
\=Chapter 159. MERASAKAN ENERGI QI\=
\=
\=
Li Yian dan Baba Yaga masih terus berlari menuju ke utara, keduanya saling berbicara mengenai fenomena alam yang terjadi sekarang.
Setelah Baba Yaga banyak bercerita tentang pengetahuan dirinya dari nenek moyangnya di alam Tanasilam, Li Yian sekarang lebih mengerti bahwa setiap beberapa ratus ribu tahun, setiap alam akan saling terhubung.
"Saudara Li, apa kau mengetahui sesuatu?" melihat Li Yian tersenyum seperti itu setelah mendengarkan cerita dirinya, membuat Baba Yaga penasaran.
"Ya sekarang aku cukup tahu sesuatu yang besar dari catatan peninggalan ayah ku!" jawab Li Yian.
Sekarang Li Yian ingat betul di teknik pernafasan matahari peninggalan ayahnya saat di alam langit, terdapat catatan yang menurut Li Yian tidak berguna, tapi itu sesuatu yang besar.
Akhirnya setelah datangnya hari ini, Li Yian baru tahu bahwa catatan itu berguna untuk menebus tiga alam, berarti Li Yian sekarang tahu jalan untuk menuju alam langit dan alam siluman berada.
Namun setelah fenomena ini, Li Yian tidak perlu mencari di mana letak gerbang antar alam! Karena setahun setelah fenomena ini, akan muncul gerbang antar alam dan terbuka gerbang itu secara utuh.
"Apa itu, katakan sesuatu kepada ku?" tanya Baba Yaga karena saking penasarannya.
"Ya benar apa yang di katakan kau teman, bahwa setelah fenomena ini! Tiga gerbang alam akan terbuka, tepatnya satu tahun lagi dari sekarang. Sehingga dalam satu tahun ke depan kita harus meningkatkan pelatihan hingga ke tingkat pendekar dewa, karena ini syarat untuk masuk ke dalam gerbang alam itu!"
Li Yian menjelaskan apa yang dirinya ketahui, meskipun dia pernah menjadi dewa selama 100 tahu namun dia tidak mengetahui sejarah panjang tentang susunan alam, karena itu di anggap aturan suci dewa dan di segel.
"Baiklah, saatnya mencari wanita sebanyak-banyaknya agar aku cepat kuat!" teriak Baba Yaga kegirangan.
Li Yian mendengar itu hanya melongo saja, karena dia tidak tahu metode energi siluman yang sebenarnya! Sehingga tidak tahu apa yang di maksud Baba Yaga dengan banyaknya wanita maka semakin kuat.
Mereka terus berlari, di depan sana sudah terlihat pantulan cahaya kecil di kegelapan malam! Menandakan bahwa di depan sana ada kota kecil.
Namun saat ini Li Yian langsung berhenti seketika, melihat Li Yian berhenti Baba Yaga juga berhenti.
"Ada apa saudara Li?" tanya Baba Yaga heran.
"Apa kau merasakan Energi Qi?" tanya balik Li Yian pada Baba Yaga.
Karena dirinya merasakan Energi Qi mengalir ke tubuhnya saat ini.
"Energi Qi, apa itu? Aku tidak merasakan apa-apa! Jika Energi Hitam aku merasa semakin kuat dari sebelum fenomena ini!" jawab Baba Yaga.
__ADS_1
"Hemmm, berarti siluman tidak merasakan Energi Qi! Melainkan Energi Hitam yang di rasakan. Jadi seperti itu kenapa di alam ini tidak memiliki Energi Qi, ternyata alam ini sudah tidak memiliki Energi Qi sejak lama, namun setelah fenomena ini dan mulai terbukanya gerbang antar alam baru di sini memilih Energi Qi" ucap Li Yian di benaknya, memikirkan apa yang terjadi selama ini.
"Itu hampir sama! Hanya berbeda unsur saja, baiklah ayo kita pergi ke kota dengan segera!" jawab Li Yian pada Baba Yaga, lalu segera lari menuju kota kecil yang sudah terlihat.
"Kurang ajar, kau mengalihkan pembicaraan saudara Li!" gerutu Baba Yaga, namun dia tetap mengikuti lari Li Yian dari belakang.
"Apa kau tidak ingin segera makan? Jika tidak mau, baiklah. Marilah kita mengobrol di sini lebih lama!" Li Yian menawarkan kelemahan Baba Yaga.
"Baiklah, apa enaknya mengobrol dengan kau di sini! Lebih baik makan." jawab Baba Yaga.
Setelah itu dia langsung menyalip Li Yian begitu saja, lari Baba Yaga begitu kencang!.
"Kau mau adu kecepatan dengan ku ternyata?" Li Yian langsung menggeram karena terpancing oleh Baba Yaga.
"Siapa takut!" Baba Yaga menjawab seperti mengejek Li Yian.
Mendengar itu Li Yian langsung mempercepat larinya, hingga hampir menyalip Baba Yaga kembali! Akhirnya mereka melakukan kekonyolan dengan balap lari, hingga ke kota kecil.
*
*
*
Di sini tadinya cukup heboh saat ada fenomena alam, bahkan saat terjadi getaran hebat orang-orang segera keluar dan mencari tahu apa penyebabnya.
Kini Li Yian sudah sampai di kota ini, Li Yian dan Baba Yaga sampai di gerbang kota secara bersamaan.
Mereka di hentikan oleh penjaga gerbang kota itu, sehingga dengan terpaksa Li Yian dan Baba Yaga berhenti.
"Aku yang sampai di sini duluan!" ucap Baba Yaga dengan bangga.
"Bukannya aku yang selangkah lebih dulu?" tanya Li Yian tidak terima Baba Yaga yang menang.
"Tidak itu aku yang menang!"
Tiga penjaga gerbang kota kecil itu hanya bisa memandangi mereka berdua atas keributan itu, karena pikir mereka 'dua idiot dari mana datang malam-malam buta! Tapi memperebutkan hal konyol.'
"Benar kan tuan, aku yang sampai di sini terlebih dahulu?" Baba Yaga akhirnya bertanya kepada salah satu penjaga gerbang.
"Mana aku peduli!" Bentak salah satu penjaga gerbang kota kecil itu. "Sebenarnya kalian hendak kemana malam-malam seperti ini?" dia lanjut bertanya pada Li Yian dan Baba Yaga.
__ADS_1
Setelah di bentak seperti itu, akhirnya Li Yian dan Baba Yaga berhenti berdebat tentang siapa yang menang.
"Kami pendekar pengelana, hendak mencari penginapan!" jawab Li Yian.
Setelah itu Li Yian menunjukkan pelakat miliknya dari sekte anggrek putih dan token bukti masuk dari perbatasan wilayah Kekaisaran Tang.
Setelah di periksa sebentar pelakat pengenal Li Yian, salah satu dari mereka percaya! Lalu mengangguk kepada temannya.
Melihat ini mereka berdua akhirnya percaya, bahwa Li Yian dan Baba Yaga adalah pendekar pengelana! Sehingga di izinkan masuk.
Dengan membayar 10 keping koin perak per orang, tapi Li Yian memberi 1 keping koin emas. Ini membuat ketiganya kegirangan karena malam-malam mendapatkan uang lebihan.
Saat Li Yian dan Baba Yaga melangkah masuk salah satu dari mereka langsung menghentikan.
"Tunggu dulu, apa kalian tahu kejadian apa yang barusa membuat getaran cukup kuat dan kilatan tiga petir yang sangat besar?" salah satu dari penjaga gerbang bertanya.
Li Yian langsung berhenti dan membalikkan badan! "Entahlah kami juga tidak tahu, makannya kami berlari. Kuda kami jatuh saat ada getaran dan tidak bisa bangkit lagi di dalam hutan sana!" jawab Li Yian sambil menunjuk ke arah hutan yang ada tidak jauh dari kota itu.
"Kuda, kalian tinggalkan saja?" jawab orang itu cukup kaget.
"Ya, jika kalian ingin ambil saja! Mungkin sekarang sudah bisa berjalan itu kuda, baiklah kami pergi dulu." ucap Li Yian.
Lalu pergi bersama Baba Yaga yang perut dirinya sudah memberontak ingin di isi oleh makanan, sehingga melihat Li Yian terus mengobrol sejak tadi membuat dia geram.
Ketiga penjaga gerbang saling pandang satu sama lain lalu tersenyum gembira, lalu mereka segera berdiskusi bagaimana baiknya.
\=
\=
...
Dukung novel ini dengan cara memberikan LIKE' di setiap chapter dan komentar jika mempunyai saran maupun masukan agar novel ini semakin baik kedepannya.
Jangan lupa vote dan berikan hadiah yang kalian miliki, terimakasih.
Terimakasih sekali lagi atas dukungannya terhadap novel ini.
Semoga novel ini menghibur hari-hari anda😁.
..
__ADS_1