
\=Chapter 078. SEMUA ORANG TERKEJUT\=
\=
\=
Melihat pertarungan yang sangat singkat itu, Yan Jim sangat gembira dalam hatinya! Inilah saatnya membalas sakit hati yang sudah dia rasakan puluhan tahun silam.
Para penonton juga masih sangat ramai dengan perbincangan antara teman dan kerabat keluarga.
"Apa ku bilang tadi, tidak ada yang di harapkan dari sekte kecil! Apalagi sekte anggrek putih yang masuk dalam sekte wilayah pinggiran!" ucap seseorang dengan bangganya.
Dia bangga karena tebakan di awal sangat tepat sasaran, seperti apa yang dirinya ucapkan, sehingga sesumbar dengan kawannya.
"Ya aku juga berpikir demikian, tapi tidak menyangka akan sejauh itu perbedaan mereka!"
"Bodoh, sudah ku bilang peserta dari sekte pedang emas pasti memenangkan kompetisi generasi muda tahun ini!" ucap orang yang tadi sangat ngotot dengan pendapatnya.
"Ya mungkin yang kau ucapkan benar!" jawab teman di dekatnya.
Saat mereka masih berdebat pembawa acara mengumumkan kembali siapa yang bertanding kali ini, yang mendapatkan giliran! Kini dua dari sekte kelas menengah.
Mereka tidak begitu di perhatikan, karena menurut penonton pasti membosankan jika yang bertarung sekte menengah.
Dua pertandingan berlalu dengan cepat! Karena kemampuan mereka yang kurang berpengalaman sehingga pertarungan mereka begitu amatir.
"Pertarungan ke empat dari babak penyisihan kali ini, Li Yian dari anggrek putih! Melawan Yan Xiong dari sekte Wuhan!" ucap pembawa acara dengan meriah.
Mendengar ini Yan Jim sangat bersemangat, karena Yan Xiong adalah jenius dari keluarganya yang sudah di didik begitu keras di sekte Wuhan.
Prestasi di sekte Wuhan sangat tinggi dalam generasi muda, rekor dirinya bertarung belum pernah di kalahkan sekalipun oleh lawannya.
Ini membuat Yan Jim begitu optimis, bahwa Yan Xiong akan begitu mudah menghadapi Li Yian anak didik Xu Wuzao.
"Inilah kemenangan besar kedua kalinya bagiku!" Yan Jim langsung memandang Xu Wuzao yang ada di pojok belakang.
Dia langsung membalikkan jempol tangannya ke arah bawah, itu menunjukkan bahwa perwakilan dari sekte Wuhan sangat bagus dan anak didik Xu Wuzao begitu buruk.
Di sebrang sana Xu Wuzao hanya tersenyum masam, ini di artikan oleh Yan Jim sebagai keputusasaan dari Xu Wuzao! Padahal sebaliknya Xu Wuzao sangat merendahkan Yan Jim, karena Li Yian tidak sesederhana itu.
"Ha-ha-ha, kau sampai seputusasa itu Xu Wuzao?" ucap Yan Jim dalam hatinya.
__ADS_1
Suasana hati Yan Jim begitu baik untuk saat ini, sehingga dia begitu sombong, seketika dagunya sedikit di angkat melihat peserta yang mulai masuk dalam arena pertarungan.
Li Yian yang di panggil namanya oleh pembawa acara sebenarnya enggan untuk maju, karena dia sudah tidak berselera untuk pertarungan anak-anak itu.
Hanya melihat tiga kali pertarungan Li Yian ingin segera pergi, namun semua peserta tidak boleh pergi dari sekitaran arena.
Sedangkan Yan Xiong sudah menunggu dengan sombong di atas arena, beberapa lama kemudian dia mulai tidak sabar menunggu lawannya.
Para penonton juga ikut geram dengan kelakukan dari Li Yian yang membuat Yan Xiong menunggu di arena pertarungan.
"Apa anak dari sekte kecil itu tidak berani muncul? Jika seperti itu untuk apa dia datang ke kompetisi ini!" ucap penonton yang geram.
"Benar sepertinya anak dari sekte kecil itu tidak memiliki nyali untuk bertarung dengan jenius sekte besar! Apalagi sekte Wuhan."
Namun saat diskusi dan cemoohan terus berlangsung untuk Li Yian, dengan santai Li Yian bangun dari tempat duduknya.
Dia tidak tahan dengan ocehan semua orang seakan dirinya ketakutan, sehingga dia berjalan dengan tenang memasuki arena pertarungan.
Setelah Li Yian berada di arena pertarungan ejekan dan umpatan kasar semakin banyak mereka lontarkan kepada Li Yian.
"Apa kalian berdua sudah siap?" ucap wasit pertandingan.
"Ya..!" jawab Li Yian singkat.
"Baiklah pertarungan di mulai!" wasit itu langsung mundur mengambil jarak cukup jauh.
"Keluarkan senjata mu!" ucap Yan Xiong dengan ejekan tercetak di parasnya.
"Melawan mu harus menggunakan senjata? Omong kosong macam apa!" jawab Li Yian enteng.
Yan Xiong langsung geram, dia sangat yakin mengalahkan peserta dari sekte kecil seperti sekte anggrek putih tidak perlu penggunaan senjata.
"Kau yang harus menggunakan senjata mu, jika tidak kau akan menyesal!" lanjut Li Yian.
Ucapan itu membuat Yan Xiong semakin marah, di buatnya!.
"Terima ini! Jurus ke tiga, pukulan amukan macan putih!" bentak Yan Xiong.
*
"Apa? Itu pukulan tangan kosong terbaik dari sekte Wuhan!" ucap salah satu penonton yang tahu kehebatan dari pukulan itu.
__ADS_1
"Apa, anak muda itu sudah bisa menguasai pukulan sehebat itu?" ucap salah satu dari mereka cukup kaget.
Xu Wuzao hanya mengerutkan keningnya, dia tahu kehebatan pukulan itu karena pernah menghadapi Yan Jim! Bahkan di usia yang sama Yan Jim hanya bisa menguasai pukulan ke dua namun anak itu sudah menguasai yang ke tiga.
Yan Jim langsung tertawa dalam hatinya, karena anak didiknya sangat pintar untuk menunjukkan kehebatan dari dirinya dan sektenya! Langsung mengeluarkan jurus terhebat yang dia miliki, meskipun melawan semut.
*
Li Yian melihat Yan Xiong berlari dan melompat ke arah dirinya dengan pukulan itu, dia hanya tersenyum tipis, karena menurut Li Yian pukulan itu sangat banyak kekurangannya.
"Jurus pukulan belum sempurna, ingin di pamerkan di hadapan ku!" gumam Li Yian.
Dia hanya bergeser ke samping kiri, lalu melompat menyongsong lompatan dari Yan Xiong, tangan kanan dirinya di alirkan tenaga dalam sedikit lalu dengan kecepatan kilat dia bergerak, seketika sudah berada di samping Yan Xiong.
Tangan kanan yang siap memukul langsung menghantamkan ke tengkuk Yan Xiong.
Buugg..!!
Kreek..!!
Pukulan Li Yian mendarat dengan sempurna di tengkuk leher bagian belakang Yan Xiong, bahkan leher Yan Xiong sedikit retak di bagian tulangnya.
"Heekkkh..!"
Baammm..!!
Suara tenggorokan tercekik dari Yan Xiong langsung terdengar oleh penonton yang terdekat, seketika Yan Xiong langsung jatuh dari udara dan menghantam arena pertarungan dengan keras dan langsung tidak sadarkan diri.
Li Yian mendarat dengan tenang membelakangi tubuh dari Yan Xiong.
"Apa? Jurus pukulan terkuat dari sekte Wuhan di hindari dengan mudah bahkan bisa menyerang balik dengan telak!" gumam salah satu pendamping dari sekte menengah.
Dia cukup kaget, meskipun dirinya yakin bisa menghindari juga, pasti akan menerima dampak dari pukulan itu, karena pukulan itu merubah arah tekanan udara di sekitar dan menyerang pembuluh darah di sekitar kulit.
Semua orang terkejut, tidak ada yang bisa membuka suara masing-masing hanya bisa bergumam dan mengagumi Li Yian di dalam pikiran masing-masing.
Bahkan wasit pertandingan saja sangat bingung dengan kejadian barusan! Dia berfikir bahwa Li Yian lah yang akan mendapatkan perawatan tabib karena terluka berat, namun?.
Dari semau orang Yan Jim yang paling tertekan di sana, dia sudah sangat optimis bahwa Yan Xiong akan menang dengan mudah apa lagi dengan jurus ke tiga pukulan amukan macan putih! Yan Jim meyakini anak didik Xu Wuzao pasti akan cacat, namun keadaan yang di harapkan sebaliknya.
\=
__ADS_1
\=
..