Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
203 = AYAH DAN ANAK


__ADS_3

\=Chapter 203. AYAH DAN ANAK\=


\=


\=


Mendengarkan ucapan Li Yian yang seperti ancaman untuk dirinya dan orang-orang keluarga Wei, kepala keluarga Wei secara tidak sadar langsung mundur dengan cepat. Itu di karenakan dirinya yang gemetaran karena takut.


"Bocah tengik, apa maksud kau? Sangat berani berbicara seperti itu di wilayah kekuasaan keluarga Wei!" bentak tetua kedua.


Tetua kedua masih belum mengerti dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga di ancam oleh bocah seperti Li Yian membuat dia sangat murka.


Melihat perilaku tetua kedua, kepala keluarga Wei langsung tertunda dan mengeluh dalam benaknya.


'Tamat sudah riwayat keluarga Wei!' dia sedikit menyesal menuruti permintaan anaknya yang sangat manja untuk memprovokasi Xu Wuzao.


Di tambah tetua kedua tidak mengerti situasi sekarang, sehingga kepala keluarga Wei langsung terpuruk.


Li Yian ingin menjawab ucapan tetua kedua keluarga Wei, namun dari arah belakang dirinya, Xu Wuzao langsung berucap.


"Hei, apa kau tidak bisa melihat situasi sekarang? Jika tidak melihatnya aku yakin kau begitu bodoh." Xu Wuzao langsung menyela.


Li Yian menengok ke arah Xu Wuzao yang sedang menunjuk, ke arah tetua kedua! Nada bicara Xu Wuzao sangat tenang, menunjukkan dia sangat percaya diri.


"Diam kau Xu Wuzao, seharusnya kau sudah mati! Terima kematian kau sekarang." bentak tetua kedua.


Wooooosss..! tetua kedua langsung bergerak cepat ingin menyerang Xu Wuzao.


Baaammm..!


"Uhukk..!" tetua kedua langsung mundur ke belakang beberapa langkah lalu langsung memuntahkan darah sangat banyak.


Mata dirinya hampir berwarna putih keseluruhan, dia hampir saja tidak sadarkan diri. Namun masih berusaha untuk sadar.


"Beraninya kau mengancam kepala sekte Xu, di hadapan aku seperti itu?" ucap Li Yian.


Dia langsung memblokir pergerakan tetua kedua yang baru saja bergerak beberapa meter, untuk menyerang Xu Wuzao namun dirinya langsung di hantaman perutnya menggunakan lutut Li Yian, sehingga terpental beberapa langkah ke belakang.


Li Yian bergerak dengan kecepatan kilat, dia memblokir pergerakan tetua kedua menggunakan lututnya, bahkan dirinya hanya menggunakan tenaga dalam untuk menyerang tetua kedua, agar tetua itu tidak langsung mati seketika.


"Ka-kau ternyata pendekar suci tahap puncak?" ucap tetua kedua dengan sangat lirih.

__ADS_1


Setelah berucap demikian, dirinya baru sadar bahwa ucapan kepala keluarga Wei kini masuk akal! Bahwa mereka semua tidak memiliki harapan untuk menang.


Setelah merasakan sendiri kekuatan Li Yian, baru dia bisa menyadari ada tingginya gunung di depan mata, namun tidak melihatnya.


Karena sudah tidak kuat lagi untuk mempertahankan dirinya tetap sadar, tetua kedua langsung jatuh terlentang di atas tanah tidak sadarkan diri.


Kepala keluarga Wei mundur lebih jauh lagi, tangan kiri dirinya memegang bahu kanan yang kini kembali berdenyut sakit.


Orang-orang keluarga Wei yang di bawah kepemimpinan tetua kedua terdiam seribu bahasa, mereka tidak bisa berkata-kata lagi.


Tetua kedua dan kepala keluarga Wei di bikin tumbang hanya sekali serang, itu semua hanya di akibatkan oleh ucapan sepele yang di anggap kasar.


Xu Wuzao hanya menghembuskan nafas panjang, dia tidak menyangka bahwa Li Yian yang dulu sering di anggap anak kecil yang nakal bahkan lebih senang berlatih sendiri, kini sudah menjadi orang yang sangat hebat.


Ini membuat Xu Wuzao tidak bisa berkata apa-apa lagi, bahkan dirinya semakin penasaran dengan Li Yian.


Murid elit sekte anggrek putih saling berbisik di antara mereka, mereka tidak menyangka tuan muda Li Yian sangat mengerikan.


*


*


*


Wei Zue sedang duduk di pembaringan kamarnya, semua keperluan sudah di siapkan oleh tabib keluarga Wei.


Tabib mengizinkan Wei Zue keluar dari kamarnya meskipun sedang dalam perawatan dirinya, itu karena sudah mendapatkan izin dari kepala keluarga Wei.


Kini Wei Zue sudah di tunggu oleh anggota dari tetua kedua, karena dia yang mendapatkan perintah dari kelapa keluarga Wei untuk mengantar tuan muda Wei, agar melihat keadaan yang baru saja terjadi di hutan yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei.


Mereka bergegas pergi ke hutan yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei dengan cepat, karena Wei Zue sudah siap sedari tadi! Setelah sampai di tempat kejadian ledakan besar.


Dua orang itu sangat terkejut melihat tetua kedua sedang di hantam perutnya, oleh lutut Li Yian hingga memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu jatuh tidak sadarkan diri.


"Paman, apa yang terjadi?" ucap Wei Zue dengan cemas, namun dia tidak berani untuk mendekati Li Yian.


Sedangkan orang yang menemani Wei Zue hanya bisa terdiam tidak percaya karena tetua kedua di pecundangi begitu saja.


"Ahh, ternyata kau! Apa lengan yang patah itu masih bisa kau gunakan?" ucap Li Yian setelah melihat kedatangan Wei Zue.


Li Yian langsung mengenali Wei Zue karena dirinya pernah membuat lengan dia patah cukup parah, di tambah oleh cerita Xu Wuzao saat Li Yian baru bertemu mengenai asal mula konflik ini terjadi.

__ADS_1


"Li Yian, bedebah kau!" bentak Wei Zue langsung marah besar.


Dia menengok ke arah ayahnya, namun belum tahu bahwa ayahnya juga sudah cacat oleh Li Yian.


"Ayah, dia yang bernama Li Yian dia yang pernah membuat tangan kanan ku ini patah dan cacat! Sekarang saatnya ayah memberikan pelajaran berat kepadanya!" ucap Wei Zue terhadap ayahnya.


"Hei, Wei Zue kau hendak mengandalkan orang lemah sepertinya! Kau jangan banyak berharap!" ucap Li Yian.


Wooooosss..!


Li Yian menghilang dari posisi sekarang dan pindah ke hadapan Wei Zue, lalu langsung saja memegang tangan kana Wei Zue yang masih patah dan mencabutnya secara paksa.


Kraakk..!


"Aaakkkhh..! Ayah tolong aku, bunuh Li Yian sekarang juga!" ucap Wei Zue di sela jeritan kesakitan dirinya, lalu dia mundur menjauhi Li Yian.


Setelah itu Li Yian langsung melemparkan Wei Zue ke arah kepala keluarga Wei dengan sangat keras, meskipun posisi mereka cukup jauh namun lemparan Li Yian sangat kuat.


Anak dan ayah, saling bertubrukan satu sama lain! Wei Zue berusaha di tangkap oleh kepala keluarga Wei agar tidak mengalami luka lebih parah.


Karena kepala keluarga Wei hanya memiliki satu tangan juga, maka penangkapan anaknya tidaklah begitu sempurna, sehingga mereka saling bertabrakan satu sama lain dan berguling di tanah.


"Zue'er, ayah tidak bisa!" ucap kepala keluarga Wei terpotong.


"Ayah, ayah harus membalas sakit dan penghinaan ini 10 kali lipat!" ucap Wei Zue masih belum sadar.


Baaammm..!


Kepala keluarga Wei langsung menampar wajah anaknya sangat keras.


"Apa kau begitu bodoh, lihat keadaan ayah sekarang!" ucap kepala keluarga Wei dengan suara bergetar.


Sebenarnya dia enggan mengakui kekalahan dengan seorang bocah, namun melihat gerakan Li Yian saat menyerang tetua kedua dan anaknya barusan.


Dia langsung sadar bahwa kekuatan Li Yian jauh di atas dirinya, sehingga wajar saja Li Yian mudah mengalahkan anaknya, jangankan anaknya dirinya dan seluruh keluarga Wei juga akan musnah bila melawan Li Yian.


Seketika, Wei Zue sadar karena di tampar ayahnya! Lalu dia melihat ke arah ayahnya yang kondisinya lebih mengenaskan dari pada biasanya.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2