
\=Chapter 342. TUGAS PERTAMA DARI LI YIAN\=
\=
\=
Dua hari telah berlalu.
Li Yian membuka matanya setelah bermeditasi di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, dia bermeditasi di sana setelah urusan semuanya selesai.
Karena merasakan bahwa Energi Qi miliknya berkurang terlalu banyak setelah membuat segel budak, akhirnya dia memilih bermeditasi.
Namun hanya sebentar dia melakukan meditasi, kurang dari dua hari lamanya Li Yian akhirnya membuka matanya! Namun setelah dia membuka mata, ternyata belum ada satupun dari bawahannya yang selesai meditasi.
Li Yian juga melirik ke arah pojokan, dia melihat Xu Wuzao juga masih meditasi untuk menyerap Energi Qi.
"Huuf, aku ingin memberi tugas pertama untuk mereka namun tugas apa yang pantas?" ucap Li Yian lirih.
Dia seperti sedang berpikir, karena dia belum tahu tugas mana yang akan di jalankan setelah berpikir keras akhirnya dia menemukan ide bagus.
"Kalian bangun lah, aku ada tugas untuk kalian!" ucap Li Yian menggunakan kekuatan jiwa miliknya, terhadap bawahan yang ada.
Setelah itu, puluhan orang banyaknya membuka matanya dari meditasi! Karena menerima perintah dari Li Yian.
Mereka semua berdiri, setelahnya langsung berjalan ke arah Li Yian.
"Ada keperluan apa tuan?" ucap beberapa dari mereka.
"Aku hanya membutuhkan 10 dari kalian, siapa yang bersedia mengerjakan tugas dari ku?" tanya Li Yian kepada mereka.
Baru saja ucapnya itu jatuh, 10 orang dengan cepat langsung bergerak lebih dekat ke arah Li Yian, sedangkan sisanya kalah cepat.
Melihat sudah ada 10 orang yang maju, yang lainya hanya bisa terdiam dan menyesali di hatinya, karena merasa kurang cepat bergerak dan merasa pendengaran mereka yang kurang tajam.
"Kami bersedia tuan Li Yian!" ucap 10 orang yang maju dengan senang.
"Baiklah, kalian yang tidak maju! Silahkan lanjutkan latihan kalian seperti tadi." perintah Li Yian kepada sisa dari mereka.
Mereka akhirnya hanya bisa menuruti ucapan Li Yian, dengan kesempatan berlatih seperti sekarang! Mereka di benaknya berjanji akan lebih kuat lagi, agar bisa berguna oleh Li Yian kedepannya.
Li Yian memandang ke arah 10 orang yang ada di hadapannya sekarang, lalu dia berdiri setelah itu.
"Aku akan memberikan tugas terhadap kalian! Aku yakin kelompok Sabit Kematian masih memiliki orang yang tersisa di Kekaisaran Ming ini, aku ingin kalian memburu mereka! Terserah mau di apakan mereka, itu adalah keputusan kalian..!" ucap Li Yian.
Dia menjeda beberapa detik, lalu melanjutkan dengan kata-kata perintah yang singkat.
"Pergilah sekarang..!" lanjut Li Yian berucap.
"Baik tuan, akan kami laksanakan!" ucap mereka serempak.
10 orang itu saling pandang, lalu mengangguk serempak.
Wooooosss..!
__ADS_1
Wooooosss..!
Semuanya langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke Utara.
"Aku ingin lihat, bagaimana mereka melaksanakan ini!" gumam Li Yian.
Dia menghilang dari halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih menggunakan teknik teleportasi yang di milikinya.
*
*
*
Di pelabuhan utara.
Tepatnya wilayah utara Kekaisaran Ming, di kapal layar milik kelompok Sabit Kematian yang sedang bersandar di sana, beberapa ruangan di dalam kapal masih di terangi dengan pelita lampion di setiap dindingnya.
Meskipun sekarang adalah siang hari, namun di dalam kapal tetaplah gelap! Karena hanya sedikit sekali cahaya matahari yang masuk ke dalamnya, sehingga membutuhkan penerangan tambahan.
Orang-orang di sana masih saja pesta, mereka tidak memikirkan teman mereka yang sedang berjuang bersam ketua mereka.
Bahkan orang yang sebelumnya pernah di percaya oleh ketua kelompok Sabit Kematian untuk menyerang kota Wuhan, dia di biarkan saja tanpa di rawat hingga akhirnya berujung kematian.
Setelah mati, dengan gampangnya mereka membuang mayat itu ke tengah laut menggunakan perahu kecil yang tersedia di kapal mereka.
"Cih merepotkan, kenapa harus di buang di tengah laut! Di sini saja tidak masalah menurut ku!" keluh orang yang baru saja membuang mayat.
"Hei, kau jangan mengeluh! Kita hanya menjalankan tugas dari senior." jawab temanya.
"Ya, mau bagaimana lagi! Nanti jika kita punya junior, maka kita perlakukan hal yang sama. Apa kau paham teman?" tanya temannya.
"Kau bodoh, tidak perlu kau beri tahu, aku sudah paham itu!" jawab dia dengan ejekan.
Akhirnya kedua orang itu masuk ke ruang pesta arak yang ada di dak kapal, keduanya masuk dengan wajah yang masam.
"Hei, kalian berdua. Apakah tugas yang aku berikan sudah selesai?" tanya senior mereka yang tadi di bicarakan.
"Sudah senior..! Kami jalankan sesuai perintah." jawab salah satu dari mereka.
"Bagus, kemari lah kita pesta bersama!" ucap senior mereka dengan lantang.
"Terimakasih senior!" jawab keduanya.
Setelah itu senior mereka melemparkan satu guci kecil arak yang ada di meja depannya, dengan cepat salah satunya menangkap lalu menenggak arak itu dengan rakus.
Setelah selesai, dia membagi temannya yang tadi sudah bekerja bersama.
Di sana orang-orang saling berbicara meracu tidak karuan, karena rata-rata dari mereka sudah mabuk berat.
*
Sora hari hampir tiba.
__ADS_1
10 orang bergerak dengan kecepatan tinggi, kesepuluh orang itu meloncat naik ke dak kapal seperti burung alap-alap yang terbang, mereka semua mendarat tidak menimbulkan suara sedikitpun.
"Kalian ke sana, kami ke sana periksa beberapa ruangan! Aku sedikit merasakan keberadaan mereka di suatu ruangan sedang berkumpul!" ucap salah satu dari mereka.
Sepertinya dia adalah orang yang memimpin kelompok itu, setelah memberikan perintah kepada rekannya.
Beberapa orang mengangguk setuju dengan pengaturan orang itu, lalu melesat ke arah lain yang di tunjuk oleh pemimpin rombongan.
Wooooosss..!
Dengan cepat mereka semua menyebar.
Braakk..!
Pintu ruangan di dobrak dari luar dengan paksa, setelah itu 5 orang masuk dengan berdiri berkaca pinggang.
"Bedebah, kawan dan ketua sedang menjalankan misi bertaruh nyawa, kalian enak-enakan di sini berpesta! Kalian semua pantas mati." bentak orang itu yang tadi mendobrak pintu.
Ucapan itu sebenarnya hanyalah sebuh alasan untuk membunuh mereka agar sedikit masuk akal, karena mereka dulunya teman sehingga harus mencari alasan yang pas.
"Siapa kau? Beraninya menerobos kapal kelompok Sabit Kematian, mencari mati kah?" bentak seseorang yang sedikit sadar.
Meskipun mereka mabuk berat, namun karena ada nama kelompok Sabit Kematian yang di kenal hebat dan menakutkan di belakang mereka.
Akhirnya mereka wajib sombong, karena itulah tujuan memiliki latar belakang yang hebat dan kuat, agar mereka tidak di tindas dan di makan yang lebih kuat.
Karena dia mabuk, sehingga tidak kenal dengan lima orang yang menerobos masuk! Sehingga menurut dia, orang yang masuk akan takut dengan kelompok mereka.
"Cuh, apa hebatnya kelompok Sabit Kematian..!" bentak dia, sambil meludahi mereka yang ada di jangkauannya.
"Kurang ajar, mati saja kau..!" ucap dia yang mabuk berat.
Tangan kanan menjangkau sabit miliknya, lalu melangkah ingin menyerang namun baru 10 langkah langsung ambruk ke lantai kapal.
"Mabuk saja banyak tingkah, mari kita bunuh tanpa sisa! Jangan kecewakan tuan." ucap dia kembali memberikan semangat kepada mereka semua dengan membawa nawa tuanya.
Slaazz..!
Slaazz..!
"Aaakkkhh..!" banyak jerit kematian, namun lebih banyak lagi mereka yang mati tanpa merasakan apa-apa.
Karena mereka semua sedang mabuk berat, sehingga tebasan orang-orang yang di utus Li Yian tidak terasa dan mati seketika.
Hanya butuh beberapa detik, puluhan orang yang mabuk sudah di bantai habis oleh kelima orang yang datang.
Sedangkan lima lagi dari mereka, menyusuri semua dak kapal dan menemukan beberapa penjaga yang paling lemah sedang merokok dan minum arak dengan santai.
Karena di sore hari seperti ini, udara pantai dingin dan hangat seperti melebur menjadi satu.
Karena mereka paling lemah sehingga mereka di tugaskan untuk menjaga, para penjaga di habisi tanpa sisa oleh orang yang di utus Li Yian.
\=
__ADS_1
\=
...