
\= Chapter 039. MASUK KE DALAM MAKA KUNO\=
\=
\=
Li Yian masih mengawasi orang-orang yang masih bertarung karena adanya provokasi dan keinginan memiliki makam kuno sendirian.
Tapi Li Yian tidak ingin bergabung untuk bertarung, dirinya yakin di dalam makam kuno pasti ada jebakan maupun sesuatu yang mengancam sehingga dirinya simpan kekuatan untuk menghadapi bahaya di dalam.
Ketika beberapa lama kelompok yang tersisa terus bertarung hingga tersisa sedikit dan Mo Cheng yang memiliki kekuatan tingkat pendekar raja sudah mulai terluka.
Li Yian langsung maju dengan pedang masih di tangannya yang berlumuran darah.
"Kalian semua, apa kalian tidak berpikir jika saling bunuh terus menerus, maka siapa dari kalian semua yang akan masuk ke dalam makam kuno?"
Ucapan Li Yian seketika menyadarkan mereka yang sedang bertarung untuk saling mengadu nyawa masing-masing, lalu berhati memperhatikan Li Yian yang berbicara.
"Benar juga ucapan kau!" salah satu dari mereka berucap.
Setelah menyadari sudah cukup sedikit orang yang masih bertahan di sana, karena yang lain sudah membubarkan diri dari pertempuran dan yang paling banyak dari mereka adalah mati! Akhirnya mereka bersepakat untuk berhenti bertarung lalu masuk ke makam kuno bersama.
Li Yian tidak menyinggung mereka tentang adanya jebakan di dalam sana! Karena itu tidak akan menguntungkan untuk dirinya.
Mo Cheng yang sedang memegangi dadanya akibat terkena tendangan salah satu lawannya akhirnya berucap.
"Benar kita harus masuk, kurasa harta di dalam tidak sedikit! Maka akan cukup untuk di bagi kepala kita semua."
Semua orang yang tersisa akhirnya setuju, karena kekuatan mereka sudah terkuras cukup banyak jika pertarungan terus berlanjut maka dampak terburuknya akan menerima kematian yang sia-sia.
Melihat orang-orang setuju Mo Cheng langsung tersenyum ujung bibirnya terangkat sangat lebar.
"Yang kuat akan tetap mendapatkan harta pusaka dunia!" gumam Mo Cheng sangat senang.
"Aku yang akan memimpin kalian semua masuk ke dalam makam kuno!" ucap Mo Cheng bangga karena dirinya yang berada di tingkat pendekar raja.
"Baiklah taun, kami mengandalkan mu!" Li Yian langsung menimpali Mo Cheng dengan sedikit memuji.
Jika saja Li Yian sangat kuat dirinya enggan memakai trik kotor seperti ini, sangat terlihat seperti pecundang! Tapi untuk mengahadapi kekuatan yang besar mau tidak mau harus menggunakan strategi jika tidak maka akan mati konyol.
Padahal itu yang paling tidak di inginkan Li Yian, karena ambisinya belum tercapai sehingga mati itu hal yang tabu.
__ADS_1
Karena mereka semua sudah setuju akhirnya orang-orang langsung memasukkan makam kuno yang sudah di buka sebelumnya di pimpin oleh Mo Cheng.
Sisa dari mereka kurang dari 50 orang itu terbagi dari beberapa kelompok, hanya ada dua pasukan Kekaisaran Tang dan satu pasukan Kekaisaran Ming.
Sisanya dari pendekar pengelana 3 orang termasuk Li Yian lalu dari sekte aliran hitam dan sekte aliran putih yang paling banyak.
Li Yian masuk paling belakang, dirinya sambil mengamati orang-orang yang tersisa itu.
"Orang-orang yang tersisa dan masuk ke dalam makam kuno adalah gabungan kelompok, ini sangat bagus karena mereka akan memikirkan diri mereka sendiri!" gumam Li Yian sedikit senang.
Setelah semua orang masuk ke dalam mulut gua dan melewati pintu yang sudah hancur di sana langsung merasakan aura yang mencekam.
Gua itu cukup besar dan lurus dalam beberapa meter, setelah itu ada tangga menurun yang cukup lebar jika berjalan beriringan bisa masuk 4 orang sekaligus.
Orang-orang semuanya waspada, karena setelah memasuki gua dan mulai menuruni tangga cahaya sudah mulai redup.
"Hem, ternyata gua bawah tanah! Aku tidak menyangka memasuki makam yang seperti ini!" Li Yian melirik ke segala arah sambil mengamati.
Setelah turun dari tangga yang cukup panjang, di sana terpampang ruangan yang sangat luas tanpa tiang sama sekali! Langit-langit di penuhi dengan batu permata yang mengeluarkan cahaya redup.
"Suasana di sini menenangkan, tapi aku mencium bau yang aneh!" Li Yian berhenti dari langkahnya, orang-orang belum ada yang menyadari itu.
Beberapa orang yang sudah tidak sabar ingin menjelajahi makam itu dengan semangat langsung bergegas maju, namun setelah itu mereka semua berhalusinasi dengan pikiran mereka masing-masing.
Orang-orang yang belum terkenal ilusi langsung mundur menjauh termasuk Li Yian yang berada di jajaran paling belakang.
"Mereka terkena serangan apa?" ucap salah satu dari mereka yang kaget.
"Sepertinya itu sesuatu yang mengerikan! Lihat ada yang menjilati lantai!" ucap salah atau mereka lalu menunjuk seseorang yang sedang menjilati lantai gua yang terbuat dari marmer hitam.
Orang-orang yang tersisa langsung melihat yang di tunjukkan oleh teriakan barusan! Begitu juga Li Yian.
Mo Cheng langsung waspada, dirinya merasa aura sekitar yang langsung berubah total bahkan lebih mencekam dari sebelumnya.
"Ini seperti halusinasi, cepat kau bangunkan salah satu dari mereka!" perintah Mo Cheng pada orang yang berada di sampingnya.
Orang itu ragu tapi setelah di todong pangkal lehernya dengan tombol bilik Mo Cheng orang itu langsung mengangguk.
"Baiklah, jika aku terkena ilusi juga maka kau harus tolong aku!" ucap orang itu sebelum pergi.
"Berani-beraninya kau memberi perintah padaku!" geram Mo Cheng pada orang itu sambil menggertakan giginya.
__ADS_1
"Iya-iya kau menang!" jawab orang itu pasrah.
Karena kekuatan dirinya hanya berada di pendekar atas awal di tambah sedikit terluka langsung takut terhadap Mo Cheng.
Li Yian memperhatikan semua, sampai melihat dengan lurus atas ide dari Mo Cheng itu! Karena dirinya juga belum mengetahui apa tentang makam itu.
Jika saja dia berada di alam dewa di kehidupan pertama miliknya! Melihat kejadian ini tidak akan gentar karena bisa mempengaruhi pikiran dengan energi Qi.
Tapi di sini sedikit berbeda, sehingga Li Yian tetap waspada! Dirinya takut akan terkena ilusi yang menyusahkan.
Orang itu mengguncang temannya yang sudah menjilati lantai dan mampir melepaskan semua pakaiannya yang di kenakannya, tapi setelah di guncangan oleh orang yang di berikan perintah oleh Mo Cheng, orang itu langsung sadar.
"Apa yang kau lakukan, di mana dewi ku? Sial hampir saja aku memakan dewi ku, kau mengganggu saja!" bentak orang itu lalu melihat banyak orang dan pakaian dirinya sangat berantakan langsung sadar dan merapikan pakaiannya dengan cepat.
"Hei apa yang kau rasakan tadi, aku melihat mu menjilati lantai dan menciumi lantai dengan sangat ganas!" ucap orang yang membangunkan.
"Apa? Bukanya aku tadi sedang berada di rumah bordil dan..!" suaranya terhenti lalu dirinya menggelengkan kepalanya.
"Tidak-tidak itu sangat memalukan!" lanjutnya berucap.
"Lihat banyak dari mereka yang sama seperti mu, tapi mengalami gejalanya yang berbeda!" orang yang membangunkan langsung menuju pada semua orang yang terkenal ilusi.
Dia sangat kaget, melihat kenyataan yang di alaminya! Li Yian melihat itu berhasil langsung tersenyum dirinya berkelebat menerjang orang yang sedang bertarung dan memukul dengan keras tengkuk mereka satu persatu lalu roboh.
Akhirnya mereka membatu menyadarkan orang-orang yang terkena ilusi di makam kuno itu satu persatu.
Tapi ada dua orang yang sudah mati karena bertikai satu sama lain saat terkenal ilusi dengan temannya.
Setelah semuanya yang masih hidup sadar orang-orang yang sudah masuk berjalan menelusuri kembali lebih dalam! Anehnya bau yang di rasakan oleh Li Yian sebelumnya juga langsung menghilang entah kemana.
"Hati-hati, sepertinya makam kuno ini di rancang banyak jebakan yang mematikan!" ucap Mo Cheng yang kini kemabli memimpin jalan.
Orang-orang yang tadi terkenal ilusi tidak lagi mau gegabah mendahului perintah dari Mo Cheng karena sudah takut akibat ilusi sebelumnya.
\=
\=
Bantu LIKE' 👍 kakak.
Terimakasih.
__ADS_1
...