Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
137 = SALAH PAHAM


__ADS_3

\=Chapter 137. SALAH PAHAM\=


\=


\=


Matahari bersinar semakin meninggi, kini di jalan Gope sangat ramai oleh pengunjung! Karena mereka sudah mendengar tentang penyerangan kelompok Sabit Tunggal. Terhadap keluarga Bao.


Mereka langsung menyebarkan berita, bahwa kelompok Sabit Tunggal yang berkhianat terhadap keluarga Bao, karena penyerangan hari ini.


Berita itu terus menyebar ke segala penjuru kota bagian utara, namun kematian tetua pertama dan kritisnya tetua kedua belum di dengar oleh orang luar, karena cukup berbahaya untuk keluar Bao kedepannya.


Sehingga kabar mereka masih baru di ketahui oleh orang-orang dari keluarga Bao saja.


Bao Lu yang yang malam itu tinggal di pelelangan bulan sabit, tidak terlibat pertempuran berdarah! Sehingga setelah mendapatkan kabar duka ini, dia langsung bergegas menuju ke kediaman inti Keluarga Bao.


Meskipun di luar sangat ramai di kediaman keluarga Bao justru sangat sepi, karena banyak orang yang terluka cukup parah. Sehingga mereka sedang menjalani perawatan.


Bao Lu sedang duduk di kursi dekat dengan tempat pembaringan, di sana ada Bao Lung yang sedang dalam kondisi kritis. Dia duduk termenung memandangi kakaknya.


"Bagaimana ini bisa terjadi dengan keluarga Bao kita?" ucap Bao Lung, seakan bertanya kepada kakaknya.


"Apa ini pekerjaan orang itu? Jika benar! Lebih baik aku mati bersama anggota keluarga Bao lainnya. Aku tidak bisa menjadi pemimpin keluarga jika kerabat yang lain mati terbunuh seperti ini!"


"Ternyata dua orang itu anggota kelompok Sabit Tunggal."


Bao Lu salah paham, dia mengaitkan Li Yian dan Baba Yaga termasuk orang-orang dari kelompok Sabit Tunggal.


Bahkan dia sangat terpukul mendengar kejadian ini, apalagi saat dia melihat kakaknya sangat mengenaskan! Dia langsung memegangi dada kirinya tepat berada di jantungnya.


Bao Lu langsung meremas dada itu dengan sangat kuat, lalu meneteskan air mata.


"Kenapa aku harus takut dengan racun itu, jika kerabat lainnya tidak takut mati di medan perang?"


Semakin banyak berpikir, semakin dia begitu dilema, akhirnya dia langsung memutuskan tekadnya.


"Persetan dengan menjadi pemimpin keluarga, akan ku bunuh bajingan itu diam-diam!"


Setelah itu dia keluar dari ruangan pengobatan, karena akan menyusun rencana yang tepat untuk membunuh Li Yian dan Baba Yaga, yang di kira Bao Lu mereka dalang yang melakukan penyerangan malam lalu.


*


*


*


Li Yian langsung terbangun dari tidurnya di balkon penginapan yang di sewa dirinya.

__ADS_1


Dia terbangun karena sinar matahari yang sudah memantulkan sinarnya, karena sinar matahari pagi langsung mengenai wajahnya sehingga Li Yian langsung terbangun.


"Aku sampai ketiduran!" keluh Li Yian.


Dia langsung menegakan posisi duduknya, lalu sedikit merenggangkan otot-otot kembali.


"Cukup lama juga aku tertidur!" ucap Li Yian sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


Setelah cukup puas melihat-lihat, Li Yian masuk ke dalam kamar yang di gunakan untuk meditasi semalam, saat melihat dinding yang retak sangat parah seperti itu dia jadi merasa bersalah.


"Retakan seperti ini saat sedang bermeditasi mungkin di alam ini sangat mengerikan! Namun jika di alam langit, terlihat seperti ulah para sampah!" gumam Li Yian.


Dia membereskan yang masih cukup berantakan, setelah selesai Li Yian pergi keluar untuk mencari makan.


Saat keluar untuk makan Li Yian langsung ingat Baba Yaga yang selalu mengutamakan makan, ada perasaan ingin mencari di mana Baba Yaga berada saat ini. Namun setelah dia mengingat kembali bahwa Baba Yaga sebenarnya sangat mengerti situasi, akhirnya lebih memilih makan sendiri.


Penginapan itu di bagi menjadi beberapa blok, karena memiliki lahan yang luas dan udara yang sejuk membuat penginapan itu cukup di minati.


Setiap blok terdapat dua kamar untuk di sewakan, namun penginya itu memiliki puluhan blok, dan bangunan utama di jadikan untuk rumah makan dan tempat pelayanan.


Kini Li Yian berjalan melewati lorong yang menghubungkan antar blok untuk menuju ke bangunan utama.


"Sebenarnya penginapan seperti ini cukup merepotkan, tapi setelah tinggal di sini aku menjadi ingat sekte anggrek putih!" gumam Li Yian sambil berjalan.


Tak terasa dia sudah sampai di bangunan utama, akhirnya dia langsung menuju ke rumah makannya yang tersedia dan segera memesan makanan.


Rumah makan itu cukup ramai, Li Yian duduk di pojok ruangan! Dia ingin mencari ketenangan. Tidak lama kemudian pesanan dirinya datang.


"Aku tidak menyangka, di alam ini setelah kekuatan ku naik tahap porsi makan ku lebih banyak!" ucap Li Yian di benaknya.


Acara makan Li Yian selesai dengan cepat, dia lalu segera membayar! Setelah selesai Li Yian memilih untuk keluar.


"Sudah kenyang saatnya mencari informasi!"


Dengan cepat Li Yian pergi menuju ke pusat kota bagian utara, terutama dia ingin menuju ke jalan Gope.


Saat sampai di jalan Gope, Li Yian melihat ramai sekali tidak seperti biasanya! Karena cukup penasaran dia langsung bertanya dengan terhadap seseorang.


"Tuan boleh bertanya sesuatu?" ucap Li Yian kepada seseorang yang kebetulan sedang berpapasan.


"Bertanya sesuatu, katakanlah!" jawab orang itu.


"Kenapa pagi ini jalan ini begitu ramai?" tanya Li Yian.


"Apa kau belum tahu, bahwa keluarga Bao telah di serang kelompok Sabit Tunggal saat malam?" ucap orang itu bertanya kembali.


Karena hari ini sudah cukup siang, orang-orang di sana sudah hampir semuanya mengetahui bahwa keluarga Bao di serang kelompok Sabit Tunggal.

__ADS_1


"Apa, aku belum mengetahui berita itu!" ucap Li Yian.


Orang itu, hanya terbengong melihat Li Yian yang tidak tahu berita yang sedang panas dan banyak di perbincangkan.


"Aku baru tiba, sehingga tidak tahu kabar terbaru! Bisakah anda ceritakan tuan!"


"Baiklah, tali hanya sekilas saja! Aku ada urusan." ucap orang itu.


Lalu orang itu menjelaskan dengan singkat kejadian yang menimpa keluarga Bao, setelah selesai menjelaskan orang itu dengan segera pergi.


"Hemmm, pantesan saat aku sampai di jalan ini orang-orang cukup banyak yang membicarakan keluarga Bao! Ternyata mereka baru saja di serang oleh kelompok Sabit Tunggal." ucap Li Yian di benaknya.


Karena cukup penasaran, Li Yian mendatangi kediaman inti keluarga Bao! Namun setelah sampai di sana. Kediaman inti Keluarga Bao sudah di blokir oleh pasukan pemerintah Kekaisaran Tang bagian utara.


"Sial, aku tidak bisa melihat info lengkap dan akurat!" keluh Li Yian.


Akhirnya dia pergi dari sana karena sudah di larang mendekat di area itu.


*


*


*


Di tempat lain.


Di tempat hiburan malam.


Baba Yaga sudah bangun dari tidurnya, setelah sadar dia langsung tersenyum bangga!.


"Akhirnya aku melakukan itu dengan manusia! Sungguh impian yang selama ini aku inginkan." ucap Baba Yaga di benaknya.


Dia menengok ke samping kanan dan kiri di sana masih ada tiga wanita cantik yang tepar dengan keadaan telanjang bulat.


"Aku ingin seperti ini selamanya!" gumam Baba Yaga.


Tangan mesumnya langsung beraksi kembali, karena sentuhan dari Baba Yaga salah satu wanita itu langsung terbangun, dia adalah wanita tercantik yang semalam di perebutkan.


"Tuan tampan, kau begitu nakal!" ucapnya lalu lebih mendekatkan dirinya ke Baba Yaga.


"Apa masih mau nambah tuan?" ucapnya dengan genit.


"Bagaimana aku bisa menolak tawaran yang sangat menggiurkan ini!" jawab Baba Yaga.


Pipinya langsung bersemu merah.


\=

__ADS_1


\=


..


__ADS_2