Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
090 = LI YIAN MENUNJUKKAN KEKUATAN DIRINYA


__ADS_3

\=Chapter 090. LI YIAN MENUNJUKKAN KEKUATAN DIRINYA\=


\=


\=


Setelah semua terkendali, pembawa acara langsung memanggil Li Yian dan Lue Xuan untuk masuk ke dalam arena pertarungan.


Dengan segera Li Yian masuk, Lue Xuan yang tadi sempat turun kini masuk kembali karena pertaruhan dirinya akan segera di mulai.


Di tambah dirinya saat ini sangat bersemangat ingin membuat Li Yian menderita, minimal membuat Li Yian cacat fisik dan cacat mental.


Li Yian berdiri di atas arena pertarungan berhadapan dengan Lue Xuan yang sudah mencabut pedang miliknya sedari tadi.


"Li Yian, persiapkan mental dan fisik mu! Jangan kau menyerah sekarang karena sangat memalukan! Hehehe." ucap Lue Xuan dengan di akhiri tawa ejekan.


"Menyerah tidak tertulis di dalam kamus ku!" jawab Li Yian dengan entang.


"Kau memang cari mampus bocah!" ucap Lue Xuan geram, meskipun hanya berbeda beberapa tahun Lue Xuan tetap mengganggap Li Yian bocah.


Karena dia berpikir Li Yian hanya anak baru kemarin sore di dunia beladiri Kekaisaran Ming.


*


*


*


Di area penonton sebelum Li Yian dan Lue Xuan naik arena pertarungan, Baba Yaga langsung sibuk lari ke tempat taruhan dadakan untuk pertarungan kali ini.


Karena di sana cukup ramai Baba Yaga hanya bisa ikut mengantri dengan teratur, dia sambil berdiri mendengarkan percakapan orang-orang di sana.


"Hei, apa kau lihat tadi? Tuan muda Lue Xuan mengalahkan Cu Qing Fei dengan satu serangan mutlak! Untuk pertarungan sekarang, aku bertaruh untuknya lagi!" ucap salah satu orang yang ingin bertaruh.


"Ya aku juga setuju terhadap pemikiran mu! Lue Xuan pasti menang." ucap seseorang yang ada di dekatnya.


Baba Yaga hanya menahan tawa di benaknya, dia sangat yakin dengan Li Yian! Karena Baba Yaga tahu kehebatan Li Yian seperti apa.


Jangankan jenius muda sekte besar yang seperti itu, jika Li Yian melawan kepala sekte dari salah satu sekte besar, Baba Yaga dengan sangat yakin berani menjamin Li Yian akan menang.


"Dasar orang-orang bodoh, aku akan bertaruh seluruh uang yang aku miliki! Setelah ini semua selesai, aku akan mempunyai banyak koin emas! He-he-he." ucap Baba Yaga di benaknya.


Baba Yaga sambil membayangkan akan tidur bersama dengan banyak wanita cantik, sampai tidak sengaja air liurnya tumpah.


"Hei kau, jorok sekali itu air liur kau menetes keluar!" bentak salah seorang yang ada di depannya.


Orang itu pas sedang menengok ke belakang dan melihat Baba Yaga sedang ileran, sehingga dia langsung menegurnya.

__ADS_1


"Ahh, maaf aku terlalu senang membayangkan mempunyai banyak koin emas!" ucap Baba Yaga mengelak, dia langsung membersihkan lelehan dari air liurnya dengan lengan bajunya.


"Kau membayangkan punya banyak koin emas, dengan cara apa?" ucap orang itu penasaran.


"Ya apa lagi, kalu bukan dengan cara bertaruh ini!" ucap Baba Yaga menjelaskan.


"Kau akan bertaruh untuk siapa? Sepertinya sangat optimis menang!"


Orang itu sangat penasaran dengan tebakan Baba Yaga, karena dari raut mukanya sangat tenang dan meyakinkan! Bahkan membayangkannya saja sampai menjiwai hingga mengalami ileran yang berlebihan.


"Tentu saja Li Yian!" ucap Baba Yaga tegas.


"Cih, yang benar saja! Kau idiot yah!" ejek orang itu.


Namun Baba Yaga mengangkat tangan untuk menandai stop berbicara lagi, karena dia tidak ingin obrolan itu di lanjutkan.


"Cukup, jika kau tak percaya dengan diriku jangan menyesal nantinya!"


Baba Yaga langsung memperingati.


Orang itu tidak semangat lagi berbicara dengan Baba Yaga, akhirnya mereka mengantri dengan tenang.


*


*


*


Wasit pertarungan, sudah memberikan tanda mulai kepada Lue Xuan dan Li Yian.


Kini tatapan membunuh Lue Xuan sangat terlihat, Li Yian tahu bahwa bocah di depannya tidak suka dengan dirinya! Entah alasan apa namun Li Yian dapat merasakan kebencian yang mendalam.


Sebagai mantan dewa, yang sudah berkeliling alam untuk bertarung dengan kejahatan! Li Yian dapat dengan mudah merasakan niat membunuh seseorang ataupun siluman.


Sehingga dia sangat bisa merasakan niat membunuh Lue Xuan saat ini.


Li Yian, mengeluarkan pedang panjang dari sarungnya yang sudah sedari tadi tergantung di pinggangnya! Pedang itu Li Yian ambil dari cincin samudra saat sedang duduk di kursi tunggu peserta.


Sedangkan Lue Xuan sudah menghunuskan pedangnya sejak awal wasit pertarungan mengumumkan mulai bertarung.


"Akan ku selesaikan dengan cepat pertarungan ini, bersiaplah Li Yian!" bentak Lue Xuan dengan sangat marah.


Melihat aura dari Lue Xuan yang langsung memuncak di puncak kekuatan dirinya, para penonton langsung bersorak gembira.


"Tamat sudah riwayat Li Yian! Dia salah mendapatkan lawan!" ucap penonton itu dengan ejek dan senyum di wajahnya.


Karena jika Lue Xuan menang, dia akan menang banyak juga! Sehingga mendukung penuh pertarungan Lue Xuan kali ini.

__ADS_1


Teman di sebelahnya cukup mendukung juga, dia sangat setuju bahwa Lue Xuan merupakan jenius muda no satu di Kekaisaran Ming.


Di arena pertarungan Li Yian yang mendengar ucapan Lue Xuan hanya bisa membalas dengan ucapan tajam kembali.


"Kau yang harus bersiap Lue Xuan!" jawab Li Yian memegang pedangnya dengan satu tangan saja.


Dia ingin memberikan peringatan terhadap Lue Xuan, agar jangan bersikap sombong di hadapan dirinya saat ini.


Lue Xuan langsung mengalirkan semua tenaga dalam miliknya ke dalam pedang yang di pegang oleh dia tangannya, dia langsung lari dengan kecepatan tinggi.


Saat tinggal beberapa langkah dari Li Yian, Lue Xuan langsung melompat dengan mengacungkan pedangnya tinggi-tinggi di udara.


"Jurus tebasan dewa kematian membelah benua!" ucap Lue Xuan.


Juru itu adalah jurus tertinggi dari tiga gerakan tebasan dewa milik sekte pedang emas! Yang menguasai dan mempelajari adalah kepala sekte, para tetau dan jenius dari sektenya.


Ini menandakan jurus tebasan dewa kematian membelah benua adalah tingkatan paling tinggi.


"Jurus yang lumayan, tapi di hadapan ku! Itu hanya jurus pemotong timun!" ucap Li Yian dengan suara lirih.


Li Yian mengalirkan sedikit tenaga dalam miliknya ke dalam pedang yang di pegang di tangan kanannya! Dengan gerakan cepat dia membendung serangan milik Lue Xuan.


Tring..!


Wosss..!


Suara pedang beradu di udara, gelombang angin cukup besar tercipta akibat bentrokan itu!.


"Apa di tangkis?" ucap Lue Xuan sangat kaget.


Hingga dia tidak fokus dan tetap mengambang di udara karena tekanan udara di sana, setelah itu Li Yian menggeser pedangnya ke arah bawah dengan cepat.


Dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat mata biasa, Li Yian langsung menendang lengan kiri dari Lue Xuan dengan kekuatan fisiknya.


Cukup tadi saja Li Yian menujukan kekuatan dirinya, karena serangan Lue Xuan barusan bukan main-main.


Kraakk..!


Bruuk..!


"Aaakkkhh..!" jerit Lue Xuan akibat tendangan Li Yian yang mengenai tangan kirinya hingga patah.


Dia langsung ambruk di tengah-tengah arena pertarungan, hingga melepaskan pedangnya dan memegangi lengan kirinya dengan tangan kana begitu erat.


"Sudah ku bilang, kau yang harus bersiap Lue Xuan!" ejek Li Yian di hadapan Lue Xuan sambil tersenyum.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2