
\=Chapter 110. SAMPAI DI PERBATASAN KEKAISARAN TANG\=
\=
\=
5 Hari telah berlalu.
Li Yian dan Baba Yaga, kini sampai di perbatasan Kekaisaran Tang.
Li Yian dan Baba Yaga membutuhkan waktu perjalanan cukup lama, karena mereka melakukan perjalanan dengan sangat santai.
Karena merek berdua setiap malam tiba! Jika melewati kota besar maupun kecil, langsung memilih untuk menginap di salah satu penginapan yang tersedia.
Karena mereka berdua juga sambil mencari informasi tentang keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal lebih dalam, di dalam perjalanan kali ini.
"Seperti ini kah perbatasannya Kekaisaran? Cukup ramai juga!" ucap Li Yian yang sedang mengantri di perbatasan Kekaisaran Tang.
Setelah melewati perbatasan kekaisaran Ming dan mendapatkan surat izin, Li Yian dan Baba Yaga langsung keluar lalu menuju ke pemeriksaan perbatasan Kekaisaran Tang.
Di sana banyak sekali para pedagang dengan barang bawaan yang banyak, kereta kuda barang sangat banyak berbaris rapi di sisi jalan.
Sedangkan setiap kepala rombongan para pedagang dan saudagar kaya mengantri di pos pemeriksaan.
"Entahlah, aku belum pernah keluar dari Kekaisaran Ming!" ucap Baba Yaga.
"Tepatnya kau itu baru keluar dari hutan!" jawab Li Yian lalu dia tertawa kecil.
Di belakang mereka ada seseorang yang bertugas sebagai kepala rombongan dari pedagang yang sedang antri, dia langsung menegurnya.
"Nak muda, ada tujuan apa kalian menuju ke Kekaisaran Tang? Sepertinya kalian bukan para pedagang!" ucap orang itu.
Li Yian langsung menengok yang memang pas orang itu ada di belakang dirinya!.
Orang itu adalah pria paruh baya, dengan janggut yang setengah putih dan setengah masih hitam, begitu juga dengan rambutnya.
Pakaian yang di kenakan adalah pakaian yang sedikit mahal, dia menggulung rambut panjangnya di atas kepalanya.
"Benar paman, kita akan mencari pengalaman di Kekaisaran Tang! Menurut kabar bahwa di sana memiliki pendekar yang lebih hebat dari pendekar Kekaisaran Ming!" ucap Li Yian mencoba menjelaskan tujuannya.
Kepala rombongan itu melirik Li Yian dan Baba Yaga, Li Yian membawa pedang di pinggangnya sedang Baba Yaga membawa Tombak panjang yang di bungkus kain di belakang punggungnya.
__ADS_1
Dia langsung tahu bahwa Li Yian dan Baba Yaga adalah seorang pendekar.
"Aahh, aku kurang tahu tentang kabar masalah pendekar, tapi jika masalah bisnis aku sedikit mengerti!" jawab orang itu sedikit canggung.
"Iya kami sangat penasaran, sehingga kami menuju ke mari untuk memastikan itu semua!" jawab Li Yian.
"Memang anak muda itulah yang paling bersemangat!" orang itu memuji Li Yian dan Baba Yaga.
"Anak muda, jika kalian ingin! Kalian bisa menumpang ke kereta kuda kami! Karena setelah masuk ke dalam perbatasan ini, dalam dua hari perjalanan berkuda baru bisa menemukan kota kecil!" orang itu langsung menawarkan Li Yian dan Baba Yaga.
Dia berniat menjadikan Li Yian dan Baba Yaga sebagai pendekar pelindung di khafilah dirinya saat ini, karena dirinya membawa khafilah yang cukup besar. Sehingga tidak ada pendekar sewaan yang mau di bayar murah! Namun naasnya kelompok mereka rata-rata adalah pedagang kecil, sehingga tidak bisa memberikan uang lebih.
Akhirnya mereka memutuskan menyebrangi Kekaisaran Tang tanpa pengawalan dari pendekar bayaran, karena mereka membutuhkan dagangan mereka laku tinggi di Kekaisaran Tang, sehingga dengan tekad kuat akhirnya memilih berjalan tanpa pengawalan.
Karena tidak sanggupnya menyewa pendekar bayaran, lalu melihat Li Yian dan Baba Yaga adalah seorang pendekar! Dia berharap mereka berdua bisa ikut di dalam rombongannya.
Sehingga secara tidak langsung mereka berdua akan menjadi pendekar pelindung dari khafilah miliknya.
"Apakah paman dan yang lainnya tidak keberatan?" ucap Li Yian cukup senang.
"Tidak sama sekali pendekar muda, kami akan melayani pendekar muda dengan sebaik mungkin!" orang paruh baya itu sangat senang.
"Apakah ada makanan di rombongan tuan?" tanya Baba Yaga sedikit menyelidiki.
"Baiklah, setuju aku ikut!" Baba Yaga langsung menyetujui.
Taakkk...!!
Li Yian langsung menjitak kepala Baba Yaga cukup keras.
"Aduh, apa yang kau lakukan saudara Li?" semprot Baba Yaga karena kesaktian.
"Jangan berani-berani kau menghabiskan makanan mereka semua!" ancam Li Yian pada Baba Yaga.
"Kau tidak asik, kalau aku lapar bagaimana?" keluh Baba Yaga.
"Tahan lapar mu sedikit! Setelah sampai di kota baru kau boleh makan banyak!"
Li Yian langsung memberikan peringatan, dia tidak ingin Baba Yaga menghabiskan semua makanan yang di bawa oleh rombongan dari paman yang di depannya.
Sedangkan pria paruh baya itu hanya memandang Li Yian dan Baba Yaga bergantian, dia menjadi sedikit ragu dengan mereka berdua, apa mereka berdua mempunyai kemampuan atau tidak.
__ADS_1
Karena tidak mencerminkan pendekar yang selalu mereka temui di berbagai tempat, karena karakter pendekar di bayangan dirinya adalah orang yang dingin dan kejam.
"Tidak apa-apa pendekar muda, kami memiliki banyak setok makanan untuk perjalanan kali ini!" pria paruh baya itu langsung menengahi cekcok Li Yian dan Baba Yaga.
"Tidak paman, paman belum melihat nafsu makan dia, jika paman lihat mungkin akan kaget!" Li Yian langsung membocorkan kerakusan Baba Yaga.
"Iya-iya aku akan menahan sedikit, paling nanti aku makan mengikuti porsi makan kau saudara Li Yian, tapi kau jangan asal beberkan keburukan orang!" Baba Yaga jadi sedikit kesal karena Li Yian asal membicarakan aib dirinya.
*
*
*
Tak terasa kini giliran mereka untuk di periksa di tempat pemeriksaan! Li Yian, Baba Yaga dan pria paruh baya itu masuk bersama! Karena memang di periksa langsung tiga orang sekaligus.
Pemeriksaan berhasil tidak ada kendala untuk Li Yian, Baba Yaga dan pria paruh baya itu, karena tidak memiliki catatan kriminal di Kekaisaran Tang maupun Kekaisaran Ming, sehingga mereka lolos.
Li Yian dan Baba Yaga di ajak menemui rombongan khafilah pria paruh baya itu, setelah sampai di sana Li Yian dan Baba Yaga cukup terkesan.
Di sana sudah ada 100 orang dengan total, membawa 60 kereta kuda banyaknya! Di sana di penuhi barang-barang dagangan masing-masing orang.
Dalam pemeriksaan setiap masuk ke perbatasan, hanya pemimpin yang di periksa! sedangkan anak buahnya hanya di periksa fisik dan data catatan dari pemimpin rombongan saja.
Karena jika ada salah satu dari rombongan yang berbuat kejahatan, maka pemimpin rombongan ikut tercoreng nama baiknya.
Namun mereka adalah orang-orang tanpa ilmu beladiri, sehingga tidak ada niatan dari mereka untuk melakukan tindak kriminal.
"Inikah rombongan yang paman pimpin? Kelompok yang sangat besar!" ucap Li Yian.
"Benar pendekar muda! Mari aku kenalkan dengan yang lainnya!" ucap pria paruh baya itu lalu memperkenalkan siapa saja yang bertanggung jawab sebagai tim inti.
Li Yian dan Baba Yaga di kenalkan pada mereka, lalu mereka juga menyambut bahagia kedatangan Li Yian dan Baba Yaga.
"Saudara, akhirnya kau berhasil juga menyewa pendekar!" ucap salah seorang yang masuk tim inti.
Li Yian menengok ke arah orang yang berbicara itu, lalu menengok pada pemimpin rombongan! Li Yian kini tahu maksudnya, tapi dia hanya menanggapi dengan senyum tipis.
\=
\=
__ADS_1
...