
\=Chapter 107. POHON EDEN
\=
\=
Li Yian masih saja membeku tidak percaya, karena semua lawannya mati di tusuk oleh akar pohon yang muncul secara tiba-tiba dari bawah tanah yang luas itu.
"Sial, apa pohon itu adalah Pohon Eden?" gumam Li Yian.
Li Yian langsung berpikiran demikian karena dirinya pernah mendengar saat masih hidup di alam langit, ada pohon suci kehidupan yang sangat di jaga ketat oleh para petinggi dewa. Bernama pohon Eden.
Pohon itu tidak boleh di kunjungi oleh dewa kelas rendah, apa lagi oleh dewa yang muda seperti Li Yian kala itu.
Li Yian kembali melihat mayat-mayat yang tergeletak kering, karena di serap semua vitalitas kehidupan yang ada di tubuh manusia.
"Setahu aku, pohon itu hanya menyerang siluman yang memiliki energi hitam, karena pohon itu di sebut pohon suci kehidupan! Bagaimana bisa, menyerang manusia juga. Apa itu pohon yang lain lagi?" Li Yian semakin tidak begitu mengerti.
"Tunggu dulu, kenapa aku tidak di serang? Sedangkan aku manusia!" lanjut Li Yian berbicara sendiri.
Sampai beberapa saat Li Yian tidak memperdulikan lagi orang-orang yang mati, Li Yian mencoba mendekati pohon yang sangat besar itu.
Wooss..!!
Li Yian bergerak sangat cepat, dia langsung memanjat pohon yang sangat besar itu dengan bantuan pedang miliknya.
Setiap kali beberapa puluh langkah Li Yian langsung menancapkan pedang miliknya untuk di jadikan pijakan melesat dirinya ke atas.
"Pohon ini besar sekali! Apa di alam langit sebesar ini juga?" gumam Li Yian.
Cukup lama dia memanjat pohon Eden, setelah cukup tinggi baru dia mencapai cabang yang tumbuh di sana, di cabang yang Li Yian duduki saat ini dia bisa melihat luasnya hutan larangan.
"Pantas saja, aku tidak melihat ada pohon besar di sini dari luar, kabut yang menghalangi begitu alami! Sangat bagus membangun markas di sekitar sini!" Li Yian mengawasi di sekitar pohon Eden.
"Buahnya kira-kira seperti apa pohon ini?" banyak pertanyaan di benar Li Yian saat ini, namun tidak ada yang bisa menjawabnya.
Setelah kejadian seperti ini terjadi, Li Yian cukup menyesal! Saat menjadi dewa tidak menggali pengetahuan yang banyak, dirinya malah sibuk mengerjakan tugas dari Kaisar Langi kala itu.
Namun nyatanya, meskipun dia sangat patuh. Tetap saja di eksekusi! Kini Li Yian tertunduk lesu di cabang pohon itu.
Karena tidak menemukan jawaban, Li Yian lebih memilih untuk turun.
*
*
*
"Kenapa sahabat Li Yian malah memanjat ke pohon besar itu?" gumam Baba Yaga di tempatnya.
__ADS_1
Cukup lama Baba Yaga menunggu di sana, dia juga sambil mengawasi keadaan sekitar! Karena para hewan buas sudah mencium keberadaan dirinya dan mulai bertingkah aneh.
Saat dirinya lengah sedikit, dari arah bawah ada gorila besar yang langsung memanjat di pohon yang Baba Yaga tempati saat ini.
Gooaarr..!
Suara raungan gorila besar sangat kuat, seketika Baba Yaga sangat kaget!.
"Mengerikan, dia menghilangkan hawa keberadaan dirinya! Hewan buas yang gila!" Baba Yaga langsung mengomel karena dirinya cukup lengah.
Tinju gorila besar itu langsung memukul dengan pukulan lengannya yang besar!.
Woossss..!
Boommm..!
Dua pukulan beradu sangat keras, Baba Yaga sampai terlempar jauh ke belakang! Sedangkan gorila besar itu mundur cukup jauh tapi lengan lainnya langsung menangkap cabang pohon di sampingnya.
"Sial, dia sangat kuat?" gumam Baba Yaga.
Gorila besar kembali menyerang dengan terkaman lengannya yang sangat besar, namun kali ini Baba Yaga tidak tinggal diam! Sekarang dirinya sangat siap atas serangan itu.
Baba Yaga langsung mengalirkan tenaga dalam miliknya ke lengan kanan dan kirinya.
Wooooosss...!
Tangan kirinya langsung menangkis serangan terkaman itu, lalu tangan kanan memukul dada gorila besar itu.
Kali ini yang terpental jauh adalah gorila besar itu, dia langsung terkapar di tanah! Sedangkan Baba Yaga hanya mundur beberapa langkah saja.
Saat Baba Yaga mengambil nafas panjang, lalu membuang nafas pelan dari mulutnya! Li Yian sampai di tempat Baba Yaga.
"Apa kau tidak apa-apa teman?" ucap Li Yian cukup santai.
"Kau meremehkan ku saudara Li?" bentak Baba Yaga dengan kesal.
"Tidak, aku hanya menanyakan keadaan kau saja! Kenapa kau marah?" jawab Li Yian.
"Baiklah, baiklah! Apa kau menemukan petunjuk lain di pohon besar itu?" Baba Yaga ingin mengetahui keadaan di pohon besar itu.
Karena dirinya tidak bisa mendekati pohon besar itu sehingga dia bertanya dengan Li Yian keadaan di sekitar sana.
"Nanti akan ku jelaskan, sekarang di sini keluarga Bao sudah musnah, sebaiknya kita lekas keluar! Hutan ini cukup berbahaya." ajak Li Yian pada Baba Yaga.
"Ya saat aku tidak sadarkan diri, aku mulai tahu hutan ini memang mengerikan!"
Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga langsung melesat keluar dari hutan larangan.
Mereka berdua melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, sambil lari mereka berdua menghajar hewan buas yang berusaha melawan dirinya!.
__ADS_1
Li Yian melihat Baba Yaga kesulitan melawan musuh tanpa menggunakan senjata miliknya, Li Yian langsung mengambilkan tombak emas tiga mata dari cincin samudra.
"Gunakan ini teman!" Li Yian berucap sambil melemparkan tombak panjang tiga mata.
Tombak itu meluncur dengan deras, tapi Baba Yaga bisa menangkap dengan mulus! Lalu langsung memutar tombak emas itu, lalu langsung menusuk hewan buas serigala yang menyerang dirinya saat ini.
"Terimakasih saudara! Ini senjata yang sangat bagus!" jawab Baba Yaga sambil tersenyum lebar.
Cukup lama mereka berlari dengan kecepatan kencang, masing-masing dari mereka terus bertarung di dalam hutan larangan itu, dengan hewan buas.
Baba Yaga mendapatkan luka di tangan, kini sedikit mengeluarkan darah saat bertarung, namun karena luka yang cukup kecil! Baba Yaga tidak menghiraukan luka itu sama sekali.
Sehingga darah terus keluar lalu menetas dari tangan Baba Yaga dan jatuh ke dalam hutan.
Saat mereka sampai di luar hutan, Baba Yaga dan Li Yian langsung melompat turun ke tanah lapang yang di tumbuhi rumput hijau.
Tanah di sana terlihat hitam kecoklatan, saat ini lengan Baba Yaga meneteskan kembali darahnya.
Teess..!
Darah itu langsung menyentuh tanah di sana, seketika dari dalam tanah muncul akar pohon yang menjalar menyerang Baba Yaga.
Seookk..!
Tiga akar pohon langsung menyerang Baba Yaga dengan sangat ganas, Li Yian yang melihat ini langsung berteriak.
"Baba Yaga, serangan dari bawah!"
Sambil dirinya melompat ke arah Baba Yaga dan menebas dua dari akar pohon itu.
Slaazz..! Slaazz..!
Akar itu terpotong dengan sempurna dan sisa dari potongan itu langsung kembali masuk ke dalam tanah, sedangkan sisa lainnya hancur tak tersisa.
Baba Yaga juga langsung menangkis serangan dari akar pohon yang satunya.
Slaazz..!
Serangan Baba Yaga mengenai akar itu dengan telak, akar terpotong sempurna! Mereka berdua langsung melesat menjauhi hutan larangan.
Li Yian dan Baba Yaga kini lari dengan sangat kencang, setelah cukup jauh Li Yian mulai menganalisa.
"Bagaimana mungkin? Saat datang kita baik-baik saja, tanpa serangan aneh itu. Tapi sekarang?" gumam Li Yian.
Dia bergumam sambil memandang lurus ke arah hutan larangan.
\=
\=
__ADS_1
..