
\=Chapter 305. GODAAN LUBANG BELUT\=
\=
\=
Jeritan di ruang pribadi itu masih menggenggam di seantero ruangan, karena ada beberapa wanita yang Baba Yaga pesan untuk menemaninya.
Di tambah mereka sudah setengah telanjang, karena mereka semua hampir mabuk akibat meminum banyak arak.
Saat Li Yian jatuh dan menimpa dua orang wanita di samping Baba Yaga, Li Yian memegang dua gunung yang hampir keluar dari kandangnya dengan sedikit kasar, sehingga jeritan kencang terjadi.
"Saudara Li Yian apa yang kau lakukan di sini?" ucap Baba Yaga setelah sadar ada Li Yian muncul dengan tiba-tiba.
"Hai teman, seharusnya aku yang bilang sedang apa kau di sini?" tanya balik Li Yian.
Lima perempuan cantik langsung minggir ke pojok ruangan! Karena mereka bukanlah pendekar melainkan manusia biasa sehingga ada kejadian seperti itu langsung begitu terkejut dan takut.
Namun setelah tahu Li Yian adalah teman dari tuan yang sedang di layani! Mereka akhirnya bernafas lega, karena nyawa dirinya sudah tidak terancam.
Sangat sering terjadi di kedai minum seperti itu, bahwa pertarungan pendekar adalah hal wajar! Saling memperebutkan kekuasaan maupun wilayah, bahkan hanya masalah sepele sekalipun sering terjadi keributan dan memakan korban yang tidak bersangkutan.
"Aku sedang menikmati keindahan alam Daulu!" ucap Baba Yaga asal jawab saja, sambil menunjuk lima wanita cantik yang ada di pojok ruangan.
Plaakk..!
Li Yian mengepak jidatnya sendiri, karena dia tahu yang di maksud keindahan alam Daulu itu apa, Li Yian cukup heran dengan Baba Yaga! Dirinya ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa dirinya bukanlah sampah, namun kelakuan menunjukkan bahwa dia adalah sampah keluarga pada umumnya.
Yang hanya bisa bermain hal tidak berguna di luar rumah, menghabiskan harta keluarga sambil bermain perempuan lalu mengandalkan keluarga jika tersandung masalah.
Li Yian ingin menghardik namun dia tahan, karena dua wanita cantik dari mereka mendatangi Li Yian.
"Tuan anda harus bertanggung jawab karena telah menyentuh kami dengan berlebihan!" ucap salah satu wanita cantik yang di sewa Baba Yaga sebelumnya.
"Benar tuan, anda harus bertanggung jawab dengan kami berdua!" ucap yang satunya.
Mereka adalah dua wanita yang kejatuhan Li Yian saat muncul di ruangan itu, dirinya merasa bahwa Li Yian lebih muda dan terlihat lebih kuat, di tambah parasnya yang tampan membuat keduanya berhasrat, sehingga mencari alasan seperti itu terhadap Li Yian.
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan! Aku hanya tidak sengaja!" ucap Li Yian gugup.
"Apakah seperti itu perlakuan laki-laki terhadap wanita yang sudah di sentuhnya?" tanya salah satu dari mereka dengan nada sedikit sedih.
'Sial, kenapa aku yang di pojokan seperti ini?' ucap Li Yian di benaknya.
Dia maju ke arah Baba Yaga, lalu menatap dengan garang. Segera berucap.
"Taman kau haru segera ikut dengan ku!" ucap Li Yian.
"Kemana?" tanya Baba Yaga, namun tidak di gubris Li Yian.
"Nona-nona, kami permisi dulu! Terimalah ini untuk biaya kompensasi." ucap Li Yian melemparkan sekantor besar koin emas lalu segera pergi dari sana, menggunakan teknik teleportasi kembali sambil membawa Baba Yaga dengan paksa.
Wooooosss..!
Li Yian dan Baba Yaga menghilang dari ruangan pribadi itu dengan cepat, karena Li Yian tidak tahu akan berbuat apa jika di goda dengan godaan lubang belut seperti tadi, sehingga dia hanya bisa memberikan kompensasi dengan koin emas yang cukup banyak.
Salah satu wanita yang menerima kantong yang di lemparkan Li Yian sangat terkejut, sampai merasakan kantong itu terlalu berat untuk di angkat sehingga dia menjatuhkan ke lantai.
"Waahhh..! Ini adalah koin emas yang sangat banyak!" ucap salah satu dari mereka yang membuka kantong yang jatuh tadi.
"Benarkah? Kita kaya sekarang!" jawab satunya sangat girang.
"Sebenarnya siapa tuan muda tadi! Aku baru melihat ada pendekar bisa menghilang seperti itu?" tanya wanita lain, dia sangat heran selama mengenal pendekar dirinya tidak tahu ada jurus seperti barusan Li Yian gunakan.
"Entahlah, mungkin dia adalah tuan muda keluarga kaya! Kau lihat saja dia memberikan kompensasi sangat banyak!"
Di sana saling berdebat siapa tuan muda tadi, sehingga mereka melupakan keberadaan Baba Yaga sebelumnya.
Jika saja Baba Yaga tahu kejadian ini, dia akan sangat murka terhadap Li Yian karena langsung mengambil perhatian hanya dengan melempari koin emas kepada mereka.
Akhirnya mereka berlima membagi koin emas itu dengan adil, dua orang yang kejatuhan Li Yian di berikan lebih banyak dari ketiganya.
*
*
__ADS_1
*
Kembali ke taman belakang rumah pelelangan anggrek putih.
Li Yian dan Baba Yaga muncul di sana, Baba Yaga yang setengah mabuk seketika sadar bahwa dirinya berpindah tempat.
Li Yian kembali muncul di sini karena dia merasakan aura miliknya yang tertinggal di sini sebelumnya sehingga cukup cepat berpindah dan kembali ke sini.
"Saudara Li Yian, kau merusak suasana dan rencana ku!" keluh Baba Yaga.
Dia berniat membuat mabuk semuanya lalu, selanjutnya bermain asik! Namun semua itu di gagalkan oleh Li Yian begitu saja.
"Hei, katanya kau ingin bertambah kuat? Bagaimana kau bertambah kuat jika yang kau lakukan hanya seperti ini!" jawab Li Yian langsung menyindirnya terang-terangan.
"Saudara Li Yian, untuk sekarang aku sudah banyak menyerap inti kristal serigala hitam! Bisa di bilang kakuatan ku bertambah kuat, jika kau tidak percaya kita bisa berduel!" ucap Xu Wuzao karena kesal di sindir Li Yian.
"Berduel? Apa seperti pelatihan biasa?" tanya Li Yian ingin tahu lebih dalam.
"Jika ingin kita gunakan kekuatan penuh masing-masing, apa keberatan?" Baba Yaga langsung menantang Li Yian.
Dia ingin melihat apakah Li Yian berani ataukah tidak, karena dia merasa sudah kuat bahkan bisa mengalahkan Li Yian meskipun harus menggunakan kekuatan penuh.
"Hemm, sepertinya bagus! Apa yang akan kita pertaruhkan?" tanya Li Yian ingin memastikan.
"Taruhan dalam duel seperti itu yah! Aku jadi ingat saat kau mengikuti kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming! Baiklah itu tidak masalah." jawab Baba Yaga dengan sangat yakin.
"Katakan apa yang kau inginkan dari ku?" ucap Li Yian ingin tahu.
"Jika aku bisa mengalahkan mu! Aku ingin kau memberikan aku banyak koin emas setiap harinya." Baba Yaga mengajukan persyaratan seperti itu karena dia ingin selalu bersenang-senang dengan wanita.
Pikiran Baba Yaga langsung membayangkan hal-hal yang sangat nikmat, sehingga hampir tidak di sadarinya air liur dirinya hampir tumpah.
"Baiklah, aku setuju! Tapi jika aku yang menang, kita harus ke alam Tanasilam secepatnya dan kau harus berlatih lebih keras sebelum menuju ke sana, untuk mengantar ku!" ucap Li Yian.
"Tidak masalah itu persyaratan mudah!" Baba Yaga langsung menyetujuinya, karena menurutnya permintaan Li Yian sangatlah sepele.
Padahal yang permintaan cukup sepele adalah dirinya, karena hanya meminta koin emas setiap hari yang banyak.
__ADS_1