
\=Chapter 309. SERANGAN MUTLAK\=
\=
\=
Empat orang bawahan raja siluman banteng langsung terpental ke belakang cukup jauh, karena tekanan dorongan dari serangan raja siluman banteng dan Li Yian yang saling berbenturan.
Serangan mutlak itu menimbulkan getaran hebat di lembah bagian barat, tanah yang tadinya di tumbuhi rumput subur kini langsung terlihat kawah yang cukup besar dengan kedalaman lebih dari 3 meter.
Li Yian masih berdiri kokoh dengan pedang di tangannya yang di gunakan untuk menahan gada besar milik Gu Mong, namun pedang itu kini tinggal gagang dan pangkalnya saja! Sedangkan ujung pedang entah sudah hancur ke mana.
"Sial, pedang ku hancur oleh serangannya!" ucap Li Yian sedikit histeris.
Dia histeris karena tidak melapisi pedang itu dengan Energi Qi yang kuat, namun hanya menggunakan Energi Qi sedikit saja sehingga membuat Li Yian histeris dan merasa bersalah, karena itu adalah pedang pertama miliknya.
Baammm..!
Li Yian langsung mengangkat kakinya tinggi-tinggi dan menendang gada yang tepat berada di atas kepala yang sedang di tahan oleh pedang yang sudah hancur.
Dengan tendangan kuat Li Yian, raja siluman banteng Gu Mong langsung terpental mundur dan menghantam pinggiran kawah yang telah di bentuk akibat serangan mereka berdua.
"Kau lumayan kuat juga bocah?" ucap Gu Mong setelah bangkit.
Sebenarnya Gu Mong sangat terkejut dengan serangan mutlak yang barusan dia lancarkan dengan kekuatan penuh dan di campur marah, namun tidak memberikan efek luka fatal maupun goresan pada Li Yian sedikit pun hanya pedang lawannya saja yang hancur.
Namun untuk mengakui itu, Gu Mong enggan sehingga dia berucap demikian untuk menutupi keterkejutannya saat ini.
Setelah Li Yian menendang gada yang besar itu Li Yian membuang pedang yang sudah hancur, meskipun pedang itu adalah pedang pertama miliknya yang lumayan bagus! Namun jika sudah hancur seperti itu berarti sudah menjadi sampah jadi Li Yian membuang begitu saja.
*
Empat bawahan dari Gu Mong kini kembali berdiri, setelah terpental cukup jauh! Mereka berempat sangat terkejut terutama tiga orang yang tidak meragukan rajanya.
"Bagaimana mungkin serangan Yang mulia Gu, tidak mempan pada bocah itu?" tanya salah satu dari mereka dengan tampang bodohnya.
"Benar, raja siluman serigala saja pasti terlalu, jika terkena serangan Yang mulia Gu! Bagiamana bocah itu tetap baik-baik saja?" salah satu temannya langsung membandingkan.
Karena saking percaya dengan kekuatan dari raja siluman banteng Gu Mong, mereka lupa bahwa di atas langit masih ada langit lagi! Sehingga melihat panutan dirinya di buat mainan seperti itu mereka akan sangat tertekan.
"Ini gara-gara ucapan kau, sehingga serangan mutlak Yang mulia tidak mempan!" bentak satunya terhadap temannya.
"Bagiamana itu gara-gara aku, tadi aku hanya bertanya apakah serangan Yang mulia berhasil."
Mereka akhirnya saling berdebat sambil melihat pertarungan Li Yian dengan raja siluman banteng di depannya! Mereka melakukan itu agar rasa takutnya sedikit hilang.
*
*
*
__ADS_1
Li Yian beberapa kali memukul menggunakan tangan kosong dan Energi Qi kecil, namun pukulan Li Yian terus di bendungan menggunakan gada besar milik Gu Mong.
"Sepertinya aku hanya membuang-buang waktu jika seperti ini!" ucap Li Yian lirih.
Dia menikmati pertarungan itu, namun setelah berpikir ulang bahwa dia telah membuat janji dengan Baba Yaga, tentang siapa yang akan membawa inti kristal siluman lebih banyak dia pemenangnya.
Sehingga setelah beradu beberapa serangan Li Yian berpikir itu hanya membuang-buang waktu saja.
Mendengar ucapan Li Yian seperti meremehkannya, Gu Mong sangat terkejut! Sehingga dia langsung mundur cukup jauh.
"Siapa sebenarnya bocah ini?" gumam Gu Mong dengan sangat tertekan.
Pasalnya dia sudahlah mengerahkan semua kemampuan saat ini untuk bertarung dengan Li Yian, namun lawannya yang di anggap anak kecil malah tidak tertekan sama sekali.
Banyak pertanyaan yang ingin dia ketahui, namun dia percaya pertanyaan yang ada di dalam pikirannya itu, yang ingin tahu siapa Li Yian sebenarnya pasti tidak akan ada yang menjawab.
"Siapa kau sebenarnya bocah?" ucap Gu Mong akhirnya ingin tahu.
"Siapa aku tidak penting, yang terpenting sekarang aku yang akan membunuh mu!" ucap Li Yian dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yian mengambil pedang bayangan dari cincin samudra, dia langsung memegangnya di tangan kanan dengan di acungkan ke depan.
Jika saja Gu Mong belum bertarung beberapa pukulan dengan Li Yian, lalu Li Yian belum menerima serangan mutlak miliknya! Pasti Gu Mong akan tertawa terbahak-bahak jika mendengar perkataan Li Yian barusan, yang katanya akan membunuh dirinya.
Tapi untuk sekarang, Gu Mong hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar karena merasa terintimidasi oleh perkataan Li Yian.
Nafas Gu Mong mulai berantakan, cuping hidung yang besar langsung terlihat mengambang dan mengendur karena nafasnya tidak teratur.
Wooooosss..!
Traaakk..!
Baaammm..
Gada besar milik Gu Mong langsung terpotong dengan mudah seperti tahu oleh tebasan pedang Li Yian, lalu Li Yian menendangnya sangat kuat di bagian bahu Gu Mong hingga Gu Mong terpental sangat jauh.
Wooooosss..!
Slaazz..!
Li Yian kembali bergerak mengejar arah terpentalnya Gu Mong, lalu menebas saat Gu Mong terhempas di tanah.
"Jika aku menggunakan kekuatan tiga perempat ku, ternyata dia sangat lemah!" ucap Li Yian setelah berhasil membunuh Gu Mong.
Gu Mong tidak tahu cara dai mati seperti apa, yang dia rasakan saat itu hanya tekanan berat dan tidak bisa melawannya. Sehingga dia tidak bisa berpikir jernih, apa lagi melihat gada miliknya di potong menjadi dua dia sangat terpukau sehingga setelahnya dia tidak sadar.
Setelah membunuh Gu Mong, Li Yian langsung menengok ke arah empat bawahan Gu Mong yang kini berada di belakang Li Yian.
*
Wuuuunng..!
__ADS_1
Alam Daulu serasa gelap akan aura intimidasi milik Li Yian, empat bawahan Gu Mong langsung mendur beberapa langkah karena saking takutnya.
"Ya..Yang mulia Gu Mong berhasil di kalahkan, apakah ini benar-benar nyata?" ucap salah satu dari mereka akhirnya tersadar, bahkan sampai terbata-bata.
"Tamatlah riwayat kita!" jawab salah satu dari mereka.
"Haaaaahhh..!"
Salah satu dari empat bawahan Gu Mong berteriak kencang, dia langsung merubah bentuknya menjadi bentuk siluman miliknya! Dengan tubuh yang sangat besar dan tanduk melengkung yang sangat tajam bagikan tombak.
Melihat perubahan rekanya, tiga yang lainya melakukan hal yang sama! Mereka merubah dirinya ke bentuk siluman yang menyerupai binatang banteng yang sangat besar.
Kempat siluman itu berharap dengan tubuh miliknya yang kuat, Li Yian cukup kesulitan dengan serangannya.
Namun Li Yian melihat ini hanya tersenyum kecil, lalu bergumam.
"Dengan bentuk itu, aku malah lebih gampang menebas leher kalian!"
Wooooosss..!
Setelah bergumam Li Yian kembali bergerak, namun saat hampir sampai di empat siluman banteng yang akan Li Yian serang, tabur pelindung di lembah langsung menghilang seketika.
Membuat Li Yian cukup terkejut, karena pemandangan di sana langsung berubah drastis! Yang tadinya terlihat lembah yang sempit, kini menjadi sangat luas! Bahkan lembah itu memiliki gunung yang tidak terlalu besar.
Ribuan bintang siluman banteng sedang berkeliaran, ke sana kemari! Namun setelah aura Li Yian dan empat bawahan Gu Mong meluas ke arah mereka, para binatang siluman langsung berlari menjauh.
"Ternyata tempat ini tempat yang luas, tidak seperti apa yang awalnya ku lihat!" ucap Li Yian setelah dekat dengan empat mangsanya.
Slaazz..!
Slaazz..!
Li Yian menebas dua bentang sekaligus! Yang dekat dengan jangkauannya.
Baammm..!
Li Yian di tanduk salah satu siluman banteng, namun dia terpental beberapa meter saja! Dengan kecepatan miliknya dia menebas dua yang tersisa.
Setelah membunuh keempat binatang siluman itu, Li Yian langsung memandang ke depan di mana ribuan binatang siluman lainnya sedang berkeliaran dan berlarian ketakutan.
"Anggap saja aku melakukan tugas dewa!" ucap Li Yian tanpa sadar.
Wooooosss..!
Li Yian langsung menerjang ke binatang siluman yang ada di lembah itu, dengan semangat tinggi dan pedang hitam yang sekarang di gunakan terasa sangat ringan membuat Li Yian mengamuk begitu hebat.
\=
\=
...
__ADS_1