Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
197 = BERBURU


__ADS_3

\=Chapter 197. BERBURU\=


\=


\=


Xu Wuzao langsung memotong ucapan dari salah satu murid elit sekte anggrek putih, dia memotong ucapan menggunakan lambaian tangan mengarah ke murid elit itu.


Setelah ucapan dari murid elit sekte anggrek putih berhenti, Xu Wuzao langsung angkat bicara.


"Tidak, kalian tetap di sini! Karena di luar sangat berbahaya untuk kondisi kalian saat ini, aku merasakan sedikit kehadiran mereka di sekitar hutan ini! Setelah makan barulah kita mulai pertarungan dengan keluarga Wei!" ucap Xu Wuzao kepala mereka semua.


Xu Wuzao mengedarkan pandangan dirinya, dia seperti meminta persetujuan dari mereka. Padahal meskipun tidak meminta persetujuan mereka akan mengikuti perkataan dirinya dengan mutlak.


"Baiklah, kepala sekte Xu! Kami akan menunggu dan siap bertarung setelah pulih." jawab salah satu dari mereka.


Sedangkan yang lainnya menganggukkan kepalanya menyetujui usul rekan mereka, karena menurutnya memang seperti itu yang harus di lakukan.


Mereka juga ingin membalas perlakuan keluarga Wei terhadap diri mereka yang sudah memberikan racun pelumpuh dan berniat membunuhnya.


Sehingga mereka sangat semangat untuk balas dendam, bahkan jika mereka mati di dalam pertarungan, itu lebih baik daripada di bunuh dengan cara licik seperti upaya sebelumnya.


Xu Wuzao langsung keluar dari gua kecil itu, di keluar dengan mengendap-endap bukan dirinya takut melainkan tidak ingin gua itu ketahuan oleh keluarga Wei terlebih dahulu.


Setelah keluar mengendap-endap dari gua kecil yang di tinggali semalaman, Xu Wuzao langsung melesat ke atas pohon yang cukup besar.


Wosss..!


Tap..tap..!


"Hemmm, ternyata mereka menyebar orang sangat banyak di hutan ini! Sepertinya aku tidak akan mudah lolos dari mereka semua." keluh Xu Wuzao.


Dia merasakan ada banyak orang di tengah hutan itu, Xu Wuzao merasakan dengan persepsi dirinya yang mulia meningkat, setelah menggunakan Energi Qi, sehingga bisa lebih jauh areanya.


Xu Wuzao melihat ke segala arah. "Ada banyak hewan buruan di sini, namun bagaimana caranya aku mengolah dagingnya nanti!" gumam Xu Wuzao.


Tap..Tap..Tap..!


Dengan gerakan ringan dan halus, tidak banyak menimbulkan suara Xu Wuzao langsung melompati beberapa pohon di depannya.


"Saatnya berburu!" ucap Xu Wuzao.


Dia melihat rusak hutan yang sedang memakan dedaunan yang ada di hutan itu, setelah berlari cukup jauh dari gua kecil.


Wooooosss..!


Braaak..!


Xu Wuzao langsung melompat turun dan memukul leher rusa hutan, dalam satu kali pukulan rusa itu langsung ambruk dan kejang-kejang.


Karena tidak ingin menimbulkan suara, Xu Wuzao langsung menggorok leher rusa itu dengan satu tebasan kecil.

__ADS_1


Meskipun hanya tebasan kecil, bahkan seperti tidak menggunakan tenaga! Namun tebasan itu hampir membuat leher rusa kecil itu hampir putus.


Dengan cepat Xu Wuzao langsung membawa rusak kecil yang sudah mati! Dia lari menuju ke arah luar hutan kecil yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei.


Dia sengaja menjauh untuk mengecoh keberadaan gua yang di tempati murid elit sekte anggrek putih terhadap orang-orang yang mengejar mereka.


Xu Wuzao berencana membakar rusa kecil hasil buruan dirinya di pinggiran huta, agar asap yang keluar dari perapian nantinya memberikan petunjuk bahwa mereka ada di sana.


*


*


*


Kelompok tetua kelima keluarga Wei yang sudah mengejar Xu Wuzao dan yang lainya lebih dulu kini setelah menjelang pagi mereka melihat asap yang membumbung tinggi dari kejauhan.


"Tetua kelima, lihat di arah luar hutan kecil itu ada asap yang membumbung tinggi!" ucap salah satu anggota kelompok tetua kelima, karena posisi mereka cukup dekat akhirnya dapat melihat dengan jelas.


Karena di tunjukkan oleh anggotanya, tetua kelima segera melihat ke arah yang di tunjuk dengan cepat.


"Kau benar, cepat datangi tempat itu!" ucap tetua kelima, kepada para anggotanya.


"Baik tetua kelima!"


Setelah menjawab, mereka langsung bergegas menuju ke tempat yang menimbulkan asap cukup banyak, asap itu terlihat setelah embun pagi sudah cukup banyak menghilang, di pagi hari ini.


Wooss..!


Orang-orang mereka di bagi menjadi tiga tim, mereka berpencar mencari keberadaan Xu Wuzao! Karena perintah dari kepala keluarga Wei.


Mereka terus berlari menuju ke tempat sumbernya asap yang terlihat, karena mereka semua dapat melihat dengan jelas sehingga cukup mudah dan cepat menuju ke tempat itu.


Setelah sampai di sumber asap, mereka tidak menemukan apa-apa! Hanya sisa-sisa kayu yang masih membara.


Mereka semua langsung waspada merasakan pergerakan sekitar, untuk melihat di mana persembunyian mereka saat ini.


Setelah cukup lama mereka mencari-cari mereka tidak menemukan petunjuk sama sekali! Dengan sangat marah tetua kelima langsung menendang api unggun yang masih membara di sana.


Braaakk..!


Kayu yang masih membara langsung hancur berterbangan ke depan, saking marahnya tetua kelima tendangan itu dapat menghancurkan pohon yang sangat besar.


"Cepat cari mereka, kita berpencar sekarang!" titah tetua kelima kepada anggotanya.


"Baik tetua kelima!" jawab mereka.


Akhirnya mereka semua langsung menyebar dengan cepat ke segala arah! Untuk mencari keberadaan Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.


*


Di tempat lain, Xu Wuzao yang sudah berhasil memanggang rusak kecil langsung kembali ke dalam gua yang di tempati oleh empat murid elit sekte anggrek putih.

__ADS_1


Namun sebelum memasuki gua itu, Xu Wuzao merasakan bahwa kelompok tetua kelima berpencar.


Xu Wuzao langsung tersenyum, karena ini adalah kesempatan untuk membasmi mereka, karena jika berkelompok akan lebih memberatkan dirinya! Meskipun yakin Xu Wuzao akan menang, namun dia belum mau menimbulkan kerusuhan besar.


Xu Wuzao langsung mempercepat larinya di tambah dengan menghilangkan hawa keberadaan miliknya, dia langsung masuk ke dalam gua itu.


*


Di dalam gua kecil.


Empat murid elit sekte anggrek, melihat Xu Wuzao masuk dengan cepat cukup terkaget-kaget, karena mengira musuh akan menyerang mereka.


"Kepala sekte Xu, apa mereka menemukan keberadaan kita?" salah satu dari mereka langsung bertanya.


Namun Xu Wuzao tidak menjawab pertanyaan mereka malah dia langsung memerintahkan kepada mereka untuk segera makan dengan cepat.


"Makanlah ini dengan cepat, setelah itu kita mulai pertarungan ini!"


"Kepala sekte Xu, apa kita dalam bahaya?" murid elit sekte anggrek putih lainnya beratnya ingin tahu.


"Jangan banyak bertanya yang tidak penting, cepat makan saja ini! Setelah selesai makan, segera temui aku di luar yang tidak jauh dari gua kecil ini!" Xu Wuzao meletakkan rusa panggang di hadapan empat murid sekte anggrek putih.


Lalu dia keluar kembali dengan cepat, dia menuju ke tempat di mana dia memanggang rusa kecil tadi.


Hanya dalam beberapa tarik nafas, Xu Wuzao langsung merasakan ada seseorang yang mendekati dirinya.


Dia langsung bersembunyi di cabang pohon yang cukup lebat daunnya, dia melihat ke depan di sana ada seseorang yang berlari menuju ke arahnya.


"Hemmm, korban pertama ku telah datang!" gumam Xu Wuzao.


Dia langsung mengeluarkan pedangnya, dari sarungnya! Xu Wuzao memegang pedang itu di tangan kanannya.


Wooooosss..!


Triinng..!


Slaazz..!


"Aaakkkhh..!" keluh korban pertama Xu Wuzao di hari ini.


Xu Wuzao bergerak dengan sangat cepat, dia menebas dengan cepat, namun karena dirinya bergerak dari cabang pohon yang rimbun sehingga menimbulkan suara.


Akibat suar itu, orang dari keluarga Wei bisa mendengar dan menangkis dengan cepat tebasan Xu Wuzao, namum tebasan ke dua kalinya dia tidak bisa menangkis maupun menghindari.


Sehingga leher miliknya harus rela di tebas Xu Wuzao, hingga hampir putus dan akhirnya mati.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2