
\=Chapter 087. SERANGAN BERLEBIHAN\=
\=
\=
Li Yian, mundur cukup jauh! Lalu memandang pedang pendek miliknya yang kini ujungnya sudah di tebas hingga putus oleh tebasan anak murid sekte elang putih.
Sehingga pedang pendek itu semakin pendek saja, hinga tersisa satu jengkal kurang! Namun Li Yian tidak mengganti pedang itu.
Melainkan tetap memakainya, meskipun sudah begitu pendek karena buntung!.
"Pedang itu begitu kuat dan tajam, jika di lapisi oleh tenaga dalam menjadi berkali-kali lipat tajamnya! Aku harus selalu menghindar jika di tangkis kembali, maka buntung kembali pedang ini salah-salah bersama tangan ku!" gumam Li Yian.
Xu Wuzao yang biasanya tenang, kini mulai gelisah karena Li Yian terlihat seperti terdesak!.
Pedang Li Yian sampai buntung saat menangkis serangan karena dia tidak melapisi pedang pendek itu dengan tenaga dalam miliknya, hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja.
Sehingga pedang itu seperti pedang biasa, sedangkan pedang musuh termasuk senjata tingkat tinggi, di tambah tenaga dalam pengguna menjadikan tajamnya berlipat ganda.
Lawan Li Yian, hanya memasang muka datar! Meskipun wajahnya terlihat imut tapi ekspresi dirinya tidak ada, sehingga terkesan begitu lucu seperti anak kecil yang sedang cemberut.
Jika saja Li Yian tidak sedang bertarung dan takutnya menyinggung lawan, pasti Li Yian sudah tertawa terbahak-bahak sedari tadi melihat muka lawannya seperti itu.
Li Yian langsung mencoba menyerang lebih dulu! Karena dia tidak ingin dicurangi seperti tadi.
Wosss..!
Gerakan Li Yian sangat cepat, padahal hanya menggunakan kekuatan fisik saja! Orang-orang yang memiliki pengamatan tinggi langsung terbengong, seperti Bao Huo juga ikut terbengong di kursinya.
Bao Huo tidak merasakan tenaga dalam mengalir keluar dari tubuh Li Yian tapi bisa bergerak begitu cepat, membuat dia cukup kagum.
Li Yian muncul di samping lawannya, seakan dirinya akan menebas ke arah perut dengan pedang buntung itu.
"Lindungi perut!" ucap Li Yian pada lawannya.
Lawan itu langsung melindungi perut, seperti apa kata Li Yian! Namun serangan Li Yian berbelok ke samping.
Dengan gerakan cepat lawannya menggeser pedang tipis itu agar bisa membendung sayatan yang Li Yian akan lakukan.
Trang..!
Suara pedang beradu di tengah-tengah pertempuran mereka, kali ini pedang Li Yian tidak patah kembali! Karena berbenturan dengan badan pedang, hingga pedang tipis itu melengkung begitu dalam.
__ADS_1
Lengkungan pedang tips itu, mengarah ke samping kiri Li Yian! Ujung pedang itu langsung di masukkan ke dalam sarung pedang pendek yang di pegang di tangan kiri.
Karena posisi pedang mengunci seperti itu, Li Yian langsung menendang perut musuhnya cukup keras.
Buukk..!
"Uhukk..!"
Wosss..
Braaakk..!
Tendangan Li Yian menurutnya tidak begitu keras, namun mengenai dengan telak terhadap generasi muda! Membuat dia langsung terbayang ke belakang dan menghantam dinding kayu pemisahan, antara penonton dan arena pertarungan.
Li Yian langsung terbengong, dengan hasil serangan dirinya saat ini! Karena serangan tadi serangan berlebihan menurutnya.
Lawan Li Yian langsung memuntahkan darah segar cukup banyak, namun masih bisa bertahan tidak terkapar! Akan tetapi karena dia keluar dari arena pertarungan, wasit pertarungan mengumumkan Li Yian sebagai pemenangnya.
Setelah di umumkan Li Yian menghampiri lawannya, karena pedang lawannya di pegang dirinya saat ini.
"Teman, maafkan aku! Tadi itu hanya refleks serangan!" ucap Li Yian pada lawannya.
Lawannya hanya diam karena tidak bisa bersuara, hanya mengangkat tangan lalu melambaikan pada Li Yian.
Sedangkan para penonton cukup banyak yang lesu karena Li Yian yang memenangkan pertarungan kali ini.
Hanya ada beberapa yang gembira, termasuk Baba Yaga! Dia bersorak cukup kencang sampai banyak orang yang bertanya-tanya, bahwa orang itu kenapa.
Namun setelah tahu alasannya, dia menang taruhan! Para penonton yang ikut bertaruh lebih sedih lagi! Karena ada rasa iri yang mendalam.
"Ha-ha-ha, aku menang banyak kali ini!" ucap Baba Yaga dengan di barengi sedikit tawa dan berjingkrak-jingkrak ria.
Meskipun, koin emas miliknya tinggal sedikit namun tetap saja! Untuk taruhan mendadak bisa di bilang paling banyak di bandingkan yang lain.
Di bagian paling ujung penonton.
Bao Huo hanya bisa terdiam, dia cukup kaget karena Li Yian tidak menggunakan tenaga dalam saat melawan serangan sehebat itu.
"Aku yakin, Li Yian ini adalah orang yang sama dengan orang yang ada di rumah pelelangan kala itu!" gumam Bao Huo.
Dia merasakan bahwa Li Yian yang di rumah pelelangan sedang menyamar, sedangkan yang di sini adalah yang asli! Atau sebaliknya.
Bao Huo berpikir dengan keras, sambil terus memperhatikan Li Yian!.
__ADS_1
Di saat Bao Huo sedang pusing memikirkan, Li Yian di area penonton lain Baba Yaga sangat gembira.
Dia berlari ke tempat taruhan yang tadi, karena ingin segera mengambil hadiah yang di janjikan! Sesampainya di tempat itu Baba Yaga langsung menunjukkan token yang baru saja dirinya beli.
"Tuan ini token taruhan ku, mana uang yang aku dapatkan?" ucap Baba Yaga dengan cukup senang.
"Nih ambil uang mu! Apa kau akan memasang kembali taruhannya untuk pertarungan selanjutnya?" ucap pria itu.
Sebenarnya dia sudah menang cukup banyak dari para penonton lain, namun kehilangan uang miliknya seperti itu! Dia tidak rela, maka dari itu dia ingin menghasut Baba Yaga agar bertaruh kembali.
Dia yakin, keberuntungan orang tidak akan terus menerus datang! Begitu juga dalam hal permainan seperti ini.
"Aahh, tidak untuk sekarang! Aku rasa keberuntungan ku di pertarungan berikutnya kurang baik!" ucap Baba Yaga lalu langsung pergi setelah melambaikan tangan pada laki-laki itu.
Braaakk..!
Laki-laki itu langsung memukul meja di hadapannya, setelah Baba Yaga pergi jauh dari tempat itu.
"Sial, seharusnya aku menang banyak! Tapi kali ini harus di bagi dengan orang itu." keluhnya.
Saat sedang merasakan marah, para penonton lain yang bertaruh receh mendatang diri dan segera memasukkan taruhan kembali.
Akhirnya dia dia sibuk dan melupakan kejadian tadi dengan Baba Yaga.
Baba Yaga yang sudah sampai kembali ke tempat duduknya di tanah oleh orang-orang yang dekat di sana.
"Teman, apa kau kembali bertaruh untuk pertarungan selanjutnya?" ucap salah satu penonton.
"Tidak, cukup dulu! Aku sudah menang banyak!" jawab Baba Yaga dengan tenang.
"Siapa, sudi bertaruh uang yang belum pasti! Lebih baik jika saudara Li Yian bertarung baru aku mulai bertaruh untuknya." ucap Baba Yaga di benaknya.
Jika saja Li Yian tahu kelakuan temannya sayang seperti itu, pasti dirinya akan cukup marah! Karena pertarungan dirinya di jadikan ladang uang untuk dirinya sendiri.
Saat semau orang sedang sibuk, pembaca acara langsung mengumumkan kembali siapa yang akan bertarung setelahnya.
Akhirnya Cu Qing Fei di panggil kembali untuk melawan, orang dari sekte Wuhan!.
Cu Qing Fei sangat bersemangat, karena akan melawan orang dari sekte yang satu daerah dengan dirinya! Meskipun sekte itu berhubungan cukup baik dengan sekte macan putih.
\=
\=
__ADS_1
...