
\=Chapter 059. MATA-MATA SEKTE MACAN PUTIH TERBUNUH OLEH KELOMPOK SABIT TUNGGAL\=
\=
\=
Cu Yao membawa empat pendekar raja, semuanya adalah tetua yang memiliki jabatan tinggi, kekuatan mereka ada yang di tingkat pendekar raja awal dan menengah, sedangkan untuk tingkat pendekar raja puncak tidak ada, karena dulu dirinya yang memiliki kekuatan itu, bersama tetua agung.
Kini kelompok sekte macan putih yang di pimpin langsung oleh Cu Yao sebagai kepala sekte, sedang mengintai keberadaan kelompok Sabit Tunggal yang telah membunuh anggota sekte macan putih.
"Apa kau yakin tetua Meng, mereka menuju ke kota itu?" ucap Cu Yao, sambil bergerak dengan cepat di hutan kecil dekat dengan kota Jii Kekaisaran Ming.
"Itu informasi yang aku dapat beberapa hari lalu, kepala sekte!" jawab Cao Meng.
Dia mendapatkan kabar dari mata-mata handal sekte macan putih, setelah kejadian itu sekte macan putih langsung mengirim mata-mata miliknya.
"Sial, apa kau tidak mendapatkan kabar terbaru?" keluh Cu Yao.
Dia tidak berharap, nantinya pengejaran itu sia-sia! Karena sudah mengejar orang-orang kelompok Sabit Tunggal dua hari lamanya, namun tidak kunjung berhasil juga.
"Entah lah, mata-mata kita belum memberikan kabar baru lagi!" jawab Cao Meng dengan lesu.
Dirinya memang sebagai tetua yang mengumpulkan informasi luar, dari berbagai mata-mata yang di miliki sekte macan putih.
Namun sudah dau hari lewat belum ada kabar baru kembali tentang kelompok Sabit Tunggal!.
*
*
*
Satu Hari terlewat, setelah insiden pembantaian anggota sekte macan putih, di depan sebuah penginapan.
Dan 2 hari yang lalu dari waktu sekarang.
Di kota Jii Kekaisaran Ming, kelompok Sabit Tunggal sedang masuk ke dalam rumah hiburan! Mereka sedang mengincar mangsa yang lain.
Mangsa itu adalah orang-orang dari sekte aliran hitam lembah tengkorak, yang sedang menikmati arak dengan di temani wanita penghibur.
"Ayo minum lagi sayang! Minum yang banyak, kami yang akan bayar!" ucap salah satu dari mereka, sambil tangan nakalnya meremas gunung kembar yang di tutupi labirin tipis.
Setelah menjebol makam kuno, orang-orang ini memiliki banyak uang! Sehingga menikmati hidup adalah perioritas utama.
Di luar, orang mengintai melalui jendela di salah satu pohon besar dekat dengan rumah bordil! Mata-mata dari sekte macan putih mengintai orang-orang dari kelompok Sabit Tunggal.
Sedangkan kelompok Sabit Tunggal juga sedang mengintai orang-orang dari sekte lembah tengkorak yang sedang menikmati hidup.
"Sial.!"
__ADS_1
Tring..
Pisau terbang mengarah pada dirinya, untung saja masih sempat di tangkis! Pisau itu terbang dari arah lain dan itu berada di pohon sebelah kanan tidak jauh dari tempat mata-mata sekte macan putih.
"Apa di sana ada anggota kelompok Sabit Tunggal?" gumam mata-mata sekte macan putih.
Dia langsung berpindah ke cabang yang rimbun, lalu melihat ke arah pohon seberang sana.
Sring..
Sring..
Dua pisau terbang kembali muncul dari pohon sebrang sana, dengan pedang pendek miliknya mata-mata itu menangkis senjata tersembunyi itu dengan mudah.
"Gawat aku sudah ketahuan!" keluh mata-mata itu.
Dia takut karena dirinya lebih lemah dari lawannya, yaitu kelompok Sabit Tunggal! Satu orang di pihak lawan saja dia belum tentu bisa melawannya.
Apalagi di pihak lawan ada empat orang yang memiliki kekuatan tinggi, pendekar raja!.
Tanpa diketahui oleh mata-mata dari sekte macan putih, orang-orang dari kelompok Sabit Tunggal menganggukkan kepalanya dengan serempak.
Itu adalah kode untuk mulai beraksi.
Sedangkan mata-mata dari sekte macan putih baru menghindar dari serangan barusan, lalu pindah cabang yang lebih rendah, sehingga tidak tahu gerakan mereka.
Belum juga menginjak kan kakinya di cabang itu, tiga pisau terbang kembali menyerang dirinya!.
Setelah berhasil menghindar, pisau terbang itu menancap sangat dalam di cabang itu!.
Baru juga keluar dan mendarat di tanah, di depan dirinya ada pedang pendek yang mengarah ke lehernya.
"Aura dia sangat samar! Aku bahkan tidak tahu dia sudah menunggu di bawah!" gumam mata-mata sekte macan putih.
Di bawah pohon itu ada orang yang baru saja mendarat dan langsung melompat ke arah mata-mata sekte macan putih dengan pedang pendek terhunus ke depan.
Tring..!
Dia berhasil menangkis tusukan yang mengerikan itu, dan mata-mata dari sekte macan putih mendarat tidak jauh dari orang misterius yang sedari tadi menyerang dirinya.
"Siapa kau?" ucap mata-mata sekte macan putih dengan sikap waspada.
"Harusnya aku yang bertanya, kau siapa?" jawab orang itu.
Dia berpenampilan dengan pakaian sangat tertutup dan memakai topeng putih yang hanya memiliki tiga lubang di antara matanya dua dan di mulutnya satu.
"Sial, dia tidak bisa terdeteksi sampai mana kekuatan dirinya!" ucap mata-mata sekte macan putih dalam benaknya.
"Apa yang kau awasi?" tanya orang misterius itu.
__ADS_1
"Itu urusan ku! Apa hubungannya dengan kau?" jawab mata-mata sekte macan putih.
"Cari mati!" bentak pendekar bertopeng itu.
Dengan gerakan cepat, dia bergerak ke arah mata-mata sekte macan putih, gerakan itu seperti menghilang.
Karena hari sudah sore dan hampir gelap, gerakan itu sulit di lihat! Dua pedang pendek saling beradu beberapa kali, sampai memercikkan bunga api yang besar.
"Ternyata dia berada di pendekar raja!" keluh mata-mata sekte macan putih.
Sekali benturan dia langsung merasakan kekuatan yang tinggi, karena sudah gentar dan takut dia kurang waspada.
"Gerakan kau menjadi kaku, makan ini!" ucap pendekar bertopeng.
Dia langsung melemparkan tiga pisau terbang menggunakan tangan kirinya.
Wooss, woos, wosss..
Tring, tring.
"Aaahhhkk..!"
Keluh mata-mata itu karena pisau terakhir menancap di dada bagian kana!.
Dengan gerakan jungkir balik dia mundur, lalu kabur dengan cepat.
Sedangkan pendekar bertopeng itu tersenyum di balik topengnya, dia tidak berminat untuk mengejar pengecut seperti itu.
"Bodoh, kau hanya memiliki sisa hidup hanya beberapa menit saja!" ucap pendekar bertopeng itu lalu segera berkelebat dan masuk ke dalam rumah bordil, karena sudah di tunggu rekannya.
Sedangkan mata-mata sekte macan putih langsung muntah darah hitam benar menit setelahnya.
"Apa aku di racun!' Dia berlari di atap ruang warga dengan tergesa-gesa!
"Racun apa ini?" baru juga berbicara seperti itu dia langsung tumbang dan jatuh dari atap rumah warga ke bawah.
Setelah jatuh ke tanah dia sudah mati, karena racun itu sangat ganas! Racun tanpa warna dan tanpa aroma.
Itu adalah racun andalan dari kelompok Sabit Tunggal untuk melakukan pembunuhan tersembunyi! Yang memiliki penawar racun adalah penting dari kelompok itu.
Bahkan jumlah penawarnya sangat sedikit.
Racun itu bekerja sesuai kekuatan orang, jika orang itu hanya di pendekar atas akan bertahan beberapa menit ke depan saja.
Sedangkan jika pendekar raja, bisa bertahan beberapa jam tergantung fisik mereka! Jika pendekar suci dia bisa bertahan berhari-hari.
\=
\=
__ADS_1
..