!" bentak pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Dia sudah sangat marah, di bikin marah lagi oleh kebodohan anak buahnya sendiri.


"Baik pemimpin, kami laksanakan!" jawab mereka, lalu mereka semua dengan cepat bergerak ke segala arah untuk mengambil barang berharga mereka.


Cukup lama pemimpin kelompok Sabit Tunggal menunggu di luar, dia sambil menunggu anak buahnya selesai mengerjakan tugas dirinya memikirkan rencana kedepannya.


"Sepertinya, aku harus mencari orang yang ahli dalam informasi!" gumam pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


"Tapi aku harus mencari di mana ini, sial!" keluhnya.


Tak lama kemudian empat anak buahnya dengan cepat keluar dari kediaman keluarga bangsawan bawah itu dengan membawa banyak barang di pundaknya di bungkus kain hitam.


"Kalian terlalu lambat, cepat pergi ikut aku!" ucap pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


"Baik..!" jawab mereka.


Setelah semua selesai, mereka langsung pergi dari sana dengan cepat! 5 orang itu langsung menghilang menyatu dengan kegelapan malam.


\=


\=


..

__ADS_1


__ADS_2