
\=Chapter 056. PENCARIAN BESAR-BESARAN\=
\=
\=
Setelah di tegur oleh pemimpin keluarga Bao, Bao Huo akhirnya hanya menceritakan tentang pendekar misterius dan tiga pendekar lainnya yang berasal dari sekte aliran hitam, sekte aliran putih dan juga komandan pasukan Kekaisaran Tang yang satu-satunya dari Kekaisaran itu yang berhasil lolos dari tragedi berdarah makam kuno.
Bao Nam cukup kecewa dengan ucapan Bao Huo karena tidak begitu jelas di mana keberadaan sekarang pendekar misterius itu.
Karena menurut pandangan pemimpin keluarga Bao, bahwa pendekar misterius adalah orang yang berhasil mengambil pusaka dunia.
Bukan hanya di keluarga Bao saja yang mengadakan pertemuan rapat penting, di istana Kekaisaran Tang juga sama setelah komandan pasukan miliknya yang lolos dari makam kuno sudaha sehat kembali, mereka langsung menerima keterangan yang paling unggul.
Di sini yang di untungkan adalah sekte lembah tengkorak, sekte macan putih dan Kekaisaran Tang karena mereka memiliki orang yang melihat Li Yian dengan langsung meskipun tidak melihat wajahnya.
Tapi mereka masih bisa merasakan energi tenaga dalam yang samar maupun jurus yang di gunakan saat bertarung bersama.
*
*
*
Li Yian sudah sampai di hutan kabut ilusi setelah kurang dari tiga hari melakukan perjalanan, karena banyaknya jalan pintas yang di tempuh oleh Li Yian.
"Akhirnya aku sampai di sini kembali!" gumam Li Yian.
Dirinya berdiri di batang pohon yang besar di pinggiran hutan mati, dengan pandangan yang luas.
"Jika saja di alam Daulu ini orang-orang bisa terbang seperti di alam langit, aku yakin tidak akan ada rahasia di balik hutan kabut ilusi!" lanjut Li Yian dalam gumamnya.
Dia dengan cepat masuk ke dalam hutan kabut ilusi lebih dalam, karena sudah terbiasa Li Yian dapat dengan mudah menembus kabut ilusi itu seakan itu bukan penghalang ilusi yang kuat.
Akhirnya beberapa saat dia sampai di padang rumput yang hijau, Li Yian merasakan aura siluman milik Baba Yaga lebih tebal.
"Baiklah saatnya mengasingkan dirinya dari dunia luar selama dua bulan!"
__ADS_1
Li Yian berjalan dengan tenang sambil menghirup udara dalam-dalam, setelah masuk ke dalam kabut ilusi dan sampai di padang rumput, Li Yian langsung melepaskan topeng rubah yang di kenakan dirinya.
"Baba Yaga, kau masih melakukan meditasi kah? Berapa lama lagi itu akan sempurna?" ucap Li Yian setelah hampir sampai di tempat batu datar yang sedang di duduki seseorang.
Sebenarnya Baba Yaga sudah merasakan kehadiran Li Yian sedari awal Li Yian masuk ke hutan kabut ilusi, dia sudah sangat kanal dengan energi tenaga dalam milik Li Yian itu.
Baba Yaga langsung membuka matanya, lalu langsung mengambil sikap rileks! Dia langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Huuff..!"
"Saudara Li Yian kau akhirnya kembali?"
Tanya Baba Yaga seakan dirinya baru melihat Li Yian saja, di wajahnya tercetak senyuman yang cukup manis.
"Ya, aku akan menetap di sini kembali untuk beberapa lama!" jawab Li Yian.
"Benarkah, semenjak kau pergi aku merasakan kesepian! Tinggal lah lebih lama lagi."
"Ya akan ku lakukan, tapi aku butuh bantuan mu lebih banyak!" Li Yian sengaja mengajukan ini agar bisa di bantu oleh Baba Yaga.
"Ya baiklah, kau ini tinggal lebih lama saja harus menggunakan syarat!" keluh Baba Yaga.
Baba Yaga merasa dirinya sudah cukup lama meditasi dan yakin banyak perubahan pada dirinya, sehingga bertanya pada Li Yian.
"Menurut ku kau tidak ada bedanya, coba saja lihat di danau kau pasti tau tidak ada bedanya!" jawab Li Yian setelah menilai fisik pada Baba Yaga.
"Kenapa bisa tidak ada perubahan?" keluh Baba Yaga, karena seharusnya sudah banyak perubahan.
Tidak puas dengan jawaban Li Yian akhirnya Baba Yaga langsung lari dengan cepat ke arah danau yang jernih di sana.
Sedangkan Li Yian melenggang ke arah pondok kecil tempat dirinya istirahat, karena sudah beberapa hari tidak tidur dia ingin segera tidur di sana.
*
*
*
__ADS_1
3 Hari telah berlalu setelah melakukan rapat penting di beberapa sekte besar dan keluarga bangsawan terkuat di dua Kekaisaran.
Yaitu Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang, Banyak orang-orang yang beranggotakan tiga orang pendek raja, dan 8 orang pendekar atas di tugaskan oleh beberapa sekte besar untuk melakukan pencarian besar-besaran terhadap pendekar misterius.
Karena kabar ini sudah di konfirmasi oleh Kekaisaran Tang sendiri, bahwa komandan meraka hanya membawa barang-barang kecil saja, lalu sudah di pastikan bahwa yang membawa pusaka dunia adalah pendekar dengan pakaian serba hitam, lalu menggunakan cadar dan topi bambu lebar.
"Senior, apa kau sudah menerima kabar dari Kekaisaran Tang bahwa pusaka dunia telah di kuasai oleh satu orang?" ucap salah satu dari mereka bertiga yang duduk berhadapan mengitari meja kecil bundar.
Mereka berada di sebuah penginapan salah satu kota besar di Kekaisaran Ming, tiga orang dengan kekuatan pendekar raja puncak sedang mengobrol di sebuah ruangan untu menikmati teh.
"Ya sudah, apakah kita akan memburu dia? Tapi informasi tentang dirinya sangat minim!" keluh salah satu dari mereka.
"Ya harus, kita datang jauh-jauh dari benua lain untuk mendapatkan ini! Jika tidak akan di taruh di mana muka kita setelah kembali!" jawab orang yang pertama kali berbicara.
"Aku harap begitu, tapi kita akan mencari di mana keberadaan dia, sedangkan dua Kekaisaran Ming dan Tang ini sangat luas! Kita seperti mencari sebuah jarum di tumpukan jerami." salah satu orang yang sejak tadi menyimak akhirnya berucap.
"Kita itu harus mengumpulkan cukup banyak informasi terlebih dahulu baru bergerak!" lanjut orang yang tadi berucap.
Mereka bertiga saling pandang, lalu mengangguk setuju atas usulan itu! Setelah setuju mereka bertiga berbincang-bincang dari mana mereka harus menemukan informasi itu.
Tiga orang itu masih berbincang-bincang, sedang di luar langsung terjadi keributan yang sangat besar antara dua kelompok yang saling bertarung.
Dua di antaranya tiga pendekar itu melongok ke jendela, karena ingin melihat kelompok mana yang saling bertarung di tengah kota seperti ini.
"Apa kau tahu dari mana mereka?" ucap salah satu yang melongok jendela.
"Sedikit tahu, sepertinya mereka salah satu dari empat sekte besar di benua Daren Timur! Mereka dari aliran hitam!" ucap salah satu dari mereka yang melongok jendela juga.
"Lalu yang satunya, dari kelompok mana mereka?" dia kemabli bertanya.
"Aku tidak tahu, mereka dari mana! Tapi sepertinya salah satu sekte dari Kekaisaran Ming!" jawab dia.
Sedangkan di luar pertarungan semakin heboh, membuat pengunjung dan pejalan kaki di jalan langsung menghindari, mereka rata-rata tidak ingin terkena masalah karena ikut campur maupun melihat langsung.
Itupun yang di pikirkan oleh ketiga pendekar raja itu, meskipun mereka kuat tidak ingin mencari musuh yang tidak perlu.
\=
__ADS_1
\=
...