Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
161 = MENEROBOS TINGKAT PENDEKAR SUCI


__ADS_3

\=Chapter 161. MENEROBOS TINGKAT PENDEKAR SUCI\=


\=


\=


Ruangan depan penginapan masih sangat sunyi setelah pertarungan Li Yian dan Baba Yaga melawan kelompok Sabit Tunggal. Penjaga keamanan penginapan, pelayan penginapan dan orang-orang yang ada di sana masih terdiam karena kejadian barusan itu.


"Hai, kata pendekar muda tadi mereka adalah rampok! Apa kau mendengarnya tadi?" tanya salah satu penjaga penginapan terhadap rekannya.


"Ya aku dengar barusan, cepat tahan dia sebelumnya dia bangun kembali, kita yang akan repot!" jawab temanya itu.


Mereka melakukan dengan cepat, sedangkan sisa orang lainnya membersihkan mayat yang ada di sana, lalu membersihkan lantai yang terkena cipratan darah dengan cepat.


Li Yian dan Baba Yaga kini sudah makan di tempat makan yang ada di penginapan itu, di meja makan yang di hadapi Baba Yaga dan Li Yian kini sangat penuh dengan makanan.


Li Yian hanya memakan sedikit saja, sedangkan Baba Yaga memakan seperti sedang di kejar sesuatu yang berbahaya.


"Hai saudara Li, kenapa kau tak makam banyak? Ini sangat enak, atau mungkin perut ku yang terlalu kosong?" tanya Baba Yaga di sela-sela mengunyah makanan.


Sedangkan Li Yian, dengan tenang memakan makanan di mangkuknya dia tidak terganggu oleh ucapan Baba Yaga atau suara berisik yang di sebabkan cara makan Baba Yaga itu.


Setelah selesai makan di mangkuknya, Li Yian langsung berdiri.


"Teman, aku pergi ke kamar duluan. Kau gunakan kamar satunya!" ucap Li Yian, dia melemparkan kunci kamar yang satunya kepada Baba Yaga.


"Ya baiklah, aku sepertinya masih akan nambah untuk makan malam kali kini!" jawab Baba Yaga.


"Terserah kau saja, aku pergi dulu!" jawab Li Yian tidak memikirkan sama sekali.


Belum juga di jawa oleh Baba Yaga, Li Yian langsung pergi dari meja makan itu! Dia segera pergi menuju ke kamar yang sudah di pesan sebelumnya.


Saat sudah sampai di depan kamar VIP itu, Li Yian langsung membukanya! Dia hanya melihat sekeliling lalu duduk dengan tenang di atas kasur besar.


"Hemm, meskipun ini kamar VIP tapi kamar di sini sedikit lebih kecil dari kamar VIP penginapan biasanya di kota besar!" ucap Li Yian.


Dia lalu mengambil posisi duduk bersila, setelah itu dia langsung mengambil nafas panjang.


"Huuufff..!" Li Yian melepaskan nafas panjang itu dengan lega.


"Baiklah saatnya, aku menyerap Energi Qi lebih banyak!" ucap Li Yian.

__ADS_1


Li Yian langsung bermeditasi dengan tenang di dalam kamar itu.


*


*


*


Baba Yaga masih makan di tempat makan yang di sediakan penginapan, orang-orang masih terus melihat ke arah Baba Yaga dengan keheranan.


Karena mereka tahu bahwa Baba Yaga yang tadi terlibat bentrokan dengan beberapa orang di ruang depan penginapan itu.


"Hai, apa kau tidak janggal dengan nafsu makan pemuda itu? Aku sering melihat orang hebat tapi tidak serakus dia makannya!" ucap pegawai penginapan yang sudah dua kali membawa makanan ke meja Baba Yaga.


"Entahlah, mungkin dia sudah tidak makan selama 1 bulan!" jawab rekannya asal saja apa yang di pikirkan saat ini.


"Bisa jadi, tapi apa kau tidak heran! Temannya yang datang bersamanya makan hanya semangkuk nasi saja dan sedikit lauk! Seharusnya jika sudah 1 bulan tidak makan, temannya juga harus banyak juga makanya!" ucap orang yang pertama bertanya.


"Entahlah, aku tidak tahu pemikiran orang-orang dunia persilatan!" jawab rekannya.


Dia menjawab seperti itu karena para pendekar sangat aneh dalam bertingkah laku menurut dirinya, ada yang seperti orang gila! Ada yang hanya minum arak saja ada yang jarang sekali tidur dan yang paling parah ada yang doyan wanita.


"Ahhhh, kenyang juga aku akhirnya!" ucap Baba Yaga dengan mengelus perutnya yang sudah membuncit besar.


Dia bersandar sebentar di kursi yang di duduki, lalu memejamkan mata dengan nikmatnya.


"Saatnya aku tidur! Sudah beberapa hari aku belum tidur." gumam Baba Yaga dia masih terus memejamkan matanya.


Akhirnya setelah puas duduk, Baba Yaga pergi dari tempat makan itu! Dia langsung menuju kamar yang tertera di kunci yang sekarang sedang di pegang.


"Di mana ini kamar bunga nomor 2?" Baba Yaga masih terus mencari di setiap lorong kamar.


"Maaf nona, kamar bunga nomor 2 di mana itu?" tanya Baba Yaga kepada pelayan yang sedang berpapasan dengannya.


"Tuan lurus saja dari sini, di ujung sana ada belokan tuan belok ke kanan! Kamarnya ada di sana tuan!" jawab pelayan itu dengan sopan.


"Baiklah, terimakasih!" jawab Baba Yaga.


Dia berjalan sedikit limbung karena sudah mengantuk akibat kekenyangan setelah makan cukup banyak.


Setelah sampai melihat kamar bunga nomor 2, Baba Yaga langsung membukanya dan masuk! Melihat kasus yang bersih dan nyaman Baba Yaga langsung ambruk di kasur dan langsung tertidur pulas dengan dengkuran keras.

__ADS_1


*


*


*


Saat menjelang pagi hari, matahari hampir terbit.


Tubuh Li Yian sedikit mengeluarkan aura yang kuat, tubuh Li Yian terangkat sedikit ke atas! Kini dia melayang beberapa inci di atas kasur yang di duduki semalaman.


Mata Li Yian masih terpejam, Li Yian seperti tidak bernafas dirinya seakan melebur dengan alam sekitar.


Semakin lama Li Yian bermeditasi, tubuhnya menyerap Energi Qi semakin banyak, bahkan jangkauan penyerapan sangat luas! Karena Energi Qi di alam Daulu masih sangat sedikit dan para pendekar belum bisa merasakan itu, sehingga orang-orang yang sudah beraktivitas maupun masih tidur merasakan seperti terpaan aura yang dingin menusuk ke kulit, akibat Energi Qi di sana bergerak sangat cepat karena di serap Li Yian.


Seketika pusaran aura di sekitar tubuh Li Yian meningkatkan sangat tinggi, aura itu dengan kecepatan yang tinggi masuk ke tubuh Li Yian.


Baaammm..!


Ledakan dari tubuh Li Yian terjadi, Li Yian langsung membuka matanya dia melotot dengan tajam. Mata itu seperti hendak keluar dari rongganya.


Setelah itu Li Yian sadar. "Huff..! Sensasi ini sudah lama sekali aku tidak merasakannya!" gumam Li Yian, setelah dirinya stabil.


Tubuh Li Yian kali ini sangat bersih tidak mengeluarkan darah maupun kotoran! Bahkan kamar itu masih tetap rapai seperti semula.


"Aku sudah menyerap banyak Energi Qi kali ini! Sehingga aku bisa bertarung sesuka hati menggunakan Energi Qi." ucap Li Yian setelah merasakan bahwa aliran Energi Qi di tubuhnya begitu melimpah.


Li Yian, keheranan setelah merasakan ini! Karena pelatihan dirinya meningkat tajam sampai tingkat pendekar suci tahap puncak.


"Bagaimana bisa, apa tenaga dalam dan Energi Qi sebenarnya unsur yang sama?" ucap Li Yian sambil berpikir kemungkinan besarnya.


Lalu dia mencoba mengingat kembali, apa yang tertulis di teknik peninggalan ayahnya saat kehidupan pertama.


Setelah mengingat kembali, dia langsung tersenyum. "Jadi seperti itu, ternyata itu adalah unsur yang sama! Hanya saja tenaga dalam sangat rendah tingkatannya."


Li Yian merasakan sangat segar pagi ini, setelah itu dia keluar dari kamar penginapan itu.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2