
\=Chapter 211. KEDATANGAN TAMU\=
\=
\=
Li Yian dan dua gadis primadona sekte anggrek putih sedang duduk kursi dengan satu meja, mereka bertiga makan bersama dan mengobrol ringan.
Semenjak Li Yian berjalan di lorong penghubung antara bangunan untuk menuju ke tempat makan, Li Yian sudah di perhatikan oleh anak murid lainnya.
Dari sorot mata mereka, mereka semua menanamkan iri hati yang sangat besar! Karena setiap hari memandang dan mengagumi dua wanita tercantik di sekte anggrek putih.
Malah Li Yian yang tidak pernah muncul, bisa enak-enak berduaan dan terlihat begitu akrab dan intim dengan mereka.
Namun mereka semua ingin menegur, tapi tidak memiliki keberanian sama sekali, karena siapa mereka dan siapa Li Yian. Sehingga hanya bisa mengerut dalam benaknya dan mengutuk dalam hati masing-masing.
"Oh, ternyata kalian satu kelas di sekte anggrek putih ini?" ucap Li Yian.
Dia menanggapi cerita dari mereka berdua yang sudah seperti bangunan panjang kali lebar kali tinggi, karena ingin menghargai keduanya Li Yian mendengarkan dan memberikan tanggapan.
Namun respon keduanya berbeda, di pikirkan Rhuo Ning bawah Li Yian mungkin sudah sedikit menyukai dirinya, karena di tandai dia bilang dirinya sudah tumbuh besar dan menjadi gadis cantik.
Sedangkan, Shu Siie mulai tertarik dengan Li Yian! Di pertemuan ini dia menilai Li Yian tidak buruk, pantas saja paman dan ayahnya cukup senang dan begitu tertarik dengan Li Yian.
Karena pikir Shu Siie, anak jenius yang bisa memenangkan kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming, pastilah anak yang sombong dan senang membanggakan dirinya maupun keluarganya.
Namun Shu Siie tidak melihat itu di diri Li Yian, sehingga mulai timbul ketertarikan terhadap Li Yian.
"Benar kakak! Shu Siie adalah siswa pindahan! Entahlah mungkin di sekte ini lebih bagus, karena itu rekomendasi dari ayahnya dan pamannya!" ucap Rhuo Ning.
"Benar kah, wah apa sekte anggrek putih sehebat itu? Bisa membuat keluarga Shu tertarik." jawab Li Yian.
"Entah lah, aku juga tidak tahu! Tapi setelah belajar di sekte anggrek putih ini, memang di sini bener-benar tertib dan begitu mendidik." ucap Shu Siie dengan senyum cerah di parasnya.
Senyum cerah itu menular ke Rhuo Ning, sehingga dua keindahan yang biasa di puja-puji oleh beberapa anak murid laki-laki tersenyum bersama.
Jika saja di hadapan mereka bukan Li Yian, mungkin mereka sudah meleleh menjadi cairan hina kembali.
Namun sayangnya itu Li Yian, yang sudah hidup ratusan tahun di alam langit tanpa memikirkan asmara sedikit pun. Sehingga di hadapan Li Yian itu terlihat seperti biasa saja.
"Sudah hampir malam hari, sebaiknya kalian kembalilah ke kamar kalian! Aku juga butuh istirahat karena melakukan perjalanan jauh." ucap Li Yian.
Dia langsung memutuskan demikian, karena sudah tidak ada hal yang perlu di obrolkan lagi dengan mereka berdua.
__ADS_1
Di tambah dirinya ingin segera berkultivasi kembali, karena tujuan dirinya belum ada kemajuan sama sekali! Bahkan terakhir hanya menembus lapisan dimensi pertama saja.
"Baiklah kakak Li, terimakasih sudah menemani kami!" jawab Rhuo Ning.
Begitu juga Shu Siie mengucapkan hal yang sama, lalu mereka berdua memberikan hormat yang sering di gunakan di sekte anggrek putih untuk sesama murid.
Li Yian langsung membalasnya, lalu memilih untuk berpamitan terlebih dahulu.
"Aku pergi terlebih dahulu ya, kalian berdua belajarlah dengan giat!" ucap Li Yian sebelum pergi.
Lalu langsung berlalu tanpa menunggu jawaban mereka berdua, namun mereka tetap menjawabnya setelah Li Yian berlalu.
Bahkan jawaban mereka disertai senyuman manis mereka masing-masing, setelah Li Yian pergi mereka berdua juga langsung pergi dan menuju ke asrama wanita.
*
*
*
Hari sudah pagi menjelang siang hari.
Li Yian masih saja bermeditasi, dirinya menyerap Energi Qi cukup banyak dengan di bantu menggunakan aray peningkat Energi Qi di kamar itu.
Saat masih bermeditasi, Li Yian di kagetkan oh ketukan pintu dari luar dan ucapan Xu Wuzao dari luar.
"Nak Li Yian, keluarlah ada hal yang sangat penting!" ucap Xu Wuzao.
Dirinya menemui Li Yian, karena sekte anggrek putih kedatangan tamu dari Kekaisaran Tang, mereka dari kelompok informasi bayaran yang di utus oleh Bao An unt mengambil herbal yang sudah di janjikan oleh Li Yian sebelumnya.
Karena Li Yian ada di sekte, sehingga Xu Wuzao lebih memilih menyerahkan masalah ini kepada Li Yian langsung, meskipun dirinya sudah di titipi oleh Li Yian sebelumnya.
"Ya, aku akan segera keluar!" ucap Li Yian dari dalam kamar.
Setelah ucapan Li Yian, selesai tidak menunggu waktu lama Li Yian segera keluar dari kamar miliknya sejak dulu.
"Apa kau masih tidur di waktu hampir menjelang siang seperti ini?" ucap Xu Wuzao.
Karena melihat Li Yian seperti bangun tidur! Padahal Li Yian sangat frustasi karena Energi Qi sudah sangat kecil baginya di alam ini.
"Salam hormat kepala sekte Xu!"
"Tidak-tidak, aku hanya banyak pikiran saja kepal sekte Xu!" jawab Li Yian, dia bersikap demikian karena ada orang cukup banyak yang melihat dirinya.
__ADS_1
"Ada keperluan apa, sampai menemui ku seperti ini? Seharusnya aku yang menemui anda kepala sekte Xu!" lanjut Li Yian berucap.
"Tidak perlu di pikirkan, sekte kita kedatangan tamu dari Kekaisaran Tang! Mereka berucap bahwa mereka utusan dari tuan Bao An." ucap Xu Wuzao.
"Mereka yah!" jawab Li Yian.
"Sebaiknya, kita segera ke tempat pertemuan untuk segera menemui mereka!" usul Xu Wuzao.
"Baik, mari kita ke sana." Li Yian menyetujui usul itu.
Akhirnya Xu Wuzao langsung memimpin jalan menuju ke tempat pertemuan, di mana utusan dari kelompok informasi bayaran berada.
Orang-orang yang tadi ikut bersama Xu Wuzao, langsung mengikuti mereka dengan cepat! Sedangkan anak murid yang menonton dari kejauhan langsung bubar lalu melakukan keperluan mereka masing-masing.
*
Li Yian dan Xu Wuzao sampai di tempat yang di tuju, namun Li Yian melarang Xu Wuzao untuk membawa orang lain untuk masuk ke dalam, selain mereka berdua untuk menemui utusan dari kelompok informasi bayaran.
Setelah Li Yian membuka pintu dan masuk, dari dalam dua orang yang duduk langsung bangun dan menyapanya.
"Salam hormat untuk, tuan Li Yian!" ucap Yin Shen dan Qin Ling Su.
Mereka langsung membungkuk hormat di hadapan Li Yian, karena ketua mereka sudah memandang setara untuk Li Yian, bahkan melebih-lebihkan Li Yian lebih tinggi dari Bao An.
Sehingga mereka juga sangat menghormati Li Yian, di tambah mereka juga pernah bertemu dengan Li Yian sebelum.
Setelah perubahan sikap seperti itu, membuat Li Yian risih.
"Kalian, bersikap lah seperti biasa saja!" ucap Li Yian sambil tersenyum.
"Tidak bisa tuan Li Yian! Karena anda lebih tinggi dari kami!" ucap Yin Shen.
"Tidak-tidak, kalian adalah rekan! Silakan duduk kembali." Li Yian langsung menyangkalnya.
"Baiklah, terimakasih tuan Li Yian!" jawab keduanya lalu duduk kembali di kursi yang tersedia di ruangan itu
Sedangkan Xu Wuzao hanya bisa terlihat tidak percaya, karena saat bertemu dengan dirinya pertama kali kedua orang itu tidak menunjukkan sikap yang begitu hormat, hanya sekedar basa basi saja.
\=
\=
...
__ADS_1