
\=Chapter 038. PEREBUTAN MASUK MENUJU MAKAM KUNO\=
\=
\=
Setelah pintu batu makan kuno di mulut gua hancur, banyak orang langsung bergembira tapi mereka juga langsung waspada apakah akan terjadi pertumpahan darah apa akan masuk secara damai.
Tapi salah satu orang dari kelompok yang berkumpul di pantai langsung berteriak.
"Saatnya menentukan siapa yang paling kuat dan siapa yang akan menguasai makam kuno!" bentak salah satu kelompok sekte golongan hitam.
Mereka cukup berani karena mereka masih memiliki Pendekar Raja, bahkan yang berucap demikian juga seseorang yang sudah masuk ke tingkat pendekar raja tersebut, yang belum partisipasi membuka pintu batu di mulut gua, sehingga wajar saja dirinya cukup sombong.
Sedangkan di kelompok lain sudah tidak memiliki Pendekar Raja yang tersisa di antara mereka, apalagi Kekaisaran Ming mereka malah menerima kerugian besar karena kedua pendekar atas puncak mereka mengalami luka parah.
"Ini yang paling menarik!" gumam Li Yian di posisi paling belakang mengamati semuanya.
Alasan Li Yian bergabung dengan sekte aliran hitam juga dirinya sudah menghitung kekuatan yang ada di semua kelompok dan dirinya langsung mengetahui bahwa kelompok terkuat di antara mereka adalah gabungan sekte aliran hitam dari dua kekaisaran.
"Aku akan menunggu di belakang lebih lama, biarkan mereka saling serang setelah semua orang mengalami luka cukup serius maka aku akan lebih bebas menelusuri makam kuno!" Li Yian langsung berpikir hal-hal kemungkinan yang akan terjadi.
Setelah teriakan salah satu dari kelompok sekte aliran hitam, tentu saja kelompok Kekaisaran Tang langsung terpancing karena mereka merasa yang paling kuat.
"Berani-beraninya kau berbicara seperti itu! Kelompok kami yang akan menguasai makam kuno seutuhnya." ucap salah satu komando pasukan di Kekaisaran Tang.
"Kurang ajar serang!" bentak tetua sekte aliran hitam.
Setelah itu terjadi, sekte aliran hitam dan Kekaisaran Tang langsung berperang di pantai luas dekat dengan pintu masuk makam kuno yang sudah terbuka.
Sedangkan Pendekar Raja yang berhasil membuka pintu batu menuju makam kuno masih terduduk lemas karena sudah sangat memaksa diri mereka masing-masing.
Jika saja pendekar tingkat atas menyerang mereka, mereka tidak akan bisa melawan meskipun hanya satu serangan mematikan mereka.
Sehingga ini sebuah keuntungan yang di dapat dari kelompok yang lebih kuat apabila masih memiliki salah satu pendekar raja di antara mereka seperti kelompok sekte aliran hitam.
"Sial aku susah untuk bergerak, bahkan otot kaki ku sudah gemetar!" salah satu pendekar raja dari sekte aliran putih mengeluh.
Saat para pendekar raja yang ada di mulut gua sedang dalam keadaan tidak berdaya karena sudah terluka di belakang mereka kerumunan besar bertarung satu sama lain.
__ADS_1
Di sana kekacauan benar-benar terjadi hanya karena sebuah provokasi kecil dari salah satu tetua.
Kelompok sekte aliran hitam bertarung dengan pasukan Kekaisaran Tang sedangkan kelompok sekte aliran putih bertarung dengan pasukan Kekaisaran Ming.
Bunyi adu senjata dan lolongan kesaksian menggema di luasnya pantai yang ada di depan pintu masuk makam kuno, hanya dalam beberapa menit saja banyak sekali mayat yang berserakan di pasir pantai.
"Gila, pertarungan ini benar-benar mengerikan!" Li Yian berdiri paling belakang memegang pedang panjang miliknya yang sudah berlumuran darah dari mangsanya.
Bahkan kini peperangan sudah menyebar ke segala arah, ada yang lari ketakutan tidak ingin lagi terlibat dengan kekacauan seperti itu.
Cukup banyak pasukan Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang banyak yang kembali memanjati tebing untuk berniat kembali dan lolos dari bencana pertemuan itu bagaimana caranya.
Li Yian hanya menyerang yang melawan dirinya saja sedangkan yang lari dirinya biarkan lolos, karena menurut dirinya lebih banyak yang lari lebih baik.
Yang paling mengerikan adalah pendekar raja dari sekte aliran hitam, dirinya berpikir bahwa dirinya yang tersisa paling kuat sehingga membunuh siapa saja yang mencoba melawan.
"Kalian harus mati di sini, agar aku bisa memasuki dan menguasai makam kuno seorang diri! Ha-ha-ha-ha." pendekar raja dari sekte aliran hitam langsung bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengayunkan tombak hitam di tangan.
Seorang pendekar raja itu dingin dan tajam, dengan cepat tombak itu menebus dada dari dua pendekar raja yang terluka pada saat membuka pintu batu makam kuno.
"Sial kau Mo Cheng!" bentak salah satu pendekar raja dari sekte aliran hitam.
Karena dia berfikir dirinya sudah paling berkuasa karena satu-satunya pendekar raja yang belum terluka sama sekali.
"Kau, uhukk uhukk.!" ucap orang yang di tusuk Mo Cheng terputus karena langsung terbatuk dan mati.
"Dia memanfaatkan situasi, sial bagaimana bisa?" salah satu pendekar raja dari pasukan kekaisaran yang sangat marah.
"Sesali lah pemikiran naif kalian di neraka!" Mo Cheng langsung membunuh mereka semua tanpa ampun dirinya berkelebat saking cepatnya.
Meskipun mereka sama-sama ada di tingkatan Pendekar Raja yang sama tapi kondisi mereka sudah terluka parah dan hanya bisa bergerak menghindari sedikit saja, bila melawan kekuatan yang sama saat dirinya bugar maka akan sia-sia seperti sekarang.
Setelah membunuh 10 pendekar raja dari semua perwakilan kelompok, Mo Cheng langsung berteriak lantang di kerumunan yang sedang bertarung.
"Semuanya! Jika kalian kembali ke sekte dan asal kalian masing-masing maka akan aku ampun nyawa kalian!"
Kerumunan langsung berhenti bertarung sejenak, karena mereka lelah dan mendengarkan teriakan yang begitu kencangnya.
Setelah semua orang diam dan memperhatikan dirinya, Mo Cheng langsung berucap kemabli dengan kilatan mata yang sangat bersemangat.
__ADS_1
"Yang masih ingin tetap hidup, kembalilah! Jika ingin mati maka tetaplah tinggal di sini akan ku antar kalian ke depan pintu neraka!"
Setelah berucap demikian seringai tajam muncul dan langsung mengeluarkan aura membunuh yang tajam!.
"Dia benar-benar berani untuk menantang kerumunan yang masih cukup banyak sungguh bodoh dirinya pikir pendekar raja sangatlah kuat, benar-benar bodoh!" ucap Li Yian sedikit keras.
Dirinya berharap agar orang bisa mendengar ucapannya, sehingga nanti ada banyak orang yang bertarung bersama untuk mengalahkan Mo Cheng dengan cara di keroyok.
"Kau berani berbicara paling kuat, meskipun kau pendekar raja jika kami para pendekar atas bergabung cukup mudah mengalahkan diri mu yang hanya satu orang!" bentak salah satu murid elit sekte aliran putih.
"Siapa bilang aku sendiri, sekte lembah tengkorak kami masih memiliki pasukan!" jawab Mo Cheng.
Setelah dirinya melambaikan tangan cukup banyak orang yang keluar dari kerumunan itu, sekitar 15 orang dengan berbagai kekuatan masing-masing.
Awalnya sekte lembah tengkorak membawa 30 anak murid inti mereka dan satu tetua untuk melakukan penelusuran terhadap makam kuno! Tapi kini sepertinya setengah dari mereka sudah mati terbantainya.
Orang-orang cukup kaget, sedang pendekar atas dari semua kelompok masih memiliki sekitar 25 orang sehingga mereka memutuskan untuk bergabung melawan sekte lembah tengkorak.
Setelah mengangguk beberapa saat salah satu dari mereka langsung berucap dengan tenang.
"Selama kami masih bernafas, tidak akan kami serahkan makam kuno itu pada kalian para bajingan tengik!"
Dalam sekali tarikan nafas panjang, sekelompok orang langsung menyerang sekte lembah tengkorak yang mengaku diri mereka paling hebat.
"Serang apapun yang terjadi!" ucap orang itu berulang kali.
"Kalian sungguh bodoh kekuatan seperti itu di hadapan pendekar raja hanyalah semut!" ucap Mo Cheng dengan penuh kesombongan.
Langsung setelah kata-kata itu keluar amarah orang-orang bergejolak dan menerjang sekte lembah tengkorak dengan begitu brutal.
\=
\=
Bantu LIKE'👍 Kaka.
Terimakasih.
..
__ADS_1