Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
154 = KEBERADAAN LI YIAN


__ADS_3

\=Chapter 154. KEBERADAAN LI YIAN\=


\=


\=


Satu hari telah berlalu.


Kini Li Yian dan Baba Yaga, kembali ke penginapan yang Li Yian sewa sebelumnya di kota Kekaisaran Tang pusat.


Karena tujuan Li Yian ke kota Kekaisaran Tang sudah terpenuhi untuk membalaskan dendam terhadap keluarga Bao, namun belum terselesaikan terhadap kelompok Sabit Tunggal.


Li Yian berencana pergi dari kota Kekaisaran Tang dan mencari keberadaan kelompok Sabit Tunggal, namun belum menemukan keberadaan dan informasi tentang mereka.


"Saudara Li, apa kita akan berada di sini terus? Izinkan aku keluar untuk mencari hiburan agar tidak jenuh seperti ini!" ucap Baba Yaga.


Suasana di siang hari ini sedang cerah, ini sangat pas di gunakan untuk mengobrol santai.


Mereka sedang duduk tenang di sebuah gazebo dekat dengan danau buatan, sambil menikmati teh hijau yang di sediakan oleh penginapan.


"Kita akan pergi dari Kekaisaran Tang ini, karena janji ku kepada pak tua belum terselesaikan jika kelompok Sabit Tunggal masih berkeliaran di daratan ini!" ucap Li Yian.


Dia duduk dengan santai di kursi yang memiliki sandaran panjang dan menghadap sedikit ke atas.


"Pergi kemana? Aku ayo kita berangkat sekarang!" ajak Baba Yaga karena ingin merasakan tempat baru, agar tidak jenuh.


"Sebentar, aku masih menunggu informasi yang berguna nantinya dari kelompok informasi bayaran tentang kelompok Sabit Tunggal!" jawab Li Yian.


Inilah alasan Li Yian belum pergi untuk mencari kelompok Sabit Tunggal, karena dia belum mendapatkan informasi yang tepat untuk menentukan pergerakan selanjutnya.


Saat Li Yian sedang berbicara dengan Baba Yaga di gazebo itu, seorang pelayan wanita membawa seorang pemuda untuk menemui Li Yian.


"Permisi tuan muda Li, ada yang mencari tuan muda! Katanya tuan muda sudah mengadakan janji bertemu di sini!" ucap pelayan wanita penginapan itu.


Li Yian menengok ke pemuda tersebut, lalu tersenyum setelah menegakkan posisi duduknya! Begitu juga Baba Yaga dia juga melihat ke arah pemuda yang baru datang yang di antara pelayan penginapan.


"Baiklah, terimakasih sudah mengantarkannya ke mari!" ucap Li Yian kepada pelayan itu sambil memberikan satu keping koin emas.


"Terimakasih tuan muda Li, saya undur diri!" jawab pelayan wanita itu dengan membungkuk hormat, lalu mundur dengan perlahan dan berlalu dari sana dengan cepat.

__ADS_1


Pelayan wanita itu cukup kaget, karena baru kali ini di berikan uang tips koin emas! Karena belum pernah ada sejarahnya, meskipun yang menginap di sana keluarga bangsawan bawah maupun saudagar kaya.


Setelah jauh dari Li Yian dia tersenyum dan langsung memasukkan koin emas ke dalam kantong bajunya. "Tuan muda yang dermawan!" ucapnya dalam hati.


Li Yian melihat pemuda itu dengan tatapan tajam, setelah itu dia langsung bertanya!.


"Katakan siapa yang mengirim kau kemari?" tanya Li Yian.


"Aku anggota dari kelompok pertama, organisasi informal bayaran, yang di kepalai oleh tuan Qin Chen! Aku di tugaskan mengantar pesan, untuk tuan Li Yian!" jawab pemuda itu.


"Hemm, katakanlah!" sahut Li Yian.


"Keberadaan kelompok Sabit Tunggal telah di temukan di wilayah Kekaisaran Tang bagian utara, jumlah mereka belum di pastikan! Sepertinya mereka mencari informasi tentang keluarga Bao, sekarang mereka di wilayah utara sudah berhasil menguasai beberapa keluarga bangsawan bawah! Untuk lebih detail informasinya ada di surat ini!" ucap pemuda itu sambil meletakkan gulungan surat, lalu dia segera menjaga jarak dengan Li Yian.


"Baiklah, terimakasih. Terima ini!" ucap Li Yian lalu melemparkan sekantong kecil berisi koin emas.


"Terimakasih tuan Li Yian, aku segera pamit!" ucap pemuda itu, lalu bergegas pergi dari sana.


"Sepertinya kita harus segera menuju ke wilayah Kekaisaran Tang bagian utara dengan cepat!" ucap Baba Yaga.


"Ya apa yang kau ucapkan benar teman!" jawab Li Yian.


Lalu Li Yian dengan cepat membuka surat yang baru saja di terima dari kelompok informasi bayaran, dia membaca dengan cermat.


Di kediaman keluarga Yin.


Dua orang sedang duduk berhadapan satu sama lain, mereka adalah tetua pertama dan orang kepercayaan dirinya.


"Tetua pertama, kami menemukan keberadaan Li Yian dan temannya! Mereka sedang menginap beberapa hari ini di penginapan Harmoni Kota Kekaisaran Tang bagian pusat!" ucap orang kepercayaan tetua pertama keluarga Yin.


Mereka sedang duduk saling berhadapan di ruang kerja tetua pertama keluarga Yin, setelah mendengar ini tetua pertama langsung tersenyum.


"Kau bekerja dengan baik, belum sampai malam hari kau sudah mendapatkan informasi itu! Apa kau sudah mengawasi mereka agar tidak kabur lagi?" ucap tetua pertama.


"Sudah tetua pertama, aku menugaskan tiga orang pengintai handal! Jika ada pergerakan dari Li Yian maka mereka akan segera memberikan kabar dengan cepat." jawab orang kepercayaan itu.


"Siapkan orang-orang terampil kita, lalu pergi ke sana dengan cepat! Akan ku tunjukkan kepada mereka, jangan main-main dengan keluarga Yin! Sekalian bawa Yin Zang dengan tim kita, agar mereka tahu kesalahan apa yang sudah di perbuat!" perintah tetua pertama.


"Baik tetua!" jawabnya dengan cepat, lalu orang itu bergegas keluar untuk melakukan tugasnya.

__ADS_1


Tetua pertama Keluarga Yin masih duduk di sana sambil memperlihatkan sorot mata yang tajam, seakan tatapan itu bisa membunuh seseorang yang di tatapnya.


Dia berdiri dengan cepat, lalu masuk ke dalam kamar penyimpanan senjata! Dia mengambil salah satu pedang yang sangat bagus kualitasnya milik keluarga Yin, yang memiliki dedikasikan sebagai keluarga penempa dan penjual senjata.


Tetua pertama langsung keluar dengan cepat, karena dia akan segera berangkat.


Setelah keluar dan sampai di halaman samping kediaman milik keluarga Yin, di sana sudah berkumpul 10 orang termasuk Yin Zang.


Mereka sudah bersiap, dengan menggunakan kuda mereka masing-masing agar perjalanan lebih cepat!.


Melihat tetua pertama keluar dengan menggunakan baju yang simpel dan membawa pedang andalan miliknya, membuat Yin Zang sangat senang di hatinya.


"Li Yian kau akan menerima akibatnya karena sudah meremehkan aku, karena kau akan berhadapan dengan orang kuat ke dua di keluarkan Yin ini!" ucap Yin Zang di benaknya.


"Cepat berangkat dengan kecepatan penuh!" bentak tetua pertama kepada yang lainnya.


"Baik!" jawab mereka serentak.


Setelah itu suara kuda di pacu dengan kecepatan tinggi keluar dari kediaman besar keluarga Yin, tetua pertama berada paling depan memimpin jalan rombongan itu.


Setelah sampai di perkotaan yang dekat dengan perbatasan kota Kekaisaran Tang bagian pusat dan bagian timur, mereka tidak memperlambat laju kuda mereka.


Bahkan sampai orang-orang yang berbeda di jalan langsung menyibak ke pinggiran, karena mereka takut tertabrak oleh rombongan kuda keluarga Yin.


"Ada apa dengan rombongan keluarga Yin itu? Seperti sedang mengejar buronan!" ucap salah satu warga kota itu yang ada di sana.


"Entahlah, tidak seperti biasanya! Karena biasanya mereka selalu bersikap anggun dan menggunakan kereta kuda!" jawab temanya.


"Siapa peduli mereka mau berbuat apa, keluarga bangsawan mah bebas! Tidak seperti kita rakyat jelata selalu banyak aturan dan hukum." jawab pejalan kaki lainnya yang ada di sana.


"Kau benar teman, buat apa memikirkan mereka! Kita bisa bertahan hidup saja sudah bagus."


Di sana akhirnya ramai dengan diskusi dan saling mengobrol antar mereka pejalan kaki dan pedang di pinggiran jalan.


Setelah debu yang berterbangan sudah reda, kehidupan di kota kemabli normal seperti biasanya.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2