
\=Chapter 353. TAHTA KOSONG\=
\=
\=
Setelah berucap demikian Li Yian masih terus diam, karena ucapan Li Yian barusan membuat keadaan di sana sangat sunyi, bahkan suara nafa saja sampai terdengar dengan sangat jelas oleh masing-masing orang.
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Li Yian kepada Xu Wuzao.
Dia tidak ingin menghancurkan Kekaisaran Ming begitu saja, namun melihat kelakuanku mereka yang begitu arogansi membuat amarah Li Yian semakin murka.
Li Yian mengingat kembali kenangan yang kelam di kehidupan pertamanya, untung lah dia tidak turun tangan langsung menyerang Kekaisaran itu.
Jika itu terjadi, Li Yian takut dia akan sedikit hilang kendali dan memusnahkan semua orang-orang di Kekaisaran Ming.
"Entahlah..!" jawab Xu Wuzao.
Orang-orang yang masih hidup memandang bingung Xu Wuzao dan Li Yian yang kini sedang berdiri di hadapan mereka semua.
"Apakah kalian semua tidak berniat menguasai penuh Kekaisaran Ming?" ucap salah satu dari mereka.
Dia adalah penasehat Kekaisaran Ming, dia masih hidup karena terus saja bersembunyi dengan takut, karena dia tidak memiliki kekuatan tempur yang tinggi, hanya menggunakan kecerdasan miliknya untuk mengatur jalannya Kekaisaran Ming di bawah tangan Kaisar Ming langsung.
"Tidak, kami di undang ke Kekaisaran Ming, kami kira ingin di jamu makanan, ternyata ingin di tangkap dan di eksekusi! Sehingga kami melawan." jawab Xu Wuzao tenang langsung menjawab pertanyaan itu.
"Aku sebenarnya orang yang tidak suka di pandang tinggi oleh banyak orang, sehingga tidak berminat memiliki kekuasaan besar. Jadi untuk apa kami menyerang Kekaisaran Ming?" lanjut Xu Wuzao berucap.
Mendengar ucapan Xu Wuzao, orang-orang yang sedang berlutut tidak habis pikir, bagaimana bisa ada orang yang ingin mempertahankan diri sampai bisa menghancurkan Kekaisaran, ini omongan kosong.
"Lalu kenapa kalian menghancurkan kami semua?" ucap penasehat Kekaisaran Ming dengan tidak percaya.
"Kalian yang terlalu memaksa dan arogan, tidak mau mendengar ucapan orang sedikit pun! Sehingga inilah akibat dari perbuatan kalian sendiri." ucap Li Yian memotong percakapan mereka.
"Lalu bagaimana Kekaisaran Ming ini akan berjalan dan bertahan, sedangkan musuh di luar sangat banyak?" tanya penasehat Kekaisaran Ming kembali.
Dia sangat bingung dengan ini, karena dia tahu bahwa Kekaisaran Ming sudah cukup banyak memiliki musuh.
Li Yian menengok ke arah Xu Wuzao, melihat Xu Wuzao yang sedang menggelengkan kepalanya, tanda dia juga tidak butuh tahta Kekaisaran Ming akhirnya Li Yian hanya bisa mendesah pasrah.
"Kau yang mengatur kedepannya! Biarkan Kekaisaran Ming ini memiliki tahta kosong." jawab Li Yian kepada penasehat Kekaisaran Ming.
Setelah berucap demikian, Li Yian menengok ke arah pasukan bayangan miliknya, lalu dia berucap.
"Kalian tinggal lah di sini untuk menjalankan Kekaisaran Ming bagaimana mestinya! Aku serahkan kepada kalian." lanjut Li Yian berucap.
__ADS_1
Namun kali ini di tunjukkan kepada pasukan bayangan miliknya, mereka semua serempak langsung membungkuk hormat.
"Baiklah tuan Li Yian, serahkan kepada kami!" jawab mereka serempak.
Pasukan yang tersisa hanya bisa menahan ketakutan dan terus saja mengutuk Li Yian di benak mereka masing-masing, karena telah menghancurkan Kekaisaran Ming.
Hanya dalam hitungan kurang dari 1 jam Kekaisaran Ming yang di anggap kuat kini langsung runtuh hanya oleh 20 orang saja, jika saja berita ini di dengar oleh Kekaisaran lain mereka akan sangat tidak percaya dengan cerita seperti itu.
Li Yian mulai melepaskan semua orang yang masih berlutut di hadapannya, Li Yian akhirnya membubarkan mereka untuk segera membersihkan kekacauan yang ada di dalam aula itu.
*
*
*
Di tempat taman hiburan.
Baba Yaga masih berbaring tidur dengan nyenyak di kasur yang sangat luas dan empuk, bahkan tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Begitu juga dengan 5 wanita yang semalaman melayani Baba Yaga, masih berbaring dengan nyaman di kasur besar itu.
"Haaahhh..!".
Baba Yaga tersentak dan terbangun dari tidurnya, dia terbangun kerena merasakan tekanan kuat di kejauhan.
Karena Baba Yaga membuat gerakan besar di atas kasur, sehingga membuat beberapa wanitanya ikut terbangun. Padahal di wajah mereka masih terlihat jelas rasa lelah yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
"Tuan anda sudah bangun, apa kita akan melakukannya lagi?" ucap salah satu dari mereka.
Setelah itu wajahnya terlihat malu tapi mau, baru juga akan merangkak ke tubuh Baba Yaga yang masih polos.
Baba Yaga langsung berkata.
"Tidak, cukup untuk hari ini!" ucap Baba Yaga.
Setelah itu dia mengambil sekantong koin emas dari dalam dimensi penyimpanan miliknya, lalu melemparkan ke hadapan wanita itu.
"Untuk kalian, aku masih ada urusan penting!" lanjut Baba Yaga dengan segera.
Dia mengenakan pakaiannya, dengan cepat keluar dari kamar itu begitu saja meninggalkan lima wanita yang masih terkapar kelelahan meskipun salah satu dari mereka sudah bangun.
Baba Yaga berlari kencang menuju sumber aura yang dia rasakan tadi.
Tidak membutuhkan waktu lama Baba Yaga sudah sampai di hadapan istana Kekaisaran Ming yang begitu megah dan besar.
__ADS_1
"Ternyata dari istana Kekaisaran Ming, apakah saudara Li Yian menyerang Kekaisaran Ming, namun tidak mengajak aku? Sial." keluh Baba Yaga.
Lalu dia tanpa pikir panjang langsung bergerak cepat masuk ke dalam istana, Baba Yaga berdiri tidak jauh dari aula yang di gunakan untuk Li Yian membantai pasukan Kekaisaran Ming.
"Dia benar-benar melakukan serangan tanpa memperdulikan aku!" ucap Baba Yaga dengan suara lirih.
Dari jauh Li Yian melihat ke arah Baba Yaga, sekarang orang-orang sedang membersihkan tempat bekas pertempuran barusan.
Baba Yaga menghampiri Li Yian dan Xu Wuzao, dengan tanpa malu dia langsung marah kepada Li Yian.
"Saudara Li Yian, kau keterlaluan! Menyerang Kekaisaran Ming tidak mengikut sertakan aku!" bentak Baba Yaga terhadap Li Yian.
Orang yang sedang membersihkan kekacauan di sana, langsung melihat ke arah Baba Yaga dan Li Yian maupun Xu Wuzao.
Taapp..!
Wooooosss..!
Li Yian langsung menutup mulut Baba Yaga dan membawa lari menjauhi semua orang yang ada di aula besar Kekaisaran Ming.
"Eemmm, emmm..!" Baba Yaga memberontak ingin lepas dari Li Yian.
Setelah jauh Li Yian melemparkan Baba Yaga begitu saja.
Braakk..!
Baba Yaga menabrak tembok pagar besar yang mengelilingi istana Kekaisaran Ming.
"Kau datang-datang langsung ingin membuat ulah!" Li Yian berucap.
"Kau yang memulai saudara Li Yian, justru ide ini dari aku. Malah aku yang tidak di ikut sertakan dalam penyerangan." Baba Yaga sedang kesal.
Karena ini idenya namun dia sendiri malah di tinggalkan begitu saja, bahkan tidak di beritahukan bahwa Li Yian akan menyerang Kekaisaran Ming hari ini.
"Kau yang pergi entah kemana, buat apa mengajak orang yang sedang bersenang-senang!" jawab Li Yian.
"Sial, jika tahu seperti ini aku tidak pergi saat malam tiba." sesal Baba Yaga.
"Sudah lah, kita abaikan ini! Sebaiknya kau tepati janjimu yang belum di penuhi." lanjut Li Yian berucap.
Dia langsung memberikan peringatan kepada Baba Yaga bahwa dia memiliki hutang janji yang belum di tepati.
Baba Yaga akhirnya hanya dia saja dengan tatapan yang masam di hadapan Li Yian, entah kenapa dengan sebuah pertarungan dan pembantaian Baba Yaga sangat ingin melakukannya.
\=
__ADS_1
\=
...