
\=Chapter 148. MASA LALU KELAM\=
\=
\=
Bao An kini masuk ke dalam ruang tengah kediaman inti Keluarga Bao, dia memandangi ruangan besar itu dengan tatapan kosong.
Dia dulu sering berada di sana berkumpul dengan keluarga Bao inti, namun yang di terima hanya hinaan belaka.
Dia tidak menghiraukan keadaan ruang tengah yang cukup berantakan, yang dia rasakan saat ini di benaknya adalah dirinya yang 10 tahun lalu.
*
10 Tahun lalu di kediaman keluarga Bao.
Hari itu adalah hari perayaan lima tahun keluarga Bao merayakan naiknya Bao Nam menjadi pemimpin keluarga.
Pesta besar di adakan di sana, namun karena adiknya yang di anggap sampah! Orang-orang tidak begitu memuji Bao Nam, yang sudah menaikkan keluarga Bao lebih tinggi lagi derajatnya.
Mereka menilai, bahwa Bao Nam tidak tegas dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin Keluarga. Karena menurut anggota keluarga lain dia cukup pilih kasih, padahal sebaliknya tidak sama sekali.
Mereka memandang Bao Nam melindungi Bao An, akan tetapi sebenarnya Bao Nam ingin menyingkirkan adiknya juga. Tapi dengan cara halus namun orang-orang tidak bisa membaca situasi.
Meskipun adiknya sangat tidak becus dalam melakukan pelatihan pendekar, tapi adiknya cukup bagus dalam strategi dan perencanaan, sehingga Bao Nam cukup kesulitan.
Bahkan pengetahuan Bao An di daerah sekitar sangat luas, malahan kini hampir tahu menyeluruh tentang kejadian di seluruh kota Kekaisaran Tang.
"Pemimpin keluarga, sebenarnya apa kehebatan Bao An? Bagaimana anda tetap mempertahankan dia mengerjakan sesuatu, padahal setiap bekerja selalu gagal!" ucap salah satu tetua di keluarga Bao.
Di sini Bao Nam menemukan cara, agar bisa lepas dari adiknya itu.
"Aku tidak akan melindungi adik ku secara khusus, tapi melindungi dia karena dia keluarga Bao! Tapi itu tergantung dengan anggota keluarga lainnya!" jawab Bao Nam.
Dia ingin lepas tangan dulu, selebihnya bisa dia urus belakangan! Karena jika dia masih terikat dengan saudara dekat maka akan sulit.
"Ya bagus itu, kami setuju!" jawab orang yang ada di sana.
"Lebih baik usir saja sekalian, itu lebih mudah!" ucap salah satu tetua lainnya, orang-orang cukup banyak yang setuju.
Sedangkan Bao An hanya duduk dengan tenang di sudut ruangan, dia sebenarnya sudah sangat geram dengan keadaan seperti ini. Setiap tahun bahkan bila bertemu selalu mendapatkan hinaan yang dalam.
__ADS_1
"Pekerjakan saja dia di wilayah pinggiran, itu lebih pantas dari pada di kota Kekaisaran seperti ini!" salah satu anggota lain mengusulkan.
"Itu bagus, kami di sini muak melihat sampah keluarga!"
"Aku heran, adik dan kakak sangat berbeda jauh. Yang satu bagaikan berlian yang satu bagikan batu krikil!"
"Dia selalu mengacaukan keluarga Bao saja, dasar orang yang tidak berkemampuan!"
"Apa sampai setua itu dia tidak bisa menembus tingkat pendekar atas?"
Hinaan demi hinaan terdengar di seantero ruangan tengah. Namum Bao An pura-pura tidak mendengar saja, karena dia ingat dengan kata-kata leluhur mereka.
"Tetaplah utuh, mempersatukan kekuatan! Maka Keluarga Bao akan terus berjaya!" kata-kata ini Bao An selalu dia pegang dan ingat, namum hari ini kata-kata itu seolah hilang dari pikiran Bao An.
Bao An mendengar kata-kata di usir sangat kaget, apalagi dengan banyaknya dukungan orang-orang keluarga Bao lainnya. Membuat hati Bao An hancur.
Bao An langsung berdiri dan menghantam meja kayu tebal sangat keras, namun meja itu hanya mengalami goresan sedikit dan kaki meja yang patah.
Itu membuat momen ini menjadi bahan tertawaan anggota keluarga Bao inti, karena pesta ini yang berkumpul orang-orang hebat dari semua keluarga Bao. Namun Bao An menujukan keahlian sampah.
"Baiklah jika kalian ingin mengusir ku dari keluarga Bao, lebih baik aku keluar dengan sendirinya. Tapi jika terjadi sesuatu dengan keluarga Bao jangan kalian salahkan aku!" ucap Bao An sangat lantang.
Ucapan itu tidak di anggap serius, malah di tertawaan oleh banyak anggota keluarga inti, seakan itu sebuah lelucon belaka.
Tanpa sepatah kata lagi, Bao An langsung keluar ruangan utama. Lalu menuju kamarnya membawa barang pribadi miliknya keluar dari kediaman keluarga Bao.
Setelah selang beberapa hari, keluarga Bao mengumumkan bahwa Bao An pergi melakukan tugas di luar Kekaisaran Tang, tapi mereka menerima kabar kematian Bao An. Sehingga orang-orang luar berpikir Bao An mati.
Jelas ini adalah berita palsu belaka, saat mendengar berita itu Bao An menggunakan pakaian tertutup dan benar-benar keluar Kekaisaran Tang untuk memperkuat dirinya.
*
*
*
Bao An sadar dari lamunannya diri.
Setelah sadar akhirnya dia menangis tanpa suara, hanya meneteskan air matanya saja! Karena mengingat masa kelam dirinya, lalu dia memandang sekeliling.
"Orang-orang itu sudah mati, kenapa aku harus takut lagi!" gumam Bao An.
__ADS_1
Lalu dia melangkah ke ruangan berikut, dia menyusuri tiap-tiap ruangan di kediaman inti Keluarga Bao, sebenarnya dia sangat rindu dengan kediaman itu.
Apalagi di masa kecil dirinya yang mendapatkan dukungan dari orang tuanya, namun setelah besar dan orang tua dirinya meninggal dia mulai di buli dan di pandang sebelah mata karena mereka anggap orang tidak berbakat dan sampah keluarga.
Dia menuju ke kamarnya saat tinggal di kediaman inti ini, setelah membuka kamar itu kamarnya benar-benar tidak terurus, banyak sekali sarang laba-laba dan sudah di jadikan gudang.
Melihat ini, Bao An hanya bisa tersenyum kecut! Lalu dia bergegas dan pergi, karena hari sudah mulai gelap. Dia akan menyusun rencana lainnya dengan cepat, karena dia tidak ingin Keluarga bangsawan lainnya akan menyerang keluarga Bao.
*
*
*
Di tempat lain.
Di kota Kekaisaran Tang pusat.
Li Yian mengikuti saran Baba Yaga, dia di ajak Baba Yaga pergi ke kota Kekaisaran Tang pusat! Karena menurut Li Yian untuk saat ini tidak ada urusan penting sehingga ngikut saja saran Baba Yaga itu.
Keduanya sedang berjalan di kota istana Kekaisaran Tang, kota ini sangat besar! Li Yian dan Baba Yaga pergi dari jalan Gope saat siang hari dan baru sampai sore harinya di kota Kekaisaran Tang pusat.
Saat berjalan Li Yian melihat toko senjata, karena sedikit tertarik akhirnya Li Yian memilih untuk mampir.
"Selamat datang tuan di pusat toko senjata perkasa!" ucap pelayan wanita dengan ramah.
"Hemm, jadi ini toko pusat! Pantas saja sangat besar." gumam Li Yian.
"Kami akan lihat-lihat dulu nona, barang kali kami cukup tertarik nantinya!" ucap Li Yian lalu melangkah masuk ke dalam toko.
Sedangkan Baba Yaga hanya diam saja tapi memandangi wajah pelayan cantik itu dengan sorot mata mesum.
"Hei, kau mau masuk tidak?" ucap Li Yian karena saat dirinya masuk Baba Yaga masih berdiri di hadapan pelayan wanita itu.
"Ah iya masuk saudara, tunggu aku!" ucap Baba Yaga, lalu dia tersenyum ke arah pelayan cantik itu.
Karena menganggap Baba Yaga dan Li Yian adalah pelanggan, sehingga di berikan senyum seperti itu oleh Baba Yaga! Wanita cantik itu balas tersenyum. Namun Baba Yaga mengartikan senyuman itu dengan makna lain.
Karena sudah di tinggal Li Yian, dia akhirnya segera berlalu dari sana untuk segera menyusul Li Yian.
\=
__ADS_1
\=
...