Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
066 = LI YIAN MENEMBUS TINGKAT PENDEKAR RAJA


__ADS_3

\=Chapter 066. LI YIAN MENEMBUS TINGKAT PENDEKAR RAJA\=


\=


\=


Dua bulan kemudian.


Li Yian sedang meditasi tingkat puncak, dia sudah menghabiskan cukup banyak sumber daya miliknya yang tersimpan di cincin samudra.


Namun seakan sumber daya itu tidak berkurang sedikitpun, di tambah Li Yian mengkonsumsi sumber daya yang ada di hutan kabut ilusi yang cukup langka keberadaan di dunia ini.


Baba Yaga yang sudah sempurna dalam perubahan bentu manusianya, dia tidak lagi meditasi! Dia lebih banyak berlatih beberapa hari ini sambil memperhatikan kemajuan pesat Li Yian.


"Dia benar-benar sangat hebat, bukan hanya memiliki rahasia mempercepat proses meditasi untuk dirinya sendiri! Namun untuk diriku juga yang termasuk ras siluman, sebenarnya dia siapa?" gumam Baba Yaga setelah jeda dari latihan dirinya sambil memandang Li Yian dari kejauhan.


Saat di pandang oleh Baba Yaga, aura yang menyelimuti diri Li Yian semakin tebal! Dia mulai terbang beberapa inci dari batu yang di duduki saat ini.


"Apa dia mau menerobos ke tingkat pendekar raja?" ucap Baba Yaga tanpa sengaja.


Kini Li Yian memang sedang memfokuskan untuk masuk ke tingkat pendekar raja, setelah melakukan latihan keras dan mengkonsumsi lebih banyak sumberdaya langka.


Sebenarnya, kemajuan tingkatan dalam dunia beladiri tidaklah bagus jika terlalu banyak mengkonsumsi sumberdaya! Namun Li Yian adalah seorang yang pernah memiliki kultivasi tinggi di luar nalar, kultivasi itu biasa bagi kebanyakan orang di alam langit yang konsepnya sama seperti di alam Daulu ini, jadi itu tidak membahayakan dirinya sama sekali.


Kini tubuh Li Yian mulai sedikit bergetar, akibat tenaga dalam yang ada di dalam tubuhnya bereaksi dengan alam luar.


Baammm..


Ledakan teredam keluar dari tubuh Li Yian saat ini, batu yang di duduki kini hancur karena tidak kuat menahan getaran akibat tenaga dalam yang di lepaskan akibat naik tingkat.


Li Yian membuka matanya, dia menghembuskan nafas perlahan beberapa kali setelah dirinya naik ke tingkat pendekar raja awal.


Dia langsung menengok ke arah Baba Yaga dan tersenyum senang! Dia belum berniat bangkit meskipun tahu bahwa Baba Yaga memperhatikan sedari tadi.


Seseorang pendekar jika menembus tingkatan pendekar raja, dia akan bisa merasakan nafas seseorang dari jarak 100 meter dari dirinya! Sehingga refleks panca indra miliknya meningkatkan tajam.


Inilah mengapa pendekar raja, di takuti oleh lawannya yang lebih lemah! Namun Li Yian memiliki tingkatan pendekar raja awal, tapi dirinya bisa sebanding dengan pendekar suci menengah sekalipun.

__ADS_1


Setelah cukup lama Li Yian masih duduk di batu yang kini sudah pecah berkeping-keping, akhirnya Baba Yaga menghampiri Li Yian.


"Saudara, Li Yian! Apa kau akan tetap menetap di sini?" Baba Yaga langsung mempertanyakan seperti itu saat dirinya sampai di hadapan Li Yian.


Li Yian membuka kelopak matanya dengan malas, karena dia masih menikmati momen ini setelah beberapa lama latihan dan meditasi terus menerus.


Karena Li Yian semakin kuat dia yakin dirinya tidak akan terus-menerus menetap di hutan kabut ilusi.


"Teman, sebenarnya aku kan pergi untuk kembali ke sekte anggrek putih, karena sudah berjanji! Tapi kapan-kapan aku akan tetap kembali ke sini." jawab Li Yian dengan ucapan yang lemes.


"Jika seperti itu, izinkan aku ikut dengan kau saudara!"


Li Yian langsung memelototkan matanya karena dia cukup kaget dengan ucapan Baba Yaga itu, karena itu hal yang mustahil menurut Li Yian.


"Teman, apa kau sungguh-sungguh akan keluar dari tempat ini?" ucap Li Yian karena masih tidak begitu percaya dengan apa yang barusan dirinya dengar.


"Ya aku sudah mempunyai tubuh manusia sempurna dan mempunyai paras tampan ini, bagaimana bisa di sia-siakan di tempat ini! Aku akan menggoda banyak wanita." Baba Yaga saat berbicara demikian di matanya penuh dengan tekad dan semangat.


Dia selama ini melakukan meditasi perubahan wujud juga karena ingin melakukan tujuan ini, bagaimana setelah selesai tidak di lakukan.


"Tenanglah saudara, sebenarnya kabut ini pelindung asli dari sekitar pegunungan dan hutan belantara ini, namun yang aku buat hanyalah ilusi di dalam kabutnya sehingga orang lebih sulit saja masuk ke dalam sini!" Baba Yaga menjeda sebentar.


"Tapi tenang saja saudara, sihir ilusi ini tidak akan terpatahkan meskipun aku pergi jauh sekalipun! Asal aku tidak kembali ke alam Tanasilam!"


Li Yian sedikit tenang, mendengar penjelasan dari temannya Baba Yaga! Bukanya dia tidak ingin ini di ketahui oleh dunia luar, namun jika di ketahui akan banyak memakan korban dan keributan lagi.


Sedangkan orang-orang yang mencari dirinya saja belum sepenuhnya mereda meskipun sudah lewat waktu dua bulan lebih.


Hanya orang-orang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang masih terus mencari dirinya, meskipun dengan cara lebih sembunyi-sembunyi.


Li Yian mengetahui ini karena dirinya beberapa kali keluar untuk mencari keperluan sehari-hari.


*


*


*

__ADS_1


Di sekte anggrek putih.


Xu Wuzao sedang gelisah menunggu Li Yian karena belum kembali sampai sekarang, dia gelisah karena sudah lewat dua bulan saat Li Yian menjanjikan akan pulang ke sekte anggrek putih.


Namun sampai sekarang belum kembali juga, ini membuat dirinya mondar-mandir di ruang kerja kepala sekte anggrek putih.


"Anak ini, bagaimana bisa menghilang seperti di telan daratan! Padahal aku sudah mengerahkan tim pengumpul informasi, masih saja nihil!" keluh Xu Wuzao.


Setelah hampir mencapai waktu dia bulan, Xu Wuzao sudah mengerahkan tim pengumpul informasi untuk mencari Li Yian namun sampai sekarang belum juga di temukan.


Sehingga membuat kegelisahan dirinya semakin besar, dia takut terjadi apa-apa dengan bocah itu.


Di tambah dirinya sudah mendaftarkan nama Li Yian ke kompetisi generasi muda di Kekaisaran Ming yang akan di adakan beberapa minggu lagi di kota Kekaisaran Ming.


Karena tidak menemukan titik terang Xu Wuzao akhirnya memilih keluar dan mengumpulkan para tetua yang bertanggung jawab atas anak-anak muda generasi sekarang.


*


Di ruang pertemuan sekte anggrek putih.


Xu Wuzao duduk di muka meja di sana sudah ada tiga tetua sekte anggrek putih yang sudah hadir dan duduk di kursi masing-masing.


Mereka adalah tetua agung, tetua balai murid dan tetua pelatihan! Mereka yang saat ini bertanggung jawab atas anak-anak muda generasi sekarang, yang akan ikut kompetisi generasi muda di kota Kekaisaran Ming.


"Apa sekarang generasi muda sekte kita kita sudah siap?" ucap Xu Wuzao dengan tatapan tajam.


Dia sangat mementingkan kompetisi ini, karena ini adalah kompetisi besar pertama bagi sekte anggrek putih selama sekte ini berdiri! Sehingga dia sangat menantikan hal baik di sini.


"Sudah kepala sekte, sudah ada 5 anak yang siap untuk ikut! Tinggal menunggu satu anak lagi yang kepala sekte Xu janjian kepada kita!" tetua agung menjawab dengan yakini.


Mendengar ini Xu Wuzao hanya bisa terdiam dengan wajah sedikit muram, karena anak yang dirinya janjikan tidak kunjung muncul.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2