Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
281 = KEDATANGAN PAK TUA


__ADS_3

\=CHAPTER 281. KEDATANGAN PAK TUA\=


\=


\=


Li Yian dan pak tua sedang duduk di kereta kuda, dia sengaja berangkat berdua karena mendapatkan undangan dari mantan murid pertama Xu Wuzao yaitu Lin Ma, untuk mendatangi kota rampok kembali setelah dirinya pernah berada di sana, saat sedang singgah beristirahat secara tidak di sengaja karena cukup kelelahan.


Saat hampir memasuki gerbang kota, Li Yian merasakan aura membunuh yang cukup banyak di dalam kota! Lalu Li Yian memfokuskan persepsi dirinya, dia merasakan pertarungan yang sangat mengerikan.


Li Yian merasakan beberapa orang terbunuh dan orang yang sedang terluka hingga terdesak cukup hebat, Li Yian langsung bertanya kepada Xu Wuzao.


"Pak tua, apa anda merasakan pertempuran yang tidak seimbang di dalam kota?" ucap Li Yian.


"Pertempuran yang tidak seimbang, apa maksud mu nak Li Yian?" ucap Xu Wuzao kembali bertanya.


Karena Xu Wuzao belum merasakan apa-apa, jangankan pertempuran yang tidak seimbang! Hawa keberadaan seseorang saja dia belum merasakan.


"Tidak nak, apa kau merasakan sesuatu?" ucap Xu Wuzao kembali mempertanyakan kepada Li Yian.


"Ya, pertempuran itu datang dari kota di depan kita sekarang!" jawab Li Yian.


"Sial, apa di sana sedang terjadi peperangan?" ucap Xu Wuzao ingin tahu dengan pasti.


Dia cukup kaget, karena di sana lah mantan murid dirinya berada! Sehingga menghawatirkan keadaan Lin Ma.


"Ya, apa ada yang gawat?" Li Yian mempertanyakan seperti sedang tidak terjadi hal apapun.


Braakk..!


Pintu kereta langsung di buka olah Xu Wuzao, mereka keluar saat kereta kuda masih melaju cukup kencang.


"Cepat ikuti aku..!" ucap Xu Wuzao.


"Baiklah, pak tua!" ucap Li Yian.


"Bawa kereta kuda masuk menuju ke kota yang ada di depan!" ucap Xu Wuzao kepala kusir kereta.


"Baiklah, kepala sekte Xu!" jawab kusir kereta kuda.


Wooooosss..!


Tidak menunggu jawaban dari kusir kereta kuda, Xu Wuzao langsung berlari sangat kencang menuju ke kota rampok yang sudah dapat di lihat jelas dengan mata.


Li Yian mengikuti Xu Wuzao di belakangnya, setelah cukup jauh Xu Wuzao memilih langsung terbang.

__ADS_1


"Hemmm, ternyata pak tua sudah bisa terbang seperti itu!" ucap Li Yian di belakang Xu Wuzao.


Dirinya juga ikut terbang, kemana perginya Xu Wuzao saat ini! Karena Xu Wuzao sudah pernah tinggal di sana sehingga cukup hafal keadaan di sana.


*


*


*


Kembali ke kediaman walikota kota rampok.


Luo Mu mundur cukup jauh dari serangan Lin Ma dan yang lainya, karena serangan Lin Ma dan yang lainya cukup ganas.


Sedangkan Ming Su sudah terluka cukup parah oleh para anggota rampok, dia bertarung sendirian di keroyok oleh dua orang dari kelompok rampok yang berkumpul di sana.


Perut buncit dan muka berminyak dirinya sudah cukup banyak tersayat oleh senjata tajam dari para perampok yang sedang menyerang Ming Su.


"Siapapun tolong aku! Akan aku berikan semua harta yang aku miliki!" ucap Ming Su dengan sangat putus asa.


Ming Su sangat terlihat pengecut karena hanya melawan dua orang anggota rampok Lin Ma saja sudah sangat kewalahan.


"Ha-ha-ha-ha-ha, Ming Su kau tidak akan pernah bisa lolos dari kami!" ucap salah satu dari mereka.


Saat sedang bertarung begitu ganas, dua orang turun dari ketinggian dan berdiri di tengah-tengah mereka semua.


"Lin Ma, ada apa ini?" ucap Xu Wuzao.


Yang datang kali ini adalah Xu Wuzao dan Li Yian! Karena mereka terbang sehingga mereka cepat sampai di tempat pertarungan.


"Pak tua!" ucap Lin Ma cukup terkejut.


Kedatangan pak tua cukup membuat pertempuran berhenti sesaat, karena kedatangan Li Yian dan pak tua begitu mencolok di dalam pertempuran itu.


Apa lagi orang-orang yang ada di luar kediaman, mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Li Yian dan Xu Wuzao turun dari langit membuat mereka sangat terkejut.


Setelah pertanyaan Xu Wuzao kepada Lin Ma di ucapkan tadi, Lin Ma langsung bergegas mendatangi Xu Wuzao.


"Selamat datang pak tua!" ucap Lin Ma dengan senyuman cerah.


Li Yian kaget karena panggilan dirinya terhadap Xu Wuzao malah ada yang menyamai! Sehingga dia ingin bertanya namun dirinya lebih memilih menahan.


Wooooosss..!


Tap, tap..!

__ADS_1


Melihat orang yang tidak fokus dan pertarungan berhenti sesaat, membuat Luo Mu langsung bergerak cepat mundur dan melompat ke tiap-tiap bangunan yang ada di sana untuk kabur.


"Sial, Luo Mu kabur!" ucap salah seorang anggota rampok Lin Ma.


Syutt..!


Braaakk..!


Luo Mu langsung terjatuh dari atap bangunan kedua yang baru saja di pijaki dirinya, karena kedua kakinya di serang menggunakan pisau kubota oleh Li Yian.


Orang-orang tidak ada yang melihat itu semua, yang mereka lihat hanyalah Luo Mu langsung jatuh terkapar karena kedua kakinya terluka karena tertancap pisau terbang yang merupakan semua tidak tahu yang melakukan siapa.


Lin Ma yang dekat dengan Li Yian dan memiliki kekuatan cukup tinggi dapat melihat sekilas gerakan Li Yian.


"Nak, jangan bersikap berlebihan seperti itu!" ucap Xu Wuzao.


Dia melihat Li Yian melakukan dengan jelas, di tambah kecepatan serangan Li Yian begitu tinggi sudah di pastikan Luo Mu langsung lumpuh kedua kakinya.


"Apakah dia bukan musuh?" ucap Li Yian.


Dia awalnya berpikir, bahwa Luo Mu sedang di keroyok oleh banyak pendekar! Namun setelah Lin Ma memanggil Xu Wuzao dengan sebutan pak tua, dia langsung tahu bahwa Lin Ma memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Xu Wuzao.


Sehingga siapa pun musuh orang yang dekat dengan Xu Wuzao, berarti harus di bantu untuk meringankan! Di tambah saat ada yang memberitahukan bah Luo Mu kabar Lin Ma langsung terkejut.


Di sinilah alasan kenapa Li Yian langsung melumpuhkan Luo Mu dengan sekejap, sebelum dia pergi jauh harus menggunakan serangan extra.


Jika menggunakan senjata tersembunyi seperti itu kan tidak perlu melangkah untuk mengejarnya namun langkah melumpuhkan dengan cepat.


"Dia musuh ku, nak! Terimakasih sudah membantu." ucap Lin Ma lalu tersenyum kepada Li Yian.


"Sebenarnya apa teng terjadi di sini?" ucap Xu Wuzao langsung memotong ucapan Lin Ma, sehingga Li Yian tidak memiliki kesempatan untuk menjawabnya.


"Mereka datang dari Kekaisaran Ming! Namun untuk memaksa ku untuk menjadi rampok kembali, apa pak tua setuju itu?" tanya Lin Ma.


"Bedebah, ternyata orang yang menekan kau selama ini adalah orang-orang Kekaisaran Ming, Lin Ma?" tanya Xu Wuzao ingin memastikan.


"Ya, itulah mereka! Yang sudah bekerja sama dengan sekte Wuhan." jawab Lin Ma membenarkan ucapan Xu Wuzao.


"Semuanya, bantai mereka semua tanpa ampun!" bentak Xu Wuzao kepada semuanya.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2