
\=Chapter 055. MEMBERI PESAN MELALUI RHUO NING\=
\=
\=
Li Yian masih di dalam kamarnya belum keluar, dirinya masih memeriksa barang apa yang menurut dirinya kurang, padahal barang itu sudah hampir memenuhi kamar itu, karena saking banyaknya.
"Sepertinya sudah cukup, aku yakin orang tua itu pasti menggunakan ini semua dengan bijak!" gumam Li Yian setelah memeriksa kelengkapan barang yang hendak di tinggalkan.
Karena sudah cukup yakin barang yang di miliki dirinya yang ada di cincin samudra yang dapat di gunakan oleh sekte anggrek putih sudah di keluarkan semua, Li Yian akhirnya keluar dari kamar sambil menyambar kertas di atas meja.
Kini Li Yian sudah berada di tempat informasi untuk mencari informasi semua anggota sekte anggrek putih.
Tempat ini di gunakan untuk menanyakan informasi tentang orang-orang yang tinggal di sekte anggrek putih, maupun orang yang baru keluar untuk menjalankan misi dan masih banyak informasi lain sehingga sangat pas jika tempat ini di kunjungi oleh Li Yian untuk mencari seseorang yang berada di sekte anggrek putih.
Jika saja Li Yian sudah bisa merasakan aura milik orang lain yang bukan pendekar secara luas, pasti dirinya tidak perlu repot-repot mampir ke tempat informasi, dia cukup mencari sendiri.
Kini Li Yian masuk ke dalam dan menemui penjaga di sana, penjaga itu termasuk murid senior sekte anggrek putih.
"Permisi senior, aku ingin menanyakan sesuatu!" ujar Li Yian setelah masuk dan berdiri di depan meja yang cukup lebar dan tinggi.
"Boleh, tanyakan saja!"
"Aku ingin mencari murid baru yang masuk kemari bernama, Rhuo Ning! Apa dia tinggal di asrama murid?" tanya Li Yian dengan ekspresi wajah yang datar.
"Sebentar ku carikan terlebih dahulu!" ucap wanita penjaga gedung itu.
Lalu dia segera membaca laporan yang di miliki oleh pusat informasi itu, setelah beberapa saat dia kembali melihat Li Yian.
"Dia benar tinggal di asrama murid, tinggal di kamar 106!"
Penjaga gedung pusat informasi langsung memberitahukan kepada Li Yian, karena siapapun yang bertanya selagi dia anggota dari sekte anggrek putih akan di berikan! Kecuali informasi yang di rahasiakan oleh sekte.
"Terimakasih senior atas infonya!" ucap Li Yian sambil memberikan hormat sesama murid sekte anggrek putih.
Belum juga di jawab, Li Yian langsung berbalik pergi dan keluar dari gedung itu dengan cepat!.
Senior yang sedang menjaga di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Apakah dia yang sering di bicarakan murid lain yah? Sayangnya informasi tentang dirinya sangat minim!" gumam penjaga tempat pusat informasi itu.
__ADS_1
Li Yian kembali berjalan di lorong penghubung antar bangunan sekte anggrek putih, seperti biasa ada yang berpapasan dan melirik Li Yian, ada juga dari kejauhan yang melihat dirinya.
Karena suasana masih sangat pagi para murid masih banyak yang berdiam diri di kamar masing-masing, Li Yian langsung saja mengetuk pintu kamar 106, setelah sampai di sana.
Tak.
Tak.
"Rhuo Ning, apa kau masih tidur?" ucap Li Yian dari balik pintu setelah mengetuk dua kali.
Setelah di panggil namanya, Rhuo Ning langsung keluar! Karena merasa kenal dengan suara itu.
Dari balik pintu setelah di buka, keluar kepala gadis kecil! Dengan senyum mengambang di parasnya dia langsung memeluk Li Yian.
"Kakak Yian, akhirnya kau datang!" ucap Rhuo Ning dengan sangat senang.
"Ya Rhuo Ning, aku mau pergi dari sekte ini, sehingga menemui mu terlebih dahulu!" ucap Li Yian.
Mendengar itu Rhuo Ning langsung melepaskan pelukannya dan memandang pada Li Yian dengan pandangan cukup sedih.
"Apa benar Kakak mau ninggalin aku?" keluh Rhuo Ning.
"Ya aku sedang menjalankan misi, sehingga tidak bisa di tunda lagi! Tapi tenang ini rumah ku pasti akan kembali dengan cepat." jawab Li Yian.
Rhuo Ning mengambilnya tapi dia tidak menanyakan isinya apa, dia langsung menyimpan pada saku di salah satu bajunya.
"Ini pedang yang di berikan pak tua untuk ku, sangat pas jika di gunakan oleh mu Rhuo Ning!".
Li Yian menyodorkan pedang pendek yang sering di gunakan oleh dirinya saat masih memiliki tubuh kecil, menurutnya pedang itu sangat bagus sehingga cocok bila di gunakan oleh Rhuo Ning.
"Baiklah kakak, akan ku jaga pedang ini!" ucap Rhuo Ning setelah menerima pedang itu.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang! Jaga dirimu baik-baik, berlatihlah dengan giat dan carilah banyak teman!" ucap Li Yian sambil berbalik lalu melangkah pergi.
Rhuo Ning melihat kepergian orang yang hanya bertemu beberapa kali tapi sudah seperti keluarga itu dengan mata berkaca-kaca, tapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kecilnya.
Li Yian langsung menuju ke gerbang utama sekte anggrek putih, dia pergi hanya berpamitan dengan Rhuo Ning saja dan hanya Rhuo Ning lalu penjaga gerbang yang tahu Li Yian sudah pergi kembali dari sekte anggrek putih.
*
*
__ADS_1
*
Dengan lari cepatnya, Li Yian pergi dari sekte anggrek putih! Hanya membutuhkan waktu sebentar saja dia sudah meninggalkan cukup jauh sekte anggrek putih.
Kali ini Li Yian menggunakan pakaian serba putih dan menggunakan topeng berbentuk hewan serigala berwarna putih bercorak hitam, dia ingin mengubah penampilan dirinya agar tidak terlihat seperti dirinya saat sebelum menjebol makam kuno.
"Semoga dengan penampilan ku seperti ini, orang-orang masih bisa sedikit tertipu!" gumam Li Yian.
Padahal dari sekte anggrek putih menuju ke hutan kabut ilusi hanya memakan waktu 3 hari namun Li Yian tetap harus waspada.
Dengan langkah cepatnya, Li Yian melesat dari pohon satu ke pohon lainnya! Dia mengambil jalur di beberapa hutan kecil agar lebih tersamarkan.
*
Sedangkan di tempat lain, di keluarkan Bao Kekaisaran Tang!.
Sedang melakukan rapat besar bahkan keluarga cabang di Kekaisaran Ming saja sampai di tarik oleh keluarga inti Bao itu.
Termasuk Bao Huo dan keluarga inti Bao lainnya berkumpul di ruang pertemuan yang sangat penting.
"Bao Huo, ceritakan secara detail informasi yang kau dapatkan!" ucap pemimpin keluarga, Bao Nam.
"Baik pemimpin!" ucap Bao Huo sambil berdiri dengan cepat dan memberikan salam hormat pada semua orang yang ada.
"Aku akan menjelaskan apa yang aku kumpulkan dalam beberapa bulan terakhir!"
"Aku menemukan, pendekar misterius bernama Li Yian di kota provinsi Cao yang menurutku memiliki kekuatan hebat, lalu di dukung kekuatan besar tersembunyi! Tapi setelah aku telusuri dia hanya anak berusia 13 tahun dari sekte kecil!" Bao Huo menjeda sebentar mengambil nafas.
"Karena aku cukup penasaran!"
"Cukup!" ucap Bao Nam pada Bao Huo untuk menghentikan ucapannya.
"Yang aku inginkan, tentang makam kuno yang sudah di tembus oleh beberapa pendekar misterius! Aku tidak butuh informasi bocah itu!"
Bao Nam ingin informasi makan kuno, karena menurut pengamatan dirinya pusaka dunia masih di pegang salah satu pendekar yang berhasil menjebol makam kuno.
Dan yang paling Bao Nam curigai orang yang keluar tanpa mengalami cidera sedikitpun setelah menjebol makam kuno.
Dia ingin mengambilnya dengan cara apapun, sehingga mengumpulkan banyak kekuatan keluarga Bao.
\=
__ADS_1
\=
...