Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
060 = KELOMPOK SABIT TUNGGAL MENDAPATKAN INFORMASI.


__ADS_3

\=Chapter 060. KELOMPOK SABIT TUNGGAL MENDAPATKAN INFORMASI\=


\=


\=


Tetua sekte lembah tengkorak sedang menikmati keindahan yang nyata di dunia ini, mereka sedang bergelantungan di lehernya, dia sudah cukup mabuk karena arak di tambah mabuk asmara! Lengkap sudah kebahagiaannya.


Itu adalah kehidupan yang sempurna, selama dia menjadi pendekar dan baru-baru ini memasuki tingkat pendekar raja membuat dia begitu di hormati oleh teman seperjuangannya.


Apa lagi dia memegang kunci penting dalam menemukan pendekar misterius yang di duga berhasil membawa pusaka dunia.


Sehingga posisi tetua meningkat tajam, meskipun dia masih cukup muda! Sedangkan tetua lain yang lebih tua dan senior sekarang menghormati.


Dia dan dua teman lainnya tida menyadari bahwa sedang di intai seseorang, karena terlalu terlena oleh keindahan yang menempel pada tubuhnya! Di tambah arak termahal yang ada di sini yaitu arak kayangan.


Meskipun ada keributan sedikit di luar rumah bordil, orang-orang tidak menyadari itu semua! Karena keributan itu begitu singkat, bahkan terkesan sembunyi-sembunyi. Itu karena pembunuhan terhadap mata-mata sekte macan putih di lakukan oleh pembunuh profesional.


Di dalam ruangan yang cukup gelap, hanya penerangan yang minim menggunakan lampu minyak! Tetua sekte lembah tengkorak dan semua orang yang ada di sana termasuk para wanita penghibur dan pembawa alat musik maupun wanita tari-tarian tidak menyadari ada beberapa orang masuk.


"Cepat semuanya keluar, kecuali yang kami todong dengan senjata!" ucap orang yang tiba-tiba nongol dari mana.


Begitu suara itu meledak menggema di ruangan itu, semau orang langsung sadar tanpa terkecuali lalu bergegas berlarian keluar.


Bahkan tetua sekte lembah tengkorak dan dua teman lainnya baru menyadari setelah di todong senjata langsung di depan lehernya.


Meskipun dia mabuk berat, sebenarnya untuk merasakan bahaya bisa mereka lakukan! Karena mereka bertiga bukan manusia biasa, akan tetapi karena yang melakukan penyusupan adalah orang-orang ahli maka dari itu tetua sekte lembah tengkorak sampai tidak sadar.


"Siapa kalian?" ucap tetua sekte lembah tengkorak.


Dia langsung melirik ke wajah orang-orang itu, dan dirinya tidak kenal maupun tahu mereka dari mana.


Hanya beberapa tarik nafas saja orang-orang yang tadinya ramai di ruangan itu kini sepi, hanya tinggal mereka bertiga saja yang di todong senjata.


"Jangan banyak tanya, katakan semua informasi yang kau tahu tentang pendekar misterius!" bentak seseorang yang menodong senjata kepada tetua sekte lembah tengkorak.


"Tidak!" ucap tetua sekte lembah tengkorak singkat dan yakin.


"Baiklah, kau dan dua teman mu mati sekarang!" ucap orang itu kejam.

__ADS_1


Mereka bertiga langsung menekan pedang pendek dengan sedikit kuat bahkan menempel di kulit leher sangat dalam! Karena pedang itu sangat tajam leher mereka bertiga langsung beredar.


"Senior beritahu mereka saja, kita harus selamat!" ucap salah satu dari mereka dengan wajah ketakutan.


"Iya senior, beritahu mereka kami mohon!" satunya lagi berbicara sambil merengek memohon.


Mereka berdua merasa menyesal telah mengikuti senior mereka! Jika tahu akan berbahaya seperti ini mereka enggan ikut.


Baru merasakan arak sedikit lalu sentuhan sederhana dan ciuman nanggung dari wanita penghibur, mereka sudah akan mati! Sehingga mereka begitu menyesal.


Tetua sekte lembah tengkorak berpikir sejenak, lalu dia melirik pada ketiga orang itu.


"Biarkan mereka berdua lolos! Jika tidak aku tidak akan berbicara!" ucap tetau itu mantap.


Dia yakin dengan situasi seperti ini, jika tidak bekerja sama dan negosiasi pasti mereka bertiga akan mati.


Ketiga orang itu langsung mengangguk bersama, lalu melempar kedua orang tadi ke jendela! Padahal ruangan itu berada di lantai dua.


"Brake..!"


Suara jendela kayu hancur, setelah mendarat dengan tenang kedua orang tadi langsung lari terbirit-birit bahkan untuk mengucapkan terimakasih pada seniornya saja mereka tidak memiliki kesempatan.


"Baiklah, pendekar itu sangat kuat! Dia sangat ahli dalam bersembunyi, bahkan bisa menyembunyikan kekuatan dirinya seperti orang biasa!" jawab tetua sekte lembah tengkorak.


"Jangan berbelit-belit, katakan dia mana dia bersembunyi!" bentak salah satu dari mereka karena tidak sabar.


"Jika aku tahu dia di mana, sekte lembah tengkorak sudah menyerang dia dengan kekuatan penuh!" jawab tetua itu dengan tenang.


"Tidak berguna!" ucap orang yang menodongkan senjata pada leher tetua itu.


"Tunggu!" ucap dia cukup takut.


Sebenarnya dia ingin berdiskusi agar dia tetap hidup, namun dengan cara berbelit-belit mereka tidak terima.


"Apa lagi, apa kau berbohong terhadap kami?"


"Tidak-tidak, aku memang tidak tahu dia ada di mana! Namun energi tenaga dalam dia aku masih sangat ingat!" jawabannya.


"Jika kalian bekerja sama dengan ku, maka akan mudah menemukan dia dengan cepat! Jika jejak dirinya sudah bisa di lacak!" lanjut tetua sekte lembah tengkorak memberikan saran.

__ADS_1


"Baiklah, saya setuju!" ucap orang yang baru saja masuk.


Dia adalah pemimpin kecil dari penyergapan itu, setelah membunuh mata-mata sekte macan putih dia langsung masuk dan baru sampai setelah interogasi tetua sekte lembah tengkorak selesai.


"Kaka, apa kita akan membawanya?" ucap salah satu dari mereka kurang setuju.


"Ya tidak ada pilihan lain, hanya dengan syarat! Dia harus menelan pil ini!" pemimpin kelompok kecil itu melemparkan pil kecil berwarna hitam.


"Apa itu?" ucap tetua sekte lembah tengkorak sedikit takut dan waspada.


"Itu untuk membatasi gerakan mu, agar tidak membodohi kami!" jawab pemimpin kelompok itu.


Tiga teman lainnya langsung tersenyum, karena mereka bertiga tahu betul apa pil itu.


"Jika tidak mau, maka kau akan mati di sini sekarang juga!" ancam pemimpin kelompok kecil itu.


"Ba, baiklah!" ucap tetua itu dengan sedikit ragu.


Dengan cepat dia menelan pil itu, karena paksakan! Setelah menelan pil itu, keempat langsung meledakkan tawa yang tinggi.


Karena tawa itu, tetua sekte lembah tengkorak menjadi cukup curiga dengan mereka berempat.


"Pil apa yang aku telan barusan? Cepat katakan bila tidak jangan harap aku ingin bekerja sama dengan kalian!" ucap tetua sekte lembah tengkorak dengan sedikit ancaman.


"Ha-ha-ha, kau telah menelan racun mematikan, jika tidak menelan pil penawar ini kau akan mati menjadi seonggok daging busuk dalam beberapa minggu ke depan!" ucap pemimpin kelompok kecil itu sambil menggoyang-goyangkan pil penawar yang ada di botol giok.


"Sial!" gumam tetua sekte lembah tengkorak.


Dia cukup kaget karena telah di tipu mentah-mentah oleh orang-orang seperti mereka.


Meskipun ini sering terjadi di pendekar aliran hitam, tapi menggunakan racun sangatlah hina untuk menekan orang dalam kendalinya.


Sedangkan untuk merebut penawar itu tidak mungkin, sehingga dia lebih memilih patuh dengan perintah itu.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2