Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
106 = PERTEMPURAN HABIS-HABISAN


__ADS_3

\=Chapter 106. PERTEMPURAN HABIS-HABISAN\=


\=


\=


Kini Li Yian sudah berhadapan dengan orang-orang dari keluarga Bao, di sebrang Li Yian ada lebih dari 50 orang, itu adalah dari jumlah keseluruhan pasukan keluarga Bao.


Karena ini adalah markas dari keluarga Bao, jumlah orang di sini cukup banyak! Bao Huo langsung mengumpulkan semua pasukan yang tersisa, karena dia tidak meremehkan Li Yian sama sekali.


Meskipun Li Yian sendirian tapi Bao Huo yakin Li Yian sangat hebat, bahkan pada saat itu melihat Li Yian hanya bergerak sedikit, namun bisa membunuh bawahan dirinya, membuat Bao Huo cukup hati-hati.


Li Yian memegang pedang hitam panjang, bernama pedang bayangan yang dirinya ambil dari cincin samudra miliknya.


"Bao Huo, ternyata kau bener-benar melakukan ini semua?" ucap Li Yian.


Bao Huo yang merasa aura Li Yian yang seakan menekan dirinya, cukup tertegun sejenak! Lalu dia mulai memperkuat diri dan mentalnya.


"Li Yian, mari kita bicarakan tentang kerja sama! Kau sekarang berada di tengah-tengah kandang macan!" ucap Bao Huo dengan tenang.


Padahal di benaknya dia sedikit memaksakan keteguhan mentalnya!.


"Bekerja sama, setelah kau melakukan sesuatu yang tercela? Pergi saja kau ke neraka!" bentak Li Yian dengan sangat geram.


Dia langsung mencabut pedang bayangan miliknya, dengan sarung pedang di tangan kirinya dan pedang bayangan di tangan kanan dirinya.


Li Yian langsung menerjang ke arah mereka semuanya! Dengan gerakan sangat cepat, tubuh Li Yian seperti menghilang lalu muncul langsung di depan Bao Huo.


"Jurus pertama, tebasan bayangan kegelapan!" gumam Li Yian langsung melancarkan serangan.


Wosss..!


Bayangan kegelapan langsung berkiblat lurus ke arah mereka semua bahan lebih tepatnya ke arah Bao Huo, Bao Huo langsung maju menusukkan tombak panjang miliknya.


"Jurus ke lima, menusuk ombak samudra!" bentak Bao Huo.


Traaang..!!


Dua senjata pedang dan tombak saling beradu serangan, senjata itu berbenturan di udara terbuka! Membuat gelombang kejut yang besar, angin bersiur seperti terjangan ombak menyeruak ke segala arah.


Dua tekan tenaga dalam yang tinggi saling beradu.


Wosss..! Baammm..!


"Uhukk..!" Bao Huo terjatuh setelah terpental beberapa meter jauhnya, lalu langsung memuntahkan darah segar.


Li Yian juga mundur sampai lima langkah jauhnya, dia memegangi dadanya dengan tangan kirinya.


Sedangkan tangan kanan masih mempertahankan posisi semula saat berbenturan senjata.


"Sial, lawannya begitu banyak!" keluh Li Yian.

__ADS_1


50 anak buah dari Bao Huo langsung mengepung Li Yian, mereka yakin kepala Huo tidak apa-apa sehingga mereka langsung menyerang dengan mengeroyok Li Yian.


Dari segal arah berbagai serangan datang, Li Yian melihat ini langsung tersenyum.


"Saatnya Pertempuran habis-habisan!" ucap Li Yian di benaknya.


"Jurus ketiga, tebasan pedang melingkar!" Li Yian langsung memutar tubuhnya sampai setengah lingkaran lebih.


Tapi, tebasan pedang bayangan itu memutar satu lingkaran penuh! pedang hitam milik Li Yian langsung melibas habis serangan itu dengan mudah.


Tring..!


Tring..!


Tring..!.


Bahkan beberapa senjata mereka ada yang terpotong menjadi dua, bayangan hitam yang keluar dari pedang milik Li Yian yang berbentuk melingkar. Langsung menerjang ke semua lawan yang menyerang Li Yian secara bersamaan.


"Aaakkkhh..?" keluh 7 orang yang terkena serangan langsung dari Li Yian.


Setelah serangan itu, kondisi di sekitar Li Yian cukup ada celah! Li Yian langsung mundur beberapa langkah jauhnya.


"Sial melawan orang sebanyak ini sangat merepotkan juga!" kalah Li Yian di benaknya.


Dia langsung menyimpan sarung pedang bayangan miliknya ke cincin samudra, setelah itu dia mengambil pisau kecil.


Karena ada celah jarak antara dirinya dan penyerang Li Yian langsung melemparkan pisau terbang dengan cepat.


Wosss..!


Tiga pisau terbang langsung memangsa buruannya, tiga orang di pihak keluarga Bao langsung terjatuh lalu mati seketika karena serangan pisau terbang itu.


Bao Huo yang melihat itu langsung bangun dengan segera, dia mengelap bibirnya yang masih berlumuran darah dengan tangan kirinya.


"Cuuhh..!" Bao Huo langsung muludah ke tanah, karena ludahnya bercampur darah.


"Sial anak ini benar-benar kuat..!" ucap Bao Huo.


*


*


*


Baba Yaga yang melihat Li Yian di serang cukup banyaknya musuh hanya bisa terdiam pasrah! Dirinya ingin sekali membantu tapi tidak bisa sama sekali.


Melihat pohon yang sangat besar itu Baba Yaga langsung ketakutan, entah ada tekan apa? Tapi rasa takut itu seperti dirinya dahulu saat hidup di alam Tanasilam.


"Tekanan ini benar-benar mirip, tapi seingat aku! Hanya ada di tengah pusat dari alam Tanasilam!" gumam Baba Yaga.


Lalu dia kembali melihat pertarungan Li Yian melawan keluarga Bao, meskipun dia sendirian tapi entah kenapa Li Yian begitu mendominasi pertarungan itu.

__ADS_1


"Saudara Li Yian, kau harus tetap hidup dan mengalahkan mereka semua!" ucap Baba Yaga mencoba memberikan semangat pada Li Yian.


Setelah itu Baba Yaga kembali fokus sambil mengawasi sekeliling dirinya, takut ada hal-hal berbahaya lainnya.


*


Li Yian kini hanya bergerak dengan cepat menggunakan teknik langkah angin dan pernafasan seminim mungkin untuk menghemat tenaga dirinya.


Teknik itu di pelajari dari teknik pernafasan matahari yang di tinggalkan ayahnya dahulu.


Sesekali dia menghilang dari arah lain dan muncul di arah tak terduga, langsung menebas musuh yang di jangkau oleh serangannya.


Setelah cukup banyak dari keluarga Bao yang menjadi korban keganasan Li Yian, Bao Huo langsung mengejar Li Yian dengan sungguh-sungguh.


Tring..!


Bentrok pedang dan tombak kembali terdengar lagi, energi gelombang kejut langsung menyebar ke segala arah.


"Serangan kau itu, sungguh besar Bao Huo! Tapi sayang, terhadap ku tidak akan mempan." ucap Li Yian memprovokasi Bao Huo.


Bao Huo sebenarnya sangat kaget, serang puncak dirinya tadi di tangkis dengan mudah oleh Li Yian.


"Sial, anak ini sebenarnya berada di tingkat pendekar apa, awal bentrokan aku yakin dia berada di pendekar raja tahap awal! Tapi sekarang?" Bao Huo begitu terkejut dengan kekuatan Li Yian yang seakan sangat dalam.


Li Yian cukup banyak beradu serangan dengan Bao Huo, lalu bila ada kesempatan langka baru menyerang yang lainya.


Darah berceceran di tanah dan rumput yang luas itu, saat Li Yian hendak menebas lagi terhadap musuh dari keluarga Bao.


Kretek..!


Wooss..! Syuuts..!


Sebelum tebasan Li Yian mengenai leher orang itu ada tanaman akar yang menjalar dari dalam tanah menusuk lawan Li Yian terlebih dahulu.


Sehingga setelah pedang Li Yian mencapai leher orang itu, tubuh orang itu sudah di serap semua vitalitas tubuhnya hingga kering.


Li Yian langsung mudur jauh, dia pun di serang oleh tiga akar yang menjalar, namun Li Yian berhasil menebas semuanya dengan tepat.


Slaazz..! Slaazz..!


"Sial, tanaman apa itu?" ucap Li Yian.


Dia secara tidak sengaja melihat ke arah pohon besar yang di sana, memang akar pohon seperti keluar dari dalam tanah, tapi setelah Li Yian menebasnya hingga putus Li Yian merasakan ada aura dari akar itu yang berasal dari pohon besar tersebut.


"Pohon apa itu sebenarnya?" gumam Li Yian.


Setelah kembali melihat ke medan tempur, Li Yian langsung membeku karena begitu kaget.


\=


\=

__ADS_1


....


__ADS_2