Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
339 = KEGELISAHAN PENYUSUP


__ADS_3

\=Chapter 339. KEGELISAHAN PENYUSUP\=


\=


\=


Li Yian menyelesaikan pembakaran orang yang mati dengan cepat, karena lidah api yang menebar begitu luas sehingga rerumputan dan beberapa pohon langsung terbakar habis.


Untung lah, pertarungan itu buka di hutan! Sehingga tidak banyak pohon yang tumbuh di sana, setelah beberapa pohon terbakar habis Li Yian mengeluarkan elemen air untuk memadamkan api yang masih berkobar.


Akhirnya api padam dengan cepat, setelah Li Yian mengeluarkan elemen air dan menghujani api yang berkobar hebat.


Adegan ini membuat Xu Wuzao dan yang lainya semakin membeku terdiam, kini di pikirkan Xu Wuzao langsung tercekat jelas, sekarang dia ingin tahu siapa Li Yian sebenarnya.


Li Yian mendatangi Xu Wuzao dengan cepat, lalu dia mengajak Xu Wuzao untuk segera kembali ke kota Wuhan.


"Ayo kita kembali ke kota Wuhan pak tua! Urusan di sini telah selesai." ucap Li Yian kepada Xu Wuzao.


"Ya, baiklah! Lagian pelelangan masih berjalan, mungkin sebentar lagi selesai!" ucap Xu Wuzao setelahnya.


Dia ingin bertanya kepada Li Yian sekarang, namun mengurungkan niatnya! Akhirnya hanya langsung berlari ke arah kota Wuhan, Xu Wuzao memimpin.


Li Yian dengan cepat mengikuti Xu Wuzao, sambil memberikan perintah kepada semuanya untuk mengikuti dirinya.


Wooooosss..!


Puluhan orang bergerak dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke kota Wuhan, karena Xu Wuzao bergerak ke arah sana.


Orang-orang itu tidak pernah menyangka bahwa pergerakan tubuh mereka kali ini terasa sangat ringan yang tubuhnya rasakan, namun tidak ada yang saling bertanya hanya mereka bertanya di pikiran masing-masing saja. Apa yang telah terjadi terhadap tubuhnya itu.


*


*


*


Di dalam pelelangan umum, rumah pelelangan anggrek putih.


Dua pembawa acara di sana, sedang menjelaskan barang ketiga terakhir yang akan di lelang! Barang itu bisa di gunakan untuk peningkatan pendekar muda yang akan langsung menaikkan dua ranah sekaligus.


"Baiklah, untuk penawaran di mulai dengan 200 rb koin emas!" ucap salah satu pembawa acara pelelangan umum.


Deggg...


Banyak orang yang terkejut, karena pembukaan penawaran saja sudah sangat tinggi.


"Yaahh, padahal aku sudah berharap untuk menawarnya, sepertinya aku harus merelakan itu untuk orang lain!" keluh salah satu pemuda yang duduk di kursi, yang berbeda di urutan paling pinggir.


"Kau bener, aku juga berharap! Namun aku tidak memiliki koin emas sebanyak itu!" keluh orang yang lain yang berdekatan.


"250 ribu keping koin emas!" ucap orang di barisan paling depan, yaitu Patriak Lue.

__ADS_1


"280 ribu koin emas!" gema suara keluar dari ruang VIP no 1.


"300 ribu..!"


"400 ribu..!"


Sura terus bersahutan, hingga aura pemuda yang duduk di kursi barisan paling depan langsung naik, dan dia menggertakan giginya karena kesal.


'Sial, apa ayah akan mengijinkan aku untuk menggunakan kekayaan keluarga dan sekte sekaligus?' keluh pemuda itu yang tidak lain adalah Lue Xuan.


"Ayah, apa bisa anda dapatkan barang itu untuk ku?" ucap Lue Xuan terhadap ayahnya.


"Kau tenang saja Xuan'er akan aku dapatkan untuk mu, meskipun harus menggunakan sebanyak mungkin harta keluarga maupun kekayaan sekte!" ucap Patriak sekte pedang emas, namun serasa tidak begitu yakin.


"Terimakasih ayah, aku akan menjadi anak yang lebih berbakti!" ucap Lue Xuan dengan sangat bahagia.


Sedangkan harga terus naik, hingga 800 ribu koin emas! Dan itu penawaran oleh ruang VIP no 1, setelah tadi bersaing dengan cukup alot.


"1 juta keping koin emas, jangan ada yang menawar lagi! Jika tidak menghiraukan, akan berurusan dengan sekte pedang emas!" ucap Patriak sekte pedang emas sambil menekankan suaranya.


Dia mengancam karena uang itu sudah paling tinggi yang dapat dia keluarkan untuk kali ini.


"Wah, ternyata itu Patriak Lue! Dia sangat berani!" ucap beberapa orang yang ada di sana.


"Hehehe, sekte pedang emas sekarang pamornya menurut! Aku yakin pasti ada seseorang yang berani menawar lagi!" ucap salah satu orang di pojokan.


"Sial, apa kau yakin? Meskipun sekte pedang emas sudah turun pamornya, namun mereka tetaplah sekte besar!" jawab orang yang di sampingnya, sedikit membela sekte pedang emas.


"Entahlah, siapa yang tahu..!" jawab dia kembali.


Namun ada suara yang mengejutkan dari ruang VIP no 1, dengan menyebutkan tawaran kembali.


"1,2 juta koin emas..!" ucap seseorang di dalam ruang VIP no 1.


Braakk..!


"Sial, kau menantang sekte pedang emas rupanya! Katakan siapa kau sebenarnya?" ucap Patriak Lue dengan sangat marah, dia menghancurkan meja yang ada di depannya.


Karena mereka duduk di barisan paling depan, sehingga di sediakan meja dan minuman di sana! Setelah meja itu ambruk, minuman yang di sediakan berantakan, dan juga porselin yang ada di sana pecah.


Wooooosss..!


Tiga orang muncul dengan cepat, mereka mengarahkan tiga pedang panjang di leher Patriak Lue, hingga amukan dari Patriak Lue berhenti.


"Kau orang di kamar VIP no 1, sebutan siapa kau! Akan ku urus di luar nanti!" bentak Patriak Lue kembali.


"Kalau miskin, jangan hadir di pelelangan seperti ini!" jawab orang yang di ruang VIP no 1 memprovokasi.


"Bedebah..!" ucapan Patriak Lue sangat murka, namun langsung terdiam setelahnya.


Di karenakan salah satu pedang menempel pada lehernya.

__ADS_1


"Jangan membuat keributan, segera keluar ikuti kami! Jika tidak menurut, kau akan mati karena kami tidak pandang bulu dalam menghukum!" ucap seseorang yang mengenakan pakaian tertutup.


"Sial, baiklah..!" ucap Patriak Lue.


Lalu dia melirik ke anaknya, segera keduanya keluar dari tempat pelelangan itu.


Kenapa Patriak Lue berbuat demikian, karena dia sudah mencapai batasnya kemampuan miliknya, sebenarnya bisa lebih banyak lagi namun menggunakan dana dari sekte yang berlebihan harus dirundingkan dengan para tetua dari sekte pedang emas, jika tidak akan repot kedepannya.


Sehingga dia tidak berani, akhirnya lebih memilih membuat ancaman, agar tidak ada yang menawar lebih tinggi lagi. Namun apa daya meskipun sudah di ancam nyatanya tetap ada, sehingga membuat Patriak Lue sangat kesal dan menggebrak meja hingga hancur.


*


Dua orang penyusup dari kelompok Sabit Kematian sanggat gelisah, karena hampir selesai acara pelelangan namun kelompok yang di tunggu belum juga muncul, itu membuat mereka berdua sangat gelisah.


"Bagaimana ini, apa kita diam saja! Atau bagaimana, aku tidak yakin jika kita membuat keributan, pasti nyawa kita tidak tertolong lagi!" ucap orang itu dengan tertekan.


Kerena melihat penjaga pelelangan yang begitu ganas, meskipun mereka berada di pendekar raja puncak namun melihat gerakan gesit dan langsung mengancam ke arah titik vital, membuat kedua takut.


"Kau benar, sebaiknya kita cukup diam saja untuk sekarang! Biarkan ketua yang nantinya mengambil keputusan." ucap temannya lirih.


Akhirnya mereka berdua yang sedang menyusup lebih memilih diam, mereka mengabaikan misi demi nyawanya sendiri! Karena di awal misi nyawa mereka sudah terancam, sedangkan mereka hanya berdua yang berjumlah 100 orang saja di sikat habis, jadi mereka sangat takut dengan orang tuan yang kala itu muncul, yaitu Xu Wuzao.


Orang-orang di dalam aula pelelangan langsung terkejut dengan kejadian ini, mereka tidak menyangka ada yang masih berani membuat keributan di pelelangan anggrek putih, apalagi keributan itu menyangkut dua kelompok meskipun yang satunya belum di ketahui identitas mereka.


Karena mereka berada di ruang VIP, sehingga yang di hentikan adalah Patriak Lue, yang jelas-jelas memancing keributan terlebih dahulu.


Pembawa acara hanya diam saja, mereka diam karena keributan itu cukup parah sampai-sampai penjaga keamanan yang di tugaskan oleh Xu Wuzao turun tangan.


Di dalam ruangan belakang panggung, Hau Lin tertekan dengan keributan yang terjadi! Karena dia hanya sendirian, dia kini seperti orang bodoh hanya bisa menengok ke segala arah dan mondar-mandir dengan resah


"Tuan Xu, anda ada di mana sekarang? Di sini situasinya sangat gawat, aku harus bagaimana untuk menangani ini!" ucap Hau Lin sambil mondar-mandir gak karuan.


Orang-orang di luar tidak tahu bahwa manager Hau Lin sedang gelisah di ruangan belakang panggung, karena mereka tidak bisa melihat ke dalam.


Dia aula pelelangan dari kamar VIP no 1 langsung terdengar kembali oleh orang-orang di sana.


"Nona pembawa acara, apa kau tidak menghitung mundur untuk menentukan adakah penawaran yang lebih tinggi!" ucap seseorang dari ruang VIP no 1.


Setelah suara itu terdengar, bisik-bisik di aula pelelangan langsung banyak berkurang.


"Aaah, baiklah! Apa ada yang menawar lebih tinggi lagi dari ruang VIP no 1?" tanya pembawa acara dengan sedikit gugup.


Karena mereka baru tersadar, setelah di ingatkan okeh orang yang ada di ruang VIP no 1.


Keduanya menghitung mundur sampai tiga kali ketukan di meja, sampai selesai tidak ada yang berani menawar lagi.


"Baiklah, jika tidak ada yang menawar lagi barang ini! Ruang VIP no 1 yang mendapatkannya dengan harga 1,2 juta koin emas!" ucap salah satu pembawa acara pelelangan itu dengan suara yang lembut di dengar.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2