Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
099 = DALANG PENYERANGAN


__ADS_3

\=Chapter 099. DALANG PENYERANGAN\=


\=


\=


Setelah Xu Wuzao mendengar erangan dari tetua agung, Xu Wuzao langsung menghampiri Baba Yaga dengan cepat.


Karena Xu Wuzao melihat Baba Yaga sudah mengacungkan pedang pinjaman dari anak buah Bao Mu, saat beberapa jengkal lagi mencapai leher dari Bao Mu, Xu Wuzao langsung membentak.


"Tahan Baba Yaga!" seketika Xu Wuzao sudah berdiri di samping Baba Yaga dan memegang lengan miliknya.


"Eh, ada apa kepala sekte Xu?" ucap Baba Yaga yang kurang mengerti.


Karena dia ingin menghabisi Bao Mu dengan cepat, karena Baba Yaga merasa sudah tertinggal jauh oleh Li Yian yang kini sudah terlihat duduk di salah satu tubuh musuhnya.


"Tahan anak muda! Aku ingin bertanya sesuatu terhadapnya!" ucap Xu Wuzao langsung mendorong Baba Yaga sedikit menyingkirkan.


Bao Mu yang sudah pasrah untuk mati, seketika tertegun karena kepalanya masih menyatu dengan badan.


Xu Wuzao langsung membungkuk dan mencengkeram kerah baju dari Bao Mu, lalu langsung bertanya dengan tenang namun penekanan cukup tinggi.


"Siapa namamu?"


Bao Mu tetap bungkam, tidak menjawab pertanyaan dari Xu Wuzao! Karena dia adalah pengikut yang setia sehingga tetap akan bungkam.


"Siapa yang menyuruhmu menyerang sekte anggrek putih?" Xu Wuzao kembali bertanya.


Namun setelah cukup lama Bao Mu tetap bungkam, bahkan dia lebih mengabaikan ucapan Xu Wuzao.


Xu Wuzao langsung menampar dengan keras.


"Praakk..!"


"Aaakkkhh..!"


Tamparan Xu Wuzao terasa sangat menyakitkan, di tambah tekanan besar yang di rasakan dari aura milik Xu Wuzao, sehingga seperti berlipat ganda rasa sakitnya.


"Cepat bicara, siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua?"


Xu Wuzao bertanya lagi, kini dengan bentakan dan tatapan mata yang tajam, namun Bao Mu tetap bungkam.


Saat itu Li Yian langsung menghampiri Xu Wuzao, saat sampai setengah jalan dan masih ada dua lainnya yang terluka tapi masih hidup! Li Yian langsung menusuknya dengan pedangnya.


Syuuts..!


"Aaakkkhh..!"


Slaazz..!

__ADS_1


"Hekkk...!"


Dua orang itu langsung mati, karena Li Yian menusuk tepat di jantung dan memutar pedang dengan cepat.


Setelah melangkah lagi langsung menebas leher korban ke dua hingga putus.


"Itu musuh ku, kenapa kau bunuh juga?" ucap Baba Yaga cukup kesal melihat tindakan Li Yian.


"Kau terlalu lama membiarkan mereka hidup teman!" ucap Li Yian dengan tenang.


Saat sampai di hadapan Bao Mu, Li Yian langsung berucap dengan tenang.


"Jika kau tak ingin seperti anak buah mu, bahkan lebih parah dari itu. Cepat jawab pertanyaan tadi!"


Bao Mu melihat Li Yian seperti melihat iblis yang mencabut nyawa dengan muda, padahal sosoknya seperti anak muda biasa.


Dia hanya geleng-geleng saja, tidak berani menjawab pertanyaan Xu Wuzao! Akan tetapi sangat takut dengan Li Yian yang saat ini sedang di depannya, sambil memegang pedang yang basah oleh darah.


Xu Wuzao memandang dengan tatapan tajam kepada Bao Mu, lalu bertanya ulang pertanyaan yang sama! Tapi tetap saja Bao Mu tidak ingin menjawabnya.


"Sudahlah pak tua bunuh saja dia, tidak ada gunanya!" ucap Li Yian setelah melihat situasi.


"Aku yang akan membunuhnya!" Baba Yaga langsung maju ke dekat Xu Wuzao maupun Li Yian.


"Cepat jawab, jika tidak kau jawab dengan cepat! Aku akan membuat mu enggan untuk hidup!" ancam Xu Wuzao cukup kejam karena dia ingin tahu siap dalang penyerangan ini.


Bao Mu tetap bungkam, dia saat ini sudah pasrah untuk mati! Karena untuk lolos dari mereka sudah tidak mungkin karena kondisi dirinya yang terluka di dalam cukup parah.


Baammm..!


Pukulan super cepat dan keras mengenai kepala Bao Mu dengan telak, kepala itu langsung rengkah dan mengeluarkan darah sangat banyak.


Bao Mu mati seketika, saat kepalanya pecah di hantam pukulan Xu Wuzao.


"Sial, kau membunuhnya juga pak tua!" ucap Baba Yaga kembali jengkel.


Namun setelah menyaring kata-katanya kembali dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat, karena merasa salah langsung meminta maaf.


"Maaf kepala sekte Xu! Aku tak sengaja!" ucap Baba Yaga membungkuk dengan mantap.


Xu Wuzao hanya melirik dengan tatapan mata tajam ke arah Baba Yaga, lalu dia langsung melangkah untuk menghampiri Xu Zao Yi kembali.


Li Yian dan Baba Yaga mengikuti Xu Wuzao di belakangnya, saat Xu Wuzao susuk di samping tetua agung! Li Yian ikut duduk juga.


Xu Wuzao masih mencoba mengalirkan tenaga dalam miliknya kembali karena dia tidak mengerti ilmu pengobatan, sehingga hanya bisa membantu sebisanya.


"Pak tuan, boleh aku batu menyembuhkan tetua agung?" ucap Li Yian.


Xu Wuzao menengok ke arah Li Yian dengan tidak yakin, karena dirinya tidak tahu ilmu pengobatan akhirnya hanya bisa percaya dengan Li Yian.

__ADS_1


Li Yian langsung bersila di tanah, lalu mengeluarkan pil di tangannya dan memasukkan ke dalam mulut tetua agung! Setelah berhasil memberikan pil itu.


Li Yian langsung membantu mencernanya, agar tubuh dari tetua agung bisa cepat pulih! Li Yian mengalirkan tenaga dalam miliknya sedikit demi sedikit sambil mengarahkan khasiat dari pil yang di berikan ke semua bagian tubuhnya.


*


Sampai satu jam berlalu, akhirnya tetua agung sadar dari kritisnya! Saat dia sadar langsung melihat Xu Wuzao.


"Kepala sekte Xu!" ucap tetua agung sanggat lirih.


"Sudah jangan bicara terlebih dahulu, sebaiknya kita cepat kembali ke sekte!" potong Xu Wuzao.


Sedangkan tetua balai murid sudah sadar oleh Baba Yaga, tapi dia selalu menyanggah lehernya! Karena di sana dia merasakan kesakitan.


Karena Xu Zao Yi dan tetua balai murid sudah sadar, akhirnya mereka semua kembali ke sekte anggrek putih secepatnya.


*


*


*


Bao Huo menunggu di markas yang ada di dalam hutan.


"Sial, apa tiga pengirim surah juga mati di bantai mereka!" ucap Bao Huo mondar mandir di halaman markas itu.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya satu orang datang dengan nafas hampir putus.


"Pemimpin Huo, maaf dua teman ku mati di bunuh mereka semua!" ucap orang itu dengan cukup takut.


"Sial, mereka benar-benar tangguh!" hati Bao Huo sangat risau saat ini.


Karena tangan kana dirinya saat ini belum juga kembali ke markas, padahal yang dia pikirkan bahwa Bao Mu sudah kembali dan membawa beberapa sandra dari sekte anggrek putih.


"Apa mereka gagal juga! Kalau benar-benar gagal, maka akan gawat. Mereka bisa tahu bahwa keluarga Bao dan Kelompok Sabit Tunggal yang melakukan ini semua!" ucap Bao Huo di benaknya.


Dia masih saja mondar mandir di depan markas milik keluarga Bao cabang Kekaisaran Ming itu.


"Kau, cepat cari Bao Mu! Temukan dia di manapun!" perintah Bao Huo pada anak buah lainnya.


"Baik pemimpin Huo!" ucap orang yang di tujukan.


Dia langsung keluar lalu membawa beberapa temannya untuk menemani dirinya menjalankan misi itu.


Setelah memberikan perintah, Bao Huo langsung masuk ke dalam markas! Di sana hanya tersisa orang-orang keluar Bao saja. Karena orang-orang kelompok Sabit Tunggal sudah musnah semau oleh Li Yian dan yang lainya.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2