
\=Chapter 328. TERLIHAT BEGITU SOMBONG\=
\=
\=
Bai Li langsung sangat waspada terhadap serangan musuh, karena Bai Li merasa bahwa musuh kali ini seperti sudah berada di tingkat pendekar suci tahap menengah cukup lama.
Karena dari serangan yang begitu cepat di tambah tekanan serangan itu sangat berat, hingga tangan Bai Li merasakan getaran hebat.
Padahal dirinya sudah menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam tombak yang ada di tangannya namun tetap saja tombak besar itu seperti mengalami retakan besar.
Namun pada saat pemimpin kelompok Sabit Kematian hendak menyerang lagi, dari arah kota Wuhan terdengar derap kuda yang sedang berlari kencang, sehingga dia mengurungkan niatnya untuk menyerang Bai Li kembali.
Mereka yang ada di sana tentunya mendengar derap kaki kuda itu, karena mereka memiliki pendengaran yang cukup tajam apalagi pemimpin kelompok Sabit Kematian.
Dia menengok ke arah gerbang yang terbuka cukup lebar, dari sana kuda coklat yang besar terlihat muncul dari balik gerbang, di atas punggungnya ada seseorang yang sudah cukup tua, bisa di lihat hampir seumuran dengan Bai Li namun lebih muda sedikit.
"Kepala sekte Bai Li, ada apa ini?" ucap orang itu dengan memandang sekeliling.
"Kepala sekte Xu, untunglah anda datang tepat waktu! Mereka membuat masalah di sini, bahkan menurunkan tangan kasar." ucap Bai Li dengan menunjukkan sikap hormat.
Lalu Bai Li menunjuk ke arah murid elit sekte Wuhan yang tergeletak tidak berdaya, bahkan ada yang sudah mati di antara mereka.
Xu Wuzao menggelengkan kepalanya lalu turun dari kuda yang di tunggai, dia memandang tajam ke arah kelompok Sabit Kematian.
"Cihh, hanya orang tua lainya yang datang! Kalian hanya mengantar nyawa saja. Sebaiknya karakter tidak berguna tidak perlu muncul di sini, buang-buang waktu!" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian.
Dia bermaksud menyindir Xu Wuzao yang di sebut orang tua lainya yang mengantar nyawa, dengan sia-sia.
"Siapa kalian semua, kenapa menurunkan tangan kasar di wilayah kami, bahkan berani membantai di sini?" ucap Xu Wuzao ingin menelisik.
Melihat Xu Wuzao sudah turun tangan, Bai Li bernafas lega karena dirinya hanya satu serangan saja sudah sedikit kuwalahan, meskipun terlihat masih bisa menahan serangan barusan, namun jika dua apa tiga serangan lagi Bai Li yakin tidak akan sanggup bertahan. Bahkan hal terburuknya dia yakin akan terbunuh oleh mereka jika terus bertarung.
"Apakah orang tua seperti kau layak untuk tahu siapa kami?" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian, sambil menunjuk ke arah Xu Wuzao dengan sabit tiga pisau di tangannya.
"Ha-ha-ha..!" dari belakang ledakan tawa yang menggema terdengar, mereka tertawa terbahak-bahak karena orang-orang di daratan ini sangat lucu.
Xu Wuzao mengerutkan keningnya, lalu dia menengok ke arah Bai Li ingin tahu siapa mereka semua. Namun Bai Li menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tahu.
"Katakan siapa kalian? Sebelum kami membalas perbuatan kalian." ucap Xu Wuzao dengan tatapan dingin dan suara yang berat.
"Ha-ha-ha membalas, orang lemah seperti kalian hanya pantas berlutut di hadapan kami semua!" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian dengan terkekeh.
Menurutnya orang tua yang baru datang ini sangat lucu, muncul dengan tidak mencolok hanya naik kuda lalu mengancam dengan perkataan kosong.
Wooooosss..!
__ADS_1
Baaammm..!
"Katakan, siapa kalian jika tidak ingin ku pecahan kepal kalian satu persatu!" ucap Xu Wuzao dengan gigi bergesekan.
"Uhukk..!" pemimpin kelompok Sabit Kematian langsung jatuh terlentang.
Xu Wuzao sudah sangat marah, hingga langsung menyerang dengan dorongan kuat terhadap pemimpin kelompok Sabit Kematian yang terlihat begitu sombong, lalu setelah jatuh terlentang Xu Wuzao langsung menginjak kepala pemimpin kelompok Sabit Kematian.
Pemimpin kelompok Sabit Kematian tidak bisa bergerak sama sekali, tubuhnya langsung bergetar karena merasakan tekanan yang sangat berat. Seperti sebuah batu besar berada di atas sekujur tubuhnya.
Bahkan untuk menggerakkan tangannya saja dia tidak mampu sama sekali, itu karena Xu Wuzao menggunakan aura tekanan untuk menekan pemimpin kelompok Sabit Kematian.
Xu Wuzao tahu bahwa dia yang bertindak sebagai pemimpin, sehingga Xu Wuzao cukup menggertak dia saja. Karena belum bisa menggertak semuanya menggunakan aura penekanan miliknya yang masih kecil.
*
*
*
Anggota kelompok Sabit Kematian yang melihat pemimpin mereka di buat seperti itu hanya bisa terkejut, mereka semua tidak sadar mundur beberapa langkah karena merasakan ancaman yang sangat besar.
"Apa yang terjadi, bagaimana bisa pemimpin kelompok tidak melawan orang tua itu?" ucap salah satu anggota kelompok Sabit Kematian.
Dia sangat heran, karena pemimpin mereka adalah orang yang paling engan tunduk terhadap sesuatu, bahkan terhadap ketua kelompok Sabit Kematian saja dia hanya menundukkan kepalanya.
"Apa kau juga merasakan kejanggalan?" tanya orang kelompok Sabit Kematian yang lain.
Dia juga merasa heran, karena dia yakin pemimpin kelompok tidak akan terima jika di gunakan seperti itu. Namun pemandangan di depannya sangat bertolak belakang dengan keseharian pemimpin kelompok mereka.
"Ke-kekuaatn apa ini?" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian sangat sulut berucap.
Karena kaki Xu Wuzao tepat menginjak di bagian kepalanya, dia kesulitan berucap karena telapak kaki Xu Wuzao menutupi mulutnya dan mukanya.
"Katakan, siapa kalian! Jika kalian tidak ingin mati sia-sia." ucap Xu Wuzao kembali.
Sampai beberapa detik berlalu belum ada jawaban, Xu Wuzao menginjak lebih keras bahkan sedikit menggoyangkan kakinya.
"Apa kau mendadak bisu?" tanya Xu Wuzao kembali.
Lalu dia melihat ke bawah, dia langsung terkejut karena ulah dirinya lawan tidak bisa berbicara hanya mengerang tidak jelas.
"Ahhhh, iya aku lupa mulut kau ternyata aku injak, sekarang bicara lah!" lanjut Xu Wuzao berucap.
Dia segera mengangkat kakinya, dan tidak menginjak lagi pemimpin kelompok Sabit Kematian melainkan berdiri di sampingnya. Namun tidak menghilangkan aura tekanan yang dirinya lancarkan.
Bai Li sangat terkejut, karena dia sudah pernah merasakan kekuatan dari pemimpin kelompok Sabit Kematian meskipun hanya satu kali bentrokan, namun serangan orang itu sangat kuat dan cepat.
__ADS_1
Namun Xu Wuzao hanya dengan sekali gerakan, langsung merobohkan lawan kuat dengan begitu mudahnya! Ini membuat Bai Li sangat senang, bahwa dia tidak salah mengikuti orang.
"Benar-benar sangat mengerikan kepal sekte Xu!" gumam Bai Li.
Setelah injakan Xu Wuzao turun dari mukanya, pikir pemimpin kelompok Sabit Kematian tekanan yang berat akan ikut hilang namun nyatanya tidak.
Akhirnya dia sadar, bahwa dia sedang berhadapan orang yang sangat kuat yang ada di daratan matahari terbit.
"Orang tua, jika kau berani membunuh ku! Maka semua anggota kelompok Sabit Kematian tidak akan tinggal diam." ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian masih sangat sombong.
Dia yakin, orang tua di hadapannya saat ini tidak akan berani membunuhnya karena masih ada puluhan orang di belakang sana yang siap mengamuk jika dirinya di bunuh.
"Maksud kau, mereka." jawab Xu Wuzao sambil menunjuk semua anggota kelompok Sabit Kematian yang ada di sana.
"Ya, siapa lagi jika bukan mereka, bahkan masih ada ratusan lagi di pelabuhan wilayah Utara Kekaisaran Ming!" jawab pemimpin kelompok Sabit Kematian dengan bangganya.
Dia tidak sadar padahal dengan berbicara demikian dia telah membeberkan sebagai informasi siapa dia sebenarnya, bahkan kelompok bantuan lainnya dia sebutkan masih ada di pelabuhan.
Ternyata jika orang yang terdesak dengan kematian, mereka sombong saja tidak berpikir logis sehingga langsung mengatakan semua pertanyaan yang tadinya sangat susah untuk di jawab.
"Hanya kelompok kecil, kenapa harus di takutkan!" ucap Xu Wuzao.
'Sial, apa orang tua ini tidak ada takutnya?' ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian di benaknya, dia berharap Xu Wuzao langsung ambruk dan bersujud meminta ampunan darinya.
"Apa tujuan kalian, datang ke kota Wuhan ini?" Xu Wuzao bertanya yang lainya, karena tidak mungkin kelompok besar dari daratan lain datang ke sini tidak ada tujuan.
"Apakah jika aku memberi tahu, kau tidak membunuh ku?"
"Tergantung!" jawab Xu Wuzao singkat.
"Kami mencari keberadaan rumah pelelangan anggrek putih!" jawab dia dengan jujur.
"Apa yang kau cari, apa ku ingin mengikuti pelelangan?" tanya Xu Wuzao ingin tahu.
"Cih, orang seperti kami harus menunggu jalannya pelelangan, tentu langsung meminta pihak pelelangan agar menyerahkan barangnya!" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian.
"Berarti, kau cari mati! Aku adalah pemilik rumah pelelangan anggrek putih!" jawab Xu Wuzao lalu memandang dengan tatapan membunuh.
Degggg..!
Jantung pemimpin kelompok Sabit Kematian serasa hampir keluar, karena dia merasa hidupnya sudah tamat hanya karena salah bicara.
\=
\=
...
__ADS_1