
\=Chapter 354. BOCORNYA INFORMASI\=
\=
\=
Satu hari telah berlalu.
Di sebuh gunung di wilayah barat Kekaisaran Ming.
Satu kereta kuda dan empat kuda dengan penunggangnya masing-masing berhenti di sebuah rumah cukup besar.
Kuda yang menarik kereta kuda terlihat begitu mengenaskan padahal dua kuda itu terlihat besar dan kuat, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kuda itu terus di gebrak agar tetap berlari sepanjang waktu, hingga mereka semua sampai tujuan.
Tidak jauh beda dengan dua kuda itu, empat kuda lainnya juga sama mengenaskan! Setelah sampai mereka langsung di ikat di sebuah pohon dan langsung memakan rerumputan yang ada.
Tiga orang langsung turun dari kereta kuda, dengan di temani oleh 6 orang yang sebagi pengawalnya.
"Apakah tidak ada yang mengejar dan memata-matai kita?" ucap permaisuri kepada salah satu pengawalannya.
"Tidak ada Yang mulai, kita sekarang bisa sedikit aman." jawab orang yang tinggi besar.
Dia adalah kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming, dia bertugas mengawal sepanjang hari keluarga Kekaisaran Ming, sehingga jika terjadi sesuatu maka dia harus bertindak.
Seperti sekarang ini, dia langsung bertindak setelah membaca situasi bahwa musuh yang menyerang Kekaisaran Ming sangat tangguh dan kuat.
Mereka pergi dengan bergegas sehingga mereka semua tidak mengetahui bahwa Kaisar Ming sudah mati di pertempuran.
"Baiklah, mari kita masuk semua! Kumpulan kuda-kuda di belakang kediaman, agar tidak ada orang yang terlalu curiga." perintah permaisuri Kekaisaran Ming.
"Baik...!" jawab dua di antara 6 pengawal.
Mereka langsung menjalankan perintah yang di jatuhkan, sedangkan sisanya mengantar permaisuri dan dua anaknya masuk ke dalam kediaman terpencil itu.
Kediaman ini jarang ada orang yang tahu, hanya keluarga Kekaisaran Ming inti aja yang tahu, lalu pengawal terpercaya Kekaisaran Ming.
Sedangkan untuk para petinggi tidak ada yang tahu sama sekali, bahkan penasehat Kekaisaran Ming tidak tahu menahu tentang ini.
Setelah semua beres, kediaman terpencil itu langsung sunyi senyap seperti tidak ada penghuninya sama sekali.
*
*
*
Di tempat kelompok informasi bayaran yang ada di kota Kekaisaran Ming.
Seseorang berlari dengan sangat kencang, dia adalah salah satu anggota dari kelompok informasi bayaran itu.
Namun untuk mendapatkan informasi dari dalam Kekaisaran Ming, dia bekerja sebagai tukang kebun dan kasim.
Sehingga setelah runtuhnya Kekaisaran Ming kemarin, dia bisa keluar sekarang jadi langsung ingin setor informasi yang sangat berharga ini.
__ADS_1
Braakk..! Pintu di buka dengan keras.
"Ketua, ada informasi penting!" ucap orang itu setelah masuk ke dalam ruangan ketua dengan tidak sopan.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa begitu terburu-buru?" ucap ketua kelompok informasi bayaran.
"Ketua, ada informasi penting!" ucapnya dengan menjeda berbeda tarik nafas karena terengah-engah.
"Kekaisaran Ming sekarang sudah runtuh!" lanjut dia.
"Apa, jangan bercanda? Jangan asal membuat informasi yang tidak benar." bentak ketua kelompok itu dengan cukup marah.
Karena mereka menjual informasi maka Informasi yang mereka miliki harus akurat, sehingga jika ada informasi omong kosong maka akan di kenakan hukuman.
"Tidak ketua, aku tidak berani! Aku melihatnya sendiri, bagaimana ratusan pasukan Kekaisaran Ming di bantai!" ucap dia kembali dengan yakin.
Deegg..!
Ketua kelompok informasi bayaran sangat terkejut, dia tidak yakin namun karena yang menyampaikan anak buahnya yang sudah begitu di percaya maka dia harus percaya sepenuhnya.
"Baiklah, kau istirahat lah! Informasi ini sangat tinggi harganya." ucap ketua kelompok informasi bayaran.
Dia tidak mendengar ada keributan maupun perang berkepanjangan di Kekaisaran Ming, bahkan di sana seperti sunyi senyap tidak ada pertempuran sama sekali, sehingga dia sedikit janggal.
Namun dia butuh membuktikan informasi itu, bocornya informasi ini ke dalam tangan kelompok informasi bayaran cukup berbahaya.
Ini bisa saja menimbulkan perang besar antar kelompok besar maupun antar Kekaisaran yang ingin menguasai Kekaisaran Ming tentunya.
*
Li Yian, Baba Yaga dan Xu Wuzao sudah kembali lagi ke kota Wuhan, karena mereka tidak ingin mengurus apa-apa tentang Kekaisaran Ming.
Ketiganya sedang duduk di gazebo halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, mereka sedang membicarakan bagaimana menangani Kekaisaran Ming yang telah runtuh.
"Pak tua, aku pamit dulu ada urusan sebentar!" ucap Li Yian terhadap Xu Wuzao.
"Ya, lakukan saja..!" jawab Xu Wuzao.
Baba Yaga masih terus saja diam, dia seperti seseorang yang berbeda dari orang yang pertama Li Yian kenal.
Sebelum Li Yian pergi dia hanya melirik ke arah Baba Yaga lalu menggeleng kepalanya.
'Sifat dia sangat berbeda dengan sebelumnya, apakah ini ada hubungannya dengan aura milik Long Chu?' ucap Li Yian di benaknya.
Lalu dia segera pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun, Li Yian pergi ke kamarnya dia langsung bermeditasi di sana.
Dia ingin masuk ke dimensi jiwa miliknya, dengan segera memfokuskan setelah itu tubuh Li Yian langsung menghilang di tempat.
*
Di dimensi jiwa Li Yian.
Li Yian muncul, setelah itu dia memanggil salah seorang dari kelompok pasukan bayangan yang telah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Li Yian memanggil pemimpin dari kelompok api.
Dengan cepat, siluet orang muncul di hadapan Li Yian dengan langsung berlutut di hadapan Li Yian.
"Ada perintah apa tuan Li Yian memanggil hamba..?" ucap dia sambil menundukkan kepalanya.
"Kalian kelompok api, pergilah ke istana Kekaisaran Ming! Di sana sudah ada kelompok air, bantu mereka untuk mengurus semua yang di butuhkan, agar Kekaisar Ming berjalan dan tidak jatuh!" ucap Li Yian memberikan perintah.
Setelah ucapan itu selesai, siluet dari pemimpin tim api melihat ke arah Li Yian, dengan wajah teguh langsung mengiyakan.
"Pergilah..!" lanjut Li Yian berucap.
Setelah itu siluet itu menghilang seperti di telan oleh sebuah dimensi berbeda, Li Yian hanya menghembuskan nafas berat.
"Sial, aku tidak berpikir bahwa mengurus Kekaisaran itu cukup merepotkan!" keluh Li Yian.
Dia tidak berlama-lama di sana, langsung menghilang kembali dan dia sudah berada di kamarnya kembali.
Li Yian langsung kembali ke halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, dia sana masih ada Xu Wuzao dan Baba Yaga.
"Kenapa begitu cepat urusan mu nak Li Yian?" tanya Xu Wuzao.
"Ya itu hanya urusan kecil." jawab Li Yian melihat ke arah Xu Wuzao lalu menengok ke arah Baba Yaga.
"Sebenarnya masih ada urusan lainnya, tapi harus dengan Baba Yaga!" lanjut Li Yian berucap.
"Aku, ada perlu apa memangnya?" tanya Baba Yaga.
"Kita bicarakan ini di lain tempat!" Li Yian tidak langsung ingin menjawab.
Setelah itu Li Yian berpamitan terhadap Xu Wuzao kembali, dengan cepat menyerat Baba Yaga untuk masuk ke dalam gedung pelelangan anggrek putih.
Setelah sampai di kamar pribadi milik Li Yian kembali, Li Yian menatap Baba Yaga dengan tatapan tajam.
"Katakan, apakah ada perubahan di tubuh kau setelah kekuatan kau meningkat tajam?" tanya Li Yian.
"Bagaimana kau bisa tahu, aku sekarang lebih merasa tampan dan lebih tahan lama!" ucap Baba Yaga dengan bangga.
Baaammm..!
Li Yian langsung menghantam Baba Yaga tanpa aba-aba, karena yang dia dengar bukan hal seperti itu.
Dia tidak ingin mendengar omong kosong dan hal mesum tidak jelas, sehingga Li Yian memukul Baba Yaga begitu saja.
Tanpa banyak bicara lagi Li Yian langsung membawa masuk ke dimensi jiwa miliknya.
Tubuh Li Yian dan Baba Yaga langsung menghilang dari kamar itu, hanya ada bekas retakan cukup besar saja di lantai kamar.
\=
\=
...
__ADS_1