
\=Chapter 058. PELATIHAN MENUJU PENDEKAR ATAS\=
\=
\=
Xu Wuzao akhirnya sampai di depan kamar milik Li Yian, yang di tinggali oleh Li Yian sejak berumur 8 tahun.
Xu Wuzao memandangi kamar itu! Dia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari kamar itu, tapi Xu Wuzao tidak tahu apa perbedaan dari kamar lainya yang berjajar di sampingnya.
Dia memandangi kunci pintu, lalu beralih memandang pintu kembali.
"Apa maksud anak itu sebenarnya? Jangan kaget setelah melihatnya dan jangan tanyakan dari mana asalnya!" gumam Xu Wuzao mengingat kembali bait pesan terakhir.
Karena sudah penasaran, Xu Wuzao langsung melangkah mendekati pintu lebih dekat dan membukanya dengan cepat.
Setelah daun pintu di buka, Xu Wuzao langsung membeku tidak percaya dengan penglihatan dirinya saat ini.
Cukup lama Xu Wuzao terpaku di depan pintu, jika saja orang lain melihat kepala sekte anggrek putih terbengong seperti itu, hingga mulut tuanya terbuka lebar hingga rahang miliknya hampir jatuh, pasti mereka akan bingung sendiri dan tidak percaya.
"Ap, apa-apakah ini nyata?" ucap Xu Wuzao cukup kencang tanpa sadar.
Setelah melihat ini Xu Wuzao langsung mengerti apa arti dari bait terakhir pesan yang di sampaikan Li Yian pada dirinya.
Xu Wuzao langsung masuk dan menutup kamar Li Yian lalu memeriksa semua harta yang di tinggalkan oleh Li Yian untuk sekte anggrek putih.
Harta itu adalah harta yang sangat berharga bagi sebuah sekte, apalagi oleh sekte kecil seperti miliknya saat ini.
"Nak, sebenarnya apa yang kau rahasiakan dari ku?" gumam Xu Wuzao tidak mengerti sambil terus melihat semua harta yang ada di sana.
Menurut Xu Wuzao harta ini sangat langka dan berharga, di mulai dari beberapa teknik jurus! Mulai dari tangan kosong hingga menggunakan senjata! Lalu berbagai macam herbal langka yang umurnya ribuan tahun.
Senjata yang berkualitas sangat bagus, bahkan menurut Xu Wuzao senjata ini lebih bagus kualitasnya di bandingkan dengan senjata yang di pegang para tetua sekte anggrek putih sekarang.
Bahkan yang Xu Wuzao tidak mengerti koin emas dan perak di salah satu pojok kamar begitu menggunung!.
"Bagaimana harta sebanyak ini ada di tangan bocah itu, bahkan aku dan semua orang sekte tidak mengetahuinya?" Xu Wuzao berucap dalam benaknya ingin memecahkan teka-teki yang ada di depannya.
Xu Wuzao tidak mengerti bahwa ada cincin samudra yang bisa menyimpan segala hal, bahkan jika gunung dan hutan ingin di simpan di sana juga bisa.
__ADS_1
Mungkin jika tahu barang seperti itu ada di dunia ini, Xu Wuzao akan terkejut setengah mati.
*
*
*
Di hutan kabut ilusi.
Li Yian kini sudah keluar dari pondok kecil miliknya setelah seharian istirahat, di seperti biasa mandi dulu, di air terjun kecil yang ada di dekat hutan belantara di kaki gunung.
Sepulang dari mandi di air terjun kecil, Li Yian mendatangi Baba Yaga yang sedang meditasi kembali seperti biasa.
"Teman, kau setiap hari selalu meditasi apa kau tidak bosan?"
Di tegur seperti itu oleh Li Yian Baba Yaga tetap tidak merespon, karena dia baru saja melakukan meditasi semalam! Sehingga enggan untuk membuka semua panca indra miliknya yang baru saja di tutup.
Sebenarnya dia tahu sedang di tegur sapa oleh Li Yian melalu aura miliknya, tapi lebih memilih serius melanjutkan meditasi.
"Ahh, biar lah! Itu urusan dia mau meditasi sampai mati pun aku tak peduli!" ucap Li Yian lanjutan.
Karena tidak di respon Li Yian pergi dari sana, mendatangi tempat yang biasa di gunakan meditasi olehnya, karena di sana lebih cocok dan aura Yin-Yang lebih bagus.
Sebari berjalan dirinya sambil merasakan cincin samudra miliknya, untuk mengambil pil yang di tinggalkan oleh pemilik cincin samudra yang dulu.
Setelah sampai di sana Li Yian sudah memegang dua pil yang berbeda, pil berwarna hitam pekat dan berwarna putih susu.
"Baiklah, saatnya pelatihan menuju pendekar atas!" gumam Li Yian dia langsung menelan dua pil itu sekaligus.
Setelah pil masuk ke dalam mulut hanya sekali gigitan pil itu langsung lumer di mulut, Li Yian langsung menelannya tanpa ragu.
Li Yian mengambil posisi bersila dan melakukan meditasi, untuk dapat memasuki pendekar atas! Karena Li Yian berada di pendekar menengah puncak.
*
*
*
__ADS_1
Sedangkan di waktu yang sama, sekte macan putih menerima kabar dari anggotanya bahwa beberapa pengajar sekte dan satu tetua sekte macan putih tewas di bunuh oleh 4 pendekar raja dari benua Daren Timur.
Di ruang pertemuan, para pemimpin sekte sedang membahas tentang perkembangan pendekar misterius! Namun menerima kabar ini membuat mereka terpuruk.
"Sial, apa kita di targetkan oleh mereka juga?" ucap pemimpin sekte macan putih.
"Ketua Cu, mereka menargetkan kita karena mereka anggap kita memiliki informasi yang akurat mengenai pendekar misterius!" ucap salah satu tetua yang ada di sekte macan putih.
Pemilik sekte macam putih sudah tidak keluar sampai dua tahun lamanya, karena dia mengasingkan dirinya untuk menembus ke pendekar suci.
Kini setelah sudah berada di pendekar suci, dia langsung keluar karena tertarik dengan pusaka dunia dan berbagai macam harta lainnya untuk meningkatkan kekuatan dirinya dan para anggota sekte.
"Mereka anggap apa sekte macan putih ini, atur orang untuk memburu pendekar raja itu! Apa kau tau mereka dari sekte mana?" tanya Cu Yao.
Cu Yao adalah kepala sekte yang bijaksana, meskipun dari aliran putih namun sikapnya tidak menunjukkan demikian, dia lebih memilih menghabiskan lawan yang telah meremehkan sekte yang dirinya pimpin.
"Maaf ketua Cu, mereka dari organisasi bernama Sabit Tunggal! Pembunuh bayaran paling di takuti di benua Daren Timur!" ucap tetua tadi yang menuangkan pendapat.
"Organisasi itu yah, ternyata mereka sudah mulai berani menyebrang ke benua matahari terbit!" guam kepala sekte macan putih.
"Berapa jumlah mereka?"
Cu Yao ingin mengetahui berapa jumlah mereka dan dia ingin nyawa di balas nyawa, sehingga ingin mengirim orang untuk dapat membunuh mereka sekaligus.
"Di kabarkan mereka berjumlah empat orang dan semua berada di tingkat pendekar raja! Dengan pemimpin mereka berada di pendekar raja puncak." tetua itu memberikan penjelasan rinci agar kepala sekte Cu Yao sedikit mundur, karena bila ini terjadi bentrok besar sekte macan putih akan mengalami kemunduran yang jauh.
"Merepotkan, mereka sudah sebesar itu ternyata! Berani mengirimkan orang-orang hebat!" ucap Cu Yao pada mereka semua.
"Kau ikut aku, tetua agung! Gantikan aku kembali memimpin sekte ini!" ucap Cu Yao sambil menunjuk pada tetua yang memberikan informasi untuk ikut dengan dirinya.
Lalu menunjuk empat lainnya untuk mengikuti dirinya memburu orang-orang dari organisasi Sabit Tunggal.
Tetua yang tadi memberikan keterangan langsung terbengong, dia ingin menghindar malah terseret lebih dalam.
\=
\=
...
__ADS_1