
\=Chapter 132. BERITA BESAR DI WILAYAH UTARA\=
\=
\=
Melihat Li Yian dan Baba Yaga kabur dengan sangat cepat membuat orang-orang dari keluarga Bao tidak bisa berbuat apa-apa, setelah itu Bao Lu langsung berucap.
"Cepat bantu pemimpin Bao Nam, pemimpin terluka sangat parah!" perintah Bao Lu kepada penjaga yang berkumpul di sana.
Dengan cepat bersama Bao Lu orang-orang itu masuk ke dalam ruang tamu yang sudah porak poranda oleh pertarungan Li Yian, Baba Yaga dan Bao Nam.
Setelah masuk debu yang berterbangan kini sudah mulai mereda, mereka langsung membawa tubuh Bao Nam ke ruang pengobatan.
Namun tabib keluarga Bao langsung memberitahukan bahwa pemimpin Bao Nam sudah mati beberapa waktu lalu.
Semua orang yang ada di ruang pengobatan langsung kaget, hanya Bao Lu yang terlihat kagetnya di buat-buat. Namun merek tidak menyadari.
Setelah itu orang-orang di sana bertanya kepada Bao Lu kronologi kejadian di dalam ruang tamu itu, Bao Lu menjelaskan dengan sekilas saat dirinya melihat setelah kembali dari belakang.
Cerita yang sebenarnya sedikit di ubah, namun orang-orang keluarga Bao langsung percaya dengan ucapan Bao Lu.
Setelah itu berita kematian pemimpin keluarga Bao mati di bunuh, langsung tersebar luas ke sekitar! Lalu sampai di kediaman inti.
Setelah itu beberapa jam kemudian, berita besar di wilayah utara langsung tersebar. Bahwa pemimpin keluarga Bao mati di bunuh oleh penyusup.
Cukup banyak orang yang bersedih, namun lebih banyak lagi orang yang senang dengan kematian Bao Nam! Ada juga yang tidak memikirkan.
Siang itu semua anggota keluarga Bao yang sekarang ada di kediaman di kota Kekaisaran Tang, melakukan pemakaman di pemakaman leluhur keluarga Bao. Yang ada di lereng gunung di bagian paling Utara.
Lereng gunung itu adalah daerah kekuasaan Keluarga Bao, di sana di dirikan kuil pemakaman leluhur keluarga Bao hingga turun temurun, sehingga pemimpin keluarga Bao mati pun di makamkan di sana.
*
*
*
Hari sudah menjelang malam.
Li Yian dan Baba Yaga ada di penginapan di perbatasan bagian selatan, yang berbatasan langsung dengan wilayah istana Kekaisaran Tang.
Li Yian mengambil di posisi itu, tentunya ingin mengetahui lebih dalam tentang kehebatan dan kekuatan Kekaisaran Tang, sambil mengawasi pergerakan dari keluarga Bao.
__ADS_1
Mereka berdua juga sudah menerima berita kematian pemimpin keluarga Bao, yang Li Yian kagum berita itu sangat cepat menyebar! Padahal dirinya sekarang berada jauh dengan kediaman inti Keluarga Bao.
"Saudara Li Yian, apa kita sudah bisa mengadakan pesta kemenangan?" tanya Baba Yaga yang sedang duduk di balkon rumah penginapan bersama Li Yian.
"Pesta kemenangan apa?" tanya Li Yian tidak mengerti.
"Ya pesta kemenangan kita telah mengalahkan pemimpin keluarga Bao!"
"Belum, kita belum menang! Hanya berhasil membunuh pemimpinnya saja. Bagaimana bisa di katakan menang?" tanya Li Yian.
"Eehh..! Aku kira setelah ini akan di adakan pesta!" keluh Baba Yaga.
"Ahh iya, saudara Li Yian! Kenapa kita tidak jual saja bunga lotus es, kan itu berharga sangat mahal?" tanya Baba Yaga.
"Bufff..!"
Li Yian yang sedang meminum teh hijau di gelas langsung menyemburkan dengan segera.
"Buat apa? Apa kau masih memikirkan koin emas yang tadi bernegosiasi?" tanya Li Yian.
"Ya benar, dengan itu kita akan kaya! Pastinya kita bisa bersenang-senang dengan gadis muda yang banyak. Hi-hi-hi!" Baba Yaga menjawab lalu langsung tertawa mesum.
"Hei, apa kau tidak ingat! Koin emas yang kau ambil dari sarang rampok itu sangat banyak! Jika di pakai beberapa tahun juga tak bakal habis!" jawab Li Yian.
"Aaahhh benar kenapa aku bisa lupa!" sambil garuk-garuk kepalanya.
Dia langsung berdiri dari kursinya yang di duduki saat ini, Li Yian tidak melarang itu dia hanya memberikan pesan saja.
"Ingat, kita di penginapan ini hanya tiga hari saja! Kau harus cepat kembali."
"Hemmm, aku mengerti." jawab Baba Yaga lalu langsung pergi dari balkon rumah penginapan.
Dia langsung keluar mencari hiburan di kota Kekaisaran Tang yang sangat besar itu, Li Yian juga tidak khawatir meskipun Baba Yaga ceroboh tapi dia orang yang kuat. Bahkan mengerti situasi saat genting.
Li Yian duduk sambil termenung, di sore menjelang malam itu dia ingin melakukan hal-hal apa. Karena cukup bingung akhirnya Li Yian masuk ke dalam kamar untuk melakukan meditasi sambil menunggu kabar selanjutnya.
Karena menurutnya, tingkat pendekar raja tahap awal masih sangat lemah untuk membuat keluarga Bao tunduk.
*
*
*
__ADS_1
Di waktu yang sama.
Di lereng gunung sebelah utara Kekaisaran Tang, masuk dalam kawasan utara kekuasaan keluarga Bao! Di lereng sebrang lain tempat kuil pemakaman leluhur keluarga Bao berdiri.
Kelompok Sabit Tunggal yang berjumlah lebih dari 20 orang sedang santai di dalam hutan belantara, mereka mendirikan tempat sementara di sana.
Karena kedatangan anggota lainnya, yang sedang bertugas. Mereka di kagetkan dengan berita tentang kematian pemimpin keluarga Bao.
"Apa yang kau ucapkan benar?" ucap pemimpin kelompok Sabit Tunggal.
Entah kenapa sejak di tugaskan oleh kakak tertua dirinya, untuk menelusuri daratan matahari terbit dia semakin tertarik untuk menaklukkan salah satu keluarga bangsawan.
Dia bertekad menaklukkan keluarga bangsawan untuk topeng kelompoknya yang akan memperkuat kelompok pembunuh bayaran di daratan matahari terbit.
"Benar pemimpin ke dua Jin Fei, aku mendengar berita itu sudah sangat menyebar luas." jawa orang yang baru datang.
"Bagus, ini berita menarik! Mampus juga tua bangka itu, aku tidak peduli siapa yang membunuhnya. Aku yakin keluarga Bao sangat banyak memiliki musuh, karena sifat pemimpin merek yang tidak menghargai rekan!" ucap Jin Fei.
"Itu yang aku pikirkan pemimpin ke dua! Jin Fei." ucap orang itu yang memberikan kabar berita.
Semua orang langsung tertawa karena rencana yang di siapkan matang-matang malah sudah di ambil oleh orang lain.
"Kita bersiap menyerbu mereka!" ucap Jin Fei kepada semua anggotanya.
"Baik pemimpin ke dua!" jawab mereka serentak.
Dia adalah, adik ke dua dari tiga bersaudara pemimpin kelompok Sabit Tunggal! Setelah di perintahkan oleh kakak pertamanya untuk memperluas kelompok pembunuh bayaran Sabit Tunggal, dia langsung tertarik.
Setelah rencana pertama melakukan aliansi dengan keluarga Bao dan berakhir di khianati, kini tekadnya ingin membuat keluarga Bao tunduk dan hancur di tangan dirinya.
Setelah itu dia akan menggunakan nama keluarga Bao yang sudah terkenal sebagai topeng organisasi pembunuhan bayaran miliknya.
"Ha-ha-ha..!" Jin Fei tertawa senang.
Kini semua orang kelompok Sabit Tunggal langsung mempersiapkan diri mereka untuk segera turun gunung! Karena jika dari sana memerlukan waktu setengah hari untuk sampai di pusat kota bagian utara, jalan Gope.
Untuk menghilangkan jejak persembunyian mereka langsung memporak porandakan bangunan yang telah di gunakan, lalu segera di bakar.
Mereka menunggu pembakaran itu selesai dan juga menjaga agar tidak melahap hutan itu, jika itu terjadi? Malah akan memancing kemarahan besar dari Kekaisaran Tang.
Setelah selesai mereka langsung bergegas turun dari releng gunung.
\=
__ADS_1
\=
...