Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
054 = MENINGGALKAN BARANG BERHARGA SANGAT BANYAK


__ADS_3

\=Chapter 054. MENINGGALKAN BARANG BERHARGA SANGAT BANYAK\=


\=


\=


Li Yian mengambil nafas sedikit lebih lega, karena sepertinya Xu Wuzao memercayai cerita itu! Meskipun cerita itu memang benar adalah kenyataan namun banyak kejanggalan yang ada sebenarnya.


Setelah menceritakan itu dan menambahkan obrolan ringan, Li Yian akhirnya mengeluarkan token penyimpanan koin dan di serahkan pada Xu Wuzao.


"Pak tua, terimalah ini! Ini hanya sedikit, semoga bisa membantu kesulitan uang yang ada di sekte anggrek putih!" ucap Li Yian.


Li Yian berucap sambil menyodorkan token itu, sekarang Xu Wuzao tidak menolak seperti yang terjadi di kota Kekaisaran Ming pada saat itu.


"Terimakasih nak Li Yian!" ucap Xu Wuzao dengan senyum tuanya yang sedikit berat karena menahan kesedihan.


"Ya, tapi anda jangan sungkan seperti ini, aku tinggal di sekte anggrek putih sejak kecil! Jadi membantu kesulitan adalah kewajiban." Li Yian mengungkapkan isi hatinya.


Meskipun dia terlihat tidak peduli dan tidak mementingkan kepentingan sekte, tapi sebenarnya dia juga ingin sekte milik orang yang sudah di anggap sebagai orang tuanya jadi lebih baik.


Keadaan ini terjadi karena jarang ada misi yang di terima oleh sekte anggrek putih, sehingga kondisi keuangan sekte cukup terganggu! Di tambah baru yang masuk akhir-akhir ini adalah orang-orang dari kalangan miskin.


Sehingga masuk ke sekte hanya membawa uang sedikit, tapi Xu Wuzao tidak memaksa untuk banyak membayar.


Tapi akhir-akhir ini pengeluaran untuk konsumsi cukup banyak dan harga dari bahan pangan semakin naik.


Xu Wuzao memandang ke arah Li Yian dengan haru, dia tidak menyangka bahwa anak ini mempunyai pemikiran yang seperti itu.


"Baik, segeralah istirahat nak! Jika boleh tahu kapan kau akan meninggalkan sekte anggrek putih kembali?" tanya Xu Wuzao ingin tahu.


"Mungkin besok pagi, aku butuh istirahat seharian penuh!"


"Namun ingat nak, kembali dua bulan setelahnya! Karena kita akan berangkat untuk mengikuti kompetisi generasi muda di kota Kekaisaran Ming!" Xu Wuzao mengingatkan, dirinya khawatir Li Yian tidak kembali dengan tepat waktu.


"Karena kompetisi ini sangat berhubungan erat dengan sekte anggrek putih kedepannya!" lanjut Xu Wuzao berucap.


"Ya aku mengerti pak tua! Aku akan datang tepat waktu!" Li Yian berjanji.


"Baiklah pak tua, aku pergi ke kamarku sekarang! Sudah cukup lelah." ucap Li Yian.

__ADS_1


Lalu dirinya bangkit dan memberikan salam hormat kepada Xu Wuzao sebelum dia pergi ke luar ruangan itu.


Xu Wuzao melihat itu tersenyum lebar meskipun dia tidak mengatakan sepatah katapun setelah Li Yian memberikan hormat dan pergi.


"Anak ini sudah begitu banyak berubah!" gumam Xu Wuzao lalu bangkit dan dia juga hendak istirahat karena beberapa hari sudah tidak tidur.


Li Yian berjalan di lorong penghubung tiap bangun, banyak anak dari sekte anggrek putih melihat dirinya! Ada yang masih mengenali ada juga yang tidak.


Setelah melewati beberapa bangunan, dari kediaman kepala sekte! Li Yian mendengar ada yang memanggil.


"Li Yian, apa itu kau?"


Li Yian langsung menengok ke sumber suara, suara itu merdu dan halus seperti kain sutra yang di tenun dengan sangat hati-hati.


"Apa kau Lee Ka?" jawab Li Yian singkat.


"Ya benar, ternyata kau masih mengingat aku bocah? Ya memang, harusnya seperti itu karena aku cantik!" ucap Lee Ka sambil mengibaskan rambutnya ke belakang, menggunakan tangan.


Karena sejak tadi rambut itu berada di depan pundaknya, biasanya semua lelaki akan mabuk di buatnya bila Lee Ka melakukan itu di hadapan orang lain.


Namun kali ini di hadang dia adalah Li Yian dan tidak mempan sedikit, bahkan pandangan datar Li Yian membuat wajah Lee Ka cukup cemberut.


"Eett, tunggu dulu! Beberapa bulan ini kau kemana? Setelah muncul kembali kau lebih besar sekarang!" tanya Lee Ka.


"Bukan urusan kau, aku pergi dulu mau istirahat!" keluh Li Yian pada Lee Ka.


Mendengar pertanyaan dirinya tidak di jawab membatu Lee Ka cukup emosi, karena tidak ada seorang lelaki pun di sekte anggrek putih bisa menolak pesonanya.


Namun bocah bau kencur ini mengabaikan begitu saja, apa ini bukan namanya penghinaan!.


Namun Li Yian tetap saja berjalan dengan tenang dan menjauh dari Lee Ka, sedangkan Lee Ka di belakang sudah sangat emosi sampai uring-uringan sendiri.


Banyak yang melihat itu melongo, tidak percaya dengan penglihatan mereka.


"Apa kau dengar dia adalah Li Yian, bahkan Lee Ka saja di abaikan apa lagi kita!" ucap seseorang dari kejauhan kepada temannya.


"Ya, jika aku yang di ajak ngobrol seperti itu oleh Lee Ka, aku sudah tidak akan sanggup menahan mimisan!" jawab seseorang yang lain.


"Itu karena otak kau yang mesum!" senggol orang yang lain yang sama-sama sedang nongkrong di sana.

__ADS_1


Li Yian terus berjalan di lorong itu untuk menuju ke kamar dirinya yang di tinggalkan beberapa bulan lalu.


Akhirnya sampai juga Li Yian ke kamar dirinya setelah masuk Li Yian cukup kaget.


"Kenapa kamar ini tetap bersih, apa ada yang membersihkan setiap hari?" gumam Li Yian setelah melihat keadaan kamar miliknya.


Tidak berfikir lama Li Yian langsung mengambil posisi bersila, dia tidak memilih tidur melainkan bermeditasi untuk memperkuat tenaga dalam yang di miliki dirinya saat ini.


*


Akhirnya malam berlalu dan pagi hari tiba, Li Yian membuka matanya! Dia langsung mengerakkan tubuhnya karena merasakan kesegaran yang meluap-luap.


Dengan cepat dia bergegas untuk membersihkan diri, setelah selesai dia hendak langsung pergi untuk segera menuju ke hutan kabut ilusi tapi setelah ingat Li Yian berhenti sejenak.


"Akan ku tinggalkan saja beberapa barang yang bisa mendukung bagi sekte anggrek putih ini di sini, tanpa memberitahukan secara langsung pada pak tua itu!" gumam Li Yian.


Dia dengan cepat merasakan barang-barang yang ada di cincin samudra miliknya, lalu mengeluarkan yang menurut Li Yian cocok.


Menurut dirinya dia menyimpan ini semua juga tidak ada gunanya, sehingga Li Yian berpikir untuk membantu sekte anggrek putih adalah pilihan yang tepat.


Sedangkan untuk penjelasan, gampang di pikirkan nanti olehnya bila memiliki kesempatan yang bagus, di kemudian hari.


Cukup banyak yang Li Yian keluarkan ada buku teknik, ada senjata yang bagus yang tidak bisa di miliki oleh sekte besar sekarang sekalipun! Ada herbal langka yang umurnya ribuan tahun.


Lalu Li Yian juga tidak lupa meninggalkan koin emas cukup banyak di dalam kamar itu, untuk membantu keuangan sekte anggrek putih kedepannya.


Setelah selesai Li Yian menulis surat untuk Xu Wuzao untuk memberikan pesan dirinya meskipun hanya berisi beberapa kata saja yang ingin Li Yian sampaikan.


\=


\=


Mohon maaf beberapa hari lalu author update hanya sebisanya saja, karena cukup banyak urusan.


Untuk besok dan seterusnya akan author usahakan, update 2 chapter per-hari.


Terimakasih.


..

__ADS_1


__ADS_2