
\=Chapter 263. KONFLIK INTERNAL SEKTE WUHAN\=
\=
\=
Tetua pertama sekte Wuhan dan muridnya Bai Chan, bersama Yan Xiong dan beberapa pasukan elit sekte Wuhan sudah berkumpul di salah satu ruangan, yang di sediakan oleh penginapan di kota kecil dekat dengan sekte Wuhan.
Mereka ingin membahas kedepannya atas nasib dari sekte Wuhan, karena sekarang sedang dalam kondisi gawat.
"Yan Xiong, apa maksudnya ingin membicarakan hal yang sangat penting?" ucap Bai Li dengan tatapan penuh menelisik.
Yan Xiong melihat tatapan tetua pertama saat ini sudah tidak suka, karena seakan dia sekarang sudah tidak memandang tinggi dirinya lagi! Meskipun dulunya hampir sama, namun sedikit ada perbedaan untuk sebelumnya, tetua pertama dan muridnya tidak terlihat arogan seperti sekarang.
Mungkin dikarenakan adanya kepala sekte Yan dan gurunya Yan Jim, membuat Yan Xiong menjadi besar kepala dan haus akan pujian.
Sedangkan sekarang, dua orang yang sering di andalkan sudah mati! Sehingga dia ingin mencari perlindungan lain, agar ketenaran dirinya dan pujian yang datang pada dirinya tidak hilang.
Dengan menggandeng tetua pertama adalah jalan satu-satunya, lalu di ajak untuk menghancurkan sekte anggrek putih yang sekarang sedang menginjak kepala dari sekte Wuhan.
Meskipun sedikit kesal akhirnya, Yan Xiong langsung membuang beban berat itu.
"Begini tetua pertama, anda pasti sudah tahu tentang sekte Wuhan! Dari berita pihak luar maupun dari surat yang aku kirimkan!" ucap Yan Xiong menjeda.
"Hemm, lalu?" ucap Bai Li.
"Yang benar tentang berita itu adalah surat yang aku kirimkan kepada tetua pertama, sekte kita kalah karena di jebak mereka! Maka dari itu aku ingin memastikan kita akan mengalahkan sekte anggrek putih setelah ini!" lanjut Yan Xiong.
"Kau tahu dari mana bahwa kita di jebak?" tanya tetua pertama sekte Wuhan.
Dia sangat tahu betul watak dari Yan Yin dan Yan Jim, karena dia sudah berteman dan hidup bersam cukup lama di sekte Wuhan! Jadi meskipun dia tidak membaca surat dari Yan Xiong, tetua pertama langsung paham apa yang terjadi.
"Aku melihatnya sendiri tetua pertama, mereka adalah saksinya!" ucap Yan Xiong sedikit meninggikan suaranya, sambil menunjuk ke arah murid elit sekte Wuhan.
Dia sudah tidak sabar, karena sifatnya yang hampir sama dengan Yan Yin maupun Yan Jim yang cepat emosi.
Pasukan elit sekte Wuhan langsung mengangguk setuju atas ucapan dari Yan Xiong.
Melihat ini Bai Chan semakin geram, entah kenapa setelah seperti itu mereka mendekati gurunya! Sedangkan saat dulu gurunya tidak naik tingkat pelatihannya mereka mulai sedikit menjauhi dan menampakkan sifat asli mereka.
__ADS_1
Sebenarnya konflik internal sekte Wuhan ini sudah terjadi cukup lama, hampir 10 tahun lamanya Yan Yin dan Bai Li tidak begitu akur, namun karena mereka satu angkatan dan satu guru maka Yan Yin hanya mengabaikan saja tanpa menindak lanjuti lebih dalam.
Namun ini yang membuat Yan Yin cukup dominan dan membuat Bai Li di pandang remeh oleh yang lainnya.
"Lalu apa keinginan kau tentang pertemuan ini?" ucap tetua pertama.
"Kami ingin, tetua pertama memimpin kami merebut kembali kekuasaan sekte Wuhan dari tangan sekte anggrek putih! Setelah berhasil tetua pertama yang menjadi kepala sekte!" ucap Yan Xiong dengan semangat.
Karena rencana untuk membujuk tetua pertama sepertinya akan berhasil, sedangkan pasukan elit langsung mengiyakan.
Bai Chan langsung menengok ke arah gurunya, karena dirinya pikir gurunya terpengaruh! Sedangkan saat di dalam kereta tidak seperti itu jalan pembicaraan mereka.
Tetua pertama merespon tatapan muridnya dengan senyum cerah, dia tahu muridnya sedikit salah paham tentang pertanyaan dirinya tadi.
"Hemmm, aku mau tahu! Berapa banyak orang yang kau kumpulan untuk membantu kau Yan Xiong?" tanya Bai Li dengan tegas.
"Tetua pertama, kami sudah mengumpulkan ratusan orang! Ini baru permulaan, sisanya urusan mudah." jawab Yan Xiong dengan bangga.
"Huufff...!" Tetua pertama membuang nafas panjang.
"Lupakan saja bocah, apa kau tidak mempunyai otak? Yan Yin dan Yan Jim yang memiliki pelatih pendekar suci lalu di tambah dukungan ribuan pasukan, dapat di kalahkan oleh mereka dengan mudah! Lalu kau memberikan saran hanya dengan ratusan orang, sedangkan pelatihan ku hanya ada di pendekar raja puncak! Ingin melawan mereka, apa kau gila?" ucap tetua pertama dengan penekanan tinggi.
Suasana langsung hening setelah ucapan itu yang keluar dari mulut tetua pertama.
Cukup lama Yan Xiong tidak bisa menjawab ucapan dari tetua pertama, lalu dia wajahnya langsung memerah.
"Pantesan saja, kepala sekte Yan dan guru Yan Jim tidak mengabari anda saat ingin melakukan penyerangan, ternyata anda adalah pendekar pengecut!" ucap Yan Xiong dengan cukup arogan.
"Bocah tengil! Kau semakin besar kepala setelah di didik dengan manja oleh dua petinggi arogan!" ucap Bai Li masih menahan amarahnya.
Sedangkan Bai Chan sudah menggenggam kedua tangannya dan wajah mulai memerah karena gurunya di bilang pengecut.
"Mereka arogan, tapi mereka hebat! Tidak seperti kau hanya sampah di sekte Wuhan!" bentak Yan Xiong sambil berdiri dan menunjuk wajah tua dari tetua pertama.
Boooommmm..!
Baaammm..!
Tetua pertama langsung menendang meja yang menghalangi mereka ke arah atas, hingga pecah berkeping-keping.
__ADS_1
Lalu dengan gerakan cepat, dia langsung menendang ke arah perut Yan Xiong.
Yan Xiong langsung terpental keluar dari penginapan, menembus dinding penginapan itu.
"Uhukk..Uhukk..!" Yan Xiong batuk-batuk, karena tendangan tetua pertama sangat kuat.
Beberapa pasukan elit, yang ada di sana langsung menghindar dari serangan yang mendadak tetua pertama.
Wooooosss..!
Tetua pertama dan Bai Chan bergerak cepat menuju ke Yan Xiong, saat tetua pertama ingin menendang kembali Yan Xiong, karena dirinya di bilang sampah sekte Wuhan! Bai Chan langsung menghalangi serangan tetua pertama.
"Tunggu guru! Biarkan aku yang melawan Yan Xiong yang di panggil taun muda jenius!" ucap Bai Chan.
Dia berucap sedikit memohon kepada gurunya itu, setelah gurunya memandang cukup lama akhirnya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Baiklah..!"
"Terimakasih guru..!" ucap Bai Chan langsung memberikan hormat kepada gurunya.
Tetua pertama langsung memandang ke sekeliling luar penginapan, ke arah beberapa kelompok pasukan elit sekte Wuhan.
"Kalian jangan ikut campur! Jika tidak mengindahkan peringatan ku ini! Kalian yang akan menerima akibatnya dari ku!" ucap tetua pertama menunjuk ke beberapa orang.
Mereka hanya diam saja! Meskipun tetua pertama memiliki pelatihan hanya rata-rata dari tetua biasa, namun pengalaman dirinya sanggatlah banyak. Membuat mereka tidak berani bergerak dan mengikuti apa perkataan dari tetua pertama.
Sebenarnya mereka cukup kaget, karena bukan seperti ini yang mereka harapkan sebelumnya, mereka mengharapkan tetua pertama akan mendukung penuh aksi mereka.
Bai Chan maju ke hadapan Yan Xiong, lalu dia menatap lurus ke arah Yan Xiong yang masih duduk memegangi perutnya yang masih sakit.
"Aku kembali teringat, saat seleksi kompetisi generasi muda!" ucap Bai Chan.
Lalu dia tersenyum senang, akhirnya dia bisa bertarung dengan sungguh-sungguh kali ini tanpa beban dan tekanan dari pihak manapun.
\=
\=
...
__ADS_1