Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
097 = PENYELAMATAN TIDAK TERDUGA


__ADS_3

\=Chapter 097. PENYELAMATAN TIDAK TERDUGA\=


\=


\=


Xu Wuzao lari menggunakan teknik langkah angin, dia berlari sangat kencang karena dia menggunakan kekuatan maksimal dirinya saat ini! Akan tetapi Xu Wuzao sangat kaget melihat Li Yian dan Baba Yaga bisa mengimbangi kecepatan dirinya.


Padahal sudah cukup lama mereka berlari dengan kecepatan seperti itu, jika saja yang mengikuti dirinya adalah pendekar raja tahap awal. Pasti orang itu sudah tumbang dan tertinggal jauh di belakang.


"Anak ini benar-benar bisa mengimbangi kecepatan maksimal lari langkah angin yang aku gunakan!" ucap Xu Wuzao dalam hatinya.


Li Yian mengikuti di belakang dengan tenang, karena sebenarnya dirinya bisa lebih cepat lagi daripada itu.


Sedangkan paras Baba Yaga sudah seperti babi panggang, berwarna merah ke hitaman karena menahan capek yang cukup berlebihan.


"Sial, aku sudah hampir tumbang saudara Li Yian!" keluh Baba Yaga di belakang.


"Kau akan rela kah, wanita cantik yang kita kejar akan di dapatkan oleh orang tua itu atau diri ku?" Li Yian mencoba menggoda lagi.


Li Yian berbicara sedikit mendekati telinga Baba Yaga sambil berlari, agar Xu Wuzao tidak terlalu mendengar dengan jelas!.


"Aku tidak rela, harus aku yang mendapatkannya!" ucap Baba Yaga dengan semangat.


Lalu dia seperti menyemburkan nafas api pada lubang hidungnya yang mulai naik! Li Yian melihat itu sebenarnya ingin tertawa tapi demi misi ini sukses, Li Yian menahan itu semua.


Karena bila terjadi pertempuran tidak terduga, kekuatan Baba Yaga sangat membantu dirinya dan Xu Wuzao.


Setelah cukup lama berlari, kini mereka menuruni lembah yang cukup subur! Karena mereka bertiga lari tidak mengikuti jalan umum, itu di sebabkan jalan umum lebih sedikit memutar arah dan jauh, sehingga mereka bertiga mengambil jalan pintas.


Saat sampai di lembah itu, mereka bertiga merasa kehadiran 17 orang menggunakan 15 kuda, sedang beristirahat di sana.


"Berhenti..!" ucap Xu Wuzao.


Mereka berdua berhenti, sebenarnya Li Yian dan Baba Yaga menyadari itu! Tapi fokus mereka tetap mengikuti langkah Xu Wuzao.


"Apakah wanita cantik yang kita kejar sudah di temukan?" ucap Baba Yaga cukup penasaran.


Li Yian merasakan mereka semua lebih detai, setelah bisa merasakan mereka semua, Li Yian langsung terlonjak kaget.


"Pak tua, apa anda merasa di antara mereka ada tetua agung?" ucap Li Yian cukup kaget.

__ADS_1


"Ya aku sedikit merasakan aura milik dia nak!" jawab Xu Wuzao, setelah dirinya juga memeriksa rombongan di sana.


"Kita sergap saja!"


Belum juga di jawab oleh Xu Wuzao setuju atau tidak, Li Yian sudah berlari ke arah gerombolan itu yang sedang mengistirahatkan kuda-kuda mereka di pinggir sungai.


"Siapa kalian?" bentak Li Yian.


Dia langsung mengeluarkan pedang panjang hadiah dari kompetisi generasi muda waktu itu.


Karena di bentak dan kemunculan pemuda yang masih sangat belia, membuat mereka yang sedang tidak fokus terlonjak kaget.


"Keparat..! Bocah tengil mengganggu tidur ku saja! Kau bereskan bocah itu!" ucap orang yang memiliki luka codet di pipinya.


"Baik ketua!" jawab anak buah dari kelompok Sabit Tunggal.


Dia langsung mencabut sabit miliknya, dengan gerakan enteng langsung berkelebat ke arah Li Yian! Li Yian sudah menunggu dengan sigap di tempatnya.


Trinng..!


Crash..!


"Aaakkkhh..!" jerit yang tertahan dari anak buah kelompok Sabit Tunggal, karena tenggorokan diri di tebas hampir putus.


Seketika tubuh itu tumbang dan mati, orang-orang di sana langsung terkejut dan kaget.


Saat Li Yian berhasil membunuh satu dari kelompok mereka, Xu Wuzao sampai di sisi lain saat ini! Begitu juga Baba Yaga menyusul di belakangnya Xu Wuzao.


"Siapa kalian, kenapa cari gara-gara dengan keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal?" bentak salah satu dari mereka yang mengawasi Li Yian dan yang lainnya.


"Keluarga Bao?" gumam Li Yian.


Sedangkan Xu Wuzao tidak peduli musuh dirinya keluarga Bao maupun kelompok Sabit Tunggal, yang Xu Wuzao fokuskan saat ini adalah! Menyelamatkan dua orang yang di kenalnya, yang sedang terikat dengan keadaan mengenaskan.


"Apa yang kalian lakukan dengan dua orang di sana?" ucap Xu Wuzao dengan tatapan menyelidik.


"Haahhh?" ucap orang bermuka codet, dengan tangan di tempelkan ke telinga seakan dia tidak mendengar sesuatu.


Dia sambil sedikit mendekap ke arah Xu Wuzao dan Li Yian maupun Baba Yaga.


Melihat ucapan dirinya tidak di tanggapi, Xu Wuzao cukup marah! Akhirnya dia mengulangi pertanyaannya yang tadi. Namun jawaban orang barcodet tetap menempatkan tangan ke telinga dirinya.

__ADS_1


Wooss..!


Slaazz..!


"Aaakkkhh, aaakkkh..! Ku bunuh kau bajingan!" bentak orang bermuka codet.


Li Yian melihat gaya orang itu yang sangat songong, membuat dia cukup marah! Jadi dengan ketidak sukaan terhadap orang itu, dia langsung memotong buntung daun telinga orang itu.


"Orang berbicara kau tidak dengar, jadi apa gunanya telinga mu? Sehingga wajar saja aku potong!" jawab Li Yian entang.


Orang itu langsung mundur jauh ke belakang sambil memegangi telinga sebelah kanan dirinya yang di potong sampai buntung.


"Bunuh mereka bertiga!" bentak orang yang memiliki bercodet di mukanya, dia terlihat sangat marah.


Anak buahnya ragu-ragu untuk maju, karena bosnya saja di buat tidak berdaya seperti itu! Apalagi dirinya.


"Maju kalian semua, yang ingin melawan ku!" ucap Li Yian dengan mengacungkan pedangnya ke arah mereka semua.


*


Di sisi lain Xu Wuzao dan Baba Yaga langsung melesat ke tengah gerombolan, mereka berdua menghajar siapa saja yang melawan.


Lalu dengan cepat mereka membopong dua orang tetua dari sekte anggrek putih untuk menjauh dari gerombolan itu.


"Apa kau tidak apa-apa tetua agung?" ucap Xu Wuzao dengan cukup panik.


Dia langsung mencoba mengalirkan tenaga dalam miliknya ke pada tetua agung dan tetua balai murid, setelah membuka ikatan mereka.


Namun keduanya belum merespon ucapan maupun gerakan Xu Wuzao, karena keduanya cukup parah.


Apalagi tetua agung, saat di perjalanan mulai sadar langsung di siksa kembali agar dia sekarat.


"Kalian siapa?" ucap Bao Mu dengan tatapan marah.


"Aku?" ucap Baba Yaga sambil menunjuk kepada mukanya sendiri.


"Bedebah, kau cari mati?Ikut campur urusan kami?" Bao Mu, tidak ingin rencana ini gagal sehingga dia sangat marah di ganggu oleh Xu Wuzao dan yang lainya.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2