
\=Chapter 236. PENGHIANAT SEKTE\=
\=
\=
Mereka yang menyerang Xu Wuzao secara bersamaan refleks mengelak, setengah dari mereka langsung mundur dan menghindar cukup jauh, setelah melihat salah satu dari mereka terkapar dan tidak sadarkan diri hanya dengan sekali serangan Xu Wuzao.
Padahal orang yang di hantam dengan kaki Xu Wuzao memiliki tingkat pendekar raja tahap awal, seharusnya dia dapat bertahan karena sudah cukup tinggi memiliki pelatihan pendekar.
Baaammm..!
Baaammm..!
Xu Wuzao langsung menendang dua kali berturut-turut terhadap dua orang yang berbeda, mereka adalah orang-orang yang telat untuk menghindar dari Xu Wuzao.
Uhukk.. Uhuuukk..!
Mereka berdua langsung batuk-batuk, namun hanya terkapar di tanah dan masih bisa mempertahankan dirinya tetap sadar.
Orang-orang yang mundur cukup jauh melihat ke arah temannya yang terkapar namun masih sanggup bertahan.
"Hati-hati, dia sudah berada di tingkat pendekar suci!" ucap salah satu dari orang yang tadi di serang Xu Wuzao.
"Apa, dia berada di tingkat pendekar suci?" ucap temannya.
"Mundur, dia bukan lawan kita! Bagaimana informasi ini tidak ada sama sekali sebelumnya?" tanya salah satu dari mereka cukup cemas.
"Ooohh, kalian sebelumnya menyelidiki tentang ku terlebih dahulu? Kalian tidak buruk dalam hal itu!" ucap Xu Wuzao.
Xu Wuzao sambil memutar-mutarkan pedang andalan dirinya di depan badannya! Pedang itu sudah menemani Xu Wuzao cukup lama.
"Jika kalian semua tidak ingin mati sia-sia, maka panggil lah tuan kalian dengan cepat! Atau kalian pulang ke sekte kalian kembali dengan tenang." lanjut Xu Wuzao.
Mendengar ancaman Xu Wuzao seperti itu, mereka semua tidak ada yang menjawab! Karena ancaman Xu Wuzao bukanlah isapan jempol belaka.
Mereka tahu, jika pendekar suci berniat membunuh mereka semua, itu seperti semudah membalikkan telapak tangan.
Karena tidak ada dari mereka semua yang menjawab, Xu Wuzao akan kembali berucap namun dari belakang mereka semua, datang dua orang lainnya.
Baru juga Xu Wuzao ingin mengucapkan sesuatu dia langsung tarik kembali! Karena cukup kaget melihat siapa yang datang kali ini.
"Ha-ha-ha-ha-ha..!"
Melihat ekspresi wajah dari Xu Wuzao, salah satu dari mereka yang baru datang langsung tertawa terbahak-bahak.
"Xu Wuzao, apa kau sangat terkejut? Sampai-sampai keriput di wajahmu bertambah banyak dan menjerit-jerit!" ucap orang itu dengan begitu arogan.
Xu Wuzao masih memandang dua orang yang baru datang dengan tatapan tidak percaya, lalu dia melirik ke arah orang yang tadi tertawa terbahak-bahak dan berbicara dengan begitu sombong.
__ADS_1
"Yan Jim, kau tetap licik seperti biasanya! Aku janji, kelicikan kau cukup sampai di sini!" ucap Xu Wuzao dengan tatapan tajam penuh dengan emosi.
Biasanya Xu Wuzao tidak pernah emosi seperti ini, namun melihat salah satu dari mereka, membuat Xu Wuzao memuncak amarahnya! Padahal selama ini dia dapat memendam dan di tahan.
"Akhirnya, aku memiliki alasan untuk membunuh kau penghianat sekte!" bentak Xu Wuzao cukup marah.
*
*
*
Orang yang di bentak Xu Wuzao seperti itu tetap santai, karena dia memiliki banyak orang hebat di sampingnya.
Meskipun saat datang di tempat itu, dia cukup di buat terkejut sebentar, namun akhirnya kembali normal sikapnya.
Karena dia melihat tiga orang hebat dari sekte Wuhan sudah terkapar di tanah, bahkan salah satu dari mereka sudah tidak sadarkan diri.
"Apa kau mampu untuk membunuh ku, Xu Wuzao? Kau tidak melihat sekeliling kau saat ini?" ucap orang itu dengan seringai tajam.
"Ca Wen, apa kau mengandalkan para semut ini untuk berlindung? Kau tidak akan lolos dari kematian!" ucap Xu Wuzao sambil menunjuk kepada orang-orang dari sekte Wuhan.
Ya salah satu orang yang datang adalah Ca Wen dan satunya adalah Yan Jim! Namun Xu Wuzao tidak begitu kaget saat melihat Yan Jim melainkan kaget saat melihat Ca Wen mantan dari tetua balai murid.
"Xu Wuzao, kau tidak melihat situasi sekarang? Apa gara-gara kau sudah menjadi tua bangka kau tidak bisa berpikir jernih?" ucap Yan Jim dengan sangat tenang.
"Kau menganggap orang-orang sekte Wuhan semut? Apa yang kau punya sehingga berani berbicara sombong seperti itu?" lanjut Yan Jim bertanya.
"Yang aku punya ya? Lihat ini baik-baik!" ucap Xu Wuzao dengan seringai tajam langsung terlukis di wajahnya.
Wooooosss..!
Gerakan Xu Wuzao sangat cepat.
Slaazz.. Slaazz..!
Slaazz..!
Baaammm..!
"Aaakkkhh..!!" Suara jerit orang-orang yang di serang Xu Wuzao secara brutal.
Hanya dalam sekejap mata, Xu Wuzao berhasil membunuh empat orang yang ada dalam jangkauan dirinya.
Mereka di tebas dengan sangat mengerikan di bagian leher, di bagian perut hingga di dada mereka! Karena tebasan Xu Wuzao sangat keras dan menggunakan Energi Qi, ketajaman pedang Xu Wuzao meningkat 5 kali lipat.
Bahkan tendangan Xu Wuzao, langsung meremukkan tulang dada dan menghancurkan jantung korbannya.
Xu Wuzao kembali ke tempat semula, dengan pedang yang sudah bercucuran darah sangat banyak.
__ADS_1
Orang-orang yang tadi mengepung Xu Wuzao, langsung mundur sangat jauh! Mereka sangat kaget dan berkeringat dingin setelah merasakan aura yang Xu Wuzao keluarkan seperti menyayat kulit dan tulang mereka.
"Apa yang terjadi?" ucap Ca Wen.
Dia sangat kaget, dia tidak pernah menyangka bahwa Xu Wuzao sangat hebat! Yang dia pikirkan selama ini Xu Wuzao sebanding dengan dirinya.
Sehingga saat dirinya di ancam Xu Wuzao, dia masih tenang! Di tambah orang-orang sekte Wuhan sangat hebat, membuat kepercayaan diri Ca Wen meningkat drastis. Namun setelah melihat ini, dia mundur dua langkah secara tidak sengaja dan mulai bergetar.
Dia merasakan perut buncitnya memberat 10 kali lipat beratnya, sehingga seperti menjadi beben dirinya saat ini.
*
Bahkan Yan Jim tidak bisa bergerak saking terkejutnya, karena dia tidak bisa mengikuti gerakan dari serangan Xu Wuzao barusan.
Dia sombong dan ingin menekan Xu Wuzao karena dia sudah memasuki tingkat pendekar suci beberapa waktu lalu, namun sekarang setelah melihat serangan dan keganasan Xu Wuzao dia menjadi gelisah.
"Apa itu, bagaimana dia bisa melakukan semua itu?" ucap Yan Jim begitu terbata-bata.
Semua orang yang masih tersisa di sana, langsung melihat emot mayat yang tergeletak di sana lalu bergantian melih ke arah Xu Wuzao.
Mereka merinding di bagian tengkuk masing-masing! Karena mereka melihat Xu Wuzao seperti dewa kematian yang akan menyabut nyawa mereka masing-masing.
"Itulah yang aku punya! Apa kalian bisa melihatnya?" ucap Xu Wuzao memecahkan keheningan sesaat.
Ucapan Xu Wuzao tidak ada yang berani menjawab, bahkan Yan Jim saja yang sudah berada di tingkat pendekar suci tidak berani berucap.
Karena dia tahu nyawa diri sudah di ujung tanduk, yang awalnya dia menghayal Xu Wuzao akan cacat oleh dirinya! Malah kini Yan Jim membayangkan kematian dirinya sudah di depan mata.
Xu Wuzao menengok ke arah Ca Wen dengan tatapan dinginnya, lalu berucap.
"Ca Wen, sudah saatnya penghianat seperti kau itu mati!" ucap Xu Wuzao.
Braaakk..!
"Kepala sekte Xu, mohon maafkan aku! Aku tau aku salah!" ucap Ca Wen dengan tangisan bahkan sambil sujud membenturkan kepala di tanah hutan.
"Tidak ada gunanya memohon sekarang! Kau pantas mati!" ucap Xu Wuzao.
Wooooosss..!
Slaazz..!
"Aakk, aku menyesal melakukan ini!" ucapan terakhir dari Ca Wen, lalu dia jatuh terkapar di tanah hutan itu.
Dengan matinya Ca Wen, hutan langsung gelap seketika.
\=
\=
__ADS_1
...