
\=Chapter 084. FINAL PERTARUNGAN KOMPETISI GENERASI MUDA\=
\=
\=
Li Yian langsung menyarungkan kembali pedang pendek miliknya, setelah di gunakan untuk memukul perut Mo Lean dengan bagian punggung pedang itu.
Lalu memasukkan kembali ke dalam balik pakaian dirinya, padahal wasit pertarungan belum mengumumkan bahwa dirinya telah menang.
Li Yian berdiri di tengah arena pertarungan dengan tenang, akhirnya wasit mengumumkan kemenangan Li Yian setelah Mo Lean di periksa dan dia tidak sadarkan diri.
Karena sudah di umumkan, Li Yian langsung kembali ke tempat duduknya! Para penonton tidak puas dengan pertarungan itu, menurutnya itu sangat membosankan.
Akan tetapi, orang yang memasang taruhan dan memilih Li Yian mereka sangat gembira karena menang banyak kali ini.
"Sial, aku kira bocah itu akan kalah! Ternyata keberuntungan dirinya sangat banyak! Sial aku kala banyak." keluh salah satu penonton yang kalah taruhan.
Ajang kompetisi generasi muda seperti ini sangat di tunggu karena orang-orang dari luar kota datang dan bertaruh cukup banyak, sehingga orang yang gila akan taruhan menurut mereka sangat menarik.
Apa lagi saat laga final di mulai, mereka akan memasang lebih banyak taruhan karena peserta sudah dapat di baca kemampuan mereka masing-masing oleh para penonton.
Sebelum masuk ke babak final, pertandingan di berikan jeda istirahat selama 1 jam! Agar peserta yang baru saja bertarung kembali dalam keadaan prima.
Saat sedang istirahat, Baba Yaga masuk ke dalam arena pertandingan dengan senyum puas di wajahnya karena semalam dia minum dengan bebas bersama tiga keindahan sekaligus.
"Eh, kenapa orang-orang di sini saling mengobrol satu sama lain di mana pertarungan membosankan itu?" ucap Baba Yaga sambil menengok ke kana dan ke kiri.
Lalu Baba Yaga mendatangi salah satu dari penonton yang sedang mengobrol dengan temannya.
"Apa pertarungannya sudah selesai?" ucap Baba Yaga pada dua orang yang sedang mengobrol serius.
Dua orang itu langsung memandang Baba Yaga dengan keheranan, karena Baba Yaga tidak tahu bahwa kompetisi generasi muda sedang istirahat sejenak, untuk mempersiapkan Fina pertarungan kompetisi generasi muda.
"Sedang istirahat, karena final pertarungan akan segera di mulai! Apa kau sudah memasang taruhan mu?" ucap orang itu setelah melihat Baba Yaga.
"Apa taruhan?" tanya Baba Yaga.
"Ya taruhan menebak siap pemenang kompetisi generasi muda adalah yang paling besar untungnya jika menang! Apa kau tidak tahu?" ucap salah seorang dari mereka.
"Berapa besar?" Baba Yaga mulai tertarik.
"Jika kau menebak dengan benar, maka 10 kali lipat banyaknya yang akan kau dapatkan! Karena di kabarkan peserta sekarang sulit di tebak sehingga kelipatan mereka naikan!" mereka menjelaskan dengan jelas.
__ADS_1
"Wah ini peluang bagus, sudah pasti kan yang akan menang itu siapa!" ucap Baba Yaga dengan wajah yang berseri.
"Apa kau tahu, siapa yang akan menang?" ucap yang tadi menjelaskan dengan antusias.
"Apa kau tidak tahu siapa yang akan memenangkan kompetisi generasi muda ini?" Baba Yaga keheranan.
"Tidak, aku belum yakin menebak!"
"Sudah pasti yang akan menang adalah saudara Li Yian!" jawab Baba Yaga entengnya.
Kedua orang itu langsung melongo setelah mendengarkan jawaban dari Baba Yaga! Karena mereka tidak menyangka bahwa orang ini akan menebak Li Yian yang menang.
"Apa kau tidak keliru? Li Yian adalah peserta sekte kecil, bagaimana dia bisa menang? Itu mustahil!" ucap salah satu dari mereka.
"Di mana tempat untuk bertaruh?" Baba Yaga tidak ingin berdebat tentang Li Yian.
"Di sana, ku ingatkan kepada kau jangan bertaruh untuk Li Yian!" orang itu memperingati Baba Yaga sambil menunjuk di mana tempat untuk membayar uang taruhan.
"Hei, harusnya aku yang harus mengingatkan kau! Ingat baik-baik, yang akan menang Li Yian!" ucap Baba Yaga lalu langsung pergi begitu saja.
"Dasar orang tolol!"
"Ya, sudahlah! Yang penting kita sudah memberi peringatan!"
"Ya kita lihat saja penyesalan dia nanti!"
Sedangkan Baba Yaga mendatangi tempat yang di tunjukkan oleh orang yang baru saja memberitahukan.
Baba Yaga mendatangi pojok dari tempat arena pertandingan, di sana ada tempat seperti pos jaga namun yang menempati bukan penjaga keamanan Kekaisaran Ming, melainkan seseorang paruh baya dengan pakaian yang mewah berperut buncit.
"Apa di sini tempat untuk menaruh uang taruhan final kompetisi generasi muda?" ucap Baba Yaga setelah sampai di depan bangunan kecil.
"Ya, apa kau ingin bertaruh?" ucap orang itu dengan senyum lebar.
"Ya aku ingin bertaruh, 100 koin emas!" Baba Yaga langsung menjatuhkan kantung koin yang berisi koin emas.
"Apa 100 koin emas?" ucap orang patuh baya dengan mata melotot.
Setelah melihat isi kantung itu benar-benar emas 100 keping, laki-laki paruh baya dengan pakaian mewah itu langsung tersenyum licik.
"Peserta mana yang akan kau pegang?" tanya laki-laki paruh baya itu dengan semangat.
"Yang aku pegang, Li Yian dari sekte anggrek putih! Dia yang aku pegang sebagai pemenang kompetisi generasi muda ini!" jawab Baba Yaga.
__ADS_1
"Apa?" orang itu kembali kaget.
Seketika keringat dingin di wajahnya mulai muncul, karena dia takut uang dirinya akan banyak lenyap.
"Tuan, apa kau benar-benar ingin bertaruh untuk Li Yian itu? Sebaiknya jangan, kau akan kalah, karena Li Yian dari sekte kecil mustahil untuk menang!" laki-laki paruh baya itu mencoba mengingatkan.
"Tidak aku tetap memegang Li Yian di taruhan kali ini!" jawab Baba Yaga dengan pendiriannya.
"Sial, aku pikir akan memenangkan banyak uang! Ternyata ada orang bermata tajam lagi di sini, benar-benar keberuntungan ku hilang!" keluh laki-laki paruh baya itu di dalam benaknya.
Dia sedikit mempunyai firasat bahwa Li Yian akan memenangkan pertandingan kompetisi generasi muda kali ini, karena dirinya penjudi handal sehingga setiap keyakinan dalam perasaan dirinya dia maju meskipun kemungkinannya kecil.
Tapi setelah beberapa kali melihat kehebatan Li Yian dalam bertarung, dia langsung paham bahwa Li Yian memang memiliki kemapuan karena dia sering melihat banyak trik dalam pertaruhan.
Laki-laki paruh baya itu menuliskan taruhan dan nama pada token taruhan, lalu menyerahkan pada Baba Yaga.
"Aku pergi dulu!" ucap Baba Yaga peda orang itu.
Setelah Baba Yaga pergi dia langsung terduduk lesu di kursinya.
Karena jam istirahat sebentar lagi selesai, Baba Yaga ingin segera menemui Li Yian karena dia mempunyai urusan penting kali ini.
Baba Yaga berjalan ke tempat duduk para peserta, di sana hanya tinggal 5 peserta saja yang akan bertarung di final kali ini.
Meskipun sempat di cegat oleh penjaga di sana namun Baba Yaga akhirnya di perbolehkan masuk karena hanya butuh mengobrol dengan waktu singkat.
"Saudara Li Yian.!" ucap Baba Yaga setelah sampai di depan arena tunggu itu.
Li Yian langsung menengok ke arah Baba Yaga dengan malas, karena dia sudah begitu jenuh dengan ini semua.
"Ya, ada apa teman?" Li Yian menjawab dengan malas, dia tidak kaget Baba Yaga ada di sana.
Baba Yaga langsung saja menghampiri Li Yian, lalu berdiri di sampingnya.
"Saudara, kau harus menang dalam kompetisi ini! Karena tuan Xu Wuzao berharap banyak!" ucap Baba Yaga sedikit berbisik.
"Ya aku tahu itu!"
"Maka dari itu, menangkan dengan cepat! Karena aku bertaruh untuk mu 100 koin emas, hehehe!" bisik Baba Yaga kembali, lalu tertawa cengengesan.
Li Yian hanya bisa terbengong dengan kelakuan Baba Yaga kali ini.
\=
__ADS_1
\=
...