
\=Chapter 094. XU WUZAO MENGAMUK\=
\=
\=
Kini 25 orang berkumpul, karena rombongan kereta kuda Xu Wuzao hampir melintas di area mereka berjaga. 15 dari mereka sedang bersembunyi di semak-semak pinggir jalan cukup jauh, sedangkan yang sudah berdiri menghadang di tengah jalan ada 10 orang.
10 orang yang sedang menghadang adalah orang dari kelompok Sabit Tunggal!.
"Dasar orang bodoh, aku berbicara seperti tadi untuk memancing kau melawan kelompok Xu Wuzao terlebih dulu!" ucap Bao Huo di benaknya.
Dia sekarang sedang bersembunyi di semak-semak pinggir jalan bersama anak buahnya dari keluarga Bao.
Bao Huo adalah orang yang memiliki siasat yang tinggi, sehingga jika penyerbuan ini gagal dia sudah memiliki jalan lain.
Yaitu dengan menggunakan sandra dari sekte anggrek putih, maka dari itu dirinya memerintahkan orang kepercayaan untuk menyerbu ke sekte itu.
Dari arah depan, dua kereta kuda melaju cukup kencang! Meskipun jalan itu di kelilingi hutan, akan tetapi jalan itu adalah jalan utama Kekaisaran Ming yang menghubungkan daerah lain sehingga cukup bagus dan mulus.
Jadi meskipun kereta kuda melaju cukup kencang, itu bukanlah masalah.
"Hiihhh..!" Kuda di depan langsung meringkik dan mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi setelah melewati tikungan.
Karena di depan ada 10 orang yang menghadang jalan, dengan aura membunuh yang cukup pekat, sehingga membuat kuda itu cukup takut.
Karena kuda di depan langsung berhenti seketika, kusir kuda yang di belakang langsung menarik tali kekang kuda secara mendadak! Sehingga kuda itu berhenti seketika.
"Tuan Xu, ada yang menghadang jalan kita?" ucap kusir kuda yang di depan.
"Apa? Apa mereka rampok?" Xu Wuzao menjawab dari dalam kereta.
Lalu dia langsung membuka jendela yang di depan, karena ingin segera melihat keadaan di luar.
"Ha-ha-ha..! Xu Wuzao, turun kau! Segera terima kematian mu hari ini!" bentak orang berkepala plontos di sana.
Dia adalah orang yang bertindak sebagai pemimpin dari kelompok kecil itu, mereka orang-orang dari kelompok Sabit Tunggal.
Mendengar teriakkan itu, Xu Wuzao hanya berekspresi bingung! Dia akhirnya memutuskan bergegas turun karena orang yang menghadang mengenali dirinya.
"Wang Yao, ikut aku! Kalian jangan turun apapun yang terjadi tetap di dalam kereta kuda!" ucap Xu Wuzao memperingati Lan Zhuo dan Ding Qiao yang satu kereta dengan mereka.
"Baik kepala sekte Xu!" ucap keduanya dengan patuh.
Xu Wuzao langsung turun, di temani Wang Yao! Setelah turun dia maju di depan kereta kuda beberapa langkah.
Saat melihat orang-orang yang menghadangnya, Xu Wuzao tambah bingung karena dia tidak mengenal orang-orang itu sama sekali.
"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Xu Wuzao.
"Tidak perlu banyak bicara! Terima saja kematian mu saat ini!" bentak orang berkepala plontos.
__ADS_1
*
*
*
Braaakk..!
Di kereta kuda belakang, Baba Yaga yang sedang tertidur langsung menghantam papan kursi bagian depan kereta kuda.
Itu karena kereta kuda berhenti mendadak saat sedang melaju kencang.
"Sial apa ini? Mengganggu saja orang yang sedang tidur!" bentak Baba Yaga karena kesal.
Buukk..!
"Uhukk..!" Baba Yaga langsung tersedak.
Li Yian yang di samping Baba Yaga langsung memukul perut Baba Yaga cukup keras.
"Jangan berteriak, kau pikir hanya kau yang ada di sini?" ucap Li Yian setelah memukul Baba Yaga.
"Apa yang kau lakukan saudara Li?" ucap Baba Yaga setelah mengelus-elus perutnya.
"Diam! Ada cukup banyak orang di depan kereta kuda. Sepertinya kita di serang!" ucap Li Yian lirih.
Li Yian menengok ke samping di mana Zhao Lu duduk, Zhao Lu juga langsung waspada saat kereta kuda berhenti mendadak.
Mereka berdua kini menghampiri Xu Wuzao yang sedang di bentak oleh orang berkepala plontos.
Melihat Li Yian turun Xu Wuzao langsung bertanya.
"Nak kenapa kau turun, seharusnya tetap di kereta kuda!"
"Aku cukup penasaran dan merasakan ada segerombolan orang di depan dan di semak-semak sana!" ucap Li Yian sambil menunjuk jauh ke semak-semak yang rimbun.
Bao Huo yang melihat Li Yian menunjuk ke arahnya cukup kaget.
"Apa anak itu merasakan keberadaan kita di sini?" gumam Bao Huo.
Xu Wuzao hanya tersenyum! "Kau merasakan juga nak?" ucapnya dalam benaknya.
Sedangkan Wang Yao hanya clingak-clinguk ke arah semak-semak yang di tunjuk Li Yian. Karena dirinya tidak mengetahui ada seseorang di sana.
10 orang yang menghadang jalan juga langsung kaget, bahwa Li Yian menyadari adanya segerombolan orang yang bersembunyi di sana, namun mereka berpikir bahwa itu hanya kebetulan.
"Kau ingin membunuh ku kepala botak? Majulah!" bentak Xu Wuzao.
Karena sudah bertekad akan memporak porandakan kelompok Xu Wuzao, orang berkepala plontos itu langsung mencabut senjata sabit miliknya.
"Semuanya, serang!" ucap orang berkepala plontos itu.
__ADS_1
14 anak buahnya langsung ikut bergerak maju, karena perintah pemimpin adalah mutlak.
"Tetua Wang Yao, lindungi kereta kuda!" ucap Xu Wuzao.
Wang Yao langsung mundur beberapa langkah untuk melindungi kereta kuda dari serangan fatal.
Xu Wuzao langsung bergerak maju menyongsong pergerakan musuh, dengan tangan kosong dirinya bergerak sangat cepat menghindari serangan beruntun lawan.
Buuk, buk, buk..!
Tiga kali menghindari serangan Xu Wuzao langsung menendang tiga orang beruntun, termasuk orang berkepala plontos.
"Sial, dia pendekar raja puncak!" keluh orang berkepala plontos di benaknya.
Setelah adu pukulan dia merasakan kekuatan Xu Wuzao sangat besar, bahkan dirinya langsung terpental cukup jauh.
Sedangkan dua lainnya langsung mati terkena tendangan maut Xu Wuzao, tulang rusuk mereka patah dan menusuk jantungnya sehingga langsung mati.
Xu Wuzao mengamuk dengan hebat, 5 orang lainnya langsung mundur dari pertarungan Xu Wuzao, mereka merasa tidak mampu melawan Xu Wuzao meskipun dengan cara mengeroyok.
Akhirnya 5 orang itu bergerak hendak menyerang Li Yian dan Baba Yaga, karena menurutnya mereka berdua orang lemah.
Balum juga sampai di hadapan Li Yian, tiga orang penyerang langsung tumbang dengan kepala tertancap pisau terbang.
Dua teman yang masih hidup, langsung terperangah melihat tiga kawannya mati begitu saja, bahkan mereka sampai tidak bisa bergerak karena tubuh mereka langsung bergetar.
"Si, siapa kalian sebenarnya?" ucap salah satu dari dua orang itu.
Wosss..!
Baammm, baammm..!
Dua orang itu tumbang dengan kepala sedikit retak, mati seketika.
"Kau lambat teman!" ucap Li Yian meledek Baba Yaga.
Karena dia berhasil membunuh 4 dari 5 penyerang, sedangkan Baba Yaga hanya membunuh 1! Itu juga setelah Li Yian menendang kepala salah satu dari dua orang yang diam ketakutan.
"Sial kau pakai cara licik membunuh mereka!" keluh Baba Yaga.
"Eeits, ingat teman! Tidak ada cara licik dalam pertarungan! Apalagi mereka mengeroyok kita seperti ini." Li Yian menjawab dengan mengelak bahwa perbuatan dirinya tidak licik.
"Terserah kau saja lah, saudara Li! Aku jadi malas bertarung!" ucap Baba Yaga lalu dia berjalan ke belakang dan duduk di bawah pohon yang rindang.
"Apa, mereka semua langsung di bantai oleh tiga orang?" ucap Bao Huo cukup kaget.
\=
\=
..
__ADS_1